
Seorang pria bertubuh besar yang kekar berdiri dari duduk-nya lalu menunjuk ke arah Fang Lin dengan telunjuk tangan kanan-nya, "Hoi bocah! Kemari-lah dan temani aku!" Ucap pria kekar tersebut sambil tersenyum lebar.
Teman wanita yang satu meja dengan pria kekar tersebut langsung menatap ke arah Fang Lin, "Jangan dengarkan dia atau bokong-mu akan kesakitan" Ucap wanita tersebut yang memiliki penampilan sekitar 30 tahun.
Pria kekar yang mendengar-nya langsung menatap sinis wanita di sebelah-nya, "Jangan ganggu urusan-ku nenek tua atau kau akan mati" Ucap pria kekar dengan nada kesal.
Wanita yang dipanggil nenek tua itu hanya tersenyum tipis, "Memang-nya kau bisa melukai-ku? Hmph, Bahkan menyentuh-ku saja masih mustahil untuk-mu" Balas wanita tersebut mendengus kesal.
Pria kekar yang mendengar itu hanya bisa menggertak-kan gigi-nya. Memang apa yang dikatakan wanita itu adalah kebenaran, Karena diri-nya saat ini berada di ranah Jendral Elit *7, Sedangkan wanita di sebelah-nya berada di ranah Raja *5.
Fang Lin yang melihat pertikaian mereka berdua hanya diam sambil menyaksikan dengan wajah datar, Ia mengangkat tangan kiri-nya dan seketika muncul sebuah pedang panjang yang memiliki bilah berwarna hitam pekat, "Hentikan pertengkaran kalian dan serang aku secara bersamaan" Ucap Fang Lin sambil mengarahkan pedang-nya ke arah pria kekar.
Sesaat setelah mengatakan itu, Ruangan yang tadi-nya ramai kini menjadi hening. Para kultivator aliran hitam langsung menatap Fang Lin dengan tatapan sinis, Sedangkan pria kekar sebelum-nya tersenyum lebar ketika mengetahui kalau Fang Lin bukanlah orang biasa, "Hoo... Ternyata kau juga seorang kultivator? Hahahaha... Bagus, Bagus, Kau dapat menjadi pelampiasan kekesalan-ku" Ucap pria kekar dingin sambil memunculkan pedang besar di udara kosong.
~Swooosshh~
Tanpa pikir panjang pria kekar tersebut melesat maju ke arah Fang Lin dan mengayunkan pedang-nya secara cepat
~Slashhhh~
Tebasan pria kekar dapat di hindari dengan mudah oleh Fang Lin dan membuat pria kekar tersebut terkejut, Dia sekali lagi mengayunkan pedang-nya ke arah Fang Lin namun serangan-nya dapat dihindari dengan mudah.
Melihat serangan-nya di hindari dengan mudah, Pria kekar itu langsung merubah raut wajah-nya menjadi marah, Ia menunjuk ke arah Fang Lin sambil mengeluarkan aura membunuh-nya, "Kau... Baj-"
~Slasshhhhhh~
__ADS_1
Baru saja ingin mengumpati Fang Lin tiba-tiba kepala pria kekar tersebut putus dan membuat kepala serta tubuh-nya jatuh secara bersamaan.
Darah langsung berceceran di lantai sesaat setelah mayat pria kekar tersebut jatuh ke tanah. Di sisi lain, Para kultivator aliran hitam langsung mengeluarkan senjata mereka masing-masing dan mengarahkan-nya ke arah Fang Lin.
Sedangkan beberapa kultivator aliran putih yang sedang menyamar ikut mengeluarkan senjata mereka masing-masing. Meskipun Fang Lin telah membunuh salah satu kultivator aliran hitam, Bukan berarti dia berasal kultivator aliran putih.
Melihat mereka semua begitu mewaspadai-nya, Fang Lin hanya tersenyum tipis, "Sebenarnya aku tidak ingin membunuh kultivator aliran putih, Namun aku tidak ingin ada saksi dari pembantaian ini" Ucap Fang Lin sambil tersenyum. Ia sebenar-nya bisa mengubah ingatan mereka, Namun diri-nya terlalu malas untuk melakukan itu.
Wanita sebelum-nya yang berada di ranah raja mendengus kesal ketika mendengar perkataan Fang Lin, "Hmph, Anak jaman sekarang terlalu percaya diri ya..." Ucap si wanita lalu melirik ke arah mayat pria kekar.
Wanita tersebut sebenar-nya cukup kesal ketika melihat kematian pria kekar itu, Padahal dia ingin menjadikan pria kekar tersebut sebagai budak-nya namun sayang-nya rencana-nya gagal karena pria tampan berjubah hitam itu membunuh-nya.
Fang Lin yang mendengar perkataan wanita tersebut hanya tertawa pelan, "Umur-mu saja belum sampai 1.000 tahun, Namun sudah berkata demikian kepada-ku?" Ucap Fang Lin menggelengkan kepala-nya pelan.
Wanita itu tidak menanggapi perkataan Fang Lin dan menoleh ke arah para kultivator hitam lain-nya, "Jika ada yang bisa membawa kepala pemuda itu kepada-ku, Aku akan memberikan-nya satu juta koin emas!" Teriak wanita tersebut kepada kultivator aliran hitam.
"Hoo... 1 Juta koin emas? Bukan-kah itu terlalu murah untuk harga kepala-ku yang tampan ini?" Tanya Fang Lin dengan senyum sinis.
Wanita tersebut hanya diam dan mengabaikan ucapan Fang Lin, Ia memilih untuk tidak mendengarkan-nya daripada harus terprovokasi oleh ucapan-nya.
Di sisi lain, Para kultivator yang sudah mengeluarkan senjata mereka langsung menyerang ke arah Fang Lin, Beberapa dari mereka juga tidak menyerang langsung dan memilih untuk mengamati kemampuan-nya.
Fang Lin yang melihat para kultivator aliran hitam menyerang-nya hanya tersenyum tipis, Ia dengan mudah menghindari serangan mereka dan membalas 1 tebasan di leher orang-orang yang menyerang-nya.
~Slashhhh~
__ADS_1
~Slashhhh~
~Slashhhh~
Dalam sekejap kepala orang-orang yang menyerang Fang Lin terputus dan membuat para kultivator aliran hitam yang masih hidup ketakutan, Mereka perlahan mundur menjauh dari Fang Lin dan mencoba kabur dari sana.
Sayang-nya seluruh jalur untuk keluar dari warung makan tersebut telah diblokir oleh sebongkah es yang dingin. Para kultivator hitam berteriak ketakutan karena jalan untuk keluar dari sana terblokir.
Mereka semua mencoba berteriak untuk meminta bantuan dari luar, Namun suara mereka sama sekali tidak terdengar di luar warung makan dan membuat mereka semua semakin putus asa.
Fang Lin yang melihat raut wajah putus asa mereka hanya tersenyum lebar, Ia terus mengamati mereka yang sedang mencoba mencari jalan kabur.
Beberapa saat kemudian, Salah satu kultivator aliran hitam mendekati Fang Lin, Dia langsung bersujud dengan wajah yang dipenuhi keringat dingin, "T-tuan... T-tolong a-ampuni n-nyawa s-saya" Ucap kultivator aliran hitam tersebut memohon.
Fang Lin yang mendengar-nya langsung menaik-kan alis-nya, "Apa untung-nya kalau aku mengampuni diri-mu?" Tanya Fang Lin sambil tersenyum lebar.
Kultivator aliran hitam itu langsung menjawab dengan cepat, "S-saya akan terus berada di sisi tuan selama-nya, B-bahkan jika saya harus mempertaruhkan nyawa saya" Jawab kultivator aliran hitam itu dengan nada bergetar.
"Heeh... Kalau begitu kenapa kau begitu takut jika aku membunuh-mu?" Tanya Fang Lin kembali sambil tersenyum tipis.
"S-saya m-mempunyai adik yang sakit tuan dan kini saya sedang menabung untuk menyewa tabib terkenal yang dapat menyembuhkan adik saya" Jawab kultivator aliran hitam itu menjelaskan.
Fang Lin yang merasakan kalau kultivator di depan-nya saat ini sama sekali tidak berbohong hanya diam sambil memejamkan mata-nya perlahan, Ia saat ini sedang memikirkan keputusan yang tepat untuk ke depan-nya.
Bersambung...
__ADS_1
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.