System Sang Immortal

System Sang Immortal
Rapat Dadakan II


__ADS_3

"Kalian semua Diam" Ucap Fang Lin yang tiba-tiba muncul disebelah Naga Hitam, Fang Lin saat ini hanya sendiri karena akan report membawa bawahannya yang tidak bisa terbang.


Seluruh monster yang ada disana langsung diam seketika, Mata mereka semua melebar ketika melihat manusia.


"Manusia? Itu manusia?!" Ucap salah satu monster dan membuat yang lainnya tersadar dari keterkejutan mereka.


"Kau! Apa yang kau mau?!" Ucap Go Men dengan lantang, Dirinya kali ini sangat membenci manusia setelah salah satu dari mereka membunuh keluarganya.


"Penguasa apa maksudnya ini?!" Teriak seekor banteng bertanduk api.


"Penguasa! Jangan main-main, Apa yang kau lakukan sekarang!" Teriak seekor rubah putih.


Para monster yang lainnya juga berteriak pada Naga Hitam untuk meminta penjelasan, Akan tetapi Naga Hitam tidak berbicara sama sekali.


"Oh kau kera api, Beberapa hari yang lalu aku membunuh kawanan mu loh" Ucap Fang Lin tersenyum saat melihat kelompok kera api.


Naga Hitam yang melihat Fang Lin sedang memprovokasi kawanan kera menjadi terkejut.


Di sisi lain, Go Men yang mendengar itu menjadi murka. "Kau??! Jadi kau yang membunuh anakku?!, Tidak akan kuberi ampun!" Ucap Go Men melesat ke atas, Go Min dan Go Chun yang melihat itu juga ikut melesat ke arah Fang Lin.


"Aku lagi malas membunuh, Lebih baik kalian berlutut" Ucap Fang Lin lalu mengeluarkan aura yang setara dengan Asal Mula.


~BRUGGHH~


Ketiga kera api yang melesat ke arah Fang Lin langsung terjatuh ketanah dan berlutut, Tidak hanya ketiga kera api saja yang berlutut, Akan tetapi seluruh monster yang ada disana juga ikut berlutut ketika merasakan tekanan dipunggung mereka.


"Dengarkan aku, Naga Hitam akan menjadi hewan kontrakku dan dia tidak ingin meninggalkan hutan ini, Jadi aku berencana memasukkan hutan ini beserta penduduk ke dunia kecilku" Ucap Fang Lin menjelaskan.


Semua monster disana yang mendengar itu langsung terkejut, Penguasa hutan menjadi hewan kontrak?! Mustahil! Bahkan mereka saja tidak bisa mengalahkan penguasa hutan bagaimana bisa manusia itu bisa mengalahkan penguasa hutan, Pikir mereka semua.


"Jika kalian masih ingin tinggal dihutan ini, Maka ikuti aku, Dan untuk yang tidak ingin mengikutiku maka pergilah dari hutan ini" Ucap Fang Lin dengan lantang lalu menarik auranya.

__ADS_1


Para monster yang sudah tidak merasakan tekanan kuat dipunggung mereka langsung berdiri dan menatap tajam ke Fang Lin, Hingga beberapa saat kemudian hampir semua dari para monster langsung pergi.


"Oh iya, Jika kalian menyerang desa ataupun manusia setelah keluar dari sini, Jangan harap kalian bisa bereinkarnasi lagi" Ucap Fang Lin dingin dan penuh tekanan.


Para monster yang mendengar itu seketika bergidik ngeri, Memang beberapa dari mereka setelah keluar dari hutan ini berniat memburu dan membunuh manusia untuk melampiaskan kemarahan mereka, Tetapi setelah mendengar perkataan dari Fang Lin, Mereka langsung mengurungkan niat mereka untuk membunuh manusia.


Para monster tau jika manusia yang ada disamping Naga Hitam itu, Dapat menemukan mereka dengan mudah dan menghancurkan jiwa mereka agar tidak dapat bereinkarnasi.


Setelah 80% monster memilih keluar dari hutan terlarang, Kini hanya tersisa 20% monster disana dan 3 raja monster terkuat beserta kelompoknya.


Fang Lin melirik semua monster dan melihat monster kera api disana. "Kau, Apa yang kemarin aku bunuh itu anakmu?" Tanya Fang Lin menunjuk kera api.


Setelah mengatakan itu, Suasana menjadi hening, Di sisi lain Go Min yang melihat kakaknya tidak berniat untuk menjawab langsung menggantikan kakaknya.


"Benar, Kau lah yang membunuhmu keponakan ku" Ucap Go Min menahan amarahnya.


Fang Lin yang melihat itu hanya menghela nafasnya yang panjang. "Mungkin ini tidak pantas, Tapi maafkan aku karena membunuh anakmu, Andaikan jika aku menjadi dirimu, Aku akan akan sama seperti dirimu" Ucap Fang Lin dengan menyesal lalu meminta maaf.


"Sebagai ganti permintaan maafku, Aku akan memanggil roh anakmu agar dapat mengucapkan perpisahan terakhir" Ucap Fang Lin, Memang perkataannya mungkin tidak adil dengan apa yang dia lakukan, Akan tetapi hanya ini yang bisa dia lakukan, Fang Lin memang sedikit egois karena sebenarnya dia mempunyai air suci kehidupan untuk menghidupi anak kera api akan tetapi itu hanya ada 1 tetes, Dia tidak bisa memberi air suci kehidupan itu ke sembarang orang.


Go Men yang mendengar perkataan Fang Lin langsung mendongak ke atas dan menatap Fang Lin dengan penuh harapan.


Fang Lin yang melihat reaksi Go Men langsung turun ke bawah. "Pinjamkan aku ingatanmu, Agar aku dapat mengetahui orang yang ingin kau panggil" Ucap Fang Lin yang kini berada di hadapan Go Men.


"Apa kau serius dengan apa yang kau katakan?" Tanya Go Men dengan suara serak.


"Benar" Jawab Fang Lin.


"Baiklah, Apakah kau bisa memanggil istri dan kedua anakku?" Tanya Go Men dengan penuh harap.


Fang Lin menganggukan kepalanya lalu bertanya "Memangnya aku membunuh istrimu?" Fang Lin memang tidak mengetahui siapa yang dia bunuh

__ADS_1


"Tidak, Istri dan 1 anakku sudah terbunuh ratusan tahun yang lalu, Aku ingin menemuinya dan meminta maaf karena telah melanggar janjiku untuk menjaga anakku satunya lagi" Ucap Go Men sambil menahan kesedihannya.


Fang Lin langsung merasa bersalah mendengar itu, Tapi mau gimana lagi nasi sudah menjadi bubur. "Baiklah akan kukabulkan permintaan mu" Ucap Fang Lin lalu memegang kepala kera api dengan tangan kanannya.


Fang Lin langsung melihat ingatan-ingatan tentang kera api, Melihat ingatan Go Men Fang Lin mengetahui nama istri dan anak-anaknya, Dia juga bisa menebak sifat


Go Men yaitu tidak gegabah dan mempunyai kemampuan untuk memimpin rasnya dengan baik.


Hingga beberapa saat, Dia melepaskan tangannya, Dan mulai mencari teknik pemanggilan jiwa di shop system.


[Ding! Membeli 5 Teknik Roh (Tingkat Dewa), Harga: 100 Ribu Poin]


[Sisa Poin: 9 Miliyar Poin]


Fang Lin lalu menggunakan elemen tanahnya dan membuat sebuah rumah kecil disana, Para monster yang melihat rumah terbentuk dari tanah yang mengeras itu menjadi terkejut dan kemudian menatap Fang Lin dengan tatapan tak percaya.


Fang Lin sendiri yang ditatap seperti itu hanya menghiraukan hal tersebut. "Jangan ada yang masuk ke rumah ini" Ucap Fang Lin kemudian masuk tanpa menunggu jawaban dari mereka.


Didalam rumah tersebut, Fang Lin mulai memposisikan diri menjadi bermeditasi. "Beli Poin 1 Juta Poin Pemahaman Tingkat Dewa dan tingkatan 5 Teknik Roh hingga 100%" Ucap Fang Lin memerintah, Dia sengaja membuat rumah seperti ini agar para monster tak melihat apa yang Fang Lin lakukan.


[Ding! Membeli 1 Juta Poin Pemahaman Tingkat Dewa, Harga: 500 Juta Poin]


[Ding! Meningkat pemahaman 5 Teknik Roh menggunakan poin pemahaman tingkat dewa]


Beberapa saat tubuh Fang Lin diselimuti cahaya putih dan disertai dengan rune-rune kuno.


[Proses pemahaman sedang berlangsung dan membutuhkan waktu selama 1 jam]


Bersambung...


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.

__ADS_1


__ADS_2