System Sang Immortal

System Sang Immortal
Turnamen Semesta IV


__ADS_3

[Ding! Misi keempat telah muncul!]


[Misi: Masuki Menara Hitam.


Batas waktu: 3 Hari.


Kegagalan: Diskualifikasi dari Turnamen Semesta.]


Belum sempat untuk memulihkan energinya, layar notifikasi muncul tepat di depan wajah Fang Lin dan membuatnya menghela nafas panjang.


"Tsk, turnamen sialan." Fang Lin berdecak kesal, lalu terdiam sejenak setelah melihat misinya tersebut, "Memasuki menara hitam saja?"


Fang Lin sedikit mencurigainya, dan pergi ke tempat Menara Hitam itu muncul.


"Kesadaran Spiritualku selalu terpental ketika ingin masuk ke dalam menara itu." Fang Lin bergumam kecil, lalu melihat batas waktu misinya yang hanya diberikan tiga hari saja, "Meskipun mencurigakan, tapi mau tak mau aku harus tetap masuk ke dalam sana jika tidak ingin didiskualifikasi."


Fang Lin sejenak kembali terdiam, lalu melakukan posisi lotus di udara dan mulai menyerap berbagai jenis energi di sekitarnya dengan sangat cepat. Untuk sekarang sampai tiga hari ke depan, ia akan mengumpulkan sebanyak mungkin energi yang sudah hilang setelah mengeksekusi jurus tingkat Semesta tahap tiga.


......................


Kurang dari tiga hari berlalu.


Fang Lin perlahan membuka matanya dan memeriksa kalau batas waktu dari misi keempat tersisa beberapa jam lagi.


"Sepertinya mereka masih disibukkan dengan para golem itu." Fang Lin bergumam usai menyebarkan Kesadaran Spiritualnya, lalu menatap Menara Hitam yang berada di daratan, "Mungkin aku harus mengabari mereka terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam sana."


Fang Lin kemudian menghubungi kelima bawahan intinya yang masih menghadapi para golem, lalu mengatakan kalau dirinya akan masuk ke dalam Menara Hitam sementara mereka boleh beristirahat di dalam pemukiman setelah semua itu berakhir.


Selesai mengabari mereka dan memutuskan telepatinya, Fang Lin terbang turun lalu mendarat tepat di depan pintu Menara Hitam itu.


Pintu tersebut sangat besar, yang ukurannya mungkin beberapa kali lipat lebih besar dari pintu Istana pada umumnya.


Fang Lin membuka pintu itu dan hanya menemukan kegelapan tak berujung, meskipun telah menggunakan Mata Dewa tetapi dirinya tidak bisa melihat apa-apa selain kegelapan semata.


Fang Lin secara perlahan menghela nafas sebelum melangkahkan kakinya masuk, setelah memasukinya pintu Menara langsung tertutup rapat dan sesaat setelah itu muncul cahaya redup dari atas.

__ADS_1


"Hm...?" Fang Lin tiba-tiba saja bisa merasakan hawa kehadiran Absolute ketika cahaya redup itu muncul, ia melihat ke sekitarnya dan mendapati 9 Manusia yang berada di ranah Absolute.


Sebagian besar dari mereka memasang ekspresi sedikit terkejut sekaligus kebingungan, dan Fang Lin setidaknya bisa menebak kalau mereka adalah orang-orang yang sama sepertinya.


"Kalian peserta Turnamen juga, bukan?"


Seorang pemuda berusia dua puluh tahun yang mengenakan jubah hitam serta dua pedang ganda tersarung di belakang punggungnya bertanya dengan raut wajah serius.


"Sepertinya semua orang di sini memang peserta turnamen semesta." seorang pemuda lainnya membalas, dia mempunyai berbagai jenis senjata yang melayang di sekitarnya.


"Tapi, untuk apa kita dikumpulkan di satu tempat? Tidak mungkin saling membunuh satu sama lain, bukan?" seorang perempuan yang mempunyai sebuah 'Halo' di atas kepalanya bertanya-tanya, dia mempunyai wajah yang sangat cantik dengan gaun berwarna putih yang terlihat indah serta menawan.


Pada saat perempuan itu berkata demikian, beberapa dari mereka memperlihatkan sikap sedikit waspada dan bahkan ada satu orang yang terang-terangan mengeluarkan senjatanya.


Sementara itu, Fang Lin mengamati situasinya dalam diam. Ia memeriksa jumlah energi yang mereka miliki, dan memperhitungkan secara kasar kekuatan tempur mereka.


Tentu saja hal itu tidak hanya Fang Lin saja yang melakukannya, sebagian besar dari mereka yang ada di sini juga melakukan hal serupa sehingga membuat suasana menjadi hening dan cukup canggung.


Setelah keheningan selama beberapa waktu, muncul sebuah makhluk kecil berbulu domba yang terlihat cukup imut. Kemunculannya secara tiba-tiba itu membuat semua orang yang ada di sana waspada, termasuk Fang Lin sendiri.


"Selamat datang para Peserta Turnamen Semesta! Dan maafkan aku karena terlambat beberapa menit, ada hal mendesak yang harus kuurus terlebih dahulu." makhluk itu menundukkan badannya dan meminta maaf secara tulus, "Sebelum kita lanjut pada intinya, aku akan memperkenalkan diriku terlebih dahulu."


"Aku adalah Avatar dari salah satu The Seven of Archangel, Gabriel." ucap makhluk kecil itu memperkenalkan diri, lalu menjentikkan jarinya.


Klik!


Pada saat yang bersamaan, sebuah layar muncul tepat di depan wajah Fang Lin dan memperlihatkan tulisan 'Pertempuran Kelompok'.


"Apa-apaan ini? Pertempuran kelompok?" seorang pemuda dengan kapak yang mencolok di tangan kanannya bersuara.


"Yap, itu benar. Sekarang pertandingan yang sebenarnya akan dimulai..." avatar Gabriel tersenyum tipis.


"Pertandingan yang sebenarnya, ya? Jadi ketiga misi yang kami selesaikan sebelumnya hanya semacam ujian, begitu?"


"Itu benar, sederhananya tiga misi sebelumnya adalah ujian kelayakan bagi kalian untuk mengikuti Turnamen ini." avatar Gabriel memperjelas dengan tenang.

__ADS_1


"Kalau begitu, apakah kami bersepuluh ditempatkan di tempat ini karena berhasil menyelesaikan ketiga misi dalam waktu yang hampir bersamaan?"


"Sayangnya tidak, pencapaian waktu kalian dalam menyelesaikan ketiga misi berbeda-beda." avatar Gabriel menggeleng pelan.


"Apa itu artinya pihak kalian menghentikan waktu tanpa disadari oleh kami?"


"Benar sekali, sekarang sudah tepat 7 tahun lewat 3 hari setelah Turnamen Semesta dimulai." avatar Gabriel mengangguk kecil.


Fang Lin yang sedari tadi mengamati dalam diam sedikit melebarkan matanya, itu artinya ia sudah meninggalkan Dunia Abyss selama bertahun-tahun semenjak dirinya memasuki Menara Hitam ini.


"Dasar brengsek, aku sama sekali tidak bisa menyadarinya." Fang Lin diam-dian mengepalkan kedua tangannya dengan erat, "Mungkin aku harus mempelajari teknik yang bisa membuat diriku kebal terhadap Hukum Waktu."


Kalau Fang Lin membiarkan dirinya terus-menerus dijebak dalam teknik penghentian waktu, mungkin suatu saat nanti itu bisa menjadi kelemahannya yang sangat fatal.


Selain Fang Lin, ada beberapa peserta yang terkejut setelah mendengar ucapan avatar Gabriel, tampaknya mereka adalah peserta yang berhasil menyelesaikan ketiga misi dengan cepat.


Sementara itu, avatar Gabriel mulai menjelaskan pertempuran kelompok yang akan mereka lakukan nantinya.


......................


Setelah mendengar penjelasan dari avatar Gabriel, mereka langsung paham karena 'Pertempuran Kelompok' sangat sederhana seperti permainan pada umumnya.


"Jadi, siapa rajanya?"


Ketika ada seseorang yang menanyakan itu, perempuan cantik yang di atas kepalanya terdapat sebuah 'Halo' mengeluarkan cahaya emas yang cukup terang dari tubuhnua


"Peserta Lin Ji Hye adalah Rajanya."


Raja adalah peran yang paling penting dalam Pertempuran Kelompok, karena dia adalah orang yang mampu menampung Orb sebanyak apapun itu.


Orb sendiri adalah sebuah objek yang sudah tertanam dalam setiap jiwa peserta, dan setiap peserta memiliki sepuluh Orb di awal permainan.


Masing-masing peserta hanya mampu menampung sepuluh Orb dalam jiwa mereka, jadi kalau ingin merebut Orb dari jiwa peserta yang ada di kelompok lain mereka harus memberikannya pada Raja dan menyisakan satu Orb dalam jiwa mereka agar tidak didiskualifikasi.


Bersambung......

__ADS_1


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.


__ADS_2