System Sang Immortal

System Sang Immortal
Rapat Istana


__ADS_3

Melihat para boneka bayangan-nya pergi menjauh Fang Lin hanya menghela nafas pelan, Ia kemudian menarik aura membunuh-nya kembali ketika sadar aura tersebut bocor keluar dari tubuh-nya.


"Naga Hitam... Semoga tidak ada sesuatu yang membahayakan diri-mu" Gumam Fang Lin berharap sambil menatap langit yang mulai sore.


Fang Lin kemudian memasuk-kan pedang Raja Surgawi-nya ke inventory. Ia lalu berencana untuk membeli pasukan di shop System dan mempersiapkan mereka untuk perang yang bisa terjadi kapan saja.


~Whooooshhhh~


Dalam sekejap Fang Lin menghilang dari sana tanpa jejak.


***


Dunia Abyss, Istana Klan Xiao, Aula Istana.


Xiao Chen saat ini berada di sebuah aula istana yamg sangat besar. Di sana terdapat banyak orang yang memiliki kultivasi yang tinggi, Bahkan beberapa dari mereka memiliki kultivasi di atas Xiao Chen.


Xiao Chen sendiri berdiri di tengah aula yang luas itu, Sedangkan orang-orang kuat tersebut berada di pinggir aula dan memutari Xiao Chen.


"Kenapa hanya sekitar 35% saja yang datang? Apakah aku tidak begitu penting di mata kalian?" Tanya Xiao Chen pelan, Namun suara-nya dapat terdengar hingga ujung aula.


Seluruh aula yang sebelum-nya sedikit bergemuruh kini menjadi hening, Mereka semua saling menatap satu sama lain seolah sedang mencari siapa saja yang tidak datang.


Di sisi lain, Xiao Meng yang berada di ujung aula langsung membuka mulut-nya, "Maaf-kan saya patriak, Saya sudah mengundang seluruh anggota penting Klan Xiao untuk datang, Tetapi banyak dari mereka yang tidak bisa datang dengan alasan yang bermacam-macam" Ucap Xiao Meng dengan lantang sambil menunduk-kan sedikit kepala-nya.


Xiao Chen yang mendengar-nya hanya bisa menghela nafas panjang, Ia lalu melirik ke arah sebelah Xiao Meng dan mendapati Mei Yi yang sedang menatap-nya dengan datar.


Melihat Mei Yi menatap-nya dengan datar, Xiao Chen hanya diam dan menatap ke sekitar-nya, Ia tentu mengetahui kalau istri-nya saat ini sedang marah kepada-nya, "Mungkin setelah rapat ini, Aku perlu menghibur-nya" Gumam Xiao Chen lalu melambai-kan tangan-nya ke samping.


~Bruukkk~


Tiba-tiba seekor Naga Hitam muncul dari udara dan jatuh di dekat Xiao Chen. Luka yang di alami Naga Hitam kini sudah tidak ada, Karena sebelum Xiao Chen mengadakan rapat dia menyembuh-kan naga tersebut di dunia jiwa-nya.

__ADS_1


Kondisi aula masih hening meskipun Naga Hitam tersebut muncul di tengah-tengah aula, Mereka nampak tidak peduli dengan Naga itu dan memasang wajah datar.


Xiao Chen yang sudah dapat menebak hal itu hanya diam, Ia lalu mengangkat tangan-nya dan menunjuk ke arah Naga Hitam di dekat-nya, "Naga Hitam ini akan ku-jadikan...." Ucap Xiao Chen terus berlanjut lalu mulai menjelaskan apa yang dipikirkan-nya saat ini.


Xiao Chen memberitahu kepada mereka semua kalau Naga Hitam ini akan menjadi hadiah utama dari turnamen Klan Xiao.


Tentu apa yang dikatakan Xiao Chen menjadi perdebatan bagi mereka. Sebagian dari mereka tidak setuju untuk menjadikan Naga Hitam tersebut sebagai hadiah utama, Namun sebagian lain-nya setuju dan membuat mereka semua berdebat.


Xiao Chen membiarkan mereka berdebat dan mendengar-kan perdebatan mereka sambil memejamkan mata-nya, Ia saat ini memfokuskan indra pendengaran-nya untuk mendengar siapa saja yang paling banyak setuju dan tidak setuju-nya.


Cukup lama mereka berdebat hingga akhir-nya keputusan telah di putuskan. Xiao Chen memutuskan Naga Hitam untuk menjadi hadiah utama dari turnamen tersebut.


"Sudah ku-putuskan untuk menjadikan Naga Hitam ini menjadi hadiah utama dari turnamen Klan Xiao" Ucap Xiao Chen lantang dan membuat seluruh aula kembali hening.


Melihat aula kembali hening Xiao Chen menarik nafas-nya lalu membuka mulut-nya, "Kalau begitu rapat hari ini hanya sampai disini saja" Ucap Xiao Chen lalu kembali melambaikan tangan-nya ke samping.


Seketika Naga Hitam yang berada di diekat Xiao Chen langsung menghilang tanpa jejak. Di sisi lain, Orang-orang kuat tersebut langsung pamit undur diri kepada Xiao Chen kemudian berjalan ke arah pintu keluar.


"Tolong sampaikan pada mereka yang tidak ikut rapat, Jika ada yang tidak ikut lagi pada rapat selanjutnya juga seterusnya. Siap-siap saja untuk merasakan domain neraka yang ku-punya" Ucap Xiao Chen dengan suara yang dingin.


~Glek~


Secara bersamaan mereka menelan ludah kasar ketika mendengar ucapan Xiao Chen. Beberapa saat setelah Xiao Chen berkata seperti itu, Aura kuat yang menekan tubuh mereka tiba-tiba menghilang begitu saja.


Mereka semua yang merasakan hilang-nya aura yang menekan mereka langsung melihat ke arah patriak mereka.


Mereka kembali menelan ludah kasar ketika melihat Xiao Chen yang sedang tersenyum seram.


Para orang-orang kuat tersebut cepat-cepat pergi dari sana setelah melihat senyuman mengerikan dari patriak mereka. Kini di aula tersebut hanya tersisa Xiao Chen, Xiao Meng dan Mei Yi.


Xiao Chen yang berada di tengah aula langsung berjalan pelan ke arah Mei Yi, Ia berniat untuk menghibur istri-nya yang marah itu.

__ADS_1


***


Dunia Abyss, Kota Fang, Mansion Fang Lin.


Tiba-tiba seorang pria tampan berjubah hitam muncul di tengah-tengah ruang tamu. Di sisi lain, Qiao Yu, Xue Hua, Mue Lian, Shui Ru serta Sylvia langsung mengalihkan pandangan mereka ke arah sosok pria tampan tersebut.


"Fang Gege?!" Ucap mereka serempak dengan nada terkejut, Kecuali Sylvia yang hanya diam.


Para calon istri Fang Lin langsung berdiri dari sofa dan berjalan menghampiri-nya, Sedangkan Sylvia hanya berdiri dan diam di tempat sambil menatap mereka semua.


Fang Lin yang melihat ke-empat calon istri-nya menghampiri diri-nya hanya tersenyum lembut, Ia lalu mengusap kepala Qiao Yu dan Xue Hua yang sedang memeluk-nya saat ini, "Bagaimana kabar kalian? Aku sepertinya sudah terlalu lama pergi dari sini" Ucap Fang Lin sambil melihat satu persatu calon istri-nya.


"Kami baik-baik saja Fang Gege, Kamu sendiri bagaimana?" Tanya Shui Ru dengan nada penasaran.


Mendengar pertanyaan Shui Ru, Fang Lin langsung menjawab, "Tentu aku baik-baik saja" Ucap Fang Lin lalu berjalan pelan ke arah sofa bersama para calon istri-nya.


Fang Lin yang melihat Sylvia langsung menyapa-nya juga, Ia sedikit mengobrol dengan-nya lalu kembali fokus pada calon-calon istri-nya.


Saat sudah berada di dekat sofa, Mereka berlima langsung duduk dan beberapa saat kemudian Sylvia juga ikut duduk di sofa.


"Yu'er, Hua'er sudah lama kita tidak bertemu, Sejak terakhir kali kita bertemu sepertinya kalian berdua sudah menjadi lebih kuat dan lebih dewasa dari sebelum-nya" Ucap Fang Lin memuji sambil tersenyum.


Mendengar pujian Fang Lin mereka berdua langsung tersenyum lebar, "Itu semua berkat Fang Gege, Jika saja kamu tidak ada, mungkin kita berdua masih berada di tingkat Fana" Balas Qiao Yu cepat dan diangguki setuju oleh Xue Hua.


Fang Lin yang mendengar itu hanya tertawa pelan, "Meskipun aku membantu kalian, Itu semua tergantung pada kalian sendiri" Ucap Fang Lin lalu kembali mengelus kepala mereka berdua.


Qiao Yu dan Xue Hua tidak membalas perkataan Fang Lin lagi, Mereka berdua hanya diam sambil menikmati usapan dari Fang Lin.


Melihat mereka berdua begitu menikmati usapan-nya, Fang Lin hanya menggelengkan kepala-nya pelan, Ia kemudian melirik ke arah Mue Lian dan Shui Ru lalu mengobrol dengan mereka berdua.


Bersambung...

__ADS_1


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.


__ADS_2