
Setelah Zu memasuki bayangannya, Fang Lin langsung melihat Harimau Putih yang sedang tergeletak di tanah dalam posisi telentang.
Dia lalu mengeluskan dagunya seperti orang yang sedang berpikir, "Hmm... Haruskah aku memberikannya nama agar tidak terus memanggilnya harimau putih?" Batin Fang Lin bertanya-tanya. Selain memikirkan nama untuk Harimau Putih, Fang Lin juga memikirkan nama yang cocok untuk Naga Hitam.
Dia berpikir mungkin akan enak jika memanggil mereka dengan sebuah nama daripada memanggilnya sesuai wujud.
Fang Lin yang sedang memikirkan nama mereka langsung mengangkat pundaknya, "Sebaiknya aku memikirkan hal ini bersama Lian'er dan Ru'er, Lagipula mereka belum tentu ingin diberikan sebuah nama" Batin Fang Lin sekali lagi.
Fang Lin lalu mengangkat satu jarinya dan seketika tubuh Harimau Putih langsung terangkat dengan energi tak kasat mata.
Melihat itu Fang Lin langsung teleportasi ke ujung array, Namun saat ingin membuka array tersebut, Ia seperti melupakan sesuatu.
"Hmm... Apa ya yang aku lupakan" Gumam Fang Lin dengan nada heran sambil melihat ke arah sekitarnya.
Beberapa saat memikirkan itu Fang Lin langsung menepuk jidatnya dengan sati tangannya, "Sial, aku melupakan dia" Ucap Fang Lin dengan nada terkejut. Ia teringat bahwa cheetah sebelumnya berada di dalam array yang dibuat dan saat itu dirinya lupa untuk melindungi cheetah tersebut dari malapetaka petir kesengsaraan yang terakhir.
Fang Lin langsung menyebarkan kesadarannya hingga ujung array, Namun dirinya tidak dapat menemukan cheetah sebelumnya, "Apakah dia sudah mati dan terkubur di tanah?" Gumam Fang Lin kembali bertanya.
"Ah sudahlah... Mungkin dia sedang tidak beruntung" Timpal Fang Lin dengan nada bodo amat.
Fang Lin lalu menghilangkan bola api yang sedang melayang di atas, Kemudian menghilangkan array dewa-nya.
~Whooooppp~
Bola raksasa berwarna hitam pekat tersebut langsung mengecil dengan cepat hingga bola tersebut menjadi sekecil buah apel lalu menghilang tanpa bekas.
Fang Lin terkejut ketika pemandangan yang diliat saat ini, Ia dapat melihat seluruh penghuni hutan terlarang dan bawahannya langsung menunduk hormat kecuali Ayahnya, Mue Lian dah Shui Ru.
__ADS_1
Di sisi lain, Fang Qin, Mue Lian dan Shui Ru perlahan mendekati Fang Lin, Mereka sekejap mengalihkan pandangan ke arah pemuda berambut putih yang sedang melayang lalu kembali menatap Fang Lin yang sedang tersenyum.
Mue Lian langsung menggembungkan pipinya saat sudah sampai ditempat Fang Lin, Ia lalu menatap Fang Lin dengan tatapan yang tajam.
Sedangkan Shui Ru yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya pelan, Meskipun dia lebih lemah dan lebih muda dari Mue Lian, Akan tetapi Mue Lian memiliki sifat yang kekanak-kanakan.
Shui Ru lalu melirik ke arah pria paruh baya yang sedang berjalan ke arah Fang Lin, Sesaat dia keheranan ketika melihat itu, Namun beberapa detik kemudian Shui Ru tersenyum tipis.
Fang Lin yang melihat Mue Lian menggembungkan pipinya langsung kebingungan, "Kenapa kau seperti itu?" Tanya Fang Lin tanpa merasa bersalah sedikitpun.
Mue Lian yang mendengar itu langsung melipat kedua tangannya didepan dada, "Fang Gege?? Apakah kau tidak tau dimana letak kesalahan-mu?" Tanya Mue Lian sambil berpura-pura marah.
Mendengar itu Fang Lin menggelengkan kepalanya pelan, "Sepertinya aku tidak pernah berbuat salah padamu" Jawab Fang Lin sambil menggarukkan kepalanya yang tidak gatal.
"Hmmp... Kenapa kau tidak membangunkan-ku dan mengajak-ku pergi kesini??" Tanya Mue Lian sambil mendengus kesal.
"Hahahaha... Apakah anakku sekarang mempunyai 2 calon istri?" Tanya pria paruh baya yang rambutnya mulai memutih.
Fang Lin langsung mengalihkan pandangannya ke belakang dan melihat sosok yang familiar bagi dirinya, "Ayah!" Ucap Fang Lin saat melihat sosok ayahnya yang sedang tersenyum menatapnya.
Fang Qin hanya tersenyum dan berkata, "Apa kabarmu nak? Apakah kamu bercita-cita menjadi penggoda wanita dan mengabaikan tujuanmu?" Tanya Fang Qin dengan nada bercanda.
Fang Lin hanya tersenyum ketika mendengar itu, "Hahaha... Ayah memang pandai bergurau" Tawa hambar Fang Lin.
"Dari pada membicarakan itu, Lebih baik ayah berkenalan dengan kedua calon istriku" Timpal Fang Lin sambil menunjuk Mue Lian dan Shui Ru.
Mue Lian yang salah tingkah langsung merubah cara bicaranya, "P-perkenalkan saya adalah Mue Lian, Calon istri ke-3 Fang Gege" Ucap Mue Lian sedikit gugup.
__ADS_1
Shui Ru yang mendengar itu sedikit terkejut, Namun tetap tersenyum lembut ke arah Fang Qin, "Kalau saya adalah Shui Ru, Calon Istri ke-4 Fang Gege" Ucap Shui Ru sambil menundukkan kepalanya.
Mendengar perkenalan dari dua wanita cantik didepannya, Tentu membuat Fang Qin terkejut.
Dia lalu menatap Fang Lin yang kini sedang mengalihkan pandangannya ke arah yang lain sambil bersiul pelan.
Melihat kelakuan anaknya membuat Fang Qin menggelengkan kepalanya pelan, Ia lalu melihat kedua calon istri anaknya, "Apakah kalian yakin tidak terkena sebuah ilusi?" Tanya Fang Qin memastikan.
Mue Lian dan Shui Ru terkejut dengan pertanyaan itu, Mereka berdua dengan segera menggelengkan kepalanya dengan cepat.
Fang Qin yang melihat tanggapan dari mereka berdua langsung menundukkan kepalanya sedikit sambil mengeluskan dagunya, "Ini aneh, Dulu aku susah sekali mendapatkan wanita dan sekali mendapatkannya malah wanita kerajaan yang kudapat" Gumam Fang Qin keheranan. Setau dirinya kalau buah jatuh tidak akan jauh dari pohonnya.
Akan tetapi yang Fang Lin lakukan saat ini berbeda jauh dengan kehidupannya yang dulu, "Sepertinya Fang'er memang sudah melampaui-ku dalam hal ketampanan" Lanjut Fang Qin bergumam.
Di sisi lain, Fang Lin yang mendengar seluruh gumaman ayahnya langsung tertawa keras, "Hahahaha... Aku memang sudah melampaui ketampanan ayah sejak lahir, Jadi jangan bingung karena itu" Ucap Fang Lin mengejek sambil memegang perutnya yang sakit karena tertawa.
Mendengar ejekan anaknya, Fang Qin langsung meraih tengkuk leher Fang Lin dan menguncinya di antara dada dan ketiaknya, "Anak ini... Sejak kapan kau mulai mengejek ayahmu ini?!" Tanya Fang Qin mendengus kesal.
Fang Lin yang mendapatkan kuncian itu hanya pasrah, "Astaga, Masa ayah tidak terima dengan kenyataan itu?" Tanya Fang Lin kembali mengejek dan membuat Fang Qin mendengus kesal.
Di sisi lain, Mue Lian dan Shui Ru yang melihat pertengkaran kecil ayah dan anak itu menjadi tertawa.
Sedangkan Fang Qin dan Fang Lin yang menyadari hal tersebut langsung menatap satu sama lain, Beberapa saat kemudian mereka berempat tertawa bersama walaupun tidak mengetahui apa yang mereka tawakan.
Bersambung...
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.
__ADS_1
NOTE: Kalian share dong novel ini ke grup-grup yang kalian masukin, Biar novel ini makin rame pembacanya.