
Setelah mendengar apa yang dijelaskan oleh Yue, mereka terdiam dan suasana menjadi hening. Hingga beberapa saat kemudian, Fang Qin berbicara, "Jika kau ingin kembali ke masa lalu karena ingin mengetahui sosok yang terkena Penghapusan Identitas, bukankah itu sia-sia?"
Fang Lin yang mendengarnya sedikit mengerutkan alisnya, "Apa maksud ayah?" Tanyanya penasaran.
"Katamu Penghapusan Identitas adalah suatu hal yang mutlak, bukankah berarti masa lalu dan masa depan tentang sosok tersebut akan terhapus secara permanen? Karena Penghapusan Identitas tidak hanya berlaku di masa sekarang saja bukan?"
Fang Lin tertegun dan membenarkan perkataan ayahnya.
Yue sendiri yang mendengar itu langsung menganggukkan kepalanya pelan, "Tentu saja apa yang dikatakan ayah tuan adalah kebenaran. Saya sendiri juga tidak yakin, tetapi dari yang kita ketahui kalau gerbang waktu telah disegel oleh High Absolute... Jadi kemungkinan besar Peraturan Mutlak tidak dapat menembus gerbang waktu di masa lalu ataupun masa depan."
"Jika segel tersebut sangatlah kuat, sampai-sampai membuat Peraturan Mutlak tidak dapat menembusnya. Bagaimana dirimu membuka gerbang waktunya untukku ke masa lalu?" Tanya Fang Lin penasaran.
"Mudah saja. Saya akan menggunakan teknik yang saya ciptakan untuk membuka sementara segel gerbang waktu..." Jawab Yue santai.
"Memangnya kau memiliki teknik seperti itu? Dan juga jika kau melakukannya, bukankah akan memakan banyak energi?"
"Hehehe... Tuan tidak perlu khawatir. Anda seharusnya percaya padaku bukan?"
Fang Lin tersenyum tipis, "Tentu saja aku percaya. Baiklah, kita sudahi pembicaraan ini." Ucap Fang Lin lalu menimpalinya, "Ayah, Ibu. Aku akan mengadakan rapat dengan bawahanku sebelum kembali pergi. Apakah kalian ingin ikut?"
Mereka berdua terdiam sejenak sebelum menggelengkan kepala secara bersamaan, sedangkan Shui Ru memegang lengan kanan Fang Lin.
"Kamu... Ingin berpergian lagi? Berapa lama?"
Fang Lin menepuk pelan kepala Shui Ru, "Aku sendiri tidak tau. Aku mengerti dengan perasaanmu, tetapi ada beberapa masalah yang harus ku selesaikan sekarang..." Jawabnya dengan suara pelan, "Aku berjanji kalau kita akan kembali bersama setelah semua masalahku selesai. Aku harap kau bisa menunggu sampai saat itu tiba..."
Wajah dari wanita cantik itu murung ketika mendengarnya, "Apakah kita akan mencari mereka juga?" Tanyanya penasaran. Ia sendiri merasa kesepian saat mereka bertiga menghilang.
"Tentu saja. Aku yakin sudah menjadi lebih kuat setelah masalahku selesai semua, kita akan menemukan mereka bertiga dengan muda." Jawab Fang Lin sambil tersenyum.
Shui Ru mengangguk lalu memeluk Fang Lin selama beberapa saat. Ia melepaskannya lalu membiarkan kekasihnya itu untuk pergi.
__ADS_1
Di sisi lain, Yue juga ikut menghilang dari sana. Ia penasaran alasan tuannya ingin mengadakan rapat dengan para bawahan inti.
***
Di sebuah ruangan penuh es.
Fang Lin berdiri dihadapan seluruh bawahan inti, bibirnya tersenyum tipis ketika mengetahui mereka sudah bertambah kuat dari pertemuan terakhir mereka.
"Lama tidak berjumpa... Kalian sepertinya sudah sangat kuat sekarang." Fang Lin tersenyum tipis dan mengundang rasa senang dari seluruh bawahan inti.
"Kami benar-benar merindukanmu, Guru!"
"Benar! Anda tampaknya juga semakin kuat setelah melakukan kultivasi tertutup!"
Banyak dari para bawahan inti memuji, mereka sangat senang karena bisa melihat wajah tuan mereka setelah sekian lama.
"Hahahaha... Aku minta maaf karena tidak pernah mengunjungi kalian. Aku sangat sibuk meningkatkan kekuatanku untuk peperangan yang akan mendatang."
Fang Lin tersenyum tipis, "Benar. Aku tidak ingin membuang-buang waktu lebih lama lagi... Perasaanku mengatakan akan buruk jika membiarkan Xu Yuan hidup lebih lama." Jawabnya santai.
"Ah, iya. Melihatmu aku jadi teringat dengan Diao Chan... Bagaimana kabarnya?" Tanya Fang Lin penasaran. Setaunya Diao Chan mendapatkan latihan istimewa dari Yue karena dia adalah ras Demi-Human yang spesial.
Fang Lin menanyakan hal ini kepada Hua Ran karena dia adalah orang yang paling sering mengunjungi Diao Chan.
"Dia baik-baik saja, tuan. Dia menjadi lebih cantik dan kuat..." Jawab Hua Ran cepat.
Fang Lin mengangguk paham mendengarnya, "Baiklah. Kalau begitu, mari kita mulai rapatnya..."
Rapat yang ingin dilakukan Fang Lin sebenarnya sederhana, ia akan mengikutsertakan mereka dalam peperangan yang akan dirinya lakukan dengan Xu Yuan. Meskipun sekarang ia belum menemukan markasnya, tetapi cepat atau lambat akan dirinya temukan.
Alasan Fang Lin mengadakan rapat karena dirinya melihat ketidakmampuan komandan bayangannya saat melakukan pertempuran melawan Alam Dewa. Mereka semua kurang terlatih dalam mengarahkan pasukan, kecuali Xiao Chen.
__ADS_1
Jadi selama Fang Lin pergi berkultivasi, ia meminta Yue untuk melatih mereka menguasai komando. Jika Yue yang melatihnya ia tidak perlu khawatir, sebab wanita itu memiliki bakat yang hebat dalam mengajar. Itu bisa dilihat dengan perkembangan bawahan intinya dalam beberapa dekade terakhir.
Sebenarnya Fang Lin tidak ingin melibatkan bawahan intinya dalam peperangan ini, tetapi dirinya tidak ingin mereka terkurung terus menerus di dalam dunia jiwanya tanpa memiliki pengalaman nyata.
Fang Lin rasa mereka sudah cukup kuat untuk bertahan hidup di peperangan yang akan ia lakukan dengan Xu Yuan.
"Aku sama sekali tidak tau, apakah Xu Yuan ini lebih kuat dari Xiao Chen atau tidak. Namun aku rasa dia tidak semudah saat melawan Xiao Chen." Batin Fang Lin dengan raut wajah serius.
"Sebenarnya saya terkejut kalau anda mengikutsertakan mereka dalam peperangan yang akan mendatang. Tetapi disisi lain saya cukup bangga karena anda telah keluar dari zona tersebut, tuan." Yue mengatakan dengan senyum di wajahnya.
Fang Lin tersenyum tipis, "Ini semua berkatmu, Yue. Aku sadar kalau masalah yang menimpaku tidak selalu bisa kuselesaikan secara individu..." Jawabnya dengan suara tenang. Sebenarnya ada beberapa faktor lain juga, ia mendapatkan pencerahan disaat melakukan kultivasi tertutup selama beberapa dekade.
"Baguslah. Saya senang dengan pikiran anda sekarang..." Yue berkata lalu menimpalinya, "Jadi, apakah anda ingin lanjut berkultivasi lagi setelah ini?"
"Yap. Aku harap kau bisa melatih mereka dengan baik saat aku tidak ada."
"Em, selalu tuan."
Sesaat percakapan tersebut berakhir, Li Fan dan Sylvia datang menghampirinya dengan raut wajah yang sedikit memerah. Tentu Fang Lin menyadari keberadaan mereka dan memalingkan pandangannya.
"Ada apa?" Tanya Fang Lin ketika mereka sudah berhenti beberapa meter di depannya.
Keduanya terdiam cukup lama hingga akhirnya Li Fan menghela nafas panjang, "Tuan, sebenarnya..." Li Fan menggenggam tangan Sylvia dan menundukkan badannya serendah mungkin, "Saya dan Sylvia sudah menjadi sepasang kekasih! Dan kami berdua memiliki niatan untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius!"
Suara lantang keluar dari mulut Li Fan dan membuat Fang Lin terkejut, termasuk dengan orang-orang yang ada disekitar. Para bawahan inti berjalan mendekati mereka dan berhenti ketika sudah berjarak beberapa puluh meter.
Bersambung....
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.
NOTE: Author salah karena Naga Putih udah punya nama 'Hua Ran', jadi bakalan ada revisi di chapter ini. Maaf!
__ADS_1