
Saat berjalan menuju ke pintu keluar Fang Lin menjadi pusat perhatian beberapa peserta lelang, Sedangkan Manajer A yang menyadari kepergian Fang Lin hanya diam.
Di sisi lain, Manajer Z yang sedang berada di dekat pintu gerbang langsung menghampiri Fang Lin, Ia memasang senyum lebar agar terlihat ramah, "Tuan... Apakah anda ingin pergi?" Tanya Manajer Z sambil melirik Phoenix Api sebentar.
Fang Lin yang mendengar-nya hanya mengangguk-kan kepala-nya, "Benar, Sudah tidak ada lagi yang ingin aku beli disini" Ucap Fang Lin lalu menunjuk ke arah gerbang.
"Bisa-kah kau buka gerbang itu? Kurasa hanya orang-orang tertentu saja yang dapat membuka-nya" Timpal Fang Lin dan membuat Manajer Z melebarkan mata-nya.
"B-bagaimana anda mengetahui itu?" Tanya Manajer Z tanpa menyembunyikan ekspresi terkejut-nya.
Fang Lin tertawa pelan ketika melihat keterkejutan Manajer Z, "Hahaha... Aku sudah mengetahui-nya sejak pertama kali aku melihat gerbang itu" Ucap Fang Lin sambil tersenyum tipis.
Manajer Z hanya bisa berdecak kagum saat mendengar jawaban Fang Lin. Bagaimana mungkin diri-nya tidak terkejut? Karena gerbang ini dilapisi oleh array level 3! Dan hanya seorang Ahli Array tingkat guru saja yang dapat melakukan-nya.
Kini pria bertopeng hitam didepan-nya dapat merasakan array level 3? Bisa dibilang itu adalah hal yang hebat, Karena tidak semua Kultivator dapat merasakan sebuah array, Terlebih lagi array yang dilapisi gerbang hanya mengeluarkan aura yang cukup tipis.
Manajer Z hanya bisa kegirangan dalam hat-nya, Bahkan diri-nya tidak bisa menahan raut wajah-nya dan membuat diri-nya tersenyum lebar, Ia merasa bersyukur bisa berkenalan dengan Fang Lin.
"Ternyata perkenalan-nya bukan-lah bualan semata, Aku yakin orang itu benar-benar bisa mencapai puncak dunia nanti-nya" Batin Manajer Z sambil tersenyum lebar. Ia lalu berjalan ke arah pintu gerbang dan langsung mengarahkan tangan-nya ke-depan agar dapat menyentuh gerbang-nya.
~Kriiieeet~
Seketika pintu gerbang terbuka lebar dan memperlihatkan lorong yang cukup panjang. Manajer Z yang melihat pintu gerbang sudah terbuka langsung membalik-kan badan-nya dan menatap pria bertopeng dibelakang-nya, "Mari tuan, Saya antarkan anda sampai ke-luar bar" Ucap Manajer Z mempersilah-kan Fang Lin.
Fang Lin sendiri hanya tersenyum tipis lalu mengangguk-kan kepala-nya pelan, Ia lalu berjalan menuju lorong dan dengan segera di-ikuti oleh Manajer Z.
Manajer Z yang melihat Fang Lin sudah berjalan ke lorong langsung berlari kecil menghampiri-nya, Ia segera mensejajarkan diri-nya dengan Fang Lin dan memulai obrolan dengan-nya.
Fang Lin yang menyadari kalau Manajer Z berusaha mendekati-nya hanya tersenyum tipis, "Seorang penjilat huh?" Batin Fang Lin menggelengkan kepala-nya pelan. Ia tentu menanggapi Manajer Z karena dia mungkin akan membutuhkan-nya nanti di masa depan.
__ADS_1
***
Di Ruang Pengungsian Sementara.
Di sana hanya terdapat seorang kakek tua berjubah hijau yang sedang mengawasi jalan-nya pelelangan melewati artefak pengintai.
"Pemuda bertopeng itu, Dia sungguh menarik. Mendapat aura membunuh sepekat itu tidak-lah mudah" Guman Jin Mu pelan. Ia terakhir kali melihat pemuda itu disaat sang iblis terbebas dari penjara.
"Pantas saja dia begitu tenang saat iblis itu terlepas, Mungkin dia dapat mengalahkan iblis itu?" Lanjut Jin Mu bergumam.
Raut wajah Jin Mu berubah menjadi jelek saat memikirkan iblis tersebut, "Ck, Bisa-bisanya iblis itu kabur dari wilayah-ku" Ucap Jin Mu berdecak kesal. Dia tidak begitu ingat saat diri-nya melawan iblis tersebut.
Bahkan Jin Mu tidak mengetahui kenapa diri-nya bisa pingsan, Ia merasa ada yang janggal namun tidak tau dari mana kejanggalan itu berasal.
Jin Mu memijat kening-nya berharap dia dapat mengingat kejadian sebelum-nya, Akan tetapi dia tetap tidak bisa mengingat itu dan membuat kepala-nya sedikit pusing.
Jin Mu menghela nafas panjang dan kembali mengawasi pelelangan, "Haah... Yasudah-lah, Lagipula aku tidak mengalami kerugian sedikitpun" Ucap Jin Mu pasrah.
***
Fang Lin dan Manajer Z kini sudah berada didepan bar. Manajer Z tersenyum lalu menunduk-kan kepala-nya, "Kalau begitu saya kembali tuan, Jika tuan menginginkan sesuatu jangan ragu untuk menghubungi saya" Ucap Manajer Z dengan hormat.
Fang Lin mengangguk-kan kepala-nya mendengar ucapan Manajer Z, "Terima kasih atas kemurahan hati-mu Manajer, Aku tidak akan segan menghubungi-mu jika aku memerlukan sesuatu" Jawab Fang Lin sambil tersenyum.
Manajer Z hanya tersenyum mendengar itu, "Baik-lah tuan, Kalau begitu saya pergi dulu" Ucap Manajer Z dan diangguki oleh Fang Lin.
Melihat Fang Lin mengangguk-kan kepala-nya, Manajer Z langsung membalik-kan badan-nya dan memasuki bar. Hati-nya kini sangat senang karena hubungan-nya dengan pria bertopeng hitam itu semakin dekat.
Di sisi lain, Fang Lin langsung menghilang dari sama setelah melihat Manajer Z sudah memasuki bar.
__ADS_1
~Whooosshh~
***
Di Hutan Luar Kota Tang Zhuwan.
Fang Lin dan Phoenix Api tiba-tiba muncul di atas pohon yang tinggi serta besar. Phoenix Api mengepak-kan kedua sayap-nya karena terkejut ketika mengetahui kalau mereka sudah berada di tempat yang berbeda.
Fang Lin yang menyadari itu langsung melirik Phoenix Api yang berada di pundak kanan-nya, "Hahaha... Maafkan aku kalau kau terkejut, Nanti kau akan terbiasa dengan teknik teleportasi ini jika kau bersama-ku" Ucap Fang Lin lalu mengelus badan Phoenix Api dengan jari-nya.
Fang Lin saat ini berniat untuk mengawasi pintu keluar bar dari jarak jauh, Ia berencana untuk merebut Sylvia dari peserta lelang no.01, "Meskipun hal ini bisa dibilang cara yang salah, Tetapi aku ingin Sylvia bersama-ku" Gumam Fang Lin menggelengkan kepala-nya pelan.
Yang dimaksud 'Bersama', Fang Lin berniat untuk membawa Sylvia ke kota Fang, Ia berniat untuk menanyakan asal-usul Sylvia dan menjadikan-nya murid sekte jika bisa.
Sebelum-nya Fang Lin ingin membeli Sylvia di pelelangan, Namun begitu tawaran-nya sudah di atas 2 juta koin emas Fang Lin hanya bisa menggeleng pasrah.
Uang yang dimiliki-nya hanya tersisa 2,2 Juta Koin emas dan itu dia dapat-kan dari menjual ribuan inti hewan, Jadi diri-nya tidak dapat menawar Sylvia di atas 2,2 juta koin emas.
Satu-satunya cara untuk mendapatkan Sylvia adalah merebut-nya dari orang yang membeli-nya.
Kenapa Fang Lin sebelum-nya tidak membunuh orang-orang yang berada di pelelangan dan mengambil Sylvia? Itu karena keberadaan Jin Mu, Dia berubah pikiran untuk tidak membunuh mereka semua setelah melihat ingatan Jin Mu yang lain-nya.
Fang Lin jadi mengetahui kalau perang besar antara Alam Agung dan Alam 100 pelangi dipercepat menjadi 2 tahun dari sekarang.
Lalu alasan diri-nya tidak membunuh-nya, Karena Jin Mu adalah salah satu orang yang nanti-nya akan memerangi Alam Agung, Ia tidak dapat melakukan hal itu karena dia bisa mengurangi kekuatan Alam 100 pelangi.
Fang Lin tidak memihak Alam 100 Pelangi maupun Alam Agung, Ia hanya tidak ingin Alam 100 Pelangi mendapatkan kerugian yang lebih banyak lagi.
Berbeda dengan Alam Agung, Fang Lin sudah yakin kalau Alam Agung dapat memenangkan perang itu.
__ADS_1
Bersambung...
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.