System Sang Immortal

System Sang Immortal
Mengembara Di Alam Tanah Kultivar IX


__ADS_3

Berita tentang Fang Li Dao terkena kutukan dengan cepat menyebar ke seluruh desa, tentu saja orang-orang mulai berdatangan untuk melihat anak kecil yang tertimpa dengan kemalangan itu.


Sedangkan Fang Li Dao sendiri memberikan raut wajah tak peduli ketika mengetahui orang-orang asli desa mulai berdatangan untuk melihat dirinya.


"Nak, kamu ini pasti seorang kultivator, ya?" tanya kakek tua memastikan.


"Benar, kek. Kenapa memangnya?"


"Tidak, aku hanya sekedar bertanya saja. Hohoho..." kakek tua tertawa kecil, "Omong-omong, namaku adalah Hao Ming. Siapa namamu, anak kecil?"


"Ah, benar juga. Kita belum berkenalan, kek." Fang Li Dao tersenyum, "Namaku adalah Fang Li Dao."


"Oh, nama yang bagus." Hao Ming tersenyum tipis, lalu bertanya, "Kenapa kamu mengembara di umur segini, nak Li Dao? Apakah orang tuamu tidak khawatir jika sesuatu yang berbahaya terjadi padamu?"


"Ayah dan ibuku pasti khawatir, kek. Tapi keinginanku untuk mengembara sangat besar, sampai-sampai orang tuaku menyerah untuk menahanku." jawab Fang Li Dao sambil tersenyum.


"Hohoho... Benarkah? Kalau begitu, sudah berapa lama kamu memulai mengembara?"


"Belum sampai satu minggu, kek."


"Begitu, ya. Apakah kau sudah menemukan masalah selama di perjalanan?"


"Tentu saja, kek. ada banyak preman yang berusaha mengambil uangku, beruntung aku bisa lolos dari mereka."


"Itu artinya kau lincah, ya? Hohoho..."


"Begitulah, kek. Hehehe... Omong-omong kakek sudah berapa lama tinggal di desa ini?"


"Cukup lama, mungkin sekitar 120 tahun?"


"Woah~ itu bukan cukup lama lagi, tetapi sudah sangat lama!"


"Hohoho... Kau bisa saja."


Suasana menjadi hening setelah obrolan tersebut berakhir, karena rumahnya masih cukup jauh-- Hao Ming kembali membuka pembicaraan, "Nak Li Dao, kenapa pakaianmu sangat bau dan lengket? Apa yang sudah kau lakukan sebelumnya?"


"Ah, itu. Aku tidak sengaja melewati jaring laba-laba raksasa yang sangat lengket dan membuatku berakhir seperti ini... Makanya aku buru-buru memakai air di sumur itu karena sudah tidak tahan dengan baunya lagi."


"Hahahaha... Benarkah itu?" pria paruh baya yang berjalan bersamanya tertawa ketika mendengar jawaban itu.


"Kenapa kau bisa terjebak di jaring laba-laba? Apa yang kau lakukan di sana?" tanya pria paruh baya lainnya penasaran.


"Hehehe... Aku pergi ke sebuah Gua untuk beristirahat, tapi karena suasananya yang gelap membuat pandanganku menjadi terbatas dan tanpa sadar melewati jaring laba-laba yang lengket."


"Kalau ada jaring raksasa di Gua itu, bukankah berarti ada laba-laba raksasa di sana?"


Suasana langsung menjadi hening ketika pria paruh baya mengatakan hal itu, dan ketika Fang Li Dao ingin mengatakan sesuatu-- ia langsung mengurungkan niatnya saat mereka berempat sudah berada di depan sebuah rumah yang sedikit besar.


"Kita sudah sampai, ayo masuk." Hao Ming mempersilahkan anak kecil berusia 8 tahun itu untuk masuk ke dalam rumah.


Fang Li Dao sendiri langsung masuk dan diikuti oleh Hao Ming dan dua pria paruh baya lainnya. Ketika mereka berempat berada di ruang tamu, dua pria paruh baya yang ada di sana langsung memisahkan diri karena mereka mempunyai pekerjaan untuk diurus.


"Apa kau ingin membersihkan diri?" tanya Hao Ming.


Fang Li Dao langsung mengangguk cepat ketika mendengar itu, ia sudah tidak tahan dengan lengket dan bau yang ada di tubuhnya, "Aku mau, kek!"


Hao Ming terkekeh pelan melihat Fang Li Dao terlihat antusias, ia langsung membawa anak laki-laki itu ke satu-satunya kamar mandi yang ada di rumahnya.


.....


Setelah membersihkan diri, Hao Ming menuntun Fang Li Dao ke kamar tamu, ruangan tersebut memang dipersiapkan untuk saudaranya yang ingin menginap.


Ketika Hao Ming meninggalkan Fang Li Dao di ruangan itu, anak laki-laki itu langsung mengeluarkan sebuah kertas berwarna kuning yang tidak lain adalah kertas talisman.


"Hehehehe... Untung saja Ayah sudah menyiapkan segala hal di cincin penyimpanan, jadi mau sekuat apapun makhluk halus itu-- aku yakin kalau jimat ini bisa mengalahkannya." Fang Li Dao terkekeh pelan melihat kertas talisman di tangannya, "Baiklah, untuk sekarang aku akan berkultivasi."


Sebelum melakukan posisi lotus, Fang Li Dao menyimpan kembali kertas talisman itu ke dalam cincin penyimpanan. Ia kemudian memejamkan matanya perlahan dan mulai menyerap energi spiritual di sekitarnya.


.....


Setengah hari berlalu.


Fang Li Dao perlahan membuka matanya di saat ia mendengar suara ketukan di balik pintu keluar ruangannya, "Ah, ini kan sudah malam... Kenapa mereka menggangguku?" Fang Li Dao merasa sedikit kesal, tetapi ia tidak memperlihatkannya karena mau bagaimanapun dirinya sedang menumpang secara gratis di rumah ini.


Kriettt~

__ADS_1


Ketika Fang Li Dao membuka pintu tersebut alisnya langsung mengerut karena tidak menemukan seorangpun di sana, perasaan tidak enak mulai muncul di hatinya, "Sepertinya kutukan itu sudah dimulai." gumam Fang Li Dao, dan sebuah kertas talisman pengusir makhluk halus muncul di tangan kirinya.


Fang Li Dao kembali menutup kamarnya dan kali ini kewaspadaannya meningkat sampai ke titik tertinggi. Saat ia sudah naik ke atas tempat tidur, suara ketukan pintu kembali tersendar-- tentu saja ia tidak menanggapi hal itu karena tau kalau kemungkinan besar yang melakukannya adalah makhluk halus.


Beberapa saat kemudian, suara ketukan tersebut menghilang dan tidak lama setelah itu tempat tidurnya bergetar hebat. Fang Li Dao langsung mengalirkan Qi-nya ke talisman di tangan kirinya dan kubah pelindung dari makhluk halus seketika tercipta.


"Hehehe... Kau sudah tidak bisa apa-apa lagi." Fang Li Dao terkekeh pelan saat tau kalau tenpat tidurnya sudah tidak bergetar lagi, namun tiba-tiba dirinya membisu ketika melihat kubah pelindung yang diciptakan talisman itu hancur berkeping-keping.


"Apa-apaan?!" Fang Li Dao hampir mengumpat karena merasa begitu terkejut.


Hawa dingin yang menusuk daging dirasakan oleh Fang Li Dao, anak laki-laki itu langsung merasa waspada dan ia mengeluarkan pedangnya lalu melapisinya dengan Qi.


Fang Li Dao melihat sekelilingnya, dan ia sedikit melebarkan mata ketika menekuka sebuah sosok perempuan melayang yang wajahnya ditutupi dengan rambut hitam panjang.


"Muncul juga kau!" Fang Li Dao langsung menuerang makhluk halus itu dengan cepat, karena ia sudah melapisi pedangnya dengan Qi-- jadi melukai sosok tersebut bukanlah perkara yang sulit baikya.


Roh perempuan itu menangkis seluruh Fang Li Dao dengan cepat, ia berdecak kesal karena anak laki-laki itu lebih kuat dari yang kelihatanya.


Serangan-serangan tak kasat mata dilancarkan oleh roh perempuan itu, dan membuat Fang Li Dao terpental menabrak dinding karena telat untuk menghindarinya.


Muntahan darah keluar dari mulut Fang Li Dao, serangan yang dilancarkan oleh roh perempuan itu berhasil membuatnya mendapatkan luka parah.


Fang Li Dao buru-buru bangkit berdiri ketika menemukan roh perempuan itu sedang melesat ke arahnya, ia langsung mengeluarkan beberapa jurusmya dan berhasil memukul mundur lawannya.


Fang Li Dao tadinya bersiap untuk mengeluarkan jurusnya kembali, akan tetapi alisnya sedikit mengerut karena roh perempuan itu tiba-tiba saja menghilang dari ruangan.


Sesaat setelah itu, Hao Ming dan dua pria paruh baya lainnya tiba, mereka bertiga begitu terkejut karena melihat kondisi ruangan yang sudah hancur berantakan.


"Bocah, apa yang kau lakukan?!"


"Jun, tenanglah..." Hao Ming memegang pundak anaknya, lalu menghampiri Fang Li Dao, "Apakah kamu baru saja bertarumg dengan makhluk halus itu?" tanya Hao Ming penasaran.


"Ugh... Itu benar, kek. Dia sungguh kuat, aku hampir saja terbunuh olehnya." Fang Li Dai mengatur nafasnya yang sedikit memburu, ia kemudian menelan sebuah pil hijau untuk menyembuhkan luka yang dideritanya, "Omong-omong, aku akan memberikan uang ganti rugi atas kerusakan yang kubuat."


Hao Ming tidak tau harus berkata apa sekarang, ia hanya bisa membantu anak laki-laki itu bangkit berdiri dan membawanya ke ruang tamu.


Bersambung.....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.


Tingkat Kultivasi


Awal


Menengah


Akhir


Puncak


- Pendekar Elite (1-9)


Awal


Menengah


Akhir


Puncak


- Transformasi (1-9)


Awal


Menengah


Akhir


Puncak


- Jendral (1-9)


Awal


Menengah

__ADS_1


Akhir


Puncak


- Jendral Elite (1-9)


Awal


Menengah


Akhir


Puncak


- Raja (1-9)


Awal


Menengah


Akhir


Puncak


- Kaisar (1-9)


Awal


Menengah


Akhir


Puncak


- Kaisar Surgawi (1-9)


Awal


Menengah


Akhir


Puncak


- Saints (1-9)


Awal


Menengah


Akhir


Puncak


- Saints Emperor (1-9)


Awal


Menengah


Akhir


Puncak


- Half-Immortal


Hitam


Putih


Merah


- Immortal


Hitam

__ADS_1


Putih


Merah


__ADS_2