System Sang Immortal

System Sang Immortal
Naga Di Sebuah Lembah


__ADS_3

Saat menyebarkan kesadarannya Fang Lin menemukan banyak wilayah-wilayah yang belum dikuasai oleh Bawahannya.


Di dalam kesadarannya dia dapat melihat banyak hewan-hewan yang berbahaya, Salah satunya adalah seekor Naga di sebuah lembah, Naga tersebut cukup kuat karena berada di Ranah Spiritual God Emas.


Fang Lin yang melihat naga tersebut sedikit terkejut, Ia lalu tersenyum tipis dan segera menarik kesadarannya, "Tidak buruk" Ucap Fang Lin dan dengan cepat melesat secepat cahaya ke arah naga tersebut.


~Whoooshhh~


Kilatan cahaya berwarna biru terjadi dan tentu membuat para penghuni yang tidak sengaja melihat cahaya tersebut menjadi terkejut.


Tentu mereka terkejut, Dalam seumur hidup mereka, Mereka belum pernah melihat sebuah cahaya melesat secepat itu.


Namun beberapa monster kuat dari Penghuni Hutan Terlarang tau kalau cahaya tersebut adalah tuan mereka, Karena aura yang dikeluarkan cahaya misterius tersebut sangatlah mirip dengan aura tuan mereka.


***


Di tempat lain, Fang Lin hanya butuh waktu 3 menit untuk mencapai lokasi naga tersebut.


Kini dirinya berada di sebuah lembah berkabut yang dikelilingi hutan yang luas, Lembah tersebut sangatlah besar dan menjulang tinggi.


Fang Lin yang sedang berada di atas langit langsung turun dengan cepat dan mendarat dengan pelan ke salah satu batu besar yang berada di lembah tersebut.


"Hey naga jelek, Keluar atau kuhancur-kan lembah ini" Ucap Fang Lin pelan namun suaranya terdengar hingga ke seluruh lembah, Bahkan suaranya menggema hingga beberapa kali dan perlahan menghilang.


Beberapa saat setelah Fang Lin mengucapkan itu, Tiba-tiba seluruh lembah dan tanah yang dia pijaki saat ini bergetar hebat.


Bahkan getaran dari lembah tersebut membuat hutan yang mengelilingi lembah ikut bergetar dan seluruh hewan yang merasakan getaran hebat tersebut langsung berlari ke arah luar hutan.


Di sisi lain, Fang Lin yang merasakan getaran tersebut hanya tersenyum tipis, Ia lalu mendongak ke atas dan melihat sebuah bola api yang cukup besar sedang mengarah ke dirinya.


Fang Lin yang melihat bola api itu langsung mengarahkan tangan kanannya ke bola api tersebut kemudian melambaikan sedikit tangannya ke arah kanan.

__ADS_1


~Whooshhh~


Seketika bola api yang melesat ke arahnya langsung menghilang tanpa jejak sedikitpun.


Di saat bola api tersebut menghilang, Tiba-tiba terdengar suara yang cukup berat menggema di lembah tersebut, "Hoo... Manusia yang kuat, Cukup baik untuk mengatasi bola api-ku" Ucap suara berat tersebut memuji.


Fang Lin yang mendengar suara berat itu hanya tersenyum tipis, "Serangan-mu terlalu lemah, Bahkan seorang anak kecil saja dapat menghancurkan bola api-mu" Ucap Fang Lin mencoba memprovokasi.


"Hee... Memangnya anak kecil mana yang dapat melakukan itu?" Tanya kembali suara berat tersebut.


Fang Lin hanya diam mendengar itu lalu berdecak pelan, Ia tidak mengira kalau provokasinya tidak akan termakan oleh Naga tersebut.


Biasanya setiap makhluk yang mendengar provokasinya akan selalu marah, Tetapi naga yang satu ini berbeda dari yang lainnya, Dia sama sekali tidak marah karena mengetahui kalau hal tersebut adalah sebuah provokasi.


"Keluarlah Naga Jelek atau dirimu hanya ingin bersembunyi dibalik lembah itu selamanya?" Tanya Fang Lin saat kesadarannya menemukan Naga di balik lembah.


Suara berat tersebut hanya diam, Namun beberapa saat kemudian tanah kembali bergetar.


Di saat yang sama, Tiba-tiba muncul sesosok Naga keluar dari langit. Naga tersebut sangatlah besar dan memiliki panjang sekitar 10 kilometer.


Seluruh tubuh Naga tersebut sudah menembus awan dan membuat Naga Putih itu tidak terlihat karena warnanya cukup selaras dengan langit.


Fang Lin yang menyadari itu langsung mengaktifkan mata dewanya, Ia tidak berpikir untuk menggunakan kesadarannya karena menurutnya lebih enak jika melihatnya dengan mata kepalanya sendiri.


Saat Fang Lin mengaktifkan mata dewanya, Dia terkejut saat naga tersebut sudah keluar dari dunia jiwanya dan kini menembus angkasa.


Disaat Naga Putih tersebut sudah berada di angkasa, Naga Putih tersebut langsung melesat ke bawah dan mengarah ke Fang Lin.


Naga Putih tersebut meraung keras dan membuat manusia biasa yang mendengar raungan tersebut menjadi takut.


Fang Lin yang sedari tadi melihat itu langsung menyipitkan matanya, Ia sedikit heran kenapa Naga Putih tersebut harus report-repot terbang ke angkasa.

__ADS_1


Namun saat memikirkan hal tersebut, Naga Putih yang sebelumnya masih jauh di langit kini sudah hampir mendekatinya.


Fang Lin yang menyadari hal tersebut tidak tinggal diam, Dia dengan cepat membuat pusaran angin yang cukup besar di atasnya.


~Whoooshhh~


Disaat pusaran angin tersebut terbuat, Naga Putih yang melesat dari atas menjadi terkejut ketika melihat itu, Ia mencoba menghindari pusaran angin tersebut namun usahanya sia-sia karna tidak sempat.


Naga Putih itu langsung menghantam pusaran angin tersebut dan beberapa saat kemudian dia kembali terkejut.


Dia mengira kalau dirinya dapat menembus pusaran angin tersebut, Tetapi perkiraannya salah total. Tubuhnya saat ini malah mengikuti arus pusaran angin tersebut dan membuatnya berputar-putar di tempat.


Di sisi lain, Fang Lin yang melihat naga raksasa itu sedang berputar-putar di tempat hanya tertawa pelan, "Lihatlah dirimu sekarang Naga Jelek, Kini kau seperti ular yang sedang asik bermain di roda putar" Ucap Fang Lin dengan nada mengejek.


Naga Putih yang mendengar ejekan itu hanya diam, Dia hanya meraung dan mencoba melepaskan diri dari pusaran angin ini.


"Percuma saja... Bahkan makhluk di tingkat Spiritual God berlian belum tentu lepas dari pusaran angin tersebut" Ucap Fang Lin saat melihat Naga Putih mencoba melepaskan diri.


Naga Putih yang mendengar itu hanya berdecak kesal, Ia diam beberapa saat dan mencoba memikirkan cara untuk keluar dari sini.


Beberapa menit Naga Putih berpikir, Dia langsung tersenyum lebar saat mendapatkan sebuah ide.


Naga Putih kali ini tidak melawan pusaran arus angin tersebut dan lebih memilih mengikuti arus angin-nya.


Perlahan tapi pasti, Naga Putih sudah hampir keluar dari pusaran angin yang menjebak dirinya, Dia mencoba sebisa mungkin untuk mengikuti arus angin tersebut agar lebih mudah untuk keluar dari sana.


Di sisi lain, Fang Lin yang melihat hal itu tentu tersenyum tipis, "Selain tidak mudah diprovokasi, Dia juga cukup pandai mengatasi sesuatu saat dia berada di dalam kondisi yang tidak menguntungkan" Ucap Fang Lin dengan nada memuji.


Tentu dirinya memuji Naga Putih tersebut, Karena sangat jarang untuk menemukan makhluk hidup yang tidak panik saat ada sesuatu yang berbahaya mengancam makhluk tersebut.


Kembali ke Naga Putih, Saat ini Naga Putih tersebut sudah lolos dari pusaran angin yang menjebaknya, Dia langsung menjauh ke langit dan menghindari manusia yang kini sedang menatapnya dari bawah.

__ADS_1


Bersambung...


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.


__ADS_2