
Alam Tanah Immortal.
Fang Lin dan Qiao Yu muncul dibalik awan yang cukup tebal, keduanya menatap satu sama lain saat mendengar ada suara ledakan yang terjadi terus menerus.
"Sepertinya ada peperangan di sini." Ucap Fang Lin saat merasakan berbagai jenis Qi yang tercampur dalam satu tempat.
Qiao Yu mengangguk setuju, ia kemudian mengibaskan pelan tangan kanannya dan awan putih yang menyembunyikan keduanya langsung menghilang dalam sekejap.
Mereka berdua dapat melihat kalau di daratan maupun di langit sedang terjadi peperangan berskala besar. Fang Lin dan Qiao Yu tidak terlalu terkejut karena keduanya sudah menduga hal itu.
"Haah... Aku tidak bisa merasakan kehadiran Xue Hua dengan pasti, energi semesta yang kutanamkan padanya menyebar di area ini dan tercampur dengan jenis Qi lainnya."
Fang Lin berdecak pelan setelah mengatakan itu, dia juga tidak bisa menghubungi Xue Hua lewat telepati karena ikatan keduanya sudah terputus sejak mereka berpisah.
"Lalu bagaimana?" Qiao Yu bertanya sambil menatap Fang Lin.
"Haah... Tidak ada pilihan lain."
Whoosh!
Aura Naga yang begitu dahsyat merembes keluar dari tubuh Fang Lin, jangkauan auranya itu meluas dengan sangat cepat sampai membuat semua makhluk hidup yang terlibat dalam peperangan berhenti dalam kondisi berlutut.
Keberadaan Fang Lin setelah mengeluarkan aura Naga langsung diketahui oleh ribuan orang kuat yang mempunyai basis kultivasi di tingkat Spiritual God sampai Prajurit Dewa.
Setengah dari jumlah yang mengetahui keberadaan Fang Lin langsung datang menghampirinya, mereka berpikir kalau sosok yang mengeluarkan aura emas itu adalah seorang Dewa yang berniat ikut campur dalam peperangan ini.
Tidak satupun dari mereka yang berpikir kalau Fang Lin adalah sosok yang identitasnya jauh melebihi Dewa, dia adalah suatu entitas yang sudah hampir setara dengan Absolute.
Fang Lin melipat kedua tangannya di belakang punggung, matanya mendapati beberapa makhluk hidup dari berbagai ras yang sedang mendatanginya dengan susah payah.
__ADS_1
"Dewa... Maafkan kami yang rendahan ini telah berani mendekati anda." Seorang manusia iblis dengan sepasang sayap hitam berkata dengan suara bergetar, dia tidak mempunyai nyali untuk menatap Fang Lin.
Fang Lin sendiri sedikit memiringkan kepalanya ketika mendengar itu, "Aku bukan Dewa seperti yang kalian pikirkan." Sahut Fang Lin, lalu melanjutinya, "Dan juga, tidak ada niat bagiku untuk terlibat dengan peperangan kalian. Aku datang kemari hanya ingin mengambil wanita bernama Xue Hua, dia seharusnya ada di sekitar sini karena aku merasakan bekas jejaknya."
Fang Lin menjelaskan ciri-ciri Xue Hua sejak terakhir kali mereka berdua bertemu, ia berharap kekasihnya itu tidak merubah banyak penampilannya.
Beberapa orang di sana langsung merasa gelisah saat mengenali 'Xue Hua' yang dimaksud oleh Fang Lin.
"Tidak ada yang berniat menjawab?" Fang Lin menaikkan satu alisnya setelah menunggu beberapa waktu.
"Ah, bukan begitu, De- Maksudku Tuan..." Seorang pria sepuh yang sepertinya sudah berusia ratusan ribu tahun membuka suara, "Nona Xue Hua yang mungkin anda maksud sekarang sedang dalam perawatan, dia mendapatkan racun mematikan beberapa hari yang lalu dan membuatnya kini tak sadarkan diri."
Qiao Yu yang sejak tadi mengamati langsung menarik lengah jubah kekasihnya, ia berpikir kalau Fang Lin akan lepas kendali mendengar kabar itu.
Berbeda dari perkiraan Qiao Yu, raut wajah Fang Lin tetap datar mendengar itu, tapi sorot matanya sedikit lebih dingin dari sebelumnya dan membuat semua orang yang ada di sana tidak bisa berhenti bergetar ketakutan.
"Aku harap tidak ada dari kalian yang menyebarkan rumor kehadiranku, atau..." Fang Lin mengeluarkan sedikit aura mendominasi sebelum melanjutkan kata-katanya dengan suara yang sedikit ditekan, "Aku akan memusnahkan Alam ini..."
Ketika menyadari Aura Naga telah menghilang ada beberapa makhluk yang mencoba kabur menggunakan artefak, namun belum sempat melakukannya tubuh mereka meledak sudah sampai ke bagian terkecil.
Tentu saja hal tersebut menimbulkan kepanikan orang-orang yang menyaksikan itu, Aura Naga yang sebelumnya menghilang kembali muncul namun dengan skala yang lebih kecil dan hanya berpengaruh kepada mereka yang di sekitar Fang Lin, kecuali Qiao Yu.
"Jangan takut, mereka hanya sekedar contoh kecil karena berniat untuk kabur dariku sebelum diizinkan..." Fang Lin terkekeh pelan dan menambahkan, "Aku harap kalian sudah paham dengan contoh yang baru saja kuberikan. Kalau masih belum paham, haruskah aku..."
Fang Lin tidak melanjutkan kata-katanya dan hanya tertawa kecil melihat reaksi mereka yang begitu ketakutan, bahkan tidak sedikit dari mereka mengompol seperti anak kecil.
Qiao Yu cukup terkejut melihat sifat Fang Lin yang sedikit berubah, tetapi mengingat tragedi di masa lalu membuatnya paham dengan perubahan itu.
"Fang Gege, jangan terus bermain. Kita berdua tidak tau bagaimana kondisi pasti saudari Hua..." Qiao Yu menegur, ada nada sedikit kesal karena Fang Lin masih terus mengeluarkan rangkaian kata yang membuat orang-orang di sekitarnya ketakutan.
__ADS_1
Fang Lin yang mendengar itu langsung menggaruk kepalanya, "Hehehe... Maafkan aku, sayang."
Pipi Qiao Yu sedikit merah merona saat mendengarnya, namun dia tidak berkata apa-apa dan berusaha mengendalikan ekspresinya.
Fang Lin tertawa pelan melihat reaksi salah tingkah Qiao Yu, ia sebenarnya ingin menggoda kekasihnya itu lebih jauh lagi tetapi mengingat situasi sekarang yang tidak memungkinkan membuatnya mengalihkan pandangan ke arah pria sepuh sebelumnya.
"Siapa namamu?" Fang Lin menarik Aura Naganya setelah mengatakan itu.
Kali ini tidak ada yang berani bergerak meskipun sudah tidak ada tekanan lagi di tubuh mereka.
Pria paruh baya yang menjelaskan kondisi Xue Hua langsung memperkenalkan dirinya, "Nama saya Ji Shalong. Salah satu dari tujuh pilar Immortal, aliran putih."
"Begitu, ya. Berarti yang meracuni Xue Hua adalah salah seorang dari aliran hitam?" Tanya Fang Lin memastikan.
Ji Shalong mengangguk cepat, "Benar, Tuan. Dia adalah Wu Ouyang, salah satu petinggi dari sekte lima lembah beracun." Jawabnya dan ada nada sedikit antusias di perkataannya.
Tentu saja ucapan Ji Shalong membuat orang-orang yang berpihak pada aliran hitam mengumpat marah, dia terus mengutuk orang tua itu dalam hati namun dengan kepala yang masih menunduk ke bawah.
Fang Lin tertawa kecil melihat ada beberapa reaksi dari makhluk yang kemungkinan berpihak kepada aliran hitam, ia berkata, "Sudah kubilang, aku tidak ada niat untuk ikut campur. Selama kekasihku masih bernafas, alam yang kalian tempati sekarang ini akan aman."
Qiao Yu keheranan mendengar perkataan Fang Lin, dia terlihat begitu santai meskipun nyawa Xue Hua terancam.
Ji Shalong sedikit kecewa mendengarnya, namun dia tetap mempertahankan ekspresinya dan tidak mau menyinggung sosok yang bernama Fang Lin itu.
"Ayo pergi.." Fang Lin memberikan tanda kepada Ji Shaolong untuk membawanya ke tempat Xue Hua, "Ah, iya. Lanjutkan peperangan kalian, aku jadi merasa tidak enak karena tidak sengaja menghentikan peperangan kalian."
Keberadaan Fang Lin, Qiao Yu dan Ji Shaolong kemudian tidak terlihat lagi dalam jarak pandangan mereka, semua makhluk dari berbagai ras itu langsung menghela nafas panjang.
Mereka sama sekali tidak mempermasalahkan kata-kata terakhir Fang Lin, meski itu berhasil membuat sebagian besar yang mendengarnya kesal.
__ADS_1
Bersambung....
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.