
Setelah membuat beberapa kesepakatan dengan Lin, Fang Lin kembali ke Dunia Abyss dan menemui semua bawahan inti Absolutenya yang berada di luar pemukiman.
Mereka semua berkumpul di satu tempat dan melakukan posisi tegap ketika Fang Lin mendarat beberapa belas meter di depan mereka.
"Aku kembali..." Fang Lin tersenyum tipis, dan sorakan bahagia langsung terdengar.
"Selamat Tuan karena telah berhasil memenangkan Turnamen!"
"Anda hebat sekali, Tuan!"
"Luar biasa, Tuan!"
Berbagai pujian dari para bawahan inti Absolute diberikan kepada Fang Lin, di antara mereka semua Diablo sedikit memasang ekspresi bingung tetapi senang dalam situasi ini.
Fang Lin tentu menyadarinya, dan sampai semua pujian tersebut berhenti barulah dia menatap Diablo lalu bertanya, "Apa yang terjadi, aku sedikit melihat kebingungan di raut wajahmu?"
"Ah...?" Diablo sedikit tersentak, "Yah, ada sesuatu yang ingin saya bicarakan dengan anda, Tuan."
"Hm? Katakan..."
Diablo sedikit melangkah ke depan sebelum berkata, "Waktu telah berhenti sesaat setelah Turnamen Semesta berakhir, dan tiba-tiba saja saya dikurung oleh kegelapan tanpa batas..."
Fang Lin sedikit mengerutkan alisnya, lalu bertanya, "Berapa lama waktu berhenti?"
"Saya tidak menghitungnya, maaf, Tuan." ucap Diablo, kemudian melanjutinya, "Tapi saya cukup yakin kalau waktu berhenti tidak sampai sepuluh menit lamanya."
Fang Lin terdiam sejenak sebelum menghela nafas pendek dari mulutnya, "Aku mengerti, terima kasih atas informasinya."
"Bukan masalah, Tuan." Diablo mundur kembali ke tempatnya usai menjawab demikian.
Brugh!
Ketika Fang Lin ingin mengatakan sesuatu, delapan Absolute yang mengabdi pada Celestial Absolute berlutut tepat di hadapannya.
"Oh, apa ini...?" Fang Lin sedikit mengangkat sudut bibirnya karena ia sudah bisa menebak situasinya.
"Kami semua sepakat untuk mengabdi pada anda, sang pewaris! Tolong maafkan kami atas keterlambatan ini!" Yin Rong berseru dengan lantang.
"Tidak masalah, aku senang mendengar ini..." Fang Lin tersenyum tipis, lalu melewati semua bawahan intinya tersebut, "Kalau begitu, ayo kita rayakan kemenangan ini di pemukiman."
"Baik, Tuan!" jawab mereka serempak sebelum mengikuti Fang Lin yang sudah terbang di udara.
***
Setelah mengabari kemenangannya kepada semua orang yang ada di pemukiman, Fang Lin merayakan kemenangannya selama 7 hari 7 malam.
Di awal-awal pesta, Fang Lin entah kenapa mempunyai cukup banyak pikiran di kepalanya. Dalam lubuk hatinya, ia mempunyai keinginan untuk melihat semua orang-orang di sekitarnya mencapai ranah Absolute, selain itu dirinya ingin menjadi Celestial Absolute supaya bisa menjaga mereka dari orang-orang berbahaya yang membencinya.
"Haah... Kuharap keinginan itu bisa terwujud." Fang Lin menghela nafas panjang melalui mulutnya.
"Kakek!"
Seorang pemuda berseru lantang ke arah Fang Lin, dia tidak lain adalah Fang Lu Shen yang usianya sudah mencapai belasan tahun. Dia tidak hanya datang seorang diri tetapi bersama semua istri serta kedua orang tuanya.
"Cucuku, kau sudah semakin dewasa saja!" Fang Lin langsung mengacak-acak rambut Fang Lu Shen ketika pemuda itu memeluk dirinya.
"Hehehe... Aku senang bisa bertemu kakek lagi!" balas Fang Lu Shen dengan senyum penuh riang.
Fang Lin tersenyum dan menanggapinya dengan tenang, ia lalu menatap keempat istri serta kedua orang tuanya dengan penuh kehangatan.
__ADS_1
Mereka semua berkumpul di satu tempat dan kemudian membicarakan banyak hal selama pesta tersebut berlangsung.
***
Setelah pesta berakhir, Fang Lin mengumumkan kalau mereka akan tinggal di Dunia Abyss sampai waktu yang belum ditentukan.
Setelah itu, Fang Lin mengatakan pada keluarganya kalau dia mempunyai tugas untuk menjadi seorang Celestial Absolute. Tentu saja mereka merasa sedih dan kecewa karena harus berpisah dengan Fang Lin untuk kesekian kalinya, namun mereka berusaha untuk mengerti karena setelah dia mencapai Celestial Absolute, mereka tidak akan berpisah lagi untuk selama-lamanya.
***
Fang Lin melakukan perpisahan kepada semua orang yang ada di pemukiman setelah dirinya mengabarkan kalau dia akan pergi untuk beberapa waktu ke depan, meskipun begitu dirinya akan selalu mengetahui situasi pemukiman karena ia mengawasi mereka secara 24 jam tanpa henti melalui berbagi pandangan dengan makhluk bayangan.
Setelah berpisah, Fang Lin melakukan teleportasi ke kekosongan putih tanpa batas. Di sana, ada Lin yang sedang menunggu.
Perlu diketahui, Hukum Ruang sudah tidak lagi dilarang di Dunia Abyss setelah Turnamen Semesta berakhir. Jadi bisa dibilang semua peserta yang memenangkan Turnamen Semesta sudah bebas untuk menggunakan Hukum tersebut.
"Oh, kamu datang." Lin tersenyum tipis.
Fang Lin hanya mengangguk kecil untuk menanggapi itu, "Jadi, bisa kita mulai sekarang?"
"Tentu..." Lin menjawab dengan tenang.
***
Fang Lin bersama Lin melakukan berbagai jenis pelatihan yang belum pernah dilakukan olehnya sebelumnya. Dan pada masa itu waktu terus berlalu dengan sangat cepat, ada cukup banyak peristiwa yang menimpa Fang Lin ketika dia berusaha untuk mencapai Celestial Absolute.
......................
Entah sudah berapa lama Fang Lin melalui perjalanan yang panjang serta sulit, pada akhirnya ia berhasil menyentuh ranah Celestial Absolute. Tidak hanya dia saja yang sudah berkembang sejauh itu, tetapi orang-orang di sekitarnya juga sudah berkembang pesat sekaligus bertambah dari sebelumnya.
Semua orang yang mempunyai hubungan dengan Fang Lin telah berhasil mencapai ranah Absolute, tidak ada satupun dari mereka yang masih berada di tingkat Fana.
Fang Lin sebenarnya cukup terkejut ketika mengetahui kalau Yang Jian adalah Putra dari Lucifer, salah satu Petinggi Absolute, The Seven Deadly Sins.
Lucifer sendiri menjadi pengikut Fang Lin tidak lama setelah dirnya mencapai Celestial Absolute. Kalau dihitung-hitung, ada lebih dari seratus petinggi Absolute Turnamen Semesta yang menjadi pengikut Fang Lin.
Waktu pengabdian mereka juga berbeda-beda, dan petinggi Absolute yang pertama kali mendedikasikan diri untuk mengabdi pada dirinya adalah Raja Petir Semesta. Dia adalah makhluk yang pernah berjasa atas malapetaka kesengsaraan untuk kenaikan ranahnya.
Saat ini, Fang Lin seorang diri sedang berada di sebuah kekosongan putih tanpa batas. Dia duduk di singgasana yang terbuat dari elemen Es Suci, posisi kedua kakinya disilangkan sementara kedua tangannya di letakkan di atas penyangga lengan singgasana.
Setelah berhasil menciptakan Multiverse dan mengelolanya, Fang Lin tidak lagi mempunyai aktivitas sehari-hari. Yang ia lakukan hanyalah berkumpul dengan keluarganya atau melamun di kekosongan seperti sekarang ini.
"Apa yang kamu lakukan di sini?" Fang Lin bertanya ketika ada sebuah tangan yang terlihat putih dan halus menyentuh bidang dada bagian kanannya.
"Ketus sekali..." Lin memanyunkan bibirnya, lalu melangkah dari belakang singgasana, "Padahal aku ini adalah Mentor-mu, seharusnya kamu bersikap lebih sopan."
Lin meluruskan kedua paha Fang Lin lalu duduk bersilang di atasnya.
"Kamu sudah bukan lagi Mentor-ku, lagipula bukankah yang tidak sopan di sini adalah kamu?" Fang Lin menatap datar wajah cantik Lin yang hanya dipisahkan kurang dari beberapa puluh sentimeter saja.
"Tapi kamu senang bukan diperlakukan seperti ini oleh wanita cantik sepertiku..." kedua tangan Lin menyentuh leher dan pipi Fang Lin.
"Sama sekali tidak, aku diam karena aku menghargaimu sebagai mantan Mentor-ku. Kamu sudah berjasa banyak ketika aku sedang berusaha naik ke posisi ini." balas Fang Lin acuh tak acuh.
"Heee~ Jadi kamu sama sekali tidak tertarik denganku? Itu membuatku kesal, loh..." Lin berpura-pura kesal.
"Jadi, apa tujuanmu kemari?" Fang Lin kembali pada pertanyaan pertama.
"Kenapa, ya? Aku hanya ingin melihat wajah tampanmu saja, hehehe..." balas Lin, lalu membiarkan kepalanya menyentuh dada Fang Lin.
__ADS_1
Fang Lin tidak menanggapi itu dan memilih untuk mengabaikannya, selama dia tidak melewati batas dalam menyentuhnya maka dirinya tidak akan memberikan peringatan.
"Apa yang kamu pikirkan?" Lin bertanya.
"Tidak ada." jawab Fang Lin cepat.
"Apa kamu masih memikirkan hentinya waktu sesaat setelah Turnamen Semesta berakhir?"
"Itu sudah sangat lama, aku tidak lagi memikirkannya."
"Hee~ Dulu kamu begitu penasaran, padahal aku mengetahui sesuatu loh..."
Fang Lin langsung melirik ke arah Lin, dan mengetahui kalau perempuan cantik itu tidak berbohong atas perkataannya barusan.
"Apa yang kamu tau?"
"Jawabanku mungkin akan melepaskan rasa penasaranmu, jadi aku punya satu syarat."
"Apa?"
"Maukah kamu membuka hati untuk diriku?"
"Apa itu sebuah pernyataan cinta secara tidak langsung?"
"Begitulah, hehehe..."
Fang Lin terdiam sejenak, sebenarnya ia sangat penasaran dengan kejanggalan tersebut tetapi persyaratan yang diberikan oleh Lin sedikit sulit diterimanya.
Setelah memikirkan itu selama beberapa waktu, Fang Lin mengangguk kecil dan berkata, "Baiklah, aku hanya akan membuka hatiku untukmu. Tapi, itu hanya sekadar membuka hati saja dan bukan berarti kita resmi menjadi pasangan."
Fang Lin sengaja mengatakan itu supaya Lin tidak pura-pura salah paham.
Lin sendiri langsung memanyunkan sedikit bibirnya ketika mendengar ucapan Fang Lin, meski demikian dirinya senang karena dia mau membuka hati untuknya.
"Baiklah, akan kuberitahu..." Lin tersenyum, "Jadi, sebelum Turnamen Semesta dimulai aku mendapatkan sebuah gambaran dari masa depan. Gambaran tersebut berisi tentang seorang peserta yang kehilangan salah satu orang dicintainya karena membuat kesepakatan dengan High Absolute."
Ketika mendengar nama High Absolute keluar dari mulut perempuan cantik itu membuat Fang Lin mengerutkan alisnya, sungguh aneh jika High Absolute dalam masalah ini.
Sementara itu, Lin menceritakan kalau gambaran tersebut adalah waktu setelah Turnamen Semesta baru berakhir. Dia menjelaskan mengapa High Absolute datang kepada peserta itu dan juga orang yang bersamanya.
Fang Lin mendengarnya dengan cermat, dan ia tidak mengatakan apapun setelah Lin mengakhiri ceritanya.
"Peserta itu adalah aku, sementara perempuan yang menerima Hukum Penghapusan Identitas adalah orang yang kucintai?" tanya Fang Lin memastikan.
"Ya, karena peristiwa itu dalam bentuk ingatan aku cukup yakin kalau kamu adalah orangnya." Lin membenarkan.
"Bisa kirim ingatan itu?"
"Tentu..."
Lin segera mengirim ingatan yang didapatnya tersebut, dan matanya sedikit melebar karena wajah dari perempuan itu mirip sekali dengan Lin, yang berbeda dari mereka berdua adalah warna rambut serta pupil mata.
"Apa ini...? Kenapa wajahnya mirip sekali denganmu?" Fang Lin bertanya, nadanya sedikit terkejut.
"Entahlah... Tapi ini kemungkinan bagian dari rencana High Absolute." jawab Lin sembari mengangkat pundaknya.
Fang Lin terdiam lalu memeriksa ingatan itu secara berulang kali, ia yakin kalau ingatan yang diterimanya bukanlah ingatan palsu atau semacamnya dan entah kenapa perasaannya menjadi lega setelah melihat ingatan tersebut.
"Pesan-pesan terakhirnya sama seperti keinginanku saat masih berada di Absolute, apakah dia yang menjadi pemicunya?" Fang Lin bertanya-tanya dalam hati sebelum menghembuskan nafasnya melalui mulut, "Kalau semua ingatan ini asli, aku bersyukur karena bisa memenuhi pesan-pesan terakhirnya."
__ADS_1
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.