System Sang Immortal

System Sang Immortal
Evolusi Harimau Putih II


__ADS_3

Awan hitam di langit terus mengeluarkan petir yang menggelegar, Saat ini Harimau Putih sedang menatap langit di atasnya dengan tatapan tajam.


Walaupun saat ini dirinya tidak dapat bergerak sedikitpun, Ia sudah siap jika petir di atas menyambar dirinya.


"Datang" Gumam Harimau Putih pelan.


~DUARRRR~


Tak lama bergumam seperti itu, Sebuah petir raksasa berwarna putih langsung menyambar ke arah Harimau Putih. Petir tersebut menghasilkan suara yang sangat kencang dan membuat daratan bergetar begitu hebat ketika petir itu menghantam tanah.


***


Di sisi lain, Para penghuni Hutan Terlarang terkejut ketika mendengar suara petir yang sangat kencang itu, Mereka juga merasakan getaran yang cukup kuat di tanah yang mereka pijaki saat ini.


Seluruh penghuni Hutan terlarang mencoba mencari tau darimana sumber suara tersebut, Mereka kembali terkejut ketika melihat diwilayah inti mereka terdapat bola raksasa berwarna hitam pekat yang memiliki diameter sebesar 200 meter.


Sedangkan Naga Hitam yang berada di atas bola hitam pekat tersebut hanya diam. Sebelumnya dia sudah dijelaskan oleh tuannya tentang bola hitam yang dibawahnya ini lewat telepati.


Naga Hitam hanya diberi perintah untuk memberitahu kejadian ini kepada para penghuni hutan terlarang, Tuannya sudah menebak kalau bola hitam pekat ini akan menjadi pusat perhatian para penghuni Hutan Terlarang.


Tentu saja tebakan tuannya benar, Ia kini dapat melihat satu persatu penghuni hutan terlarang mulai bermunculan dan mendekati bola raksasa berwarna hitam pekat di wilayah inti hutan terlarang.


Naga Hitam hanya tersenyum tipis melihat itu, Ia lalu menyebarkan kesadarannya ke segala arah dalam radius 10 kilometer, Dia sengaja melakukan itu untuk mencari orang-orang yang dia kenal.


.....


Tak lama setelah menyebarkan kesadarannya, Naga Hitam menemukan Yun Feng yang sedang berkultivasi di sebuah gua kecil di Wilayah Inti.

__ADS_1


Naga Hitam hanya menggelengkan kepalanya pelan, "Setelah menjadi hewan kontrak tuan, Dia terus menerus berkultivasi dan berlatih tanding dengan para penghuni hutan, Agar dimasa depan nanti dia tidak ingin mengecewakan tuan" Gumam Naga Hitam pelan, Lalu mengalihkan kesadarannya ke arah yang lain.


Naga Hitam kembali menemukan orang-orang yang dia kenal dengan dekat, Seperti Ayah tuan, Pi Yu, Yang Jian dan Guo Ren serta kedua calon istri tuannya yaitu Mue Lian dan Shui Ru.


Melihat kedatangan mereka membuat Naga Hitam bersiap-siap dan melesat turun dari langit, Ia kemudian mengeluarkan sedikit auranya agar mereka semua menyadari keberadaannya.


~Whooshh~


Aura hitam keluar dari tubuh Naga Hitam dan membuat seluruh orang yang berada di wilayah inti menyadari keberadaan Naga Hitam yang sedang berputar-putar di atas bola hitam pekat raksasa itu.


Di sisi lain, Fang Qin yang melihat Naga Hitam langsung mengerutkan alisnya, "Bukankah itu bawahan Fang'er?" Gumam Fang Qin menebak. Ia saat ini tidak dapat melihat jelas Naga Hitam yang berada di atas langit karena cahaya matahari yang membuatnya susah melihat.


Pi Yu yang mendengar gumaman Fang Qin langsung menolehnya, "Itu benar ayah tuan, Naga Hitam itu bawahan langsung dari tuan Fang Lin" Jawab Pi Yu dan membuat Fang Qin menganggukkan kepalanya pelan.


Sedangkan Mue Lian dan Shui Ru memilih untuk bersembunyi di atas dahan pohon, Mereka melakukan itu karena panas matahari pagi yang mulai menyengat masing-masing kulit mereka.


Mendengar itu Shui Ru hanya mengangkat pundaknya tidak tau, "Entahlah... Aku hanya heran dengan Fang Gege, Dia sudah ditemani tidur oleh dua wanita cantik akan tetapi dia tidak melakukan apa-apa pada kita" Ucap Shui Ru sambil mengeluskan kedua dagunya.


Wajah Mue Lian memerah ketika mendengar itu, Ia lalu menatap Shui Ru yang berada disampingnya, "K-kau b-benar juga, P-padahal aku sudah bersiap-siap melakukan itu" Jawab Mue Lian terbata-bata. Dia menjawab seperti itu agar terlihat berani didepan Shui Ru, Ia tidak ingin kalau Shui Ru melakukan hal itu terlebih dahulu dengan Fang Lin.


Shui Ru yang mendengar jawaban terbata-bata dari Mue Lian hanya tersenyum tipis, "Oh ya... Wah kau sangat berani Saudari Lian, Padahal aku hanya bercanda saja tadi" Ucap Shui Ru sambil melirik Mue Lian.


Wajah Mue Lian kian memerah mendengar itu, Ia segera mengalihkan pandangannya agar wajahnya yang memerah tidak terlihat oleh Shui Ru.


***


Di dalam Array yang Fang Lin buat, Saat ini Harimau Putih langsung memuntahkan darahnya kembali saat terkena serangan petir tersebut.

__ADS_1


Namun dalam beberapa saat, Cahaya yang bersinar di tubuh Harimau Putih langsung menyembuhkan luka yang dialaminya.


Di sisi lain, Fang Lin sedikit mengerutkan alisnya ketika melihat itu, "Yue, Apakah kau tau cahaya yang bersinar di tubuh Harimau Putih? Sepertinya cahaya itu menyembuhkan luka yang dialami Harimau Putih" Tanya Fang Lin keheranan.


[Cahaya itu adalah Sinar Dewa, Sebuah sinar yang dapat menyembuhkan luka apapun dan itu hanya muncul ketika seorang makhluk ingin naik ke tingkat Dewa]


Fang Lin langsung menganggukkan kepalanya pelan lalu mendongak ke arah atas, Ia merasakan kalau petir kedua akan jauh lebih kuat dari sebelumnya.


Dan benar saja, Sebuah petir putih yang ukurannya dua kali lipat dari sebelumnya turun melesat ke arah Harimau Putih.


Tentu saja, Fang Lin terkejut akan hal itu karena dirinya baru pertama kali melihat petir sebesar itu, "Gila" Gumam Fang Lin dengan nada tidak percaya.


~DUARRRRRR~


Sekali lagi petir tersebut menghantam Harimau Putih beserta tanah dibawahnya. Petir tersebut kembali menghasilkan suara dan getaran yang kuat, Akan tetapi suara dan getaran tersebut 2 kali lebih kuat dari sebelumnya.


Fang Lin bahkan sampai menutup telinganya ketika mendengar suara petir yang keras tersebut.


Saat ini kondisi tubuh Harimau Putih sedang tidak baik-baik saja, Ia kembali memuntahkan darah segar dari mulutnya dan kali ini dia memuntahkannya beberapa kali, "Ugh... Kekuatan petir itu setara dengan ranah To God, Aku tidak tau pasti yang mana tetapi serangannya sakit sekali" Ucap Harimau Putih dengan suara serak.


Ia mencoba menahan rasa sakitnya, Karena dirinya tau kalau cahaya putih yang menyinarinya tubuhnya akan menyembuhkan dirinya.


Memang benar apa yang dipikirkannya, Cahaya itu perlahan menyembuhkan luka yang dialami oleh Harimau Putih.


Dan tak butuh waktu lama, Harimau Putih kembali pulih, Akan tetapi cahaya putih yang menyinari tubuhnya mulai memudar dan membuat Harimau Putih keheranan, "Apakah sudah berakhir? Tetapi petir di langit masih belum mereda" Gumam Harimau Putih heran sambil melihat ke atas langit. Dia melihat kalau petir diatas masih bergemuruh dan saling menyambar seolah sedang berbicara satu sama lain.


Bersambung...

__ADS_1


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.


__ADS_2