
Pi Yu mengerutkan alisnya melihat Fang Lin tidak terkena efek sama sekali dari aura yang dia keluarkan, Bahkan dirinya tidak melihat raut wajah pemuda tampan didepannya menjadi waspada.
Fang Lin yang melihat raut wajah terkejut si tua Pi Yu hanya tertawa pelan, Fang Lin langsung menghilang dari pandangan Pi Yu dan tiba-tiba muncul dibelakangnya, "Mau mati?" Ucap Fang Lin yang sedang mengarahkan pedangnya ke leher Pi Yu.
Pi Yu tidak bisa bereaksi ketika Fang Lin mengarahkan pedang ke dirinya, "A-apa.. Bagaimana mungkin dia sudah berada dibelakang ku?!" Batin Pi Yu terkejut.
"Jawab pertanyaan ku atau kepalamu lepas" Ucap Fang Lin dingin.
~Glek~
Pi Yu menelan ludahnya kemudian langsung menarik aura Spiritual Godnya dan menghela nafas kasar, "Haah... Baiklah, Tapi aku ada satu permintaan" Ucap Pi Yu.
"Apa?"
"Tolong jangan beritahu siapapun" Ucap Pi Yu memohon.
"Baiklah"
"Sebenarnya aku ada sebuah misi dari alam agung untuk mencari dan merekrut seorang yang berbakat untuk dijadikan alat perang puluhan tahun lagi" Ucap Pi Yu.
"Perang? Antara siapa?" Tanya Fang Lin heran.
"Alam Agung dengan Alam 100 Pelangi" Jawab Pi Yu.
"Konflik apa?" Tanya Fang Lin.
"Perebutan 3 kitab dewa dan 4 artefak dewa" Ucap Pi Yu.
Fang Lin mengangguk pelan mendengar itu kemudian menurunkan pedangnya dari leher Pi Yu lalu memegang pundaknya, "Baiklah karena kau sudah memberitahuku, Aku akan memberimu hadiah" Ucap Fang Lin seraya mengeluarkan aura naganya.
~Whosssh~
Pi Yu langsung terjatuh ketika merasakan tekanan yang hebat di tubuhnya, Ia lalu berusaha mendongak ke arah Fang Lin dan berkata "Kau!! Penipu!! Jika kau membunuhku, Kau akan menjadi incaran para petinggi alam agung!"
"Pfft... Jangan berekspektasi tinggi, Siapa yang ingin membunuhmu?" Ucap Fang Lin sambil tertawa kecil.
__ADS_1
"Kau cukup pantas untuk menjadi bawahanku, Jadi mari kuubah ingatanmu" Ucap Fang Lin kemudian menyuruh Yue untuk mengubah ingatannya.
[Baik Tuan]
Pi Yu langsung tergeletak pingsan ketika Fang Lin memegang kepalanya, Ia mengerutkan keningnya ketika melihat ingatan Pi Yu, "Apa ini?... Alam Agung sungguh serakah, Mereka rela perang hanya demi merebut pusaka? Dan mereka sudah melakukan perebutan berkali-kali selama ratusan ribu tahun akan tetapi Alam Sembilan Surga dan Nirwana tidak melakukan tindakan apapun?" Gumam Fang Lin tidak percaya.
"Kenapa para dewa tidak menegur mereka?" Batin Fang Lin heran, Jika saja para dewa menegur petinggi Alam Sembilan Surga dan Nirwana mungkin peperangan seperti itu tidak akan terjadi.
"Dan juga aku sedikit heran, Kenapa para petinggi alam agung mengirim seorang Spiritual God yang bahkan sangat jarang di alam mereka ke Alam Rendah seperti ini?" Lanjut Fang Lin membatin.
"Haiss... Aku pusing sekali, Semakin banyak yang kuketahui, Semakin banyak juga masalah" Ucap Fang Lin menggarukan kepalanya yang tidak gatal.
Fang Lin lalu melirik Pi Yu yang sedang tergeletak di tanah, "Yue, Sudah selesai?" Tanya Fang Lin.
[Sudah tuan]
Fang Lin menganggukan kepalanya pelan, "Lalu apakah para petinggi Alam Agung akan menyadari jika salah satu dari mereka hilang kontak di alam ini?" Tanya Fang Lin ke Yue.
[Mungkin beberapa tahun lagi mereka akan menyadari itu, Mereka tidak memberi pelacak ke Pi Yu karena tidak berpikir kejadian seperti ini]
[Jadi, Jika tuan membawa Pi Yu itu tidak akan jadi masalah, Yue juga sudah membersihkan jiwanya dan menghapus serta mengubah ingatannya, Lalu jika kakek tua ini berkhianat dia akan langsung meledak]
[Terima Kasih tuan]
...
"Ughh... Dimana ini?" Ucap Pi Yu yang melihat langit-langit kamar.
"Oh... Kau sudah bangun?" Sebuah siara terdengar di depan pintu, Pintu tersebut terbuka dan menampilkan sesosok pria tampan berjubah biru.
"Tuan? Apa yang terjadi?" Tanya Pi Yu sambil melihat ke arah Fang Lin.
"Hmm... Tidak ada yang spesial, Kau hanya pingsan setelah kalah melawanku" Jawab Fang Lin seraya tersenyum tipis.
Pi Yu memegang kepalanya yang sakit dan mencoba kejadian sebelum dirinya pingsan, "Haah... Tuan anda sangat mengerikan, Bahkan anda memiliki kecepatan yang tidak bisa kulihat" Ucap Pi Yu sambil menghela nafas panjang mengingat kejadian sebelumnya.
__ADS_1
"Sudahlah, Kau lebih baik istirahat dulu, Aku akan menjaga toko" Ucap Fang Lin lalu menutup pintu kamar tanpa menunggu jawaban dari Pi Yu.
Pi Yu hanya menganggukkan kepalanya pelan kemudian melakukan posisi bermeditasi.
Di Tempat Fang Lin, Kini dia tersenyum puas ketika mendapatkan bawahan Spiritual God secara gratis, "Haah... Alam Agung ya... Tapi aku juga harus mengurus Pavilliun Gagak Emas juga, Mereka sudah benar-benar kelewatan" Ucap Fang Lin menghela napasnya lagi.
Karena bosan Fang Lin mengambil pedang Raja Neraka, Dirinya lalu mencoba memasuki ruang hampa pedang tersebut.
***
Ruang Hampa Pedang Raja Neraka.
"Apanya Ruang Hampa sial, Ini lebih mirip penjara ckckck" Ucap Fang Lin berdecak, Dirinya saat ini berada disebuah ruangan yang disetiap sisinya terdapat sebuah pilar yang besar, Mungkin menurut Fang Lin tempat ini lebih mirip istana yang menyeramkan.
"Oho... Apakah kau tersesat bocah?" Terdengar suara yang menggema diruangan itu.
Fang Lin yang mendengar itu menaikkan satu alisnya, "Hmm? Apa kau bodoh? Mana mungkin aku tersesat" Ejek Fang Lin lalu menyebarkan kesadarannya.
"Khukhukhu, Kau bocah yang sangat tidak sopan dan percuma juga kau menyebarkan kesadaramu, Kau tidak akan bisa menemukanku karena aku dalam keadaan terkurung" Ucap sosok suara tersebut.
"Heh... Kau meremehkan ku" Ucap Fang Lin yang mengeluarkan pedang sampahnya yang tersisa satu, Ia lalu melemparkan pedang tersebut ke arah salah satu pilar tersebut.
~BOOM~
Pedang tersebut hancur seketika, Begitu pula dengan ilusi yang ada di pilar tersebut, Disana terlihat sebuah batu besar yang sedang menimpa seorang iblis bertanduk merah.
"K-kau bagaimana mana mungkin bisa menemukan ku secepat ini" Ucap sosok iblis itu dengan nada tidak percaya.
"Bagaimana? Bahkan sejak pertama kali aku memasuki ruang hampa ini, Aku tau jika pilar yang kau tempati adalah sebuah ilusi" Jawab Fang Lin santai
Sosok iblis itu menjatuhkan rahangnya yang cukup lebar, "Nak lepaskan aku, Aku mohon.... Aku akan berjanji akan menjadi anak buahmu" Ucap Sosok iblis tersebut.
Fang Lin sendiri yang mendengar itu mencoba berpikir sambil menganggukkan kepalanya pelan, Ia tidak lupa untuk mengelus dagunya agar terlihat sedang berpikir, "Baiklah, Aku akan mengikuti tawaranmu" Ucap Fang Lin sambil tersenyum lebar
Bersambung...
__ADS_1
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.
Note: Saranin dong nama-nama Alam yang bagus, Gua pusing mikirinnya wkwkwk.