System Sang Immortal

System Sang Immortal
Memasuki Kerajaan Demi-Human


__ADS_3

Fang Lin dan Diablo kini telah melayang di atas kapal Star Universe, "Hmm... Jika aku masuk ke dalam kerajaan itu tanpa persiapan sedikitpun, apakah akan terjadi masalah?" Gumam Fang Lin sambil mengelus dagunya.


Diablo yang melihat tuannya bertingkah seperti itu hanya diam, Ia berpikir kalau tuannya saat ini sedang memikirkan sesuatu yang penting.


Beberapa saat kemudian, Fang Lin melambaikan tangannya ke samping dan seketika sepasang jubah dan topeng berwarna hitam polos muncul di udara.


Fang Lin langsung memberikan satu dari sepasang jubah dan topeng hitam polos itu kepada Diablo, Ia menyuruh iblis itu untuk memakainya karena mereka berdua akan memasuki kerajaan asing.


Setelah keduanya memakai jubah dan topeng hitam polos, mereka berdua langsung melesat lari ke arah kerajaan tersebut. Fang Lin sengaja untuk tidak terbang karena ia tidak ingin menarik perhatian monster yang ada di sekitarnya.


Di saat melesat Diablo sedikit terkejut ketika melihat pepohonan disekitarnya memiliki ukuran yang besar, Di dalam kesadarannya ia dapat merasakan monster-monster yang memiliki ukuran di luar nalar.


Bahkan Diablo menemukan sekelompok kera yang memiliki tinggi sekitar 100 meter sampai 150 meter, ranah yang mereka miliki juga bukan main-main yakni Spiritual God ke atas.


"Tuan... Sebenarnya tempat apa ini?" Diablo yang begitu penasaran tidak bisa untuk tidak bertanya.


Fang Lin yang mendengar pertanyaan dari Diablo langsung mengangkat pundaknya tidak tau, "Aku juga baru pertama kali ke tempat semacam ini. Coba kau sebarkan kesadaran mu ke arah yang kita tuju." Ucap Fang Lin dengan suara yang tenang.


Mendengar itu Diablo tanpa basa-basi langsung menyebarkan kesadarannya lebih jauh lagi, Ia menaikkan alisnya ketika melihat sesuatu yang familiar baginya, "Demi-Human?" Diablo bergumam dan tentu membuat Fang Lin berhenti dari lesatannya.


Melihat tuannya yang berhenti melesat membuat Diablo ikut berhenti.


"Kau tau ras apa mereka?" Tanya Fang Lin memastikan gumaman iblis itu sebelumnya.


"Ya tuan... Saya mengetahuinya. Apa anda ingin mengetahui tentang mereka?" Diablo bertanya setelah menjawab pertanyaan tuannya itu.


Fang Lin menganggukkan kepalanya dan menjawab, "Ya, tolong ceritakan."


Diablo langsung menceritakan tentang 'Demi-Human' kepada tuannya secara detail dan hanya butuh kurang dari 2 menit untuk menceritakan semuanya.


Fang Lin sendiri langsung memejamkan matanya ketika Diablo selesai bercerita, "Kemungkinan ras Demi-Human sangat langka di semesta ini, tetapi berbeda dengan dunia Evangellion yang dimana ras Demi-Human tidaklah langka." Batin Fang Lin berpikir.


Ras Demi-Human adalah sebuah ras setengah manusia dan setengah hewan, Ras ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing sesuai dengan kaum mereka.


Sebagai contoh setengah manusia dan setengah beruang, kelebihan dari beruang adalah memiliki daya serang yang sangat kuat, dan kekurangan beruang adalah memiliki kecepatan pukulan yang lambat. Tetapi itu semua tergantung kepada personal masing-masing.


"Baiklah... Karena aku sudah mengetahui informasi tentang ras mereka, mari kita pergi ke kerajaan itu." Ajak Fang Lin dan ia langsung melesat tanpa menunggu jawaban Diablo.


Diablo yang melihat tuannya sudah melesat buru-buru menghalanginya, "Tuan, tunggu dulu!" Diablo berkata ketika dirinya sudah berada di hadapan tuannya.


"Ada apa?" Fang Lin bertanya dengan nada heran ketika ia sudah menghentikan lesatannya.

__ADS_1


Diablo menjelaskan kalau mereka tidak boleh pergi ke sana sebelum menyamarkan aura serta bau mereka, karena jika mereka berdua tidak melakukan itu maka sia-sia saja jubah dan topeng yang mereka kenakan.


Alis Fang Lin sedikit mengerut ketika mendengarnya, Ia langsung membuka System Shop miliknya dan mencari barang yang dapat menyamarkan aura serta baunya menjadi seekor binatang.


Melihat tuannya diam, Diablo langsung melambaikan tangannya dan seketika muncul sebuah kantung lusuh berukuran sedang, "Tuan, aku mempunyai barang yang dapat menyamarkan aura serta bau tubuh kita." Diablo berkata sambil menunjukkan sebuah kantung di tangannya.


Fang Lin yang sedang mencari barang di system shop langsung berhenti dan melirik ke arah Diablo, "Hmm? Bagaimana cara menggunakannya?" Fang Lin bertanya kepada iblis didepannya.


Diablo tersenyum tipis dan membuka kantung lusuh tersebut, Ia langsung mengeluarkan isi dari kantung itu dan sebuah serbuk keluar.


"Serbuk?" Fang Lin mengangkat alisnya ketika melihat serbuk ungu di telapak tangan Diablo.


"Ini adalah serbuk samaran tuan, aku diberi oleh seorang manusia karena dia telah memanggilku untuk melakukan sebuah misi." Diablo mengatakan ini sembari menyebarkan serbuk ungu itu ke seluruh area tubuhnya.


Mata Fang Lin sedikit melebar ketika melihat aura serta bau tubuh Diablo berubah 360° dalam sekejap, kini aura dan baunya terlihat seperti seekor harimau dalam wujud manusia.


"Bagaimana tuan? Apakah aku sudah berbeda dari sebelumnya?" Diablo bertanya usai dirinya menyebarkan bubuk ungu tersebut.


Fang Lin menganggukkan kepalanya dan menjawab, "Sungguh hebat! Aura dan bau mu sudah benar-benar berbeda, aku hampir tidak mengenalimu jika aku tidak melihat wujud mu secara langsung"


Mendengar itu Diablo langsung tersenyum senang karena telah dipuji oleh tuannya, Ia langsung mengulurkan tangannya dan memberikan kantung lusuh tersebut kepada tuannya.


Dalam sekejap aura dan tubuh Fang Lin berubah menjadi seekor harimau, "Ini benar-benar hebat." Gumam Fang Lin takjub. Ia kemudian mengembalikan kantung tersebut dan menimpalinya, "Ayo kita pergi..." Ajak Fang Lin lalu melesat pergi tanpa menunggu jawaban dari Diablo.


Diablo sendiri langsung menyimpan kantung lusuh di tangannya lalu mengikuti tuannya dari belakang.


Beberapa menit kemudian, Fang Lin dan Diablo dapat melihat sebuah dinding yang sangat tinggi dan juga besar, mereka berdua langsung mendekati pintu masuk dari dinding tersebut.


Di pintu masuk gerbang terdapat antrian yang begitu panjang, mereka yang sedang mengantri adalah Demi-Human yang memiliki ukuran seperti manusia biasa.


Nyatanya Demi-Human tidak sebesar monster-monster yang ada di luar sana, mereka memiliki ukuran seperti manusia normal namun dengan kekuatan yang begitu tinggi.


Ranah-ranah orang yang sedang mengantri berada di Spiritual God ke atas, dan beberapa dari mereka bahkan berada di tingkat Prajurit Dewa.


Fang Lin dan Diablo langsung mengantri menuju pintu gerbang tersebut, keduanya mendapatkan perhatian dari para Demi-Human yang sedang mengantri.


"Siapa mereka? Aura dan bau mereka mirip sekali dengan kaum harimau." Salah satu Demi-Human dari kaum panda berbisik kepada temannya.


"Huusss! Diam lah! Kau jangan berbicara terlalu keras, kau tau bukan kaum harimau sangat mudah tersinggung." Temannya berbisik dengan nada kesal.


Tidak hanya kedua Demi-Human panda itu saja yang membicarakan Fang Lin dan juga Diablo, tetapi para Demi-Human yang lainnya juga ikut membicarakan mereka berdua dengan suara yang pelan.

__ADS_1


Diablo yang mendengar itu semua berniat untuk mengeluarkan aura membunuhnya agar mereka diam, namun sebelum melakukannya ia langsung dihalangi oleh tuannya.


"Jangan membuat sesuatu yang dapat menarik perhatian orang." Fang Lin melarang iblis di sebelahnya untuk tidak mengeluarkan aura atau kekuatan aslinya.


"Maafkan saya tuan..." Diablo meminta maaf dan sedikit menundukkan badannya.


Fang Lin hanya diam mendengar itu, Ia kemudian melihat ke arah ujung antrian dan memperkirakan kalau mereka berdua akan sampai di gerbang saat petang.


Beberapa jam mengantri akhirnya Fang Lin dan Diablo berada di ujung antrian, mereka berdua dapat melihat seorang penjaga Demi-Human dari kaum badak dan buaya.


"Dimana tanda pengenal kalian?" Tanya Demi-Human badak.


Fang Lin dan Diablo terdiam kemudian menatap satu sama lain, mereka menganggukkan kepala secara bersamaan lalu menatap penjaga itu.


"Kami berdua telah kehilangan tanda pengenal di perjalanan kemari, bisakah saya dan teman saya melakukan pendaftaran ulang?" Tanya Fang Lin sambil menggarukkan kepalanya yang tidak gatal.


Mendengar itu penjaga badak langsung menyipitkan matanya, Ia menghela nafas panjang dan meminta penjaga buaya untuk menjaga gerbang sementara waktu.


"Ikuti aku." Ucap penjaga badak itu acuh tak acuh dan mulai berjalan memasuki kerajaan.


Fang Lin dan Diablo tanpa banyak bicara langsung berjalan mengikuti penjaga badak itu, mereka berdua digiring olehnya ke sebuah gedung bertingkat 3 yang cukup mewah.


"Kalian berdua masuklah dan pergi ke tempat administrasi di aula lantai 1. Di sana ada seseorang yang dapat membuatkan kalian tanda pengenal." Ucap penjaga badak lalu kembali ke arah pintu gerbang tanpa menunggu jawaban dari keduanya.


Fang Lin menundukkan sedikit badannya dan diikuti oleh Diablo, "Terima kasih karena telah mengantarkan kami." Ucap Fang Lin dan begitu juga dengan Diablo.


Penjaga badak itu tidak menghiraukan ucapan mereka berdua dan terus berjalan ke arah pintu gerbang.


"Badak sialan itu, berani sekali dia mengabaikan ucapan terima kasih tuanku?!" Diablo berkata dengan nada marah ketika melihat keangkuhan penjaga badak itu.


"Lupakan saja... Mungkin perasaanya sedang tidak baik." Ucap Fang Lin untuk meredam perasaan marah iblis didekatnya.


Diablo yang mendengarnya langsung menghela nafas panjang, "Maafkan saya tuan..." Diablo berkata sembari menundukkan badannya.


Fang Lin hanya mengangguk pelan dan kemudian ia berjalan memasuki gedung bertingkat di depannya.


Diablo yang melihat tuannya memasuki gedung dengan segera menyusulnya.


Bersambung...


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.

__ADS_1


__ADS_2