
6 Bulan Kemudian
Fang Lin membuka matanya secara perlahan, Lalu melihat ke arah sekitarnya, "Ugh... Kepalaku sedikit sakit karena menyerap aura pembunuh dari seruling ini" Gumam Fang Lin sambil menopang kepalanya dengan tangan kirinya lalu mengangkat seruling dengan tangan kanannya.
Kini seruling kematian tidak mengeluarkan aura pembunuh sedikitpun dan seperti seruling biasa pada umumnya, Fang Lin kemudian berdiri lalu menghilangkan perisai tak kasat mata, Saat berjalan beberapa langkah, Tiba-tiba Fang Lin berada di sebuah tempat yang berbeda.
Fang Lin mengerutkan keningnya seketika, "Dimana ini?" Batin Fang Lin sambil melihat sekitarnya.
Fang Lin saat ini seperti berada disebuah ruangan yang lantainya di genangi oleh darah, Lalu terdapat sebuah gundukan mayat yang sangat tinggi dan terdapat singgasana beserta satu orang yang sedang duduk mengamatinya.
"Siapa kau?" Tanya Fang Lin dengan nada heran.
Sosok yang berada di singgasana itu tersenyum lebar, "Aku? Kau tidak perlu tau identitas ku, Yang pasti aku adalah roh yang menempati seruling kematian"
Fang Lin menaikkan satu alisnya saat mendengar itu, "Roh dari Seruling Kematian? Hmm... Apa maumu?" Tanya Fang Lin sedikit menyipitkan matanya.
"Ya... Lebih baik masuk ke intinya saja, Jadilah wadah untuk rohku, Aku memerlukan wadah sekuat dirimu untuk membunuh dewa bajing*n yang menyegel rohku dan kekuatanku" Ucap sosok itu dengan nada yang mencoba menahan amarah.
Fang Lin langsung tersenyum tipis ketika mendengar itu, "Hoo... Maksudmu dewa perang?" Ucap Fang Lin menebak apa yang dipikirkan sosok disinggasana.
Sosok yang disinggasana melebarkan matanya lalu berdiri dari duduknya, "Kau tau siapa dia? Siapa kau? Terlebih lagi aku juga ingin menanyakan darimana kau mendapatkan seruling kematian?" Ucap sosok itu dengan nada penuh selidik.
"Maksudmu seruling ini? Oh... Aku ini adalah pewaris dewa perang, Apa ada masalah?" Tanya Fang Lin mengangkat seruling kematian sambil tersenyum tipis.
Sosok disinggasana itu langsung mengeluarkan aura Spiritual God tingkat emas bertanda merahnya, Lalu mengeluarkan aura pembunuh yang pekat dan mengeluarkan aura asing yang sangat kuat.
Sosok itu langsung menghilang dari singgasana dan tiba-tiba muncul didepan Fang Lin.
~BOOM~
Sosok itu langsung meninju Fang Lin menggunakan 20% kekuatannya dan membuat pemuda berjubah biru didepannya terpental puluhan kilometer.
~Brukkk~
~Boom~
Fang Lin langsung berhenti saat menabrak dinding ruang hampa, "Sialan... Bajuku jadi rusak!" Ucap Fang Lin lalu menatap sosok didepannya dengan tajam, Tubuhnya tidak terluka sama sekali, Namun bajunya menjadi rusak akibat gesekan dan tabrakan.
__ADS_1
Sedangkan sosok itu hanya tersenyum lebar, "Perkenalkan... Aku adalah salah satu dari 3 raja iblis, Zorva, Raja Iblis Kehancuran" Ucap Zorva memperkenalkan dirinya.
"Dan aku akan membunuh sang pewaris dewa perang dan memakai tubuhnya untuk menguasai seluruh alam semesta" Ucap Zorva dengan lantang.
"Mati saja" Ucap Fang Lin yang tiba-tiba muncul disamping Zorva lalu menendang kepalanya.
~BUGGG~
Tendangan Fang Lin dapat ditahan namun Zorva tetap terpental puluhan meter, "Walaupun ditingkat Spiritual God Emas, Tetapi sepertinya jika kekuatan tidak disegel maka raja iblis itu berada di tingkat Dewa" Gumam Fang Lin menebak-nebak.
"Terlebih lagi pengalaman bertarungnya tidak boleh diremehkan, Walaupun aku sudah setara dengan tingkat Dewa, Tetapi tetap saja aku saat ini masih berada di True God" Lanjut Fang Lin bergumam lalu mengeluarkan pedang Naga Hitamnya dari inventory.
Di sisi lain Zorva hanya menatap Fang Lin dalam diam, "Sebelum menendang ku, Dia menahan kekuatannya, Akan tetapi aku masih tetap terpental walaupun hanya puluhan meter saja" Batin Zorva menatap pemuda berjubah biru itu dengan teliti.
Zorva langsung membuat pedang Qi di kedua tangannya, Lalu menyerang pemuda tampan didepannya dengan segenap kekuatannya, Ia melesat seperti sebuah cahaya berwarna merah.
Fang Lin tidak diam saja saat melihat itu, Ia menyambut serangan dari Zorva dengan cukup baik, "Sepertinya dia ingin serius" Gumam Fang Lin tersenyum tipis.
Fang Lin juga ikut melesat dengan langkah cahaya, Dirinya melesat seperti sebuah cahaya berwarna biru
~BOOOM~
~BOOOM~
Ledakab-ledakan besar terjadi seketika, Saat cahaya saling merah dan biru saling bertabrakan, Area yang menjadi tempat bertarung Fang Lin dan Zorva langsung hancur.
Berhari-hari Fang Lin dan Zorva bertarung, Namun belum ada satupun dari mereka yang membuat wajah kelelahan, Melainkan mereka berdua tersenyum lebar seolah menikmati pertarungan ini.
Tubuh Fang Lin hanya terdapat sedikit luka, Berbeda dengan Zorva yang tubuhnya hampir dipenuhi luka benda tajam, "Untuk seseorang yang berada di tingkat True God, Kau memiliki kemampuan yang hebat" Ucap Zorva sambil tersenyum tipis, Seketika luka ditubuhnya berasap dan perlahan menghilang.
Fang Lin hanya mendengus pelan ketika mendengar itu, Melihat luka gores yang ditubuh Zorva sembuh seketika, Membuat Fang Lin sedikit kesal, "Aku akan membuatmu menyesal" Gumam Fang Lin lalu melanjutkan serangannya lagi.
Seketika Fang Lin melesat ke arah Zorva seperti cahaya biru, Di sisi lain Zorva yang melihat itu hanya tersenyum lebar, Lalu melesat menjadi cahaya berwarna merah.
Sekali lagi ledakan yang memekakkan telinga terjadi, Dan membuat area disekitarnya hancur sekali lagi.
***
__ADS_1
Di luar gua
Beberapa saat setelah Fang Lin memasuki ruang hampa seruling kematian, Mue Lian langsung mengerutkan alisnya saat menyadari Fang Lin menghilang dari gua.
"Kemana Fang Gege pergi? Apa dia sedang ke dunia jiwanya?" Gumam Mue Lian kebingungan, Lalu tetap menunggu di atas batang pohon.
.....
Beberapa hari kemudian, Namun tidak ada tanda-tanda Fang Lin kembali, Membuat Mue Lian sedikit khawatir, "Kenapa Fang Gege belum kembali juga? Apa dia sedang mendapatkan masalah" Batin Mue Lian sambil membolak-balikkan badan di depan pohon yang rindang.
Mue Lian akhirnya memasuki gua yang Fang Lin masuki sebelumnya dan mencari-cari petunjuk yang mungkin ditinggalkan oleh Fang Lin.
***
Di Ruang Hampa Seruling Kematian.
Fang Lin dan Zorva terus bertarung tanpa mengenal lelah, Fang Lin terus mengeluarkan jurus-jurus dari kitab Naga Emas dan belum sekalipun mengeluarkan jurus yang lain.
Di sisi lain, Zorva terus mengeluarkan jurus-jurus terkuatnya, Namun belum sampai mengeluarkan kartu asnya.
Di area pertarungan antara Fang Lin dan Zorva terdapat banyak kawah yang dalam, Dan memiliki kesan yang mengerikan jika melihat kawah tersebut.
"Naga Emas Mengoyak Langit!" Ucap Fang Lin lalu mengeluarkan jurusnya.
Zorva yang melihat itu hanya menahan serangan dari pemuda berjubah biru didepannya menggunakan pedang Qi dikedua tangannya.
~KRAKKK~
~BOOMMM~
Zorva terpental ratusan meter saat terkena jurus itu dan membuat tulang tangannya patah, "Lagi-lagi pedang Qi ku hancur akibat jurus mengerikan itu, Padahal aku sudah melapisinya dengan Qi Iblis" Gumam Zorva lalu membuat pedang Qi yang lebih kuat dari sebelumnya, Kemudian melesat menjadi cahaya merah ke arah Fang Lin.
Fang Lin sendiri yang melihat itu tidak tinggal diam, Dan langsung melesat menjadi cahaya biru ke arah Zorva.
Bersambung...
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.
__ADS_1