
Setelah melihat kawah yang sangat besar berada tepat dibawahnya, Fang Lin lalu menghilangkan Array Penjara Dewa dan melesat dengan kecepatan tinggi ke arah Gunung Kabut Merah, Kini tujuannya adalah membantai markas utama 'Tengkorak Kematian'.
Fang Lin yang sedang melesat dengan kecepatan tinggi menjadi sedikit terkejut ketika merasakan aura kehidupan yang cukup banyak diluar, "Baru saja beberapa jam aku membuat kubah, Tetapi mereka semua sudah berkumpul seperti semut diluar kubah" Ucap Fang Lin sambil menatap ribuan manusia yang mulai memasuki kota WeiBei, Bahkan diantaranya ada orang tingkat immortal yang ikut melihat.
Fang Lin mengerutkan alisnya ketika merasakan banyak pasang mata yang mengamatinya dari udara, "Bahkan para sepuh di alam ini juga ikut penasaran, Hmm... Sepertinya aku terlalu berlebihan sampai membuat penjara dewa" Ucap Fang Lin menggelengkan kepalanya pelan sambil tersenyum kecut, Awalnya Fang Lin hanya ingin menguji coba jurus array dewa yang lainnya, Dan tadi menjadi kesempatan yang bagus untuk mencoba jurusnya, Namun sayangnya jurusnya itu menarik perhatian banyak orang.
Masih terbang dengan kecepatan tinggi, Fang Lin merasakan ada beberapa sepuh yang mendekati dirinya, Namun dia tetap diam karena mengetahui maksud dari mereka.
Benar saja, Beberapa saat kemudian terlihat 3 orang sepuh yang menghadangi jalan yang dia tuju, Fang Lin yang tidak merasakan niat jahat dari mereka bertiga langsung berhenti dan diikuti oleh Mue Lian yang berhenti dibelakangnya.
"Maaf mengganggu jalan anda senior, Tapi bisakah kami bertanya sesuatu?" Tanya 3 pria sepuh itu sambil menangkupkan tangannya, Mereka semua memiliki penampilan yang hampir sama yaitu memiliki rambut dan kumis putih, Tetapi memakai jubah yang berbeda-beda yaitu ungu, putih dan orange.
Fang Lin ikut menangkupkan tangannya setelah melihat 3 pria sepuh itu sopan terhadapnya, "Ya tidak apa-apa, Apa yang ingin kalian tanyakan?" Tanya Fang Lin tanpa basa-basi.
Pria berbaju orange segera menjawab, "Apakah senior berada di kota WeiBei sebelumnya? Jika iya, Bisakah anda memberi tahu kami apa yang terjadi?" Tanya pria sepuh berjubah orange itu dengan sopan.
"Tidak ada yang spesial, Aku hanya memberi pelajaran kepada orang yang menggangguku" Ucap Fang Lin pelan namun dapat didengar oleh 3 pria sepuh itu.
Ketiga pria sepuh itu langsung terkejut dengan ucapan dari pria tampan berjubah biru dihadapan mereka, Namun mereka masih bingung dengan ucapan pemuda itu dan pria sepuh berjubah putih angkat bicara, "Kami tidak terlalu paham dengan apa yang dikatakan senior, Bisakah kami meminta penjelasannya?" Tanya Pria berjubah putih dengan nada sopan.
__ADS_1
Fang Lin yang mendengar itu hanya menghela nafas pelan, "Aku tau kalian semua seorang legenda yang bersembunyi, Dan seharusnya kalian cukup pintar, Bukankah kalian harusnya mengerti dengan apa yang aku katakan?" Tanya Fang Lin sambil mengeluarkan aura naga yang dapat menekan tingkat Asal Mula.
Merasakan tekanan yang kuat di tubuh masing-masing, Membuat ketiga sepuh itu berkeringat dingin, Walaupun sebelumnya mereka mengetahui kalau Fang Lin lebih kuat dari mereka, Tetapi kekuatan yang Fang Lin miliki diluar perkiraan mereka, Mereka bahkan tidak bisa menggerakkan tubuh mereka akibat tekanan asing yang dikeluarkan pemuda tampan berjubah biru itu.
"S-senior, T-tolong m-maafkan pertanyaan kami yang tidak sopan, Kami akan pergi dari sini, Jadi kami berharap senior mengampuni kami" Ucap pria sepuh berjubah ungu dan perkataannya diikuti oleh kedua sepuh lainnya.
Fang Lin yang mendengar itu hanya memutar bola matanya malas, "Baiklah... Kalian pergi dari sini, Atau nasib kalian akan sama seperti kaisar Wei" Ucap Fang Lin sambil menarik aura naganya.
Ketiga sepuh yang merasakan aura yang menekan tubuh mereka sudah menghilang langsung ijin pamit dan terbang menjauh dari Fang Lin dengan kecepatan tinggi mereka.
Fang Lin yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya pelan, "Hais... Padahal aku tidak berniat melakukan itu, Tetapi aku ingin cepat membantai 'Tengkorak Kematian' lalu menyerap aura kematian dan menuju Alam Tanah Monster" Gumam Fang Lin lalu kembali terbang dengan kecepatan tinggi.
.....
Sesuai namanya, Di Gunung ini kabut merah menutupi seluruh gunung, Namun kabut merah ini tidak memiliki efek apapun terhadap tubuh, "Dimana markas 'Tengkorak Kematian'? Hmm, Lebih baik aku mencari lewat kesadaranku saja biar cepat" Gumam Fang Lin lalu menyebarkan seluruh kesadarannya ke segala arah.
Tak butuh waktu lama Fang Lin sudah menemukan markas pusat dari 'Tengkorak Kematian', "Sepertinya mereka sangat berwaspada setelah mengetahui seluruh markas cabang mereka hancur tak tersisa" Batin Fang Lin saat merasakan sebuah array yang menyamarkan lokasi mereka dan penjaga yang begitu ketat berjaga diluar.
Fang Lin dan Mue Lian segera berjalan ke arah markas pusat itu dengan santai, Fang Lin memilih untuk mengobrol dengan Mue Lian agar dia tidak begitu bosan.
__ADS_1
***
Di tempat lain, Markas Pusat Tengkorak Kematian.
Di tempat yang minim cahaya dan terdapat sebuah meja bundar, Disana terdapat 10 orang yang sedang melakukan rapat.
"Kalian sudah dengar dengan kota WeiBei yang saat ini ditutupi kubah merah darah?" Tanya salah satu pria paruh baya dengan suara berat, Dia adalah Ju Zi, Seorang pemimpin dari pembunuh bayaran 'Tengkorak Kematian'.
"Ya... Kami sudah mendengarnya, Banyak orang yang dari berbagai sekte melihat kesana, Mereka juga tidak dapat menembus kubah itu, Walaupun sudah melakukan serangan secara bersamaan" Jawab salah satu pria paruh baya berpakaian hitam.
Ju Zi menganggukkan kepalanya pelan, "Em... Aku tidak tau siapa yang melakukan itu, Tetapi... Aku firasat ku kalau orang yang membuat kubah itu sama dengan orang yang membantai seluruh markas cabang kita" Ucap Ju Zi pelan.
Perkataan dari Ju Zi membuat semua orang yang berada di ruangan itu terkejut, Bagaimana tidak? Orang yang telah membantai markas cabang mereka adalah orang yang membuat kubah merah darah sekuat itu.
"Sepertinya kita telah menyinggung orang itu di masa lalu, Aku takut dia akan kesini dan membantai kita semua" Ucap pemuda berpakaian hitam dengan nada sedikit bergetar.
Suasana menjadi hening ketika pemuda berpakaian hitam itu, Mereka ingin membantah perkataan pemuda berpakaian hitam itu, Namun mereka tidak bisa membantahnya, Karena jika yang dikatakan Ju Zi benar, Bukan hal yang mustahil jika orang yang mereka singgung membantai mereka.
"Kalian tidak perlu setakut itu, Karena ada leluhur kita yang membantu menjaga tempat ini dan lagi leluhur kita sudah berada di tingkat Tyrant *7, Jadi keamanan kita terjamin, Terlebih lagi bukankah kita mempunyai banyak artefak pelindung dan penyerang? Itu meningkatkan peluang kita untuk melawan kembali orang itu" Ucap Ju Zi memecahkan keheningan dan diangguki oleh seluruh orang disana.
__ADS_1
Bersambung...
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.