System Sang Immortal

System Sang Immortal
Tian Wai Vs Pria Kekar


__ADS_3

"Apa maksud anda tuan?" Tanya pria jangkung itu memastikan.


Fang Lin tidak menanggapi pertanyaan pria jangkung itu, Ia membuat pedang Qi yang cukup panjang di tangan kanan-nya lalu mengayunkan-nya ke arah samping.


~Slasshhhh~


Seketika tubuh pria jangkung itu terbelah dua dan membuat-nya mati dalam keadaan mata terbuka, "Kau tunggu saja disini, Tugas-mu sekarang adalah membunuh orang-orang yang ingin kabur dari sini" Ucap Fang Lin sambil melirik ke arah Tian Wai.


Tian Wai yang mendapati perintah dari tuan-nya langsung mengangguk patuh, "Baik Tuan..." Jawab Tian Wai dan tanpa dia sadari tuan-nya sudah menghilang dari sana.


"Membunuh lagi ya..." Gumam Tian Wai lalu mengeluarkan pedang-nya dari ruang penyimpanan-nya.


***


Di Tempat Yang Berbeda, Saat ini Fang Lin sedang membunuh orang-orang yang ia lihat. Tidak peduli yang dia bunuh adalah anak kecil atau orang tua, Selama orang itu bukan-lah budak, Fang Lin akan membunuh-nya.


~Slasshhhh~


~Slashhhhh~


Fang Lin dengan sekejap memberikan kematian cepat kepada mereka, Sesekali diri-nya menggunakan elemen es untuk membekuk-kan orang-orang yang ingin kabur dari-nya.


......................


5 Menit Kemudian.


Hampir ratusan pengunjung dan pekerja di tempat perbudakan ini telah Fang Lin bunuh, Yang tersisa hanya-lah beberapa orang saja dan itu dia sengaja biarkan kabur untuk melihat kemampuan Tian Wai yang berada di ranah Jendral Elit.


Di sisi lain, Tian Wai dengan nafas memburu berhasil membunuh orang-orang yang ingin kabur dari sana, "Untung saja yang datang kepada-ku lebih lemah dibanding diri-ku" Gumam Tian Wai sambil membersihkan keringat di wajah-nya menggunakan lengan baju yang dia pakai.


Baru saja bergumam seperti itu, Tiba-tiba sebuah serangan pedang datang ke arah diri-nya. Tentu hal itu membuat Tian Wai terkejut, Ia mengangkat pedang-nya kembali dan menahan serangan yang mengarah ke arah-nya.


Pria kekar yang mengetahui kalau serangan-nya di tahan langsung menjauh dari-nya, "Bajingan sialan! Minggir kau!" Teriak pria kekar dengan nada kesal.


Tian Wai yang mendengar itu langsung mendengus kencang, "Hmph, Kau pikir aku akan menuruti perkataan-mu?" Balas Tian Wai dengan nada sinis.

__ADS_1


Pria kekar yang mendapatkan balasan seperti itu langsung menggertak-kan gigi-nya, Ia kemudian melapisi pedang-nya dengan Qi lalu menebaskan-nya ke arah Tian Wai.


~Whooosshhh~


Beberapa tebasan energi muncul di pedang pria kekar itu dan kini serangan tersebut sedang melesat ke arah Tian Wai. Tian Wai sendiri yang melihat itu tidak tinggal diam, Ia menghindar ke arah samping ketika tebasan energi itu sudah berada di dekat-nya.


~BOOOMMM~


~BOOOMMM~


Tian Wai berhasil menghindari 2 tebasan energi sekaligus dengan mulus, Ia kemudian menatap tajam ke arah pria kekar tersebut dan melesat ke arah-nya dengan cepat.


~Trannggg~


~Trangggg~


Tian Wai menyerang lawan-nya secara membabi buta dan membuat pria kekar tersebut sedikit kesulitan untuk menangkis serangan pedang-nya.


~Tranggg~


~Tranggg~


Tian Wai tertawa pelan ketika melihat reaksi dari pria kekar di hadapan-nya ini, Ia kemudian menghentikan serangan-nya dan mundur beberapa langkah.


"Ayo kita akhiri ini dengan satu serangan" Ucap Tian Wai lalu memasang kuda-kuda-nya.


Pria kekar yang mendengar-nya langsung mendengus kesal, "Baik-lah kalau itu mau-mu" Balas pria kekar yang ikut memasang kuda-kuda.


Tian Wai tersenyum tipis lalu mengangkat pedang-nya tinggi-tinggi, Ia memejamkan mata-nya dan seketika pedang-nya di lapisi oleh sebuah energi, "Tebasan Pembelah Ombak!" Teriak Tian Wai lalu menebaskan-nya ke arah pria kekar itu.


~Slasshhhhh~


Dalam sekejap pria kekar tersebut terbelah menjadi dua tanpa perlawanan sedikit-pun, "Hahahaha... Bodoh sekali, Kau pikir aku ingin mengakhiri-nya secara bersamaan?" Ucap Tian Wai sambil tersenyum mengejek ke arah mayat pria kekar yang telah terbelah dua.


"Ugh... Sepertinya aku terlalu banyak menggunakan Qi" Gumam Tian Wai sambil terduduk lemas di lantai. Ia menyimpan kembali pedang-nya lalu merebahkan diri-nya di lantai yang penuh dengan genangan darah itu.

__ADS_1


"Hoo... Cepat juga diri-mu membunuh mereka" Sebuah suara terdengar jelas di telinga Tian Wai dan membuat-nya bangun dari tidur.


"Kebetulan saya lebih kuat dari mereka tuan..." Jawab Tian Wai saat melihat tuan-nya sedang berjalan ke arah-nya.


Fang Lin hanya tersenyum tipis mendengar itu, "Bersihkan diri-mu sana, Aku akan menunggumu disini" Ucap Fang Lin sambil melemparkan jubah hijau polos.


Tian Wai yang mendapatkan jubah hijau polos tersebut langsung mengangguk-kan kepala-nya patuh, "Baik tuan, Kalau begitu saya pergi dulu" Ucap Tian Wai dan diangguki oleh Fang Lin.


Tian Wai langsung pergi dari sana dengan cepat ketika melihat anggukan tuan-nya. Di sisi lain, Fang Lin yang melihat mayat di sekitar-nya langsung merubah raut wajah-nya menjadi serius, "Bangkit-lah..."


~Whoooshhhh~


Seketika aura hitam memenuhi ruangan tersebut dan beberapa saat kemudian aura tersebut membentuk manusia yang sudah dibunuh oleh Fang Lin dan juga Tian Wai sebelum-nya.


"Kami mahluk rendahan ini, Siap untuk melayani raja kematian" Ucap mereka serempak dengan intonasi yang sama.


Fang Lin yang mendengar-nya hanya mengangguk-kan kepala-nya pelan, "Masuk-lah..." Ucap Fang Lin dan seketika seluruh bayangan tersebut masuk ke dalam bayangan-nya.


Melihat para bayangan baru-nya sudah masuk ke dalam bayangan-nya, Fang Lin hanya tersenyum tipis, "Mendapatkan ratusan ranah Asal Mula dengan mudah? Siapa yang tidak senang dengan hal itu?" Gumam Fang Lin sambil tertawa pelan.


Sekitar 1 Menit Fang Lin menunggu, Akhirnya Tian Wai sudah selesai mengganti pakaian-nya.


"Tuan, Dimana para budak yang telah anda bebaskan?" Tanya Tian Wai dengan nada penasaran saat melihat penjara besi yang tidak ada isi-nya dalam keadaan terbuka.


"Aku masuk-kan ke dalam dunia jiwa-ku" Jawab Fang Lin singkat dan diangguki mengerti oleh Tian Wai.


***


6 Menit Yang Lalu.


Fang Lin kini sedang memberikan pilihan kepada para budak yang telah ia bebaskan. Tentu hal itu membuat para budak bingung, Mereka melakukan vote untuk memutuskan pilihan yang mereka pilih.


Entah itu keberuntungan atau tidak, Seluruh budak yang ada disini memilih untuk tetap tinggal, Karna hampir dari mereka semua tidak punya tempat tinggal jika keluar dari sini.


Mengetahui itu Fang Lin hanya bisa tersenyum, Ia lalu memunculkan gerbang dunia jiwa dan memasuk-kan para budak yang telah setuju mengikuti-nya.

__ADS_1


Bersambung...


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.


__ADS_2