System Sang Immortal

System Sang Immortal
Turnamen Semesta XXX


__ADS_3

Note: Sebelum baca ini, harap baca ulang Chapter 622-623


Hampir dua bulan berlalu tetapi Fang Lin belum melihat batang hidung Childe, sekarang tersisa empat hari sebelum Turnamen Semesta berakhir dan peringkatnya sudah turun menjadi urutan ke empat karena tidak ada perkembangan selama beberapa waktu terakhir.


"Hm, haruskah aku pergi ke sana untuk memastikan?" gumam Fang Lin sebelum menggelengkan kepalanya pelan, "Tidak, masih ada waktu sehari lagi untuknya. Aku tak perlu terburu-buru..."


Karena waktu tersisa satu hari lagi, Fang Lin akan menunggu sesuai dengan kesepakatan. Jika sampai besok Childe belum ada di sini juga, ia akan mengambil Mahkotanya tanpa ada negoisasi sedikitpun.


......................


Kurang lebih 18 jam telah berlalu, Fang Lin yang menunggu Childe di luar perbatasan wilayahnya memancarkan seringai tipisnya ketika melihat seorang anak kecil berambut emas melesat di udara sembari membawa beberapa Mahkota.


Childe tampak kelelahan dan bahkan energi di tubuhnya saat ini tidak sampai 30%, dia kemudian mendarat tepat beberapa meter di depan Fang Lin kemudian meletakkan tujuh Mahkota yang berhasil dibawanya ke tanah.


"Jumlahnya ada tujuh, ini sesuai dengan kesepakatan, bukan?" tanya Childe dengan ekspresi yang serius.


"Yap, benar sekali." Fang Lin mengangguk puas, lalu melanjutinya, "Kau tampak kelelahan, apa kau menikmati waktumu selama dua bulan ini?"


"Kesepakatan telah berakhir, sekarang kita berdua tidak mempunyai hubungan apapun lagi." ucap Childe acuh tak acuh, kemudian berbalik dan ketika hendak pergi dari sana dirinya berhenti karena Fang Lin mengatakan sesuatu.


"Apa kau marah setelah menerima nasib seperti ini?" Fang Lin bertanya, ekspresinya terlihat datar.


"Marah...?" Childe kembali berbalik dan menatap ke arah Fang Lin, "Kalau marah tentu saja aku sangat marah, tapi apa yang bisa kulakukan? Seorang Jenius akan ditempatkan di tempat yang tinggi, sementara seorang sampah sepertiku akan dibuang ke dalam jurang gelap tanpa dasar. Itulah peraturan Dunia yang tidak bisa kau ubah meskipun kau adalah seorang Absolute sekalipun..."


Fang Lin terdiam sejenak sebelum menghela nafas panjang, dalam Dunia tempat dirinya lahir memang peraturan tersebut sudah menjadi dasar pondasi Dunia, kalau itu tidak ada mungkin Dunia akan runtuh dalam ketidakseimbangan.


"Aku tak menyangka itu akan keluar dari mulutmu, setiap katamu memang benar." Fang Lin sampai sulit untuk memberikan tanggapan, "Kuharap kau bisa beradaptasi setelah menjadi makhluk Fana."


"Aku akan terus merangkak sampai bisa kembali menjadi sekuat ini, tidak, aku akan kembali menjadi lebih kuat dari ini dan memburu setiap petinggi Absolute termasuk kau!" Childe menunjuk ke arah Fang Lin, tatapannya penuh keseriusan.


"Hm, itu adalah tujuan yang menarik tapi sayangnya aku yang akan lebih dulu melakukannya..." balas Fang Lin dengan sudut bibir yang terangkat.

__ADS_1


"Huh...? Setelah kau menjadi pemenang di Turnamen ini, kau tidak akan bisa menghabisi mereka." Childe menggelengkan kepalanya pelan.


"Lucu sekali, tidak bisa katamu? Apa kau masih meragukan kekuatanku?" balas Fang Lin, nadanya terdengar sedikit tidak senang.


"Bukan itu maksudku, sepertinya kau masih belum mengetahui alasan Turnamen Semesta ini diadakan, ya?" Childe sedikit panik dan langsung meluruskan kesalahpahaman.


"Aku tau, mereka hanya ingin mencari makhluk yang mempunyai potensi menjadi Absolute, bukan?"


Sebenarnya Fang Lin masih bingung dengan alasan tersebut, kalau Tujuan mereka adalah mencari makhluk yang mempunyai potensi menjadi Absolute bukankah semua peserta yang ada di sini telah menjadi seorang Absolute? Lalu untuk apa mereka mencari dan bahkan menciptakan Turnamen semacam ini?


"Memang benar Turnamen Semesta diciptakan untuk mencari makhluk yang mempunyai potensi menjadi Absolute, tetapi bukan seperti Absolute pada umumnya melainkan Absolute dengan kualitas tinggi." ucap Childe memberitahu, lalu melanjutinya, "Ada alasan lainnya yang membuatmu tidak bisa membunuh mereka, berbeda denganku yang sudah tidak lagi terikat dengan Turnamen Semesta."


"Hm, apa kau mengetahui alasannya?" Fang Lin bertanya, nadanya terdengar serius.


"Sayang sekali aku tidak mengetahuinya, petinggi Absolute yang melatihku menghentikan ceritanya sampai di sana. Dia bilang kalau aku berhasil memenangkan Turnamen Semesta, aku akan mengetahui tujuan mereka selanjutnya." jawab Childe sembari menggelengkan kepalanya pelan.


Fang Lin yang menggunakan Mata Dewa bisa melihat kalau tidak ada kebohongan dari setiap perkataan Childe, diam-diam ia menghembuskan nafas panjang dari mulutnya lalu berkata, "Terima kasih atas informasinya, aku menghargai itu."


Setelah Childe pergi, Fang Lin terdiam sejenak lalu menatap tujuh Mahkota yang ada di tanah, matanya kemudian teralih ke arah tabel sistem yang memperlihatkan urutan kesepuluh besar.


Fang Lin mempunyai 31 Mahkota jika ditambah 7 Mahkota lagi dirinya jadi mempunyai 38 Mahkota, pada saat itu terjadi dirinya akan naik satu tingkat dan menempati peringkat tiga.


"Beda dua dengan Kirisan, ya?" gumam Fang Lin saat melihat Kirisan mempunyai 40 Mahkota, "Dia benar-benar orang yang penyemangat."


Fang Lin sebenarnya bisa saja menempati peringkat pertama jika serius dalam pertandingan ini, tetapi karena tujuannya hanya untuk menang jadi tidak alasan kuat baginya untuk harus menempati posisi teratas.


Fang Lin kemudian membawa semua Mahkota itu ke pemukiman dan menyimpan di tempat yang biasa ia simpan barang berharga.


Setelah menyimpannya, Fang Lin langsung mencari keberadaan Yue dan menemukan istrinya itu sedang mengobrol dengan Yihua di salah satu ruangan yang ada istana pribadi miliknya.


Yue tentu mengetahui kalau Fang Lin sedang memperhatikannya melalui Kesadaran Spiritual, dia langsung tersenyum dan memintanya untuk datang ke ruangan tersebut.

__ADS_1


Fang Lin tentu saja langsung masuk ke dalam istana pribadi milik istrinya itu, lalu pergi ke salah satu ruangan tempat kedua perempuan itu berada.


"Ayah..." Qixuan Yihua langsung tersenyum, ia tidak terlalu terkejut karena ayahnya tidak menyembunyikan hawa kehadirannya saat memasuki istana.


"Sudah lama tidak bertemu, nak. Kamu sudah menjadi lebih kuat dari terakhir kali kita bertemu..." puji Fang Lin sembari meletakkan tangan kanannya di atas kepala anak perempuannya itu


"Terima kasih, ayah. Kalau bukan karena sumber daya yang selalu disediakan dan limpahan energi di Dunia Jiwa serta Dunia ini, mungkin aku tidak akan bisa berkembang sejauh ini." balas Yihua sembari tersenyum lebar, ia jelas sangat senang dipuji oleh ayahnya.


"Kau pandai merendah..." Fang Lin tertawa kecil, lalu melanjutinya, "Kalian berdua sedang mengobrol apa?"


"Hanya hal-hal remeh, ibu akhir-akhir ini sering mengajakku." jawab Yihua sembari melirik ibunya tersebut.


Fang Lin mengangguk beberapa kali, dan menatap mata anak perempuannya itu lalu berkata, "Maaf karena menganggu, tapi Ayah mempunyai sesuatu untuk dibicarakan dengan ibumu..."


"Eh, baiklah..." Yihua langsung paham, lalu izin pamit dari sana.


Setelah kepergian anak perempuannya, Fang Lin langsung mengalihkan pandangan ke arah istrinya dan terdiam selama beberapa saat.


"Kamu ingin membicarakan apa, sayang?" Yue sedikit memiringkan kepalanya.


"Tolong jujur padaku, kenapa kau menjadi aneh belakang ini?" Fang Lin bertanya, nada terdengar serius.


"Kamu bicara apa sih? Tidak ada yang aneh dengan diriku, kamu pasti salah paham..." Yue menyangkal sembari menggelengkan kepalanya


"Yue, aku ingin kamu jujur. Kita adalah sepasang suami istri, kita harus saling mengetahui masalah satu sama lain." Fang Lin sedikit menekan nadanya, dan secara tidak langsung ia mengisyaratkan kalau dia akan marah jika Yue terus berbohong.


Yue sendiri tidak langsung menjawab dan malah menundukkan kepalanya, ekspresinya perlahan berubah menjadi sedikit muram.


Bersambung.....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT

__ADS_1


__ADS_2