
"Baiklah, tapi untuk menjadikannya makhluk bayangan aku harus membunuhnya terlebih dahulu. Aku yang sekarang belum mempunyai kemampuan untuk itu..." ucap Fang Lin, lalu menatap ke arah Yue, "Apa kamu bisa melakukannya?"
"Tentu saja." Yue menanggapi sembari tersenyum, selama itu bisa membuat kekuatan tempur suaminya meningkat maka ia rela melakukan apa saja selama masih dalam batas kemampuannya.
Fang Lin mengangguk kecil, sebenarnya ia enggan meminta Yue untuk melakukan hal merepotkan semacam itu. Namun untuk sekarang tidak ada pilihan yang lebih baik selain meminta bantuannya.
"Lalu, apa lagi yang ingin kamu ceritakan?" Qiao Yu yang merasa sudah ada jalan keluar dari masalah pertama langsung bertanya demikian.
"Ah, itu..."
Karena kebenaran tentang portal hitam sedikit rumit dan mengejutkan, Fang Lin lebih memilih untuk mengirimkan ingatan tersebut daripada harus menceritakannya secara bertahap.
Qiao Yu dan Yue yang mendapatkan ingatan asing dari Fang Lin langsung menyerapnya dalam diam, setelah memeriksanya hanya Yue yang memperlihatkan raut wajah terkejut.
"Dimensi yang berisi barang berharga Celestial Absolute?" Yue jelas terkejut karena pastinya itu adalah sesuatu yang benar-benar berharga.
Sementara Qiao Yu memasang ekspresi bingung, ia tidak tau apa itu Celestial Absolute tetapi melihat keterkejutan saudari Yue membuatnya sedikit memahami kalau sebutan tersebut pasti sangat lah hebat.
"Apa ini informasi yang benar, sayang?" tanya Yue penasaran.
"Seharusnya begitu, alasan dibalik invasi kelompok Setan Kuno juga berhubungan dengan Land of Destruction." ucap Fang Lin sembari mengangguk pelan, "Tapi jika ingin dipastikan lagi, kita bisa memeriksa informasi tersebut dari Iblis Kerbau itu."
Yue mengangguk pelan, sementara Qiao Yu memegang dagunya selayak orang sedang berpikir.
"Celestial Absolute itu di atas ranah Absolute, bukan?" tanya Qiao Yu memastikan.
"Itu benar, kenapa memangnya?" Fang Lin menanggapi dengan anggukkan kecil.
"Artinya dimensi itu sudah pasti dijaga atau semacamnya, bukan?"
"Seharusnya begitu, kalau tidak dijaga pasti akan ada ujian untuk mewarisi barang berharganya."
"Kalau begitu, lupakan saja..." ucap Qiao Yu dan membuat alis Fang Lin terangkat.
"Ada apa?" Fang Lin sebenarnya sudah bisa menebak jawabannya, tapi ia memilih untuk tetap bertanya supaya bisa memastikannya sendiri.
"Kalau semisalnya ada ujian atau penjaga yang menjaga dimensi tersebut, pasti itu bukanlah sesuatu yang bisa kamu remehkan. Mungkin saja hal itu malah akan mengancam nyawamu..." ucap Qiao Yu dengan ekspresi serius.
Sesuai dengan tebakan Fang Lin, pasti Qiao Yu ingin membicarakan resiko masuk ke dalam dimensi itu.
"Kamu benar, meskipun Yue ada di sisiku tetapi bukan berarti keselamatanku akan terjamin." Fang Lin mengangguk beberapa kali, lalu melanjutinya, "Untuk sekarang aku memang hanya akan menyelidiki kebenarannya saja, dan kalau sudah dipastikan maka aku akan fokus meningkatkan kekuatanku sampai ke ranah Absolute untuk berjaga-jaga saat memutuskan ke sana."
__ADS_1
Qiao Yu terdiam sejenak sebelum tersenyum tipis, ia sedikit memperlihatkan ekspresi sedih karena kalau suaminya ingin fokus meningkatkan kekuatan maka mereka tidak akan bertemu dalam waktu yang lama.
"Apakah kamu sedih karena aku akan berkultivasi kembali nantinya?" tanya Fang Lin sembari mengelus pelan rambut Qiao Yu.
"Kalau dibilang sedih memang iya, tapi kalau mengingat janjimu sebelumnya maka aku tidak akan banyak berkomentar." jawab Qiao Yu sembari tersenyum.
"Aku senang mendengarnya..." Fang Lin tersenyum, kemudian mengalihkan pembicaraan ke hal-hal yang menyenangkan.
Di saat mereka sedang berbicara satu sama lain, anak-anak Fang Lin keluar dari sebuah lorong dan langsung datang menghampirinya.
"Ayah...!"
Seperti biasanya, di antara kelima anaknya Qiao Mi Lian adalah yang paling antusias. Gadis cantik itu langsung memeluk Fang Lin dan mencium pipinya berulang kali.
"Hei, hei! Sudah dong!" Shui Ling Fang menarik Qiao Mi Lian yang sedang mencium pipi ayahnya, "Aku mau peluk ayah juga!"
"Jangan ganggu, ini masih giliranku!" Qiao Mi Lian membentak kesal sembari mempererat pelukannya.
"Apa?! Jangan egois! Aku juga mau!" Shui Ling Fang juga tidak mau menunggu, ia menarik saudarinya itu menggunakan bantuan Qi.
Qiao Mi Lian langsung menggunakan Qi untuk memperberat beban tubuhnya, ia kemudian berdebat dengan Shui Ling Fang untuk melepaskan tarikannya.
Shun Ling Fang jelas tidak mau, sebelum keinginannya tercapai maka dirinya tidak akan melepaskan tarikan tersebut.
Sementara tiga anak lainnya hanya memandangi keributan saudari mereka dengan santai.
"Kalian tidak perlu ribut seperti itu, ayah akan menemani kalian berdua..." Fang Lin mencoba melerai keduanya tetapi mereka masih tetap saja ribut.
Sampai akhirnya Xue Hua berjalan mendekati keduanya dan menjewer kuping mereka, "Kalian mau bibi hukum lebih sakit dari ini?"
"Aduh, aduh... Bibi, maafkan kami!" Qiao Mi Lian dan Shui Ling Fang memohon sembari mengipas kuping mereka yang terasa panas.
"Hahahahaha..... Lakukan itu ibu! Jewer mereka lebih kuat lagi!" Fang Li Dao yang menyaksikan sedari tadi langsung tertawa lantang.
"Kalau kalian ribut karena masalah seperti ini lagi, bibi akan menghukum kalian lebih keras. Ibu kalian tidak akan bisa menyelamatkan kalian dari masalah ini, mengerti?" tanya Xue Hua dengan nada tegas.
"Baik, baik! Kami mengerti..." jawab mereka berdua buru-buru.
Fang Lin yang melihat itu hanya tertawa kecil, Xue Hua sendiri melepaskan tangannya dari kuping kedua gadis cantik itu.
"Aduh..." Qiao Mi Lian mengusap pelan telinganya yang merah, ia sebenarnya kesal tetapi tidak berani melawan karena memang bibi Xue Hua terkenal akan kegalakannya.
__ADS_1
Shui Ling Fang sendiri yang melihat Qiao Mi Lian sedang sibuk mengipas telinganya langsung mengambil kesempatan untuk memeluk ayahnya itu.
Qiao Mi Lian sedikit terkejut, ia tadinya ingin menarik tubuh saudarinya unt dah a gadauk menjauh dari ayah tetapi setelah mendapati tatapan tajam dari bibi Xue Hua dirinya mengurungkan niat.
Fang Lin tertawa kecil melihat semua itu, ia kemudian menasehati Xue Hua untuk tidak terlalu galak. Mungkin sekarang tidak akan ada apa-apa tetapi bisa saja di masa depan nanti masalah internal terjadi.
Xue Hua mengerti maksud dari suaminya dan hanya mengiyakan saja. Ia kemudian duduk di samping Yue dan bertanya, "Jadi, apa yang kalian bicarakan sejauh ini?"
Mereka semua duduk di sofa dan memperhatikan Fang Lin dalam diam.
Fang Lin sendiri tanpa banyak berpikir langsung menceritakan semua yang telah dirinya ceritakan pada Yue dan juga Qiao Yu.
Setelah mereka mendengar itu, Fang Lin bisa menemukan mereka yang sedang mengeluarkan berbagai macam ekspresi.
"Iblis Kerbau itu, apakah menyeramkan ayah?" Fang Li Dao bertanya dengan tangan kanan yang terangkat ke atas.
"Di antara makhluk menyeramkan yang pernah ayah lihat, mungkin dia masuk jajaran teratas." jawab Fang Lin cepat.
Anak-anak Fang Lin mulai mengajukan pertanyaan yang remeh seperti Fang Li Dap, dan ia menjawabnya dengan tenang.
"Lalu apa yang ingin kamu lakukan pada makhluk itu?"
Setelah anak-anak telah puas bertanya, Mue Lian yang kali ini mengajukan pertanyaan.
Xue Hua dan Shui Ru juga penasaran akan hal itu, karena sebelumnya mereka tidak ada jadi masih belum mengetahui rencana Fang Lin.
Fang Lin menjelaskan pada mereka semua tentang rencananya untuk menjadikan Chun Xien sebagai makhluk bayangannya, dan juga tentang kultivasinya yang mungkin akan memakan waktu lama.
Setelah mendengar itu, suasana menjadi hening dalam waktu yang lama. Fang Lin menyadari kalau keheningan tersebut dikarenakan ia akan berkultivasi panjang untuk mencapai ranah Absolute.
"Mungkin aku akan secara bertahap menemui kalian setiap setahun sekali."
Ketika tidak ada yang berbicara, Fang Lin telah memutuskan sesuatu.
Tentu saja keterkejutan langsung terlihat di wajah mereka, dan Yue segera menanyakan maksud dari ucapannya itu.
Fang Lin sendiri mengatakan kalau dia akan berkultivasi di Dunia Abyss selama setahun, lalu kembali ke Dunia Jiwa dan menetap selama satu bulan di sana. Hal itu akan ia lakukan secara berulang kali sampai dirinya mencapai ranah Absolute, meskipun akan memperlambat kecepatan kultivasinya tetapi setidaknya mereka bisa bersama selama satu bulan setiap tahunnya.
Wajah mereka semua seketika berubah menjadi senang setelah mengerti maksud dari ucapan Fang Lin, bahkan Yue sendiri tidak terkecuali.
Melihat perubahan raut wajah mereka sekaligus suasana di sana membuat Fang Lin tersenyum, ia sedikit tak menyangka keputusannya tersebut dapat membuat perubahan sampai seperti ini.
__ADS_1
Bersambung.....
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.