System Sang Immortal

System Sang Immortal
Sihir Stealth


__ADS_3

Keberadaan, aura dan yang berhubungan dengan Fang Lin tiba-tiba saja menghilang seperti ditelan bumi, tentu hal tersebut membuat Diablo yang melihatnya menjadi terkejut.


"B-bagaimana mungkin?!" Diablo tidak dapat menahan rasa terkejutnya.


"Hahahaha.... Bagaimana? Apakah kau masih meragukan tuanmu ini?" Suara Fang Lin terdengar jelas di telinga Diablo, namun iblis itu tidak dapat menemukan keberadaan tuannya sama sekali.


Diablo menenangkan dirinya, ia menghela nafas panjang dan tersenyum tipis, "Maafkan saya tuan, karena telah lancang meragukan anda..." Diablo meminta maaf dengan tulus sembari menundukkan badannya.


"Kau tidak perlu sampai meminta maaf, aku sama sekali tidak tersinggung dengan perkataanmu sebelumnya." Fang Lin tiba-tiba saja muncul dihadapan Diablo.


Diablo tersenyum ketika mendengar ucapan tuannya dan bertanya, "Apa yang akan kita lakukan sekarang tuan?"


Fang Lin mengelus dagunya ketika mendapati pertanyaan dari Diablo, ia saat ini sedang berpikir mengenai apa yang akan dilakukannya nanti setelah menyelinap masuk ke dalam istana.


Beberapa saat kemudian, Fang Lin menganggukkan kepalanya seolah baru saja menemukan jawaban yang sedang ia cari.


"Kita akan awasi situasi istana terlebih dahulu dari dalam. Jangan bunuh seseorang sebelum mendapatkan perintah dariku..." Ucap Fang Lin dan diangguki paham oleh Diablo.


Melihat anggukan iblis itu, Fang Lin langsung menggunakan sihir Stealthnya dan membuat apapun yang berhubungan dengannya menghilang tanpa jejak.


"Tuan... Bagaimana caranya kita berkomunikasi? Sedangkan saat memakai sihir Stealth kita tidak dapat mengetahui keberadaan masing-masing." Tanya Diablo dengan nada heran.


"Hmm? Memangnya kau tidak tau?" Fang Lin bertanya sambil membatalkan sihir Stealthnya.


Diablo yang mendengar pertanyaan tuannya langsung menggelengkan kepalanya, "Saya juga tidak tau tuan... Karena saya sangat jarang memakai sihir ini." Jawab Diablo cepat. Saking jarangnya, ia sampai tidak pernah melakukan satu eksperimen sekalipun pada sihir ini.


Mendengar jawaban Diablo membuat Fang Lin terdiam, ia kembali mengelus dagunya dan kali ini matanya ikut terpejam.


"Hmm... Sepertinya cara itu akan berhasil." Fang Lin membatin dan ia menjentikkan jarinya.


Klik.


Seketika tubuh Diablo dilapisi oleh Energi Dewa dan membuat iblis itu kebingungan, "Coba kau gunakan sihir Stealth..." Ucap Fang Lin memberi perintah.


Tanpa banyak bertanya Diablo langsung melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Fang Lin, ia mengaktifkan sihir Stealth dan membuat wujud serta hawa keberadaannya menghilang total.

__ADS_1


"Ternyata benar... Aku masih bisa mendeteksi keberadaan mu lewat Qi yang aku lapisi pada tubuhmu." Ucap Fang Lin tersenyum tipis, ia cukup senang karena eksperimennya berhasil dalam sekali percobaan.


Diablo yang mendengar tuannya langsung paham dan ia membatalkan sihir Stealth miliknya, "Kalau begitu, apakah saya harus melapisi tubuh anda dengan Mana?" Tanya Diablo penasaran.


"Ya... Karena itu adalah salah satu cara agar dirimu mengetahui keberadaanku meskipun aku menggunakan sihir Stealth." Jawab Fang Lin cepat.


Diablo menganggukkan kepalanya lalu melambaikan tangannya kesamping, seketika tubuh tuannya dilapisi oleh energi Mana miliknya.


Fang Lin yang mengetahui Diablo sudah menggunakan Mananya untuk melapisi tubuhnya langsung menggunakan sihir Stealth.


Dalam sekejap wujud, aura, energi dan suara Fang Lin menghilang tanpa jejak. Diablo sendiri sedikit mengangkat alisnya ketika dirinya dapat mendeteksi keberadaan tuannya lewat energi Mana yang ia lapisi pada tubuh tuannya.


"Apakah kau dapat mendeteksi keberadaan ku?" Fang Lin bertanya untuk memastikan.


"Ya, tuan... Saya dapat mengetahui keberadaan anda." Diablo menjawab cepat lalu mengaktifkan sihir Stealth miliknya.


Fang Lin tersenyum tipis dan berkata, "Bagus. Kalau begitu ayo pergi."


Fang Lin langsung terbang ke bawah tanpa menunggu jawaban dari iblis itu, sedangkan Diablo hanya mengangguk patuh dan mengikuti tuannya dari belakang.


Tak butuh waktu yang lama bagi mereka berdua untuk menyelinap masuk ke dalam istana. Kini mereka berdua telah berada di sebuah lorong panjang yang di bagian kiri dan kananya terdapat hiasan mewah.


"Ranah para penjaga itu rata-rata berada di Spiritual God emas, tidak ada satupun dari mereka yang berada di ranah To God ataupun Fana." Fang Lin membatin dan kemudian pandangannya berubah ke arah ujung lorong.


Fang Lin dapat melihat seorang anak kecil dengan sepasang sayap dan tanduk sedang mengarah ke arahnya.


Tepat di belakang anak kecil itu terdapat dua orang yang mengenakan jubah biru muda dan hitam, samar-samar kedua orang tersebut mengeluarkan aura yang begitu kuat.


"Huh?! Bukankah pria berjubah biru itu berasal dari ras manusia?" Batin Fang Lin keheranan dengan alis yang sedikit terangkat. Ia tidak pernah berpikir kalau ada ras manusia di alam ini, karena menurut ingatan Fenhai sebelumnya tidak ada ras manusia yang bisa bertahan hidup di alam ini.


"Aku mengenali salah satu dari mereka tuan..." Diablo tiba-tiba berbicara lewat telepati.


Fang Lin yang mendengar itu tentu terkejut, "Siapa yang kau kenali? Apakah dia adalah manusia yang mengenakan jubah biru?" Fang Lin bertanya dengan raut wajah serius.


"Ya tuan... Apakah anda ingin mengetahui tentangnya?" Diablo menjawab lalu bertanya kepada tuannya.

__ADS_1


"Ya, tolong jelaskan." Jawab Fang Lin dan diangguki cepat oleh Diablo.


Diablo dengan segera menjelaskan tentang orang itu kepada tuannya.


Arthur Wesley, itu adalah nama dari pria berjubah biru yang berasal dari ras manusia itu. Dia adalah salah satu Pahlawan terkuat di Dunia Evangellion dan dijuluki sebagai Dewa Pedang.


Suatu saat kekacauan terjadi di dunia Evangellion, seluruh pahlawan yang ada di dunia itu diperintahkan untuk melawan musuh yang begitu kuat.


Para pahlawan melawan musuh tersebut dengan penuh perjuangan hingga akhirnya mereka dapat memenangkannya.


Beberapa hari setelah kekacauan tersebut berakhir, dua dari lima pahlawan tiba-tiba saja menghilang dan salah satunya adalah Dewa Pedang.


Tidak ada yang mengetahui alasan menghilangnya kedua pahlawan tersebut, begitu juga dengan pahlawan lainnya.


Fang Lin yang mendengar itu semua dari Diablo hanya bisa terdiam dan berpikir, "Jika dilihat dari pandanganku, tidak mungkin Pahlawan yang dijuluki sebagai Dewa Pedang itu menghilang begitu saja... Kalau dia diculik oleh seseorang itu juga tidak mungkin, karena dia pasti tidak akan berdiam diri dan pasrah." Batin Fang Lin mengelus dagunya.


"Hey, Diablo... Apak-" Ucapan Fang Lin terhenti ketika anak kecil dan kedua pria berjubah tersebut melewatinya.


"Haiss... Merepotkan sekali." Tiba-tiba saja pria berjubah biru muda tersebut berkata dan membuat kedua orang lainnya terhenti.


"Apa maksudmu?" Pria berjubah hitam bertanya dengan alis yang terangkat.


"Maaf... Sepertinya pikiranku sedang kosong." Jawab pria berjubah biru dan meminta mereka berdua untuk kembali berjalan.


"Tuan, sepertinya dia mengetahui keberadaan kita..." Diablo tiba-tiba berkata dan membuat Fang Lin terkejut.


"Hmm? Lalu kenapa dia tidak menyerang kita berdua?" Tanya Fang Lin dengan nada heran.


"Tampaknya dia mengenali saya tuan... Dan kemungkinan dia ingin berbicara dengan saya." Jawab Diablo cepat.


Fang Lin menganggukkan kepalanya paham ketika mendengar jawaban Diablo, "Kalau begitu kita akan menunggunya disini..." Ucap Fang Lin dan disetujui oleh iblis itu.


Bersambung...


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.

__ADS_1


Note: Maaf gak update dua hari... Author lagi persiapan buat novel lain, dan bakal Author upload pas novel tersebut udah ada 20 Chapter ke atas.


Temanya bukan system tapi masih kultivator dan tentang reinkarnasi.


__ADS_2