System Sang Immortal

System Sang Immortal
Rapat Kota Fang


__ADS_3

Hanya butuh waktu 30 menit bagi Fang Lin untuk menyelesaikan rapat yang ia lakukan, Ia hanya mengatakan bagian yang penting saja seperti perang melawan Xiao Chen di masa depan nanti, Kaisar Iblis yang telah menjadi bawahan-nya dan peperangan melawan Dewa Iblis.


Para penduduk kota Fang hanya bisa menahan nafas mereka ketika mendengar itu semua, Sedangkan para bawahan inti tidak bisa untuk tidak terkejut ketika mengetahui kalau Fang Lin telah menjadikan Kaisar Iblis sebagai bawahan-nya.


"Tuan... Apakah Kaisar Iblis benar-benar menjadi bawahan anda?" Tanya Ji Xi memastikan.


Fang Lin mengangguk-kan kepala-nya ketika mendengar itu, "Untuk apa aku berbohong..." Jawab Fang Lin santai.


Mendengar jawaban tuan-nya Ji Xi tidak bisa berkata-kata lagi, Ia tentu mengenal Kaisar Iblis dan dalam sekali lihat ia dapat mengetahui kalau Kaisar Iblis sangat-lah kuat, Tetapi tuan-nya ini dapat menaklukkan seorang Iblis Sejati? Itu gila! Bahkan orang gila saja tidak akan berpikir kalau hal tersebut akan terjadi.


Fang Lin yang melihat reaksi Ji Xi hanya tersenyum tipis, "Apa ada yang ingin di tanyakan?" Tanya Fang Lin pelan namun suara-nya dapat di dengar jelas oleh penduduk kota Fang.


"Tuan, Saya ingin bertanya sesuatu..." Ucap Bai Hu sambil mengangkat satu tangan-nya.


Fang Lin sendiri langsung mengangguk-kan kepala-nya ketika mendengar itu, "Katakan..." Balas Fang Lin dengan nada tenang.


"Kapan perang melawan Dewa Iblis terjadi? Dan apa yang terjadi jika tuan dan Aliansi Istana Iblis kalah?" Tanya Bai Hu dengan nada penasaran.


Mendengar itu Fang Lin terdiam sesaat untuk memikirkan-nya, Ia sama sekali belum membuat rencana jika diri-nya kalah melawan Dewa Iblis, "Hmm... Mungkin aku akan membawa Aliansi Istana Iblis ke dunia ini agar mereka lebih aman, Dan untuk jadwal perang-nya... Aku belum mengetahui-nya, Karena Zhou Fan lah yang menentukan-nya" Jawab Fang Lin dengan nada tenang.


"Lalu Semisal-kan tuan dan Aliansi Istana Iblis kalah, Apakah tuan masih berencana untuk berperang melawan orang yang menculik Hu Jianzhen?" Tanya kembali Bai Hu dengan nada penasaran.


"Yap, Aku masih akan melakukan-nya... Meskipun aku kalah melawan Dewa Iblis, Tetapi yang kalah hanya-lah aku, Para pasukan bayangan-ku dan Aliansi Istana Iblis... Jadi kekalahan-ku melawan Dewa Iblis tidak berpengaruh pada peperangan-ku melawan orang itu" Jawab Fang Lin menjelaskan.

__ADS_1


Mendengar itu Bai Hu mengangguk-kan kepala-nya paham, Ia cukup lega ketika mengetahui kalau tuan-nya tidak akan membatalkan perang melawan Xiao Chen meskipun tuan-nya kalah melawan Dewa Iblis, Karena diri-nya saat ini sudah cukup khawatir dengan kondisi Hu Jiazhen.


Di sisi lain, Fang Lin yang mengetahui Bai Hu sudah selesai akan pertanyaan langsung menatap ke arah penduduk kota Fang kembali, "Jika tidak ada yang ingin ditanyakan lagi, Aku akan akhiri rapat sekarang..." Ucap Fang Lin dan beberapa saat kemudian ia menyuruh para penduduk untuk kembali melakukan aktivitas mereka masing-masing.


.....


Usai para penduduk membubarkan diri, Fang Lin juga menyuruh para bawahan inti-nya untuk bubar namun sebelum itu ia berpesan kepada mereka untuk memberikan latihan yang keras kepada penduduk kota Fang agar mereka bisa berkembang lebih cepat.


Para bawahan inti mengangguk-kan kepala patuh ketika mendengar pesan dari tuan mereka, "Baik, Tuan... Sesuai keinginan anda..." Ucap mereka secara serempak.


"Bagus..." Ucap Fang Lin lalu menimpali-nya dengan cepat, "Kalau begitu bubar..." Timpal Fang Lin dan seketika para bawahan inti menghilang dari hadapan-nya.


Melihat para bawahan inti-nya telah bubar, Fang Lin lalu menoleh ke arah kedua orang tua-nya dan juga para calon istri-nya, "Ayo kita kembali..." Ucap Fang Lin sambil tersenyum tipis.


Fang Lin yang mendengar pertanyaan dari ibu-nya sedikit mengangkat satu alis-nya, "Memang-nya ayah tidak memberitahu tentang mereka kepada ibu?" Tanya Fang Lin dengan nada heran.


Xia Mei yang mendengar-nya sedikit mengerutkan alis-nya, Ia lalu menoleh ke arah kiri-nya dan mendapati suami-nya yang kini sedang menatap ke arah langit sembari bersiul, "Kenapa kau tidak memberitahu-nya? Ku-pikir kau juga tidak tau..." Tanya Xia Mei dengan nada menyelidik.


"Eee.... Aku lupa" Jawab Fang Qin berbohong.


Mendengar itu Xia Mei mendengus pelan, Ia kembali menatap anak-nya dan memberi tanda seolah diri-nya meminta penjelasan.


Fang Lin sendiri sedikit keheranan dengan tingkah ayah-nya namun ia tidak mencurigai hal tersebut lalu memberitahu identitas tentang ke-empat calon istri-nya serta Sylvia yang berasal dari semesta lain.

__ADS_1


Saat mendengar penjelasan dari anak-nya, Raut wajah Xia Mei berubah-ubah, Ia tidak menyangka kalau empat dari lima wanita cantik itu adalah calon istri anak-nya.


Di sisi lain, Fang Lin yang sudah menyelesaikan penjelasan-nya hanya diam dan menunggu reaksi ibu-nya, Ia berpikir kalau ibu-nya tidak suka kalau diri-nya mempunyai banyak istri.


"Haah... Jika kamu benar-benar ingin memiliki istri sebanyak itu, Ibu tidak akan menghalangi-mu... Tetapi berjanji-lah pada ibu kalau kamu kamu akan memperlakukan mereka secara adil" Ucap Xia Mei sambil menghela nafas panjang.


Fang Lin yang mendengar-nya langsung menggaruk-kan kepala-nya yang tidak gatal, "Ternyata benar, Kalau ibu tidak menyukai-ku yang mempunyai banyak istri" Batin Fang Lin lalu menimpali-nya, "Ya... Bu, Aku berjanji akan bersikap adil dengan mereka" Jawab Fang Lin sambil tersenyum lembut.


Mendengar itu Xia Mei tersenyum tipis, Sedangkan Fang Qin merubah raut wajah-nya menjadi jelek ketika mengetahui istri-nya memperbolehkan Fang Lin memiliki istri yang banyak.


"Kenapa raut wajah-mu jelek? Apakah kau berpikir kau dibolehkan memiliki istri yang banyak? Hmph! Jangan harap!" Ucap Xia Mei mendengus kesal saat melihat raut wajah Fang Qin berubah menjadi jelek.


Fang Qin sendiri langsung tersenyum kecut mendengar itu, "Tidak, Tidak... Mana mungkin aku berpikir seperti itu" Ucap Fang Qin panik lalu menimpali-nya, "Kau adalah istri-ku yang paling cantik, Jadi mana mungkin aku berpikir untuk mencari istri lagi" Timpal Fang Qin mencoba membujuk Xia Mei yang kesal.


"Hmph... Kau berbohong" Balas Xia Mei dengan nada kesal.


Fang Lin yang melihat kelakuan orang tua-nya hanya bisa menggelengkan kepala-nya sambil tersenyum tipis, Ia lalu melerai mereka berdua karena diri-nya ingin kembali ke mansion.


~Whoosshhh~


Beberapa saat kemudian, Fang Lin, Orang tua-nya, Calon istri-nya dan Sylvia menghilang dari lapangan tanpa jejak sedikit-pun.


Bersambung...

__ADS_1


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.


__ADS_2