
Butuh waktu sekitar 1 hari untuk jutaan pasukan bayangan masuk ke dalam bayangan Fang Lin, "Aku berencana untuk melakukan hal ini di setiap gelombang, Namun apakah mereka berniat melanjutkan perang setelah apa yang ku-lakukan ini?" Gumam Fang Lin dengan nada penasaran.
Alasan Fang Lin memakai array pertahanan mutlak karna memang ia tidak ingin job necromancer-nya di ketahui oleh banyak orang, Terlebih lagi salah satu Alam Tinggi mengawasi keberlangsungan perang.
Fang Lin memejamkan mata-nya untuk berpikir. Beberapa saat kemudian, Ia membuka mata-nya secara perlahan sambil tersenyum tipis.
~Klik~
Fang Lin menjentik-kan jari-nya dan seketika bola hitam yang menutupi area medan tempur menghilang, "Sepertinya ada beberapa tamu tak diundang ya..." Gumam Fang Lin sambil mendongak-kan kepala-nya ke atas.
Di atas-nya terdapat sebuah kapal terbang putih yang besar, Di luar kapal terbang tersebut terlihat lima orang pria paruh baya yang kini sedang menatap ke bawah sambil menyebarkan kesadaran.
"Jika aku tidak bergerak sekarang, Mereka pasti akan menemukan-ku lewat kesadaran mereka" Gumam Fang Lin dan dengan segera menghilang dari sana.
Di sisi lain, Kelima paruh baya tersebut kini sedang mengobrol sembari menyebarkan kesadaran mereka.
"Sepertinya tidak ada seorang-pun di area medan tempur ini" Ucap pria paruh baya berjubah kuning sambil menggelengkan kepala-nya pelan.
"Cari dengan teliti... Orang yang membuat bola hitam tadi pasti-lah seorang Dewa array, Jadi bukan hal yang tidak mungkin kalau dia bersembunyi dari kita menggunakan array-nya" Balas pria paruh baya berjubah putih mewah.
Pria berjubah kuning yang mendengar itu hanya menghela nafas panjang, Ia semakin mempercepat kesadaran-nya agar bisa mengakhiri hal yang tidak berguna ini.
"Hoo... Kalian terlihat bekerja keras..." Sebuah suara terdengar tepat di belakang kelima pria paruh baya tersebut.
Mereka berlima langsung berbalik sembari mengeluarkan senjata mereka masing-masing. Kelima paruh baya tersebut mendapati seorang pria berjubah hitam mewah yang mengenakan topeng hitam polos di wajah-nya.
"Siapa kau?" Tanya pria paruh baya berjubah putih mewah dengan nada waspada.
Fang Lin yang mendengar-nya tidak menjawab melainkan tersenyum tipis, "Domain Es: Penjara Es Suci" Ucap Fang Lin pelan.
__ADS_1
Seketika sebuah domain tercipta dan mengurung kelima pria paruh baya tersebut.
Kelima pria paruh baya yang telat menyadari hal itu hanya bisa pasrah ketika mereka dikurung oleh domain tersebut.
"Wilayah Domain?!! Siapa kau?!" Tanya Pria berjubah putih mewah dengan raut wajah terkejut sekaligus waspada.
Fang Lin yang mendengar-nya sedikit menaik-kan alis-nya, "Kau juga tau tentang Wilayah Domain? Hmm... Tidak buruk" Ucap Fang Lin sambil tersenyum tipis lalu melanjutkan perkatan-nya dengan cepat, "Aku disini ingin membuat beberapa permintaan pada kalian dan permintaan-ku adalah mutlak, Jadi kalian harus menuruti-nya jika tidak ingin mati disini" Timpal Fang Lin santai.
Mendengar hal itu tentu membuat kelima pria paruh baya terkejut, "Hmph, Aku tidak peduli siapa kau, Namun kau tidak akan bisa memerintah-ku...." Ucap pria paruh baya berjubah kuning mendengus kesal lalu melesat ke arah Fang Lin dengan cepat.
Fang Lin sendiri yang melihat orang itu menyerang hanya menggelengkan kepala-nya pelan, Ia menjentik-kan jari-nya dan seketika sebuah rantai es muncul dari lantai.
~Klik~
~Sriiingggg~
Rantai es tersebut langsung melilit pria berjubah kuning dan membuat-nya tersungkur ke lantai sebelum dia sampai ke tempat Fang Lin.
"A-apa yang terjadi?!" Ucap pria berjubah kuning dengan nada terkejut. Ia dengan segera menyerang rantai es yang melilit kaki-nya itu.
Namun usaha gagal meskipun ia telah melakukan-nya secara berkali-kali. Pria berjubah kuning itu menggertak-kan gigi-nya ketika rantai yang melilit kaki-nya tidak bisa di lepas.
Pria berjubah kuning itu kembali membalik-kan badan-nya dan menatap Fang Lin dengan tatapan yang penuh akan amarah.
Fang Lin sendiri yang mengetahui tatapan-nya itu langsung tersenyum tipis, "Ayo-lah... Jangan menatap-ku dengan tatapan seperti itu" Ucap Fang Lin santai lalu menimpali-nya dengan cepat, "Meskipun permintaan-ku adalah mutlak, Aku akan memberikan kalian 1 kitab tingkat kuno sebagai imbalan-nya" Timpal Fang Lin dan membuat kelima paruh baya tersebut terkejut.
Mendapatkan 1 kitab kuno hanya dengan menuruti beberapa perintah dari pria bertopeng hitam itu? Siapa orang gila yang tidak mau akan hal itu?
Kelima pria paruh baya tersebut langsung berdiskusi lewat telepati sesaat setelah mendengar apa yang dikatakan Fang Lin.
__ADS_1
Di saat berdiskusi, Pria berjubah kuning itu menolak mentah-mentah tentang rencana menuruti perintah dari Fang Lin, Ia memilih untuk melawan Fang Lin dari pada harus menuruti-nya.
Karna memang harga diri-nya sebagai ranah Dewa Hijau sudah dicoreng oleh pria bertopeng hitam itu.
Melihat kegigihan pria berjubah kuning membuat pria berjubah putih mewah menghela nafas panjang, "Kau bocah bodoh! Kau pikir kita berada di situasi menguntungkan?!" Teriak pria berjubah putih mewah tersebut lewat telepati.
Suasana telepati langsung menjadi hening ketika pria berjubah putih mewah tersebut berteriak, Karna memang mereka ber-empat baru pertama kali melihat Zhang Wei berteriak seperti itu.
Zhang Wei sendiri yang melihat mereka terdiam hanya menghela nafas panjang, Ia mau tak mau harus menjelaskan apa itu 'Wilayah Domain' karna hanya ada hal itu saja yang bisa membuktikan kalau Fang Lin lebih kuat dari mereka.
Setelah mendengar penjelasan 'Wilayah Domain' dari Zhang Wei, Ke-empat pria paruh baya tersebut langsung menahan nafas mereka karna terkejut.
Terlebih lagi pria berjubah kuning yang langsung terdiam ketika mendengar hal itu.
"Apakah semua-nya sudah sepakat?" Tanya Zhang Wei memastikan.
"Ya, Kami sepakat..." Ucap mereka serempak.
Di sisi lain, Fang Lin yang melihat mereka berlima terdiam cukup lama hanya tersenyum tipis, Ia yakin kalau saat ini mereka sedang berdiskusi tentang tawaran yang dia berikan.
"Baik-lah kami setuju, Asal-kan permintaan-mu tidak di luar kuasa kami atau memengaruhi peperangan ini" Ucap Zhang Wei tiba-tiba.
"Tentu, Lagi pula permintaan-ku cukup sederhana" Ucap Fang Lin sambil tersenyum.
Fang Lin kemudian langsung memberitahu seluruh permintaan-nya kepada kelima paruh baya tersebut.
Kelima pria paruh baya tersebut langsung mendengar-kan perkataan Fang Lin dengan teliti.
Bersambung.....
__ADS_1
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.
NOTE: Entah kenapa author akhir-akhir ini ga mood bikin cerita, Tapi mulai hari ini bakal di usahain walaupun ga mood