System Sang Immortal

System Sang Immortal
Xana Vs Hiu Petir II


__ADS_3

Mu Lan terus menerus berdecak kesal ketika lapisan penghalang yang ia ciptakan dihancurkan oleh ratusan Hiu Petir. Bao En dan empat perempuan lainnya tidak hanya diam saja, mereka ikut membantu Mu Lan dengan cara menciptakan lapisan pelindung sebanyak mungkin. Meskipun kelimanya tau kalau tindakan mereka tidak banyak membantu, tetapi setidaknya ada niat bagi mereka untuk membantu.


"Bala bantuan paling cepat akan datang dalam setengah jam, tapi aku tidak yakin pelindung ini bisa bertahan selama itu." Mu Lan berkata dengan nada gelisah, tentu saja membuat Bao En dan yang lainnya panik.


"Lalu, bagaimana? Apa kita harus melarikan diri setelah pelindung ini hancur?" tanya perempuan bergaun ungu.


Tidak ada yang menjawab pertanyaan itu, Mu Lan dan lainnya juga bingung. Selang beberapa waktu, Mu Lan akhirnya memutuskan untuk bertarung sampai bala bantuan datang.


"Tidak ada pilihan lain lagi, kita harus bertarung." Mu Lan memegang pedangnya dengan erat, "Kita akan maju setelah pelindung terakhir hancur..."


Bao En dan keempat perempuan lainnya hanya bisa mengangguk patuh, menurut mereka sudah tidak ada jalan lain selain bertarung sampai mati.


Di luar pelindung, Ming Kau tersenyum lebar saat melihat keenam ras Xana itu mengeluarkan senjata masing-masing, "Gahahahaha... Bagus! Bertarunglah, walaupun semua tindakan kalian akan berakhir sia-sia." ucapnya dengan nada sinis, lalu berseru lantang, "Cepat! Hancurkan seluruh pelindung musuh yang tersisa, aku tidak sabar ingin membunuh mereka!"

__ADS_1


Mendengar seruan bos mereka membuat ratusan Hiu Petir menambahkan kekuatan di setiap serangan mereka, dalam waktu yang terbilang relatif singkat-- penghalang terakhir yang diciptakan oleh Mu Lan hancur berkeping-keping.


Para Hiu petir yang mengetahui itu tanpa banyak bicara langsung menyerang enam ras Xana yang sedang menunggu mereka. Di sisi lain, Mu Lan langsung mengeluarkan beberapa jurusnya dan membuat beberapa Hiu Petir mati seketika.


"Kau adalah lawanku!" Ming Kau menyeringai lebar, ia langsung menyerang wanita bergaun biru itu dengan segenap kemampuannya.


Mu Lan menerima seluruh serangan Hiu Petir itu dengan pedangnya, matanya kemudian teralih ke arah Bao En serta yang lainnya dan menemukan mereka sudah berada dalam keadaan terpojok.


Di sisi lain, Bao En hanya tersenyum pahit saat mendengar teriakan kakaknya, ia dan empat perempuan lainnya benar-benar dalam kondisi terpuruk.


"Semuanya! Aku akan memancing setengah dari mereka ke tempat lain, pada saat itu-- habisi mereka sebanyak mungkin." Bao En berkata lewat telepati.


"Jangan bodoh, Bao En! Kau bisa mati jika memisahkan diri dari kelompok!" sahut perempuan bergaun ungu.

__ADS_1


"Percayalah padaku, kakak Mian! Aku pasti akan kembali!" tanpa menunggu jawaban lagi Bao En melesat menjauh sembari mengeluarkan beberapa jurusnya yang menarik perhatian Hiu Petir.


Rencana yang Bao En lakukan berjalan sangat lancar, ada sekitar 40 Hiu Petir yang kini sedang mengikutinya dari belakang. Ia kemudian menyimpan senjatanya dan berusaha memaksimalkan kecepatan terbangnya.


Para Hiu Petir yang mengikuti Bao En tentu terkejut melihatnya, mereka tak menyangka kalau perempuan bergaun hijau itu sedang berusaha melarikan diri dari mereka.


"Kejar dia, jangan biarkan lolos! Kita pasti akan mati di tangan bos jika dia berhasil lepas dari kejaran kita!"


Bersambung.....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.


Note: Ini cuma 500 kata.

__ADS_1


__ADS_2