
Setelah melakukan hal itu, Fang Lin langsung pergi ke wilayah yang harus dilindungi menggunakan teleportasi.
Sesampainya di sana, Fang Lin menciptakan singgasana Es lalu mengawasi wilayahnya melalui boneka bayangan.
Menurut ingatan yang Fang Lin dapatkan, portal hitam itu menyangkut masalah perang antar Absolute yang terjadi selama satu juta tahun lamanya. Portal hitam akan menghubungkan pada tiga dimensi yang berbeda, dua di antaranya adalah Land of Destruction dan Alam 7 Harta Surgawi."
Setiap dimensi mempunyai satu menara yang di puncaknya terdapat sebuah Batu Giok kecil. Batu Giok tersebut nantinya akan menuntun mereka ke sebuah dimensi lainnya yang diisi oleh barang-barang berharga peninggalan seorang Celestial Absolute.
"Barang-barang peninggalan Celestial Absolute, ya?" Fang Lin bergumam kecil, lalu mendongakkan kepalanya ke atas, "Aku harus memberitahukan ini pada Yue. Tapi pertama-tama, aku harus memanipulasi ingatan ini agar mereka tidak mengetahui alasan sebenarnya kelompok Setan Kuno menginvasi."
Sebelum memanipulasi ingatan tentang portal hitam, Fang Lin lebih dulu menyalinnya supaya tidak hilang ingatan aslinya.
Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk menyalin ingatan tentang portal hitam, Fang Lin kemudian terdiam sejenak dan memikirkan hal macam apa yang harus dirinya manipulasi dari ingatan itu.
Beberapa saat kemudian, Fang Lin mulai memanipulasi ingatan tentang portal hitam yang sudah dirinya salin sebelumnya. Hal itu membutuhkan waktu setidaknya sekitar satu batang dupa terbakar.
Setelah mengubahnya, Fang Lin memeriksa ingatan tersebut secara berulang kali dengan seksama dan menghapus beberapa bagian yang tidak masuk akal.
"Baiklah, ini sudah cukup..."
Setelah melakukan pemeriksaan berulang kali, Fang Lin sudah cukup yakin dengan ingatan baru mengenai portal hitam.
***
Sudah tiga hari semenjak kematian Sun Qian.
Invasi yang dilakukan oleh kelompok Setan Kuno berakhir gagal, Ming Qaoshi yang tidak lain adalah Guard Emperor berhasil menghabisi seluruh anggota Setan Kuno bersama dengan aliansinya, sekte Bintang Abadi.
Fang Lin sudah menarik kembali boneka bayangan dan juga pasukan bayangannya. Ia sekarang ini berada di puncak sebuah gunung batu dan sedang menikmati pemandangan sore hari.
"Sepertinya kau sangat santai, ya?"
Kemunculan seorang anak kecil dan satu pria tua membuat Fang Lin bergegas bangkit berdiri dan menangkupkan tangannya, "Kelompok Setan Kuno sudah pasti akan berakhir, tidak ada yang lebih indah selain menikmati pemandangan sembari menunggu kabar dari kalian berdua."
"Kau pandai berbicara rupanya." Ling Mo mendengus kecil.
"Terima kasih atas kontribusi yang kau lakukan, Fang Lin." Ming Qaoshi yang berada dalam wujud anak kecil menangkupkan tangannya sembari tersenyum lembut, "Mungkin kalau dirimu tidak ada, invasi kelompok Setan Kuno belum berakhir."
Kontribusi yang Fang Lin lakukan begitu besar, apalagi dengan mengurung seorang Jenderal Iblis Agung, Chun Xien. Ming Qaoshi menaruh hormat padanya meskipun pemuda itu berada dua tingkat di bawahnya.
"Aku hanya melakukan sesuai dengan kesepakatan..." Fang Lin tersenyum tipis, lalu melanjutinya, "Tujuan kalian menemuiku, bukan semata-mata basa-basi, bukan?"
__ADS_1
Ming Qaoshi dan Ling Mo mengangguk pada saat yang bersamaan, keduanya ingin mengetahui alasan portal hitam bisa ada di kekosongan angkasa.
Melihat anggukan mereka berdua, Fang Lin langsung mengirim ingatan tentang portal hitam dari Sun Qian yang sudah dirinya ubah.
Mereka berdua memejamkan mata ketika ingatan itu datang, alis mereka menunjukkan reaksi seolah menemukan sesuatu yang tertarik.
"Bisa dibilang, portal hitam itu memang mengirim objek ke tempat acak tetapi 'tempat acak' yang dimaksud adalah dimensi spesial..." Ming Qaoshi menganggukkan kepalanya beberapa kali.
Ling Mo melirik ke arah anak kecil di sebelahnya, kemudian bertanya, "Memangnya dimensi macam apa yang kau miliki sehingga anak itu bisa dipindahkan ke sana?"
"Itu rahasia, untuk apa kau bertanya demikian?" Ming Qaoshi mendengus kecil, kalau ia sampai memberitahu kakek tua itu maka bisa saja menimbulkan rasa iri darinya.
"Geh... Padahal kau sudah masuk tanpa izin ke Alam 7 Harta Surgawi, setidaknya beritahu aku nama tempatnya." Ling Mo menjadi sedikit kesal.
"Tidak akan kuberitahu, lagipula aku masuk tanpa izin karena portal hitam itu bukannya masuk diam-diam." Ming Qaoshi tetap enggan memberitahu.
Urat kecil muncul di kepala Ling Mo, dan pada akhirnya mereka berdua mulai berdebat dengan nada yang tinggi.
Fang Lin sendiri yang menyaksikan kejadian itu langsung memasang ekspresi datar, kenapa sosok sekuat mereka harus ribut hanya karena masalah sepele?
Mau tak mau Fang Lin melerai mereka dengan cara menanyakan nasib Chun Xien, Jenderal Iblis Agung.
Setelah pertanyaan itu keluar dari mulut Fang Lin, barulah keduanya diam dan kembali memasang ekspresi serius.
"Apa kita perlu menghabisinya juga? Tapi sepertinya itu akan memakan waktu meskipun teman Fang ikut membantu." tanya Ming Qaoshi.
"Sepertinya kau suka sekali jalan beresiko, ya?" Ling Mo memasang ekspresi tidak senang, meskipun dua lawan satu tetapi itu tetap saja ada resikonya.
"Memangnya ada pilihan lain? Memenjarakan dia? Itu adalah hal yang bodoh meskipun memenjarakannya di dimensi yang terkunci rapat sekalipun." Ming Qaoshi tidak bisa memikirkan cara lain selain menghabisinya.
Ling Mo tidak menanggapi anak kecil itu karena memang dirinya juga tidak mempunyai jawaban yang bagus untuk masalah ini.
Melihat mereka berdua terdiam dalam waktu yang lama, Fang Lin mengangkat tangan kanannya dan berkata, "Kalau begitu, biarkan aku saja yang membawanya."
Tentu saja apa yang dikatakan oleh Fang Lin mengejutkan Ming Qaoshi dan Ling Mo, memang mereka berdua pernah memperkirakan itu tetapi kemungkinan hanya kecil saja.
"Itu ide buruk, meskipun elemen es milikmu mampu menahan seorang Supreme Being tingkat puncak tetapi tidak ada jaminan kalau dia tidak akan bisa membebaskan diri di masa depan nanti." Ming Qaoshi menggeleng kecil, tidak menyetujuinya.
"Yang Qaoshi katakan itu benar, jangan membuat resiko di masa depan yang mungkin akan membahayakan putriku..." Ling Mo menambahkan.
"Eh...?"
__ADS_1
Selesai Ling Mo berkata demikian, Fang Lin dan Ming Qaoshi langsung mengalihkan pandangan padanya.
"Apa...?" meskipun Ling Mo mengetahui kebingungan mereka, ia tetap berpura-pura bodoh.
"Apa hubungannya dengan putrimu?" Ming Qaoshi sedikit memiringkan kepalanya.
"Putriku, Xie Xian, sepertinya menyukaimu..." Ling Mo berkata sembari menatap ke arah Fang Lin, lalu segera melanjutinya, "Dan aku berniat menjodohkan kalian berdua. Kapan lagi bisa punya menantu yang kuat sepertimu, bukan? Hahahaha...."
"Ah, tunggu... Tapi sayangnya aku sudah mempunyai lima istri." ucap Fang Lin dengan tenang.
Perkataan Fang Lin membuat Ling Mo tersedak nafasnya sendiri, sementara Ming Qaoshi hanya memasang ekspresi sedikit terkejut.
"Ternyata kau sangat hebat, ya? Aku dulu mempunyai dua istri, saat mau nambah malah kena marah." Ling Mo berdecak kagum, lalu memasang senyum lebar, "Namun tidak masalah, Xie Xian bisa menjadi istri yang keenam."
Fang Lin terbatuk pelan sebelum menggelengkan kepalanya pelan, "Maafkan aku jika mengecewakanmu, tapi aku sudah berjanji untuk tidak menambah istri lagi. Kasusnya kurang lebih sama sepertimu." ucap Fang Lin sembari tersenyum pahit.
"Apaaa...?!" Ling Mo memasang ekspresi buruk.
Ming Qaoshi sedikit melangkah maju karena berpikir kalau kakek tua itu kesal karena putrinya ditolak.
"Ternyata kau senasib denganku, ya!" Ling Mo langsung memasang ekspresi sedih bukannya marah, "Kita senasib, tapi kau sedikit lebih beruntung."
Reaksi yang ditunjukkan oleh Ling Mo di luar perkiraan Ming Qaoshi dan membuatnya menggelengkan kepalanya pelan.
"Sekali lagi, maafkan aku." Fang Lin merasa sedikit tidak enak.
"Hahahaha... Tidak masalah, tidak masalah. Masih ada banyak pria di luaran sana yang pantas dengan putriku." Ling Mo tertawa seperti tidak ada apa-apa.
"Omong-omong, kalian tidak perlu khawatir. Aku akan menyerahkan Iblis Kerbau itu pada istriku." ucap Fang Lin yang kembali pada topik utama.
Mendengar itu membuat Ming Qaoshi dan Ling Mo mengerutkan alis secara bersamaan.
"Istrimu...?"
Fang Lin jelas mengetahui kebingungan mereka berdua, lalu menjawab dengan nada santai, "Yap, istriku. Dia adalah seorang Absolute, pasti dia mempunyai sesuatu untuk mengatasi Iblis Kerbau itu."
Pada saat Fang Lin selesai berkata demikian, Ming Qaoshi dan Ling Mo melebarkan mata secara sempurna dengan mulut yang terbuka lebar.
Bersambung.....
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.
__ADS_1
Yue nih boss senggol dongš¤£