
Dao adalah sebuah Aturan Multiverse yang ditetapkan di setiap Alam Semesta. Dao itu adalah patokan bagi setiap Kultivator untuk mengambil jalan hidup mereka masing-masing, bisa diartikan kalau Dao itu adalah prinsip hidup dan elemen penting di Multiverse ini.
Pada umumnya, Kultivator akan memanggil Kultivator lainnya yang baru dikenal sebagai teman Dao atau saudara Dao, hanya saja itu diberlakukan jika derajat mereka setara.
Mendengar penjelasan yang diberikan oleh kakek tua itu membuat Fang Lin terdiam dengan kedua mata yang terpejam, entah mengapa dirinya merasa kalau Dunia ini jauh lebih menarik daripada Dunia Evangellion.
"Apakah teman Dao sudah mengerti?" kakek tua itu bertanya, dan Fang Lin mengangguk kecil.
"Kurang lebihnya aku mengerti." ucap Fang Lin, dan dirinya sekali lagi menangkupkan tangannya dan tersenyum, "Sekali lagi aku berterima kasih, pak tu- maksudku teman Dao."
"Hahahaha... Senang mendengarnya." kakek tua itu tertawa lantang, sebelum bertanya, "Omong-omong kita belum berkenalan, teman Dao. Namaku adalah Lin Tian, siapa namamu?"
"Namaku adalah Fang Lin."
"Fang Lin, ya? Itu nama yang bagus, hahahaha..." Lin Tian sekali lagi tertawa, lau berhenti dan menanyakan kembali sesuatu, "Kau hendak pergi ke mana memangnya?"
"Entahlah, untuk sekarang aku tidak mempunyai tujuan khusus. Apakah kau mempunyai saran?"
Lin Tian melipat kedua tangannya di depan dada sebelum menunjuk ke arah barat, "Jauh di arah sana ada sebuah kota besar, mungkin kau akan menemukan sesuatu yang menarik di sana."
Fang Lin menyebarkan Kesadaran Spiritualnya ke arah yang ditunjuk oleh Lin Tian dan alis sedikit mengerut karena tidak menemukan apapun dalam radius puluhan juta kilometer, "Apa kau tidak salah, teman Dao?"
"Tentu saja tidak, apa kau penasaran dengan jaraknya?" tanya Lin Tian, dan ia kembali berkata saat mendapati anggukkan dari Fang Lin, "Jaraknya sekitar 150 juta kilometer dari sini, seharusnya kau bisa mencapainya, bukan?"
"Itu, jauh sekali." Fang Lin hampir tersedak nafasnya sendiri, lalu memperluas jaraknya sampai menjangkau jarak yang dikatakan oleh Lin Tian, "Apa-apaan...?"
"Hm, apa ada sesuatu?" Lin Tian merasa kebingungan.
"Apa itu sebuah kota? Kau tidak salah, 'kan?" Fang Lin bertanya untuk memastikan.
Di dalam Kesadaran Spiritualnya, Fang Lin bisa menemukan sebuah wilayah yang luasnya tidak main-main. Itu seperti gabungan dari ratusan kerajaan menjadi satu.
"Untuk orang baru sepertimu, aku tidak heran jika kau terkejut." Lin Tian terkekeh kecil, lalu melanjutinya, "Nama kota itu adalah kota Bintang Es, klan Qin yang menjadi pemimpinnya."
Fang Lin menarik kembali Kesadaran Spiritualnya setelah mengawasi kota itu selama beberapa saat, ia lalu bertanya sembari menoleh ke belakang, "Kalau begitu, kota yang ada di belakang itu kota kecil?" Fang Lin berusaha menebaknya.
__ADS_1
"Begitulah, apa kau mengiranya itu kota besar?" Lin Tian menyeringai tipis seolah sudah mengetahui jawabannya.
Sementara Fang Lin langsung tersenyum masam sebelum menganggukkan kepalanya sekali.
"Omong-omong, sudah berapa lama kau berada di Alam Semesta ini?" tanya Lin Tian penasaran.
"Aku baru saja sampai, makanya aku membutuhkan informasi dasar tentang Dunia ini." ucap Fang Lin, lalu menambahkan, "Tapi aku bersyukur karena bisa bertemu denganmu, teman Dao."
"Hahahaha..." Lin Tian tertawa kecil, lalu berkata, "Ada satu informasi lagi yang mungkin harus kau ketahui, Dunia ini bernama Dunia Wuxing. Ada banyak Dunia semacam ini di Alam Semesta ini maupun yang lain, sebagian besar Dunia mempunyai penguasa masing-masing dan mereka cukup kuat. Aku harap kau berhati-hati, karena kebanyakan orang yang mempunyai kemampuan dan kekuasaan besar suka melakukan tindakan arogan."
Lin Tian mengingatkan sembari memasang raut wajah serius, karena Fang Lin adalah orang baru di Multiverse ini, itu artinya dia sama sekali tidak mempunyai koneksi sehingga membuat dia dalam bahaya jika seandainya terlibat dengan suatu insiden.
"Terima kasih karena telah memberikanku peringatan, aku pasti akan mengatasinya." Fang Lin menjawab dengan tenang, dia tidak akan takut pada siapapun itu bahkan seorang Absolute sekalipun.
Melihat mata Fang Lin yang tidak menunjukkan keraguan dalam perkataannya membuat Lin Tian tersenyum lebar, "Aku menyukai keberanianmu. Kalau begitu, mari kita akhiri di sini." ucap Lin Tian sembari menangkupkan tangannya.
Lin Tian mempunyai beberapa urusan yang belum diselesaikan, jadi dia tidak punya waktu cukup untuk mengobrol dengan Fang Lin lebih lama lagi.
Fang Lin sendiri ikut menangkupkan tangannya, lalu membalas, "Baiklah. Aku harap, kita bisa bertemu lagi di lain waktu."
"Aku juga mengharapkan itu." Lin Tian terkekeh setelah menyelesaikan kata-katanya.
Fang Lin belum ada niat untuk pergi ke arah kota yang diberitahu oleh Lin Tian, alasannya adalah karena dia merasakan sesuatu yang menarik jika dirinya pergi ke utara.
***
Saat ini Fang Lin sedang melesat di udara menggunakan kecepatan cahaya, karena kecepatan ini adalah kecepatan rata-rata bagi seseorang di ranah Saint maka dirinya tak mau berlebihan agar tidak menarik perhatian.
Selama di perjalanan, Fang Lin tidak menemukan sesuatu yang menarik perhatiannya, sampai akhirnya ia berhenti ketika merasakan pertarungan kuat berada jauh di depannya.
Boooom!
Sesaat setelah Fang Lin berhenti melesat, ledakan energi terjadi dan gelombang kejut sampai terasa di tempatnya berada.
Karena tidak mau sampai terlibat, Fang Lin memutuskan untuk mengawasi pertarungan itu dari kejauhan lewat Kesadaran Spiritualnya.
__ADS_1
Jumlah mereka ada lima orang dan sepertinya tidak ada satupun yang berkelompok. Mereka sekarang ini sedang bertukar serangan sembari meneriakkan sesuatu, salah seorang di antara mereka diincar oleh yang lainnya karena menggenggam sebuah apel berwarna kuning keemasan.
Fang Lin sedikit memiringkan kepalanya, ia memperkirakan kalau buah tersebut adalah sumber daya yang berharga.
Mereka berlima menyerang satu sama lain seperti orang gila untuk merebut satu buah apel saja, mereka bahkan tidak segan-segan melancarkan serangan pemusnah yang bisa meratakan sekitarnya.
"Dasar... Aku memang sudah pernah melihat orang seperti mereka, tapi ini benar-benar gila." Fang Lin menggelengkan kepalanya pelan, ia kemudian terdiam sejenak untuk memikirkan sesuatu.
Whooosh!
Setelah terdiam sejenak, Fang Lin menghilang dalam sekejap dari tempatnya. Rencananya adalah mengambil apel keemasan itu, ia mungkin akan membunuh mereka jika rasanya itu diperlukan.
***
"Dasar brengsek! Kembalikan Apel Darah itu!"
"Apel ini adalah milikku, tidak ada yang boleh mengambilnya."
"Oi, oi! Jangan serakah, itu seharusnya menjadi milikku!"
"Apa-apaan kalian semua?! Aku adalah pemilik aslinya, aku adalah orang yang paling berhak mengkonsumsinya!"
"Tidak, tidak, tidak... Akulah yang paling berhak!"
Kelima orang itu saling mengoceh di saat pertukaran serangan sedang berlangsung, tidak ada yang mau mengalah meskipun beberapa dari mereka sudah menerika luka parah.
Ketika pertarungan itu sedang berlangsung, Fang Lin muncul di antara mereka dan ia menggunakan pedang Surgawi untuk membunuh kelimanya dalam sekejap.
Sraaash!
"Omong kosong apa yang sedang kalian bicarakan?" Fang Lin menggelengkan kepalanya pelan saat melihat kelima mayat tersebut berjatugan ke daratan, ia kemudian menarik apel kuning keemasan itu menggunakan Qi-nya lalu menatapnya sejenak, "Hmm... Tampaknya apel ini berfungsi untuk meningkatkan Qi dalam jumlah banyak sekaligus memperkuat pondasi tubuh, tidak ada lagi yang spesial selain itu."
Fang Lin merasa kalau apel di tangan kanannya ini setidaknya berada di tingkat Dewa atau di bawahnya.
"Yah, cukup mengecewakan." Fang Lin berkata dengan acuh tak acuh sebelum membuang apel itu dan menjatuhkannya di antara kelima mayat kultivator yang baru dibunuhnya.
__ADS_1
Bersambung.....
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.