
Dunia Abyss, Pinggiran Wilayah Xiao Chen.
Terlihat sebuah kapal mewah berukuran kecil kini sedang melayang di atas awan, di luar kapal terbang tersebut terlihat seorang pria tampan berjubah hitam yang sedang menatap ratusan ribu bangunan tepat di bawahnya.
"Hmm... Apakah aku harus menyerangnya dari sini?" Gumam Fang Lin pelan dan mencoba memikirkan segala kemungkinan yang terjadi.
[Tuan, lebih baik anda menyerang seluruh wilayah milik Xiao Chen secara bersamaan... Karena itu lebih efektif daripada harus menyerangnya dalam satu arah.]
Yue tiba-tiba saja memberi pendapat dan membuat Fang Lin sedikit tersentak, Ia kemudian mengelus dagunya dan mencoba menganalisa pendapat yang Yue lontarkan padanya.
Beberapa saat kemudian, Fang Lin menyetujui pendapat Yue, Ia kemudian menyuruh para bawahan inti serta pasukannya untuk bersiap.
Fang Lin berencana untuk memisahkan mereka ke seluruh wilayah Xiao Chen, karena jika pasukan bayangannya dikalahkan di bagian yang ia tidak jangkau, para pasukannya akan menahan atau membunuh mereka.
Sebelum Fang Lin menyuruh mereka untuk memisahkan diri, Ia mengeluarkan 990 boneka bayangannya dan menyuruh mereka untuk masuk ke dalam bayangan bawahan intinya.
Setiap bawahan intinya akan dibantu oleh 99 boneka bayangan yang berada di Ranah Dewa Merah Level 4, dan tentu hal tersebut akan sangat membantu mereka.
Setelah para boneka bayangannya masuk ke dalam bayangan bawahan intinya, Fang Lin kemudian menjentikkan jarinya dan seketika 25 juta + 2 juta bayangan di ranah Grand Dao serta Monarch muncul di seluruh pinggiran wilayah Xiao Chen.
"Serang dan bunuh seluruh makhluk hidup yang ada di wilayah Xiao Chen..." Sesaat setelah para bayangannya keluar, Fang Lin langsung memerintahkan mereka untuk menyerang wilayah Xiao Chen.
Seluruh pasukan bayangan Fang Lin langsung membuat pedang Qi dan menyerang wilayah Xiao Chen secara membabi buta.
Fang Lin yang melihat itu hanya diam, Ia kemudian memerintahkan para bawahan inti serta pasukannya untuk mengepung seluruh wilayah Xiao Chen.
Para bawahan inti yang mendapati perintah dari tuan mereka langsung mengangguk patuh dan dengan segera keluar dari kapal terbang Star Universe.
Mereka semua melesat ke seluruh wilayah Xiao Chen dan mengepung wilayah tersebut di barisan belakang.
Sekarang di kapal terbang Star Universe hanya tersisa Fang Lin, Fang Ji dan Sylvia saja, "Kalian keluarlah..." Ucap Fang Lin dan dalam sekejap 5 boneka bayangan muncul di hadapan Fang Lin.
__ADS_1
"Jaga Sylvia jika aku tidak ada..." Fang Lin memberi perintah kepada mereka dan seketika kelima boneka bayangan tersebut masuk ke dalam bayangan Sylvia.
Sylvia yang tidak jauh dari sana langsung menundukkan badannya, "Terima kasih tuan... Dan saya minta maaf karena telah merepotkan anda..." Sylvia berkata dengan suara rendah.
"Tidak apa, aku melakukan semua itu agar kau tidak terluka..." Balas Fang Lin santai.
Mendengar itu wajah Sylvia langsung berubah menjadi merah, Ia membuang mukanya dari Fang Lin agar pria tampan itu tidak melihat wajah tersipu malunya.
Fang Lin sendiri yang melihat reaksi Sylvia hanya tersenyum tipis, Semua yang ia lakukan bukan karena dirinya menyukai Sylvia melainkan ia tidak ingin Sylvia terluka ataupun mati.
Khatz pernah berkata padanya kalau Sylvia mati maka dia akan ikut mati juga, dan jika hal tersebut terjadi maka pembuatan portal menuju dunia Evangellion akan dibatalkan.
Portal yang saat ini Khatz buat untuk pergi ke dunia Evangellion sudah mencapai 42%, Fang Lin akan menyayangkan jika pembuat portal tersebut dibatalkan.
"Semua sudah beres... Lebih baik aku menyebarkan kesadaran ku dan mengamati peperangan yang sedang berlangsung." Gumam Fang Lin dan ia mulai menyebarkan kesadarannya.
***
Terlihat sebuah istana yang begitu mewah dan megah, di halaman depan istana tersebut terdapat ribuan orang yang mengeluarkan aura yang begitu mendominasi.
Di hadapan orang-orang tersebut, seorang pria tampan berjubah biru sedang menatap ke arah mereka dengan tatapan serius.
"Kalian semua menyebar lah ke pinggiran wilayah dan bunuh makhluk sialan yang menyerang wilayah kita." Xiao Chen berkata dengan nada tenang namun menyimpan amarah yang begitu mendalam di setiap kata-katanya.
Orang-orang yang berada di hadapan Xiao Chen langsung menganggukkan kepala patuh dan langsung izin pamit dari sana, sedangkan Xiao Chen hanya mengiyakan dan melihat mereka yang kini sedang melesat terbang menjauh.
Xiao Chen mengepalkan tangannya dan aura membunuh merembes keluar dari tubuhnya, Ia bersumpah akan membunuh orang yang telah menyerang wilayahnya.
Tidak jauh dari sana Ju Lao Zi hanya menghela nafas panjang ketika melihat kemarahan muridnya, sedangkan Mei Yi yang berada di sebelah kakek tua itu langsung mendekati Xiao Chen.
"Chen Gege..." Mei Yi berkata dengan suara lembut, Ia kemudian menarik jubah belakang Xiao Chen dan berniat untuk meredakan amarah suaminya.
__ADS_1
Xiao Chen sendiri sedikit tersentak ketika mendengar itu, Ia dengan segera menarik aura membunuhnya lalu membalikkan badan.
"Maaf... Apakah aura tadi membuatmu takut?" Xiao Chen bertanya dengan suara pelan.
Mei Yi menganggukkan kepalanya dan kemudian memeluk suaminya itu, "Apakah kita akan berperang melawan musuh Gege?" Tanya Mei Yi pelan.
"Sepertinya iya... Karena di dunia tidak ada manusia lagi selain peserta turnamen semesta dan pengikutnya..." Jawab Xiao Chen dan membuat Mei Yi meneteskan air matanya.
"Aku takut... Aku takut kita akan kalah dan tidak bisa bertemu lagi" Xia Mei mengatakan ini dengan suara yang serak.
Mendengar suara serak Mei Yi membuat Xiao Chen mengelus kepala istrinya itu, "Kamu jangan khawatir... Aku berjanji akan memenangkan peperangan ini" Ucap Xiao Chen mencoba menghibur Mei Yi.
Mei Yi sendiri hanya diam dan terisak di dada suaminya itu. Xiao Chen merubah tatapannya menjadi serius lalu menatap ke arah Ju Lao Zi.
"Guru... Apakah orang itu akan membantu kita?" Tanya Xiao Chen dengan nada penasaran.
Ju Lao Zi menggelengkan kepalanya dan menjawab, "Tidak, dia tidak akan ikut campur mengenai pertempuran antar turnamen semesta... Karena dia hanya diperintah oleh seseorang untuk memberi berkah dan melatih mu saja."
Xiao Chen yang mendengar jawaban gurunya diam-diam menghela nafas kecewa, Ia kemudian melepaskan pelukan Mei Yi dan memintanya untuk berhenti bersedih.
"Ayo kita perjuangkan wilayah kita dan memenangkan pertarungan ini..." Ucap Xiao Chen sambil menatap Mei Yi yang matanya berlinang air mata.
Mei Yi sendiri menganggukkan kepalanya cepat dan menghapus air mata di pipinya menggunakan salah satu lengannya, "Baiklah Chen Gege, tetapi berjanjilah untuk tetap bersamaku" Ucap Mei Yi pelan.
"Baik, Aku berjanji..." Jawab Xiao Chen dan kemudian meminta gurunya untuk mengumpulkan pasukan yang ada di istana.
Ju Lao Zi hanya mengiyakan hal itu dan pergi dari sana, sedangkan Xiao Chen mempersiapkan dirinya dengan memakan pil yang dapat meningkatkan kekuatannya.
Bersambung...
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.
__ADS_1