System Sang Immortal

System Sang Immortal
Menjemput Mue Lian


__ADS_3

Usai mereka berpelukan cukup lama, Fang Qin melepaskan diri dan ia mengedarkan pandangannya ke arah sekitar.


"Chen'er, dimana kekasihmu satunya lagi?" Tanya Fang Qin penasaran, Xia Mei yang mendengar itu baru menyadari kalau dirinya tidak menemukan keberadaan Mue Lian.


"Benar, dimana dia nak?" Tanya Xia Me ikut penasaran.


Qiao Yu dan Xue Hua juga cukup terkejut karena Fang Lin langsung memindahkan mereka kemari, padahal keduanya berpikir kalau mereka akan pergi bersama ke tempat Mue Lian berada.


"Aku ingin menjemputnya dengan cepat, jadi kupikir lebih baik menempatkan mereka berdua di sini terlebih dahulu..." Jawab Fang Lin sambil tersenyum.


Mereka berempat yang mendengar itu terdiam sejenak, hingga akhirnya kemunculan Shui Ru memecahkan keheningan yang ada.


"Saudari Yu, saudara Hua! Akhirnya kita bertemu kembali!" Shui Ru langsung memeluk Qiao Yu dan Xue Hua bersamaan, menempatkan kepala mereka berdua di gumpalan dadanya yang besar.


"Astaga, kakak Ru... Kupikir dadamu semakin besar saja semenjak terakhir kali kita bertemu." Qiao Yu terkekeh pelan saat mengatakannya, Xue Hua sendiri tidak mengatakan apa-apa tapi dia mengelus wajahnya di dada Shui Ru.


Wajah Fang Lin dan Fang Qin langsung memerah saat menyaksikan pemandangan surgawi itu, Xia Mei yang menyadarinya langsung menjitak kepala suaminya.


"Apa yang kamu lihat, dasar tua bangka mesum!" Xia Mei mendengus kesal, dan Fang Qin mengusap kepalanya yang benjol itu sembari cengengesan.


"Maafkan aku, Istri. Itu tidak disengaja..." Fang Qin tersenyum canggung.


Xia Mei tidak menjawab dan hanya mendengus kesal sekali lagi.


Fang Lin yang melihat itu hanya tertawa kecil, begitu juga dengan ketiga kekasihnya yang lain.


"Kamu juga menyadarinya ya, saudari Yu. Semenjak Fang Gege menciptakanku, aku merasa dadaku sedikit lebih besar dari sebelumnya..." Shui Ru mengusap kepala mereka berdua sambil tersenyum tipis.


Qiao Yu dan Xue Hua melepaskan pelukan itu lalu memiringkan kepala, "Apa maksud dari perkataanmu, kakak Ru?" Tanya keduanya serempak.


"Ehem! Aku akan menjemputmu Lian'er sekarang, sampai jumpa..."


Tanpa menunggu jawaban dari mereka, Fang Lin langsung menghilang tanpa meninggalkan jejak sedikitpun.

__ADS_1


Shui Ru tertawa kecil melihatnya, ia kemudian menatap Qiao Yu dan Xue Hua lalu mengajak mereka mengobrol, tentu saja dia tidak lupa untuk mengajak kedua mertuanya juga.


***


"Ah, sialan... Apa Ru'er mengetahuinya?" Fang Lin merasa malu saat memikirkan itu, ia kemudian mengendalikan ekspresinya sambil menggeleng pelan, "Ya sudahlah, tidak perlu dipikirkan. Toh, dia nantinya akan menjadi istriku..."


Di atas langit malam, Fang Lin langsung menyebarkan kesadaran spiritualnya dan dia menemukan lokasi Mue Lian tidak jauh dari tempatnya berada.


"Pulau Melayang?" Fang Lin mengangkat alisnya, tapi ekspresinya menjadi sedikit buruk saat melihat Mue Lian sedang berpegang tangan dengan seorang pemuda berparas tampan, "Siapa dia?"


Fang Lin menghilang dalam sekejap usai mengatakan itu, ia kemudian kembali muncul tepat di hadapan mereka berdua.


Pemuda tampan itu mempunyai pupil mata merah dengan dagu yang sedikit lancip, rambutnya berwarna hitam dan dia memakai zirah emas yang tampak mewah.


"Siapa kau?" Tanya pemuda itu dengan alis yang mengerut.


Fang Lin terdiam dan melihat wajah Mue Lian yang tampak datar saat mengetahui kedatangannya, matanya kemudian beralih ke pemuda tampan itu dan bertanya, "Apa yang kau lakukan pada Lian'er?"


"Lian'er?" Alis Pemuda itu semakin mengerut sebelum matanya terbuka lebar, "Tunggu... Bagaimana kau bisa mengetahui namanya yang dulu?! Siapa kau?!"


Sedangkan Mue Lian sendiri sama sekali tidak berpengaruh pada aura naga karena Fang Lin yang mengaturnya, wanita cantik bergaun putih itu masih tetap memberikan ekspresi datar setelah semua yang terjadi barusan.


"Zhang Liong adalah namamu, ya." Fang Lin mengepalkan tangan dan memeriksa ingatan pemuda itu lebih jauh.


.....


"Dasar bajingan rendahan... Kau menggunakan Artefak untuk menghentikan sementara kesadaran Lian'er? Kau..." Fang Lin menggertakkan giginya.


Aura Naga Fang Lin semakin membesar sampai mencangkup seluruh pulau melayang itu, orang-orang yang ada di sana juga terjatuh ke tanah karena tak sanggup menahan aura asing yang menimpa mereka.


Tak lama setelah itu, Pulau Melayang yang menjadi tempat naungan mereka menjadi tak stabil dan melesat jatuh ke tanah.


Fang Lin sama sekali tidak menghiraukan hal tersebut, suara dan getaran yang dahsyat kemudian terjadi ketika pulau melayang mendarat kencang di sebuah pemukiman kultivator.

__ADS_1


"Berani sekali kau kehilangan kesadaran setelah melakukan hal tersebut kepada kekasihku!" Suara Fang Lin menggema sejauh puluhan kilometer dan membuat getaran yang menghasilkan gempa dahsyat.


Fang Lin mengangkat Zhang Liong dengan Qi, tatapannya mengandung nafsu membunuh dan kemudian pemuda bermata merah itu kembali sadar.


Zhang Liong langsung pucat pasi melihat keberadaan Fang Lin, jelas sekali kalau perbedaan kekuatan di antara mereka berdua bagaikan langit dan bumi.


"Kamu tidak boleh hidup dengan tenang bajingan..." Ucap Fang Lin dan kemudian mereka berdua pindah ke dimensi kekosongan tanpa batas.


"Kau, keluargamu dan seluruh orang yang kau sayangi akan bernasib sama denganmu." Fang Lin berkata, dan sesaat setelah itu tubuh Zhang Liong meledak menjadi beberapa ribu bagian.


Namun baru sedetik itu terjadi, seluruh bagian tubuh Zhang Liong yang terpisah kembali menyatu dengan cepat, "Bagaimana rasanya kematian? Sesuatu yang menyenangkan, bukan?!"


"T-tidak tuan! Tungg-!"


Belum sempat menyelesaikan kata-katanya, tubuh Zhang Liong kembali meledak dan bagian-bagian tubuhnya berpencar kemana-mana. Namun sesaat setelah itu, tubuh Zhang Liong kembali beregenerasi dan hal tersebut berlangsung berulang kali tanpa henti.


Fang Lin menyaksikan itu dengan mata yang terbuka lebar, kemarahannya masih belum mereda sedikitpun setelah semua yang dilakukannya pada Zhang Liong.


"Apa yang kamu terima sekarang ini belum seberapa, sialan." Fang Lin langsung menghilang usai menyelesaikan kata-katanya.


***


Zhang Liong adalah seorang tuan muda yang berasal dari salah satu sekte Aliran Putih terbesar di Alam Ketenangan Abadi yang bernama, sekte Bintang Surgawi. Dalam segala aspek, Zhang Liong terlihat sempurna di mata semua orang.


Tentu saja karena hal tersebut membuat Zhang Liong perlahan mulai angkuh dan serakah, namun tidak ada seorangpun yang menyadari sifatnya itu.


Suatu hari, kemunculan Mue Lian di Istana Bintang Surgawi membuat Zhang Liong jatuh cinta dalam pandangan pertama.


Zhang Liong kemudian mendekati Mue Lian dengan berbagai cara. Hingga di suatu waktu, Zhang Liong menyatakan perasaannya kepada wanita cantik itu dengan perasaan yang tulus.


Namun sayangnya, Mue Lian menolaknya secara mentah-mentah dan mengaku kalau sudah mempunyai seorang kekasih. Fakta tersebut membuat hati Zhang Liong hancur berkeping-keping, dia kemudian mencari siapa 'Kekasih' yang dimaksud oleh Mue Lian, akan tetapi dirinya sama sekali tidak menemukan satupun petunjuk meski sudah berupaya keras dalam mencarinya.


Bersambung.....

__ADS_1


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.


__ADS_2