
Usai bergumam seperti itu, Fang Lin kembali bermeditasi. Dia menutup mata-nya dan menggunakan teknik penguat jiwa-nya.
Meskipun saat ini dia sedang bermeditasi sambil menggunakan teknik penguat jiwa-nya, Tetapi di dalam kesadaran-nya Fang Lin sedang membuka tanda naga-nya.
Sama seperti 7 bulan yang lalu, Fang Lin sudah membuka 126.931 tanda naga dan kini tubuh-nya sudah membuka lebih dari 300.000 tanda naga.
Itu artinya fisik Fang Lin saat ini sudah meningkat hingga 150x lipat. Gila bukan? Terlebih lagi tingkat tubuh-nya kini sudah berada di tingkat Spiritual God 4, Yang bahkan hanya ada sedikit dewa mempunyai tubuh sekuat ini.
Fang Lin saat ini memfokuskan diri-nya menjadi kuat, Ia begitu berambisi karena dia yakin masih banyak musuh-musuh yang lebih kuat dari-nya di luaran sana.
***
Di Dunia Abyss, Di Sebuah Istana Yang Mewah dan Megah.
Seorang pria tampan berambut hitam panjang kini sedang duduk di sebuah kursi singgasana sambil menopang kepala-nya dengan tangan-nya, Dia hanya diam dan menatap kosong ke arah depan.
~Whooshhh~
Di depan singgasana tersebut tiba-tiba muncul seorang pria paruh baya yang memiliki otot yang sangat kekar dengan satu pedang besar di punggung-nya.
Pria yang berada di singgasana hanya diam meskipun mengetahui itu. Di sisi lain, Pria paruh baya yang sedang berlutut di hadapan pria singgasana itu langsung membuka mulut-nya, "Xiao Meng, Menghadap ke patriak" Ucap Xiao Meng dengan hormat lalu menimpali perkataan-nya, "Patriak, Saya melihat segerombolan makhluk hidup yang kuat, Namun aneh-nya jika dilihat kembali mereka seperti sebuah bayangan hidup" Timpal Xiao Meng yang masih berlutut.
Pria yang berada di singgasana itu menaik-kan satu alis-nya ketika mendengar ucapan Xiao Meng, "Jelaskan secara rinci dan beritahu lokasi-nya" Ucap pria yang berada di singgasana tersebut.
Xiao Meng mengangguk-kan kepala-nya pelan lalu mulai menjelaskan apa yang dilihat-nya secara rinci.
......................
10 Menit Kemudian.
__ADS_1
Setelah Xiao Meng menjelaskan apa yang terjadi, Baru-lah pria yang berada di singgasana tersebut berdiri, "Bayangan ya... Apa itu sebuah teknik? Hmm... Kupikir peserta lain mulai bergerak dan menyerang wilayah-ku?" Gumam pria yang berada di singgasana sambil mengelus-eluskan dagu-nya.
"Kalau begitu siapkan 100 pasukan yang berada di ranah Asal Mula, Kita akan mengawasi mereka secara langsung" Ucap pria tersebut dengan nada memerintah.
Xiao Meng kembali mengangguk-kan kepala-nya pelan, "Baik patriak" Jawab Xiao Meng dan dalam sesaat dia menghilang dari sana.
Pria tersebut yang melihat Xiao Meng sudah pergi hanya menghela nafas-nya pelan, "Haah... Semoga saja musuh-ku nanti tidak lebih kuat dari-ku" Gumam pria tersebut berharap lalu kembali duduk di singgasana-nya.
"Sayang... Kenapa wajah-mu begitu kusut?" Sebuah suara wanita yang halus terdengar di telinga pria yang berada di singgasana tersebut.
Pria tersebut menoleh ke arah suara halus itu dan mendapati seorang perempuan yang sedang mengenakan gaun warna hijau, "Tidak Yi'er, Hanya saja ada peserta lain yang mulai menunjuk-kan diri" Ucap pria tersebut dengan pelan.
Wanita yang biasa di panggil Mei Yi itu hanya menghela nafas-nya panjang, "Apa itu artinya akan ada peperangan? Hmm... Lebih baik Chen Gege memulai latihan kembali, Dari pada hanya berdiam diri disini" Balas Mei Yi sambil duduk di sebelah pria tersebut
Pria yang dipanggil Chen Gege itu hanya tersenyum lembut sambil menatap Mei Yi disebelah-nya, "Kau benar, Mungkin aku harus berkultivasi kembali agar lebih kuat dari diri-ku yang sekarang" Ucap Xiao Chen sambil mengusap kepala Xiao Mei yang berada di sebelah-nya.
Xiao Chen melirik Mei Yi yang sedang menggandeng lengan kiri-nya lalu mengatakan dengan nada tenang, "Kalau begitu kau ingin mengikuti-ku untuk mengawasi bayangan misterius itu? Kebetulan aku ingin melihat-nya sekarang" Tanya Xiao Chen dengan nada heran.
Mei Yi dengan segera mengangguk-kan kepala-nya cepat sambil tersenyum lebar, "Selama aku bersama dengan Chen Gege tersayang, Aku tidak akan mengeluh kalau Gege ingin membawa-ku ke tempat berbahaya sekali-pun" Jawab Mei Yi dengan nada antusias.
Mendengar jawaban Mei Yi membuat Xiao Chen tersenyum kecut, Ia berpikir kalau Mei Yi menjadi tergila-gila pada-nya setelah kejadian yang terjadi di turnamen sebelum-nya.
Xiao Chen dan Mei Yi langsung berjalan ke pintu besar tersebut, Mereka berdua langsung keluar dari ruangan tersebut dan menuju ke arah luar istana.
***
Di Luar Istana.
Xiao Chen dan Mei Yi sudah berada di luar istana tersebut, Mereka berdua saat ini berada di halaman depan istana yang memiliki alas rumput hijau.
__ADS_1
Mereka berdua dapat melihat sebuah pasukan yang sedang berbaris rapi dan sedang dipimpin oleh 1 pria paruh baya yang kekar.
Xiao Chen langsung berjalan ke arah barisan pasukan tersebut dan di-ikuti oleh Mei Yi yang dibelakang-nya.
"Apakah kalian sudah siap?" Tanya Xiao Chen dengan lantang saat sampai di dekat barisan tersebut.
"Kami siap patriak!" Jawab mereka serempak dengan lantang.
Xiao Chen mengangguk-kan kepala-nya pelan, Ia diam-diam menggunakan Qi-nya untuk membuat lapisan di tubuh Mei Yi, "Setidaknya dengan ini dia lebih aman" Batin Xiao Chen sambil menatap Mei Yi.
Mei Yi sendiri tentu menyadari tatapan Xiao Chen, Ia menatap Xiao Chen dengan tatapan heran, "Kenapa Gege? Apakah ada sesuatu di wajah-ku?" Tanya Mei Yi dengan nada heran sambil meraba-raba wajah-nya.
Xiao Chen menggelengkan kepala-nya pelan lalu mendongak ke arah langit, "Tidak ada" Jawab Xiao Chen singkat dan langsung terbang ke langit.
Mendengar jawaban singkat Xiao Chen membuat Mei Yi menggaruk-kan kepala-nya yang tidak gatal, "Haiss... Apakah dia menatap-ku karena aku cantik?" Gumam Mei Yi diam-diam tersenyum dengan wajah memerah.
"Hey, Apa yang kalian lakukan? Cepat ikuti aku" Ucap Xiao Chen yang sudah berada di langit.
Para prajurit yang mendengar-nya langsung terbang ke langit mengikuti Xiao Chen, Sedangkan Xiao Meng masih diam di tempat-nya karena sebelum-nya dia sudah diperintah-kan oleh patriak-nya untuk tetap berada di samping Mei Yi.
Sesaat setelah para prajurit terbang ke langit, Mei Yi dengan cepat terbang menyusul Xiao Chen. Xiao Meng yang melihat Mei Yi sudah terbang langsung mengikuti-nya dari belakang.
Di sisi lain, Xiao Chen yang melihat Mei Yi sedang mengarah ke diri-nya langsung terbang ke tempat lokasi bayangan misterius tersebut tanpa menunggu Mei Yi menyusul-nya.
Bersambung...
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.
NOTE: Untuk kalian yang bilang 'Jangan terlalu fokus ke mc-nya thor'. Nih author turutin keinginan kalian hehehe, Jangan lupa gift atau vote ya
__ADS_1