
Whoossh!
Fang Lin dan ketiga wanita didekatnya kini muncul di balik awan, tidak jauh dari mereka berempat terdapat Diablo yang sedang menjaga kapal terbang Star Universe.
"Apakah ada sesuatu yang terjadi tuan?" Hua Ran memberanikan diri untuk bertanya.
Fang Lin yang mendengar itu langsung menjelaskan hal yang terjadi secara singkat dan dengan bahasa yang mudah dipahami.
Hua Ran menahan nafasnya ketika mendengar cerita dari tuannya, begitu juga dengan Diao Chan.
Sedangkan Sylvia tidak mengerti dengan sosok yang dipanggil oleh 'Sun Wukong', namun ia dapat memastikan kalau sosok tersebut adalah makhluk yang kuat karena tuannya berkata kalau dia adalah Dewa Kera, salah satu pilar kekuatan dari Alam Semesta ini.
Usai Fang Lin menjelaskan situasi sekarang, ia langsung menyuruh mereka bertiga untuk masuk ke dalam kapal terbang.
Mereka bertiga tanpa banyak bicara langsung terbang dan memasuki kapal terbang.
Fang Lin yang melihat mereka bertiga sudah masuk ke dalam kapal terbang langsung ikut masuk ke dalam, begitu juga dengan Diablo.
Langkah Fang Lin begitu cepat dan tak butuh waktu lama bagi dirinya untuk sampai ke ruang pengendali kapal.
"Yang Jian, Guo Ren... Bagaimana keadaan kalian?" Fang Lin bertanya ketika telepatinya terhubung kepada mereka berdua.
"Keadaan saya dan yang lainnya baik-baik saja tuan..." Yang Jian berkata dengan suara tenang. Dia saat ini berada di tim pertama dan sedang menginvasi Kerajaan Qiyen.
"Saya dan yang lainnya juga baik-baik saja tuan, tidak ada masalah serius saat menginvasi Kerjaan Hezuo." Sambung Guo Ren.
Fang Lin menghela nafas panjang ketika mendengarnya, ia lega karena Dewa Kera belum menyadari hal ini, "Kalau begitu kalian semua mund-" Suara Fang Lin terhenti ketika mendengar Guo Ren yang bersuara dengan gagap.
"T-tuan... Di a-tas langit... Terdapat siluet kera yang begitu besar."
Mata Fang Lin melebar ketika mendengarnya, ia tanpa berbicara sedikitpun langsung mengalirkan Qi-nya ke kapal terbang Star Universe lalu menjalankannya ke Kerajaan Hezuo.
Saat dalam perjalanan Fang Lin memberi perintah kepada Yang Jian dan yang lainnya untuk mundur, ia meminta mereka untuk bersembunyi sejauh mungkin di sebuah tempat yang tertutup.
Tentu perintah dari tuannya dengan cepat dilaksanakan oleh Yang Jian, dia dengan segera menyuruh tim pertama untuk mundur sesegera mungkin dan mencari tempat persembunyian.
Setelah memberi perintah kepada Yang Jian, Fang Lin langsung menelepati Guo Ren dan memintanya untuk menjelaskan situasi di Kerajaan Hezuo.
Guo Ren melaporkan kalau siluet kera tersebut tidak melakukan pergerakan sedikitpun, akan tetapi aura mendominasi yang begitu agung keluar dari siluet tersebut dan membuat tubuhnya menjadi sedikit berat.
Fang Lin hanya diam ketika mendengarnya, ia memutar otaknya lalu meminta Guo Ren serta tim kedua untuk mundur secara perlahan dari Kerajaan itu.
__ADS_1
Perintah dari tuannya tentu langsung Guo Ren laksanakan, ia diam-diam menelepati seluruh anggota tim kedua beserta pasukan yang ada dan menyuruh mereka untuk mundur dari Kerajaan itu atas perintah dari Fang Lin.
Ketika tim kedua mundur dari kerajaan tersebut secara perlahan, terdengar sebuah suara yang begitu mendominasi di udara kosong.
"Siapa kalian? Kenapa kalian menyerang Kerajaan yang ku lindungi? Apakah kalian bawahan langsung dari Raja Kegelapan?" Suara tersebut menggema sampai ke seluruh Kerajaan Hezuo.
Suasana menjadi hening ketika suara tersebut tidak terdengar lagi, tidak ada yang menjawab sampai seorang pria berjubah hitam mengangkat satu tangannya.
"Maafkan kami... Wahai sosok yang agung, ini hanyalah kesalahpahaman saja." Li Fan berkata dengan nada lantang.
"Kesalahpahaman katamu? Lalu bisakah kau jelaskan, kenapa banyak dari penduduk Hezuo yang mati di tangan kalian?"
"Kami disini atas perintah dari tuan kami...Dan tentu kami hanya melaksanakan tugas darinya saja." Jawab Li Fan cepat. Ia melakukan ini semata-mata untuk mengulur waktu saja dan menunggu gurunya datang.
"Apakah kalian bawahan dari Raja Kegelapan?"
Li Fan terdiam ketika mendengarnya namun ia dengan segera menggelengkan kepalanya pelan, "Bukan, setau saya tuan tidak memiliki julukan semacam itu." Jawab Li Fan kembali.
"Hmm... Baiklah, kalau begitu... Akan ku tahan kalian terlebih dahulu." Siluet Kera yang terpampang jelas di langit tiba-tiba saja menghilang.
Sesaat setelah itu, tepat di atas langit kerajaan Hezuo, sebuah pusaran tercipta dan menghisap awan yang ada di sekitarnya.
"Bahaya! Cepat berkumpul di daratan dan ciptakan penghalang Qi sebisa kalian!" Fei Yulan berteriak dengan lantang.
Mereka semua yang mendengarnya langsung berkumpul di satu titik area, dan tak butuh waktu lama untuk mereka menciptakan puluhan ribu penghalang Qi di atas mereka.
Dar! Dar! Dar!
Tekanan dari pusaran tersebut dan perlahan semakin kuat, petir-petir mulai bergemuruh dan menyambar satu persatu di langit.
Tidak ada satupun dari team satu yang menyadari kalau seluruh Demi-Human yang ada di Kerajaan Hezuo sudah menghilang tanpa jejak.
Whoooooshh!
Sebuah petir merah seukuran barel air muncul di tengah-tengah pusaran tersebut dan melesat ke arah titik berkumpulnya team satu.
Jedar!
Seketika setengah dari puluhan ribu penghalang tersebut hancur dengan mudah. Tentu melihat hal itu membuat semua orang yang berada di team satu terkejut.
"Ciptakan penghalang lagi! Tak peduli jika itu menghabiskan Qi kalian! Karena jika petir merah itu mengenai kita, maka jangan ada yang berharap untuk keluar hidup-hidup dari tempat ini." Fei Yulan kembali berteriak dan membuat semua orang menciptakan penghalang Qi lagi.
__ADS_1
Tidak hanya seluruh anggota team 1 saja yang membuat penghalang Qi, akan tetapi para bayangan milik Fang Lin ikut membantu mereka kali ini.
Dalam sekejap ratusan ribu penghalang Qi tercipta dan tak lama setelahnya sebuah petir merah dengan ukuran barel air tercipta lalu menyerang ke arah ratusan ribu penghalang Qi itu.
Jeder!
Kali ini kurang dari 5.000 penghalang yang hancur, karena penghalang yang berada di paling atas tercipta dari Qi Dewa dan membuatnya sulit untuk dihancurkan.
"Kalian benar-benar merepotkan." Sebuah suara menggema dan disaat yang bersamaan pusaran yang memutar di langit membesar sebanyak tiga kali lipat.
100 petir merah dengan ukuran barel air keluar dari pusaran tersebut dan menyerang ke arah ratusan ribu penghalang Qi.
Dar! Dar! Dar! Dar! Dar!
100 petir merah tersebut menabrak petir paling atas dengan mudah dan menghancurkan ratusan ribu penghalang Qi itu.
Kini penghalang Qi yang tersisa kurang dari lima persen dan membuat para anggota di team satu terkejut bukan main, mereka menatap ke arah pusaran tersebut dengan tatapan tidak percaya.
Jeder!
Petir merah sekali lagi muncul dan hanya terdapat satu saja, semua orang yang ada di team satu hanya bisa pasrah ketika melihat itu, Qi yang mereka miliki saat ini sudah tidak tersisa sama sekali karena mereka sudah mengerahkan seluruhnya di penghalang sebelumnya.
Duarr!
Tiba-tiba saja petir merah tersebut meledak seperti ada sesuatu yang menghalanginya.
"Guru!" Li Fan berteriak sambil tersenyum ketika melihat gurunya sedang melayang tepat di atas mereka.
Fang Lin melirik ke arah bawah lalu membuka topengnya, "Kalian masuklah ke dalam kapal terbang... Biarkan aku yang mengurus ini." Fang Lin tersenyum tipis ketika mengatakan itu, dan sebuah kapal terbang mewah muncul di dekat mereka.
Kapal terbang Star Universe saat ini sedang dikendalikan oleh Diablo. Fang Lin menyuruh iblis itu untuk bersiap-siap menciptakan portal menuju alam yang lain karena ia tidak tau apa yang terjadi setelah ini.
Semua orang yang ada di team satu langsung mengangguk patuh ketika mendengar ucapan tuan mereka dan dengan segera memasuki kapal terbang tersebut.
"Supreme Barrier yang ku ciptakan sama sekali tidak tergores, meskipun petir merah tadi memiliki potensi untuk menghancurkan planet." Gumam Fang Lin pelan. Sebelumnya ia ingin menciptakan penghalang dari elemen es suci saja untuk menghalangi serangan barusan, akan tetapi ia teringat dengan sihir 'Supreme Barrier' dan berniat untuk menguji cobanya.
Bersambung...
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.
Note: Dewa Monyet diganti jadi Dewa Kera.
__ADS_1