System Sang Immortal

System Sang Immortal
Artefak Tingkat Semesta!


__ADS_3

Fang Lin yang mendengar penjelasan Yue hanya mengangguk kepala-nya paham, "Berarti senjata ini adalah senjata yang dapat menghancurkan sebuah Alam?" Tanya Fang Lin dengan nada penasaran.


[Yeoui memang bisa menghancurkan sebuah Alam dalam sekali serang tuan, Namun itu semua hanya bisa di lakukan oleh orang yang sudah ahli dalam memakai Yeoui, Seperti Dewa Monyet]


Fang Lin yang mendengar itu hanya membentuk sebuah huruf O di bibir-nya sembari mengangguk-kan kepala-nya pelan, "Kalau begitu mereka salah mengira kalau Yeoui adalah sebuah Artefak yang dapat menghancurkan sebuah Alam" Gumam Fang Lin pelan.


[Mereka tidak salah tuan. Artefak yang mereka maksud adalah barang terakhir yang ada di kotak kayu tersebut, Bukan-lah Yeoui]


Saat mendengar itu Fang Lin langsung mengangkat satu alis-nya, "Hmm? Jadi maksud-mu ada satu artefak lagi yang dapat menghancurkan sebuah Alam?" Tanya Fang Lin memperjelas perkataan Yue.


[Benar tuan]


Fang Lin yang mendengar jawaban Yue langsung menarik nafas dingin, "Masih ada lagi? Aku benar-benar mendapatkan keberuntungan yang bagus kali ini" Ucap Fang Lin dan ia diam-diam tertawa dalam hati.


Fang Lin langsung memasuk-kan Yeoui ke-dalam inventory-nya lalu dengan segera mengambil sebuah kotak hitam polos yang memiliki panjang sekitar 30 cm.


"Hmm? Tidak ada yang spesial dari kotak ini" Ucap Fang Lin dengan alis terangkat. Ia kemudian membuka kotak hitam tersebut untuk melihat isi dalam-nya.


Saat membuka kotak hitam tersebut energi semesta langsung merembes keluar dan memenuhi area sekitar Fang Lin.


Fang Lin sendiri cukup terkejut ketika melihat energi semesta yang begitu melimpah keluar dari kotak hitam tersebut, "Energi yang sungguh murni dan kuat..... Aku hampir tidak percaya kalau kotak setua ini dapat menahan energi semesta yang begitu melimpah" Ucap Fang Lin sambil menggelengkan kepala-nya pelan.


Fang Lin kemudian mengambil sebuah benda kecil semacam jarum, Namun beda-nya kedua ujung dari benda tersebut sangat tajam.

__ADS_1


Saat Fang Lin memegang jarum itu, Ia dapat merasakan panas di tangan-nya, "Yue... Benda apa ini? Kenapa begitu panas di tangan-ku?" Tanya Fang Lin sambil melayangkan jarum tersebut menggunakan Qi Dewa-nya.


[Itu adalah Jarum Penghancur Alam, Sebuah jarum yang dapat memusnahkan sebuah Alam hanya dengan melemparkan-nya ke daratan]


[Yang menciptakan jarum tersebut bukan-lah seorang manusia, Melainkan Alam Semesta itu sendiri. Bisa dibilang kalau jarum yang tuan pegang saat ini adalah Artefak tingkat Semesta]


~Deg~


Jantung Fang Lin seakan berhenti berdetak ketika mendengar perkataan Yue, Ia terdiam sesaat sambil menatap jarum emas yang melayang tepat di depan mata-nya.


"Artefak semesta?! Sebuah artefak yang bahkan lebih kuat dari Artefak Dewa?!" Tanya Fang Lin memastikan dengan nada suara yang sedikit tinggi.


[Benar Tuan]


Mendengar jawaban Yue, Fang Lin langsung menahan nafas-nya karna terkejut, Ia tidak tau harus berkata apa lagi saat ini.


Fang Lin sendiri yang tau siapa mereka berlima langsung menyimpan kembali jarum emas tersebut ke dalam kotak hitam sebelum-nya, Setelah itu ia memasuk-kan kotak hitam tersebut ke dalam inventory-nya.


Fang Lin kemudian duduk di kursi es-nya lalu membakar kotak kayu yang berada di atas meja es-nya.


Sesaat setelah membakar kotak kayu tersebut, Tiba-tiba saja lima orang pria paruh baya muncul di hadapan-nya.


Mereka berlima adalah Zhang Wei dan juga teman-temannya. Zhang Wei sendiri menyipitkan mata-nya ketika melihat Fang Lin sedang duduk di kursi es, "Aku kesini karena tidak sengaja melihat sebuah pilar putih yang besar, Apakah kau adalah pelaku-nya?" Tanya Zhang Wei dengan nada penuh selidik.

__ADS_1


Zhang Wei bertanya dengan nada menyelidik karna ia curiga kalau pilar besar sebelum-nya adalah artefak milik Alam 100 Pelangi.


Fang Lin sendiri yang mendapati pertanyaan itu langsung tersenyum tipis di balik topeng hitam-nya, Ia sudah mengerti kalau Zhang Wei saat ini sedang curiga pada-nya, "Kenapa kau bertanya seperti itu? Memang-nya kau ada hak apa?" Tanya Fang Lin dengan nada sinis.


Mata dari kelima pria paruh baya itu sedikit melebar ketika mendengar jawaban Fang Lin, "Aku hanya bertanya saja karna aku memang sedikit penasaran, Jika kau tidak ingin menjawab-nya, Aku tidak akan mempermasalah-kan hal itu" Jawab Zhang Wei cepat dengan nada ramah. Ia hampir saja lupa kalau Fang Lin lebih kuat dari mereka berlima, Jika saja ia menyinggung Fang Lin maka lupakan saja tentang kesepakatan mereka sebelum-nya.


Fang Lin yang mendengar jawaban Zhang Wei hanya menghela nafas panjang, Ia mau tak mau harus menjawab pertanyaan dari Zhang Wei karna ia tidak ingin mereka berlima curiga, "Aku hanya sedang mencoba senjata baru-ku, Tetapi aku tidak menyangka kalau senjata-ku bisa membesar sampai seperti itu" Jawab Fang Lin tanpa berbohong sedikit-pun.


Zhang Wei dan ke-empat pria paruh baya lain-nya langsung mengangguk-kan kepala mereka pelan, "Baik-lah kalau begitu, Maaf karna telah mengganggu-mu" Jawab Zhang Wei sambil menangkupkan tangan-nya dan di-ikuti oleh ke-empat pria paruh baya lain-nya. Ia tidak bertanya lebih jauh lagi karna ia tidak ingin Fang Lin menjadi risih karna-nya.


Fang Lin juga menangkupkan tangan-nya untuk menanggapi mereka, Ia bisa melihat kalau mereka saat ini sedang melesat menjauh dari tempat-nya, "Haah... Dasar orang-orang merepotkan" Gumam Fang Lin pelan lalu bersender di kursi es-nya.


"Jarum penghancur semesta ya..." Gumam Fang Lin lalu menimpali-nya, "Yue, Apakah ada batas waktu untuk memakai jarum itu?" Tanya Fang Lin dengan nada penasaran. Ia bertanya seperti karna merasa kalau jarum tersebut tidak akan bisa dipakai setiap saat.


[Jarum Penghancur Alam hanya bisa dipakai 1.000 tahun sekali tuan. Sebenar-nya jarum tersebut dapat dipakai terus-menerus, Namun hukum Alam Semesta tidak akan membiarkan-nya karna tidak ingin jarum tersebut di salah gunakan]


Fang Lin yang mendengar-nya langsung mengangguk-kan kepala-nya paham, "1.000 tahun adalah waktu yang lama, Jadi aku akan menggunakan jarum itu hanya dalam keadaan penting saja" Ucap Fang Lin pelan lalu mengalihkan pandangan-nya ke bawah.


Di daratan Fang Lin dapat melihat kalau keadaan medan tempur semakin panas. Pasukan dari Alam Agung yang tersisa masih terus menyerang dan membunuh pasukan Alam 100 Pelangi yang ingin kabur.


"Aku menjadi sedikit kasihan dengan nasib dari Alam 100 Pelangi" Gumam Fang Lin sambil menopang kepala-nya menggunakan tangan kiri.


Fang Lin lalu mengalihkan pandangan-nya ke arah zona milik Alam Agung dan melihat jutaan pasukan yang sedang berbaris rapi.

__ADS_1


Bersambung...


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.


__ADS_2