System Sang Immortal

System Sang Immortal
Dunia Evangellion


__ADS_3

"Jadi ini, dunia sihir..."


Fang Lin berdiri di atas puncak gunung batu, senyuman terukir di wajahnya sembari memandangi hutan yang luasnya tidak main-main.


"Aku merasakan berbagai macam aura makhluk hidup di sekitar sini, tidak seperti manusia dan hewan buas-- mereka lebih tepatnya disebut sebagai Monster." Fang Lin bergumam pelan, karena sudah mempunyai berbagai pengetahuan tentang Dunia ini-- jadi dirinya tidak perlu repot-repot untuk mencari tau sendiri.


"Baiklah... Sekarang, apa yang harus kulakukan?" Fang Lin menjadi tak sabar dengan apa yang nanti dirinya lakukan, ia kemudian menghilang dari tempatnya dalam sekejap dan mencari kota terdekat di daratan sini.


Whooosh!


***


Kota Heinz adalah sebuah kota besar yang dipimpin oleh sebuah Keluarga Bangsawan tingkat tiga.


Kota ini bisa dibilang sangat ramai karena terdapat cabang dari Akademi Bintang di sini. Serikat Pemburu juga berperan penting, mereka adalah pusat berkumpulnya para Warrior dan Penyihir.


Fang Lin bisa menemukan sebuah gerbang raksasa dengan dinding pelindung kota yang terbuat dari material langka.


"Woah... Lihat mereka..." Fang Lin tersenyum lebar ketika melihat sekumpulan manusia yang sedang mengantri masuk ke dalam gerbang, "Sepertinya sistem dunia ini tidak berbeda jauh dengan Dunia Kultivator, dan juga-- tidak banyak orang yang mempunyai Mana dalam tubuhnya."


Fang Lin mengelus dagunya, itu artinya tidak semua manusia di dunia ini mempunyai potensi untuk menjadi seorang Penyihir.


"Ya, sudahlah. Berhenti memikirkan sesuatu yang rumit..." Fang Lin kemudian berjalan menuju gerbang itu.


......................


Kemunculan Fang Lin yang mengantri untuk memasuki kota Heinz menjadi pusat perhatian banyak orang, itu dikarenakan wajahnya yang sempurna.


"Sepertinya rupaku terlalu menarik perhatian banyak orang..." Fang Lin bergumam sebelum mengeluarkan sebuah mantel hitam polos dari udara kosong.


Apa yang dilakukan oleh Fang Lin semakin menarik perhatian orang-orang yang ada di sana, tetapi itu hanya berlangsung sesaat saja ketika mereka mendapati sebuah kereta kuda mewah sedang berjalan ke tempat mereka berada.


Di belakang kereta kuda mewah itu terdapat rombongan kuda yang ditunggangi oleh belasan kstaria, sepertinya sosok yang mereka kawal adalah orang penting.

__ADS_1


Fang Lin sendiri tidak mempedulikan rombongan itu dan menutup kupluk mantelnya agar wajahnya tidak menimbulkan masalah yang merepotkan.


Kieeeek!


Ringkikan kuda terdengar, kereta mewah tersebut berhenti tepat di samping Fang Lin. Jendelanya kemudian terbuka dan memperlihatkan seorang perempuan cantik berambut hitam panjang dengan poni yang menutup dahinya, dia mempunyai pupil mata berwarna merah cerah dan aura yang bermartabat.


"Hei, kamu... Lihat kemari." perempuan itu memanggil dengan suara yang lembut.


Fang Lin berdecak pelan sebelum menoleh ke arah perempuan itu, ia memasang ekspresi suram dan bertanya, "Apakah ada sesuatu yang penting, nona?"


"Penglihatanku tidak salah rupanya, meskipun dari kejauhan-- aku sudah bisa melihat ketampanan yang kau miliki." perempuan itu tersenyum tipis, "Aku adalah Rosalyn, putri tunggal dari Keluarga Vernion. Seharusnya kau sudah tau tentangku, bukan? Jadi, tidak perlu banyak basa-basi lagi... Naiklah ke sini dan temani aku."


"Tidak, untuk apa aku melakukannya." Fang Lin memasang ekspresi acuh tak acuh, "Dan juga, aku tidak mengenal keluargamu. Lebih baik lanjutkan perjalananmu, nona."


Rosalyn yang mendengar itu langsung memasang raut wajah terkejut, sebelum dirinya ingin mengatakan sesuatu-- Fang Lin kembali berkata, "Sebelum dirimu pergi, perintahkan bawahanmu untuk menarik aura membunuh yang di arahkannya padaku. Itu membuatku kesal."


Suasana hening usai Fang Lin mengucapkan hal tersebut, orang-orang yang berada di dekat pemuda tampan itu perlahan mulai menjauh karena tidak mau ikut terlibat dalam masalah ini.


"Jawabanmu sungguh di luar ekspetasiku. Apa yang membuatmu tidak mau ikut denganku?" Rosalyn bertanya, bukannya marah-- ia malah semakin tertarik.


"Tarik perkataanmu, rakyat jelata. Apa kau pikir bisa hidup tenang setelah ini?" seorang pemuda tampan yang berusia 25 tahun-an tiba-tiba saja muncul, ia menatap Fang Lin dengan tatapan marah sekaligus ingin membunuh.


"Hm... Benar-benar di luar rencanaku." Fang Lin diam-diam mendengus dingin, ketika dirinya hendak pergi dari tempat ini-- Rosalyn lebih dulu menghentikan pemuda yang baru datang itu.


"Berhenti, Cale. Kenapa kau sering bertindak sesuka hatimu?" Rosalyn tidak mau situasinya menjadi buruk, ia kemudian menatap Fang Lin dan berkata dengan suara yang menggoda, "Kau bisa datang kapan saja, pintuku selalu terbuka untukmu." Rosalyn mengakhirinya dengan tertawa kecil sebelum ia menutup jendela kereta kudanya dan memerintahkan kusir untuk kembali berjalan.


"Haisss... Jika tidak ada Dewa yang menjaga Dunia ini, aku sudah membunuh kalian." Fang Lin mendengus kecil, sepertinya berusaha untuk tidak menarik perhatian lebih sulit daripada menghancurkan Dunia.


......................


Tidak banyak yang terjadi setelah itu berlalu, Fang Lin kemudian melewati penjaga menggunakan beberapa keping perak, lalu memasuki kota Heinz.


"Hm, suasananya tidak buruk..." Fang Lin tersenyum tipis ketika menemukan orang-orang yang sedang berjualan, dan ia juga bisa melihat beberapa kelompok yang terdiri dari Warrior serta Penyihir.

__ADS_1


Fang Lin melangkahkan kakinya tanpa tujuan dan menikmati suasana kota, ketika dirinya memasuki area pasar-- ia sedikit terkejut saat menemukan seorang Manusia Setengah Hewan yang masih anak-anak.


Kedua kaki dan tangan anak laki-laki itu dirantai dengan besi khusus, tubuhnya kurus kering dan ada banyak bekas luka di tubuhnya.


"Kalau tidak salah ingat, Sylvia pernah mengatakan-- ada beberapa kota Manusia yang rasis terhadap kaum lain. Dan, salah satunya yang mendapatkan perlakuan itu adalah mereka yang berasal dari ras Setengah Hewan." Fang Lin mengelus dagunya pelan, ia tidak terlalu menghiraukan anak setengah hewan itu dan tetap melanjutkan jalannya.


Mau bagaimanapun, Fang Lin bukanlah orang baik yang akan selalu menolong orang-orang kesulitan. Ia juga mempunyai perjanjian dengan Yue untuk tidak melakukan hal yang merepotkan jika bukan karena terpaksa.


Fang Lin terus berjalan tanpa arah sampai akhirnya ia berhenti di depan sebuah bangunan yang di dalamnya terdapat Warrior dan Penyihir.


"Oh, sepertinya ini Serikat Pemburu." Fang Lin bisa menemukan sebuah plakat kayu yang bertuliskan, 'Kembali dengan uang atau tidak pernah muncul lagi', "Kiasan kata yang aneh..."


Fang Lin menggeleng pelan sebelum memasuki bangunan tersebut. Ketika memasuki, ia bisa melihat berbagai macam orang yang sedang melakukan aktivitas masing-masing, "Daripada Serikat Pemburu, tempat ini lebih cocok disebut sebagai Bar." pikir Fang Lin, lalu dirinya berjalan ke meja resepsionis.


"Halo Tuan, ada yang bisa saya bantu?" seorang perempuan bertanya sembari memasang senyum ramah, ia bersikap santai karena tidak bisa melihat wajah Fang Lin dengan jelas.


"Kalau tidak salah tempat ini bisa mengumpulkan uang dari misi, bukan?" Fang Lin bertanya untuk memastikan.


"Itu benar, Tuan. Sepertinya anda adalah seorang pemula, benarkah begitu?"


"Ya, benar." Fang Lin mengangguk pelan.


"Untuk menerima misi dari Serikat Pemburu, Tuan diharuskan untuk mendaftar menjadi Pemburu." jelas resepsionis, lalu melanjutinya, "Sebelum menjadi pemburu, kekuatan anda perlu di-tes terlebih dahulu untuk menentukan peringkat yang sesuai dengan misi. Peringkat itu sendiri dibagi menjadi lima tingkat: Bronze, Silver, Gold, Platinum dan Diamond. Semakin tinggi peringkat anda maka akan semakin sulit misi yang bisa diambil, tetapi hadiah yang nantinya akan diterima juga sepadan dengan misi tersebut.


"Kalau begitu, bisakah aku mendaftar sekarang juga?" tanya Fang Lin penasaran.


"Tentu. Mari ikut saya." resepsionis itu bangkit berdiri dan kemudian keluar dari ruangannya, ia kemudian meminta pemuda itu mengikutinya dari belakang.


Bersambung.....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.


Note: Author gak buat buku baru dan terus lanjut di buku ini, terima kasih.

__ADS_1


Oh, ya. Omong-omong, Author mungkin cuma targetin sekitar 100 chapter aja di Dunia sihir.


__ADS_2