System Sang Immortal

System Sang Immortal
Keterkejutan Li Fan


__ADS_3

Di saat sedang menunggu murid-nya mengganti baju, Tiba-tiba sebuah bayangan


memasuki bayangan Fang Lin, "Bagaimana?" Tanya Fang Lin sambil melihat ke depan dengan tatapan datar.


"Semua sudah saya urus tuan, Keluarga Fung tidak akan berani mengganggu Li Fan lagi di masa depan"


Fang Lin yang mendengar itu hanya menganggukkan kepalanya puas, Meskipun keluarga Fung tidak lagi ikut campur bukan berarti mereka menyerah begitu saja.


Fang Lin yakin mereka akan mengirim seorang pembunuh atau semacam-nya untuk membunuh Li Fan.


"Keluarlah satu, Lindungi Li Fan jika dalam kondisi berbahaya" Ucap Fang Lin dan seketika 1 bayangan keluar dari bayangan Fang Lin lalu melesat ke dalam gang.


Di sisi lain, Li Fan yang sudah mengganti baju-nya tidak menyadari kalau ada sebuah bayangan masuk ke dalam bayangan-nya.


Li Fan saat ini berjalan ke arah gurunya dalam keadaan tersenyum lebar, Dirinya tidak pernah sebahagia ini semenjak ayah ibunya di penggal oleh keluarga Li.


Saat memikirkan itu raut wajah Li Fan berubah menjadi jelek, Namun dia dengan segera menggelengkan kepalanya untuk menepis kenangan suram itu, Ia tidak ingin gurunya menyadari kesedihan-nya.


Li Fan mengetahui kalau guru pertama-nya ini sangatlah kuat dan tidak suka kalau orang yang memiliki hubungan dekat dengan-nya di ganggu, Jadi dia tidak ingin keluarga Li dalam masalah.


Bukan karna Li Fan bersimpati kepada keluarga Li, Akan tetapi dia ingin dirinya saja yang membantai keluarga Li tanpa campur tangan gurunya.


Semenjak Keluarga Li membunuh kedua orang tuanya di depan matanya, Li Fan sudah berjanji kepada langit kalau suatu hari nanti dia akan membalas kematian orang tuanya.


Saat ini Li Fan sudah berada didekat gurunya, Ia menangkupkan tangan-nya sambil menunduk-kan badan-nya dan berkata, "Sekali lagi aku berterima kasih guru, Andai guru tidak membantu-ku sebelumnya mungkin sekarang aku sudah menjadi mayat"


Fang Lin yang mendengar itu hanya tersenyum lembut, "Tidak perlu seperti itu, Aku memang dari awal sudah tertarik dengan kemampuan yang kau miliki, Jadi bagaimana mungkin aku mengabaikan sebuah berlian kasar?" Ucap Fang Lin sambil tersenyum.

__ADS_1


Li Fan hanya tersenyum menanggapi itu, Ia lalu bertanya ke guru-nya dengan nada penasaran, "Guru bisakah aku mengetahui nama-mu? Mungkin ini sedikit lancang tapi aku begitu penasaran"


Li Fan bertanya seperti itu karena menebak kalau guru-nya ini adalah seorang legenda yang sedang menyamar, Mungkin saja dia dapat menebak jika guru-nya memberi tau nama-nya.


"Nama-ku adalah Fang Lin, Seorang kultivator kuat yang berasal dari desa kecil" Ucap Fang Lin lalu menggandeng Li Fan yang berada di samping-nya, Ia kemudian berjalan ke arah kiri untuk mencari sebuah restoran.


Li Fan yang mendengar itu sedikit mengerutkan alisnya, "Fang Lin? Aku tidak pernah mendengar nama seorang legenda yang seperti itu" Gumam Li Fan sambil menggaruk-kan kepalanya yang tidak gatal.


Mendengar Li Fan bergumam seperti itu membuat Fang Lin tertawa pelan, "Hahaha... Kau berpikir kalau aku ini seorang kultivator legenda yang sedang bersembunyi?" Tanya Fang Lin dan membuat wajah Li Fan sedikit memerah.


"B-bukan seperti itu guru, Tetapi mana mungkin kultivator sekuat guru tidak terkenal nama-nya?" Jawab Li Fan dengan gugup.


Fang Lin yang mendengar itu hanya menggelengkan kepalanya pelan, "Mungkin wujud dan nama-ku tidak terkenal, Tetapi apa kau pernah mendengar berita tentang kehancuran istana Kaisar Wei? Atau sebuah kubah merah darah misterius di kekaisaran Wei?" Ucap Fang Lin sambil melirik Li Fan.


Li Fan yang mendengar itu langsung melebarkan matanya, Ia lalu mendongak ke arah guru-nya dengan tatapan tidak percaya, "M-mungkinkah... Guru..." Ucapan Li Fan terhenti karena tidak sanggup untuk melanjutkan-nya.


"Benar... Pembantaian di kekaisaran Wei, Guru-lah yang menyebabkan-nya" Ucap Fang Lin dengan santai.


Kini pelaku dari kejadian kekaisaran Wei sedang berada di samping-nya bahkan menjadi seorang guru-nya, Tentu hal tersebut membuat Li Fan terkejut setengah mati.


Li Fan percaya dengan perkataan guru-nya karena dia tau guru-nya tidak akan berbohong apalagi tentang masalah Kekaisaran Wei.


Li Fan lalu teringat akan sesuatu dan bertanya satu hal lagi ke guru-nya, "Jangan bilang... Menghilang-nya Hutan Terlarang disebabkan oleh guru juga?!" Tanya Li Fan mencoba menebak.


"Hahahaha... Kau cukup pintar, Benar... Aku memindahkan Hutan Terlarang ke dunia Abyss" Jawab Fang Lin tanpa berbohong sedikitpun.


Li Fan yang mendengar itu hanya bisa menahan nafasnya dalam-dalam, Ia tidak tau harus berkata apa lagi tentang kehebatan guru-nya.

__ADS_1


Tetapi Li Fan sedikit terheran dengan perkataan guru-nya tadi, "Dunia Abyss? Apa itu guru?" Tanya Li Fan kembali dengan nada heran.


"Hmm... Nanti kau akan tau, Sekarang mari kita isi perut-mu dulu" Ucap Fang Lin sambil menghentikan langkah-nya.


Kini mereka berdua saat ini di sebuah restoran mewah yang memiliki 4 lantai, Li Fan yang menyadari kalau dirinya dan guru sudah berada di depan restoran mewah langsung menelan ludah-nya.


Perut-nya langsung berbunyi ketika mencium aroma harum keluar dari restoran itu, Sedangkan Fang Lin yang tidak sengaja mendengar suara keroncongan dari perut Li Fan hanya tertawa pelan.


Fang Lin langsung menarik Li Fan untuk masuk ke dalam restoran mewah yang bernama 'Raja Masak' itu. Di sisi lain, Kedua penjaga yang menjaga pintu masuk restoran mewah hanya diam ketika melihat pria bertopeng hitam dan anak kecil itu masuk, Kedua penjaga itu diam karna melihat mereka berdua mengenakan jubh yang mewah.


.....


Saat memasuki restoran mewah Raja Masak, Fang Lin dan Li Fan langsung disambut oleh perempuan cantik yang melayani restoran tersebut.


"Selamat datang Tuan... Anda ingin makan di lantai mana?" Tanya pelayan cantik itu dengan senyum ramah.


"Bisakah aku makan di lantai 4?" Tanya Fang Lin saat melihat keadaan lantai satu yang begitu ramai.


"Tidak bisa tuan, Lantai di rumah makan ini memiliki sebuah peraturan" Jawab pelayan perempuan itu dengan ramah.


Fang Lin yang mendengar itu menaikkan alisnya, "Peraturan? Bisa kau jelaskan?" Tanya Fang Lin dengan nada penasaran.


Pelayan wanita yang mendengar itu hanya menghela nafasnya pelan, "Tentu, Lantai pertama bisa di tempati oleh siapa saja, Lantai kedua hanya bisa ditempati oleh bangsawan-bangsawan saja, Lantai ketiga hanya untuk kultivator yang berada di ranah Kaisar Surgawi ke atas, Sedangkan untuk Lantai 4 hanya bisa dipakai oleh anggota kerajaan saja" Ucap pelayan cantik itu menjelaskan.


"Oh ya... Semakin tinggi lantai yang ditempati maka semakin bagus juga fasilitas yang didapatkan" Timpal pelayan tersebut.


Fang Lin yang mendengar penjelasan dari pelayan didepan-nya hanya tertawa pelan, "Sebuah restoran saja memiliki sistem derajat" Batin Fang Lin menggelengkan kepalanya pelan.

__ADS_1


Bersambung...


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.


__ADS_2