
Fang Lin yang sedang mengobrol dengan ke-empat calon istri-nya diam-diam melirik ke arah sekitar, Ia saat ini sedang mencari Fang Ji (Phoenix Api) akan tetapi diri-nya tidak dapat menemukan-nya di area ruang tamu.
Fang Lin langsung menyebarkan kesadaran-nya sampai ke seluruh mansion dan mendapati Fang Ji yang sedang berada di atap mansion sambil melamun menatap bulan.
Melihat itu Fang Lin mengerut-kan kening-nya, "Kenapa Fang Ji berada di atap mansion malam-malam begini?" Tanya Fang Lin dengan nada penasaran.
Mendengar itu Mue Lian langsung menjawab, "Beberapa bulan setelah kepergian Fang Gege, Dia seringkali mengamuk dan beberapa kali keluar kota Fang untuk mencari kamu" Jawab Mue Lian lalu menimpali dengan cepat, "Aku sudah menangkap-nya berkali-kali, Namun dia terus-menerus kabur dan membuat-ku menyerah untuk menangkap-nya" Timpal Mue Lian menceritakan.
Fang Lin yang mendengar-nya sedikit menaik-kan alis-nya, Ia lalu berdiri dari sofa kemudian membalik-kan badan-nya, "Kalian tetap-lah disini, Aku akan menghampiri Fang Ji" Ucap Fang Lin dengan nada datar dan seketika menghilang dari sana tanpa menunggu jawaban mereka.
Sedangkan mereka ber-empat hanya menghela nafas panjang ketika melihat kepergian Fang Lin. Beberapa saat kemudian, Mereka ber-empat kembali mengobrol satu sama lain bersama dengan Sylvia.
***
Di Atap Mansion.
Fang Ji yang sedang melamun sambil menatap ke arah bulan tiba-tiba dikagetkan oleh sebuah suara familiar yang berada di belakang-nya, "Hei, Apa yang kau lakukan disini?" Sebuah suara familiar terdengar di telinga Fang Ji dan membuat-nya menoleh ke arah sumber suara tersebut.
~Kiaakkkk~
Fang Ji memekik pelan ketika melihat tuan-nya yang kini sedang menatap-nya sambil tersenyum, Ia langsung mengepak-kan sayap-nya dan terbang mengelilingi tuan-nya.
Melihat Phoenix Api begitu kegirangan Fang Lin hanya tersenyum tersenyum tipis, Ia lalu mengangkat satu tangan-nya ke depan dada dan menyuruh-nya untuk bertengger di tangan-nya
Di sisi lain, Fang Ji yang sedang memutari tuan-nya sambil memekik langsung mendarat ke tangan kanan tuan-nya, Ia lalu menatap tuan-nya dengan tatapan gembira.
Sedangkan Fang Lin hanya tertawa pelan ketika mengetahui diri-nya di tatap seperti itu, "Apakah kau rindu dengan-ku? Hmm... Padahal hanya sekitar 8 bulan aku pergi" Ucap Fang Lin sambil mengelus kepala Fang Ji dengan satu jari-nya.
Phoenix Api tersebut hanya mengepak-kan sayap-nya saja, Ia tidak mengerti dengan apa yang dikatakan tuan-nya saat ini.
Melihat itu Fang Lin hanya menggelengkan kepala-nya sambil tersenyum, "Kalau begitu ayo kita masuk ke dalam mansion" Ucap Fang Lin dan seketika mereka berdua menghilang dari sana.
***
Mansion, Ruang Tamu.
__ADS_1
Fang Lin dan Fang Ji tiba-tiba muncul di dekat sofa tempat-nya duduk tadi. Di sisi lain, Para calon istri tidak terkejut dengan kedatangan Fang Lin yang tiba-tiba, Mereka semua hanya diam sambil melihat-nya duduk bersama Phoenix Api.
"Lihat-lah raut wajah-nya, Begitu senang ketika sudah bertemu Fang Gege" Ucap Mue Lian saat melihat raut wajah Fang Ji yang cerah.
Fang Lin mendengar-nya hanya tersenyum sambil mengusap kepala Fang Ji, "Oh ya... Besok aku ingin mengadakan sebuah rapat besar, Apakah kalian ingin mengikuti rapat-nya?" Tanya Fang Lin sambil melihat para calon istri-nya.
"Memang-nya Fang Gege ingin membahas tentang apa?" Tanya Xue Hua dengan nada penasaran.
Mendapati pertanyaan dari Xue Hua, Fang Lin terdiam sesaat dan kemudian membuka mulut-nya, "Aku ingin membahas rahasia yang telah ku-pendam sejak dahulu" Ucap Fang Lin dengan nada tenang.
Semua orang yang mendengar-nya langsung menaik-kan alis mereka secara bersamaan, Rahasia? Memang-nya rahasia apa yang Fang Lin sembunyikan dari mereka? Berbagai pertanyaan muncul di benak mereka semua.
"Memang-nya Fang Gege merahasiakan apa? Boleh-kah kami mengetahui-nya sekarang?" Tanya Shui Ru dengan nada serius.
Fang Lin menggelengkan kepala-nya pelan, Ia lalu menatap Shui Ru dan menghela nafas-nya pelan, "Aku akan memberitahu-nya esok hari, Karena malam ini aku ingin menyiapkan kata-kata untuk rapat besok" Ucap Fang Lin sambil berdiri dari sofa.
"Aku juga ingin sendiri, Jadi jangan memasuki kamar yang aku tempati, Kecuali ada sesuatu yang darurat" Timpal Fang Lin lalu berjalan ke arah lorong kamar.
Mendengar hal itu mereka semua hanya bisa diam sambil melihat Fang Lin dan Fang Ji yang berjalan ke arah lorong kamar.
Mue Lian sendiri hanya menggeleng tidak tau, Ia juga tidak pernah melihat tingkah Fang Lin yang seperti tadi. Sedangkan Qiao Yu dan Xue Hua hanya bisa diam, Mereka berdua juga tidak mengerti kenapa Fang Lin bersikap seperti itu.
Di sisi lain, Sylvia hanya bisa mengamati mereka, Ia yang sedari tadi berhubungan dengan Khatz langsung menanyakan kejadian tadi pada-nya, "Tuan Khatz, Apakah kau tau kenapa tuan Fang Lin bersikap seperti itu?" Tanya Sylvia sambil menelepati Khatz.
"Jangan bertanya hal bodoh, Kau pikir aku bisa membaca pikiran orang itu?" Jawab Khatz dengan nada ketus.
"Hmm? Memang-nya tidak bisa? Setau-ku hewat bencana primodial dapat membaca pikiran seseorang dengan mudah. Apakah hal itu hanya karangan saja?" Tanya Sylvia dengan alis yang ter-angkat.
"Hmph... Tentu hal itu bukan karangan, Hewan bencana primodial memang bisa membaca pikiran seseorang, Tetapi itu semua tidak berlaku pada orang itu, Aku sama sekali tidak dapat membaca pikiran-nya" Jawab Khatz dengan nada ketus.
Mendengar-nya Sylvia tidak bertanya lebih lanjut, Ia sudah dapat menebak kalau Fang Lin bukan-lah orang biasa.
***
Di Salah Satu Kamar Mansion.
__ADS_1
Fang Lin merebahkan diri-nya di kasur, Sedangkan Fang Ji melakukan posisi tidur di jendela sambil menatap bulan yang bersinar terang.
"Yue, Aku ingin membeli kolam suci yang luas, Bagaimana cara aku membeli kolam tersebut?" Tanya Fang Lin ke Yue.
[Tuan hanya perlu memilih saja. Di shop Sytem terdapat banyak pilihan untuk luas dan lebar kolam tersebut]
[Jika tuan sudah membeli-nya, Tuan hanya perlu mencari lokasi yang pas untuk Kolam Suci yang telah tuan beli, Jika sudah maka System otomatis akan menaruh Kolam Suci ke tempat yang telah ditetapkan oleh tuan]
Mendengar penjelasan Yue membuat Fang Lin menaik-kan alis-nya, "Jadi maksud-mu, Kolam tersebut sudah di sediakan tempat dan juga Air-nya? Lalu aku hanya perlu mencari tempat untuk di tempati Kolam Suci?" Tanya Fang Lin memastikan.
[Ya tuan]
Fang Lin mengangguk-kan kepala-nya mengerti, Ia lalu membuka Shop System dan melihat detail dari kolam suci, "Harga-nya cukup mahal hanya untuk sebuah kolam saja" Gumam Fang Lin saat melihat banyak harga yang melebihi 1 miliyar.
Hampir 30 menit Fang Lin melihat-lihat harga dari Kolam Suci, Ia kemudian keluar dari sana lalu memilih pilihan bawahan.
[Pilih Ras Bawahan]
- Manusia
- Hewan Buas
- Monster
- Roh
- Peri
- Iblis [Locked]
- Dewa [Locked]
Bersambung...
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.
__ADS_1