
"Gege, kenapa kamu menyuruhku untuk tetap disini?" Tanya Shui Ru penasaran.
Sebelumnya, Shui Ru mendapatkan telepati dari kekasihnya itu untuk menunggu, ia tidak bertanya lebih jauh sebelum para bawahan inti pergi.
"Ada sesuatu yang ingin kuberikan..." Fang Lin menatap ke arah perempuan berpakaian hitam itu, lalu menciptakan armor dari Elemen Es Suci.
Shui Ru sedikit terkejut ketika badannya tiba-tiba tertutup armor es.
"Armor ini setidaknya dapat melindungimu dari serangan fisik..." Ucap Fang Lin memberitahu.
"Oh, armor ini sangat ringan, aku sama sekali tidak merasakan beban di badanku." Shui Ru tersenyum senang, "Terima kasih, Gege. Sekarang, bolehkah aku pergi?"
Fang Lin mengangguk pelan, "Ya..."
Shui Ru langsung menghilang dari sana setelah mendapatkan izin dari kekasihnya itu.
Fang Lin sendiri langsung melirik ke arah Yue, "Tolong jaga dia..."
Yue mengangguk paham, dan dalam sekejap menghilang dari sana.
Fang Lin menghela nafas panjang, kepalanya kemudian mendongak ke atas dan mendapati Xu Yuan dari kejauhan yang sedang menatapnya dengan sorot mata yang tajam.
"Sepertinya dia ingin mengincar Shui Ru. Hahaha... Lakukan yang terbaik..." Fang Lin diam-diam tertawa dalam hati.
Fang Lin mengangkat pedang Raja Surgawi yang perlahan bersinar terang, "Jurus Pedang Pembantai: Dunia..."
Slash!
Fang Lin mengayunkan pedangnya itu secara horizontal, lekungan aura putih keluar dan bergerak di udara dengan sangat cepat.
Dalam sekejap, ratusan iblis yang ada di sana mati ketika terkena serangan lekungan aura putih itu.
"Serangan yang terlihat sederhana, namun mematikan..." Fang Lin tersenyum tipis, ia kemudian melesat ke arah Xu Yuan yang mematung dibalik segel kuno.
Whoosh!
Satu detik kemudian, Fang Lin muncul tidak jauh dari tempat Xu Yuan berada, "Oh... Lihat ini, apa yang terjadi kepadamu?"
__ADS_1
Fang Lin dapat mengetahui pasti kalau Xu Yuan saat ini tidak bisa bergerak secara leluasa, dalam sekali lihat ia dapat menebak kalau itu adalah efek samping dari pemanggilan para Iblis.
Xu Yuan merapatkan giginya ketika mendengar ucapan Fang Lin. Untuk saat ini, dirinya tidak ingin melakukan provokasi mengingat situasi sekarang yang tidak menguntungkannya.
"Kenapa diam saja? Hehehe..." Fang Lin terkekeh pelan, tidak membuang waktu lagi ia langsung menciptakan Penjara Es Suci.
Xu Yuan berdecak kesal, dirinya sudah tau kalau ini akan terjadi, "Sebentar lagi... Aku bisa bergerak leluasa."
Klik.
Fang Lin menjentikkan jarinya, dan dalam sekejap kedua kaki dan tangan Xu Yuan terikat dengan rantai es.
"Sekarang aku bisa tenang..." Gumam Fang Lin dan diam-diam menghela nafas panjang, "Xu Yuan, beritahu aku dengan jujur. Dimana mereka?"
"Maksudmu anak buah bayanganmu itu?"
"Memangnya siapa lagi?"
"Hahahaha... Kau ini tuli, ya? Bukankah sudah kubilang, kalau aku telah melenyapkan mereka dari Alam Semesta ini."
Fang Lin terdiam sejenak sebelum menusuk perut Xu Yuan dengan pedang Raja Surgawi, "Saat ini kau berada di situasi yang tidak menguntungkan. Kenapa kau masih saja angkuh? Haruskah aku menyiksamu dulu?"
"Di dalam Domainku, hukum Keabadian sudah kutiadakan. Jadi, kau tidak akan pulih saat aku mencabut pedang ini..." Ucap Fang Lin memberitahu.
Sudut bibir Xu Yuan sedikit melengkung, "Anak buahmu akan mati..."
Fang Lin tidak bereaksi karena menganggap perkataan itu sebagai bualan belaka, ketika ingin mengatakan sesuatu dirinya mendapatkan telepati dari Yue.
"Tuan! Ada yang datang! Dan mereka adalah, para bayangan inti anda!"
"Hm... Kalau begitu, kenapa aku sama sekali tidak merasakan hawa kehadiran mereka?"
"Sepertinya... Mereka berada dalam kendali orang lain."
"Huh?!" Fang Lin langsung menatap Xu Yuan dengan sorot mata yang tajam, "Apa yang kau lakukan kepada mereka?"
"Hahahaha... Jadi, kau sudah mengetahuinya?" Xu Yuan tertawa pelan, "Aku akan memberitahumu dengan rinci..."
__ADS_1
Xu Yuan tanpa ragu sekalipun mulai menjelaskan kalau para bayangan inti milik Fang Lin sudah dirinya ambil alih melalui jurus terlarang. Tentu saja itu memerlukan pengorbanan yang besar, tetapi setidaknya kekuatan tempur yang ia dapatkan jauh lebih menguntungkan dari pengorbanan itu.
Fang Lin tidak mengatakan apa-apa, ia menarik pedang Raja Surgawi dari perut Xu Yuan lalu memenggal kepala orang itu dengan sangat cepat.
"Aku tidak peduli, kau mengambil bawahanku? Silahkan saja... Yang penting, keberadaanmu sudah lenyap dari Alam Semesta ini..." Ucap Fang Lin dengan suara tenang. Sebenarnya ia ingin menyiksa Xu Yuan terlebih dahulu, tetapi dirinya tidak ingin memberikan kesempatan pada orang itu untuk hidup lebih lama lagi.
Kepala Xu Yuan menggelinding di lantai es, senyum lebar terukir di wajahnya, "Hahahahaha... Kau pikir aku sudah mati sepenuhnya? Sayang sekali... Kau gagal."
Fang Lin mengerutkan alisnya ketika kepala Xu Yuan masih bisa berbicara, ia langsung mengambil kepala tersebut dan mulai menganalisa.
Beberapa saat kemudian, api hitam muncul di kedua telapak tangan Fang Lin dan membakar kepala Xu Yuan hingga tidak tersisa, "Kepingan jiwa..."
Sedari awal, Fang Lin hanya bertarung dengan kepingan jiwa Xu Yuan, "Sialan. Dia pintar... Pantas saja aku merasa kalau pertarungan ini mudah, ternyata aku hanya bertarung dengan kepingan jiwanya saja..." Aura membunuh merembes keluar dari tubuh Fang Lin, ia cukup kesal karena telah merasa dipermainkan oleh orang itu.
Meskipun begitu, Fang Lin berhasil melenyapkan kepingan jiwa tersebut. Kepingan jiwa biasanya menyimpan kekuatan sejati, bisa dibilang kekuatan dari jiwa utama akan terbagi untuk kepingan jiwa.
Setelah Fang Lin melenyapkan kepingan jiwa Xu Yuan, itu artinya ia juga sudah melenyapkan kekuatan sejati dari jiwa utama orang itu.
"Tapi, aku harus lebih berhati-hati. Aku tidak tau seberapa besar Kekuatan Sejati yang ada di kepingan Jiwa Xu Yuan... Sepuluh persen? Dua puluh persen? Aku tidak mengetahuinya secara pasti..." Fang Lin mengepalkan tangan kirinya. Kekuatan dari Kepingan Jiwanya saja bisa dibilang cukup kuat, bagaimana dengan Kekuatan Sejati di jiwa utamanya?
"Ah, sial... Aku tidak bisa membayangkannya. Xu Yuan, dia sudah mempersiapkan semuanya dengan matang. Berapa lama dia menyusun semua ini?" Batin Fang Lin bertanya-tanya.
Fang Lin menghilangkan domain Penjara Es Suci miliknya, lalu mengedarkan pandangannya. Tatapannya berhenti ketika melihat Xiao Chen yang saat ini sedang bertarung dengan Diablo.
"Ternyata benar... Dia sudah diambil alih, aku tidak bisa merasakan ikatan Necromancer padanya." Fang Lin bergumam, ia memegang erat pedang Raja Surgawi di tangan kanannya lalu melesat ke tempat Xiao Chen berada.
Whoosh!
Dalam sekejap, Fang Lin muncul di area pertarungan Xiao Chen dan Diablo. Tanpa banyak bicara, pria beramor es itu langsung menghentikan pertarungan mereka berdua.
"Diablo, maaf mengganggu pertarunganmu. Mulai dari sini, biarkan aku yang mengambil alih..." Fang Lin berkata lewat telepati.
"Baik, tuan..." Diablo langsung pergi dari sana usai menjawabnya.
Fang Lin sendiri menoleh ke arah Xiao Chen dan sudut bibirnya sedikit melengkung, "Tidak seperti yang lainnya, kau masih bisa mempertahankan kesadaranmu. Apa yang terjadi?"
Xiao Chen terdiam cukup lama dan tersenyum, "Ternyata anda menyadarinya, ya."
__ADS_1
Bersambung.....
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.