System Sang Immortal

System Sang Immortal
Arthur Vs Lima Boneka Bayangan


__ADS_3

"Terima kasih karena kau mau memberikan waktu luangmu untukku." Anna sedikit menundukkan kepalanya.


Mereka berdua saat ini berada tepat di depan gedung asrama, karena waktu sudah malam tidak ada banyak murid yang berkeliaran di luar.


"Tidak masalah..." Fang Lin membalasnya dengan singkat.


"Apakah kamu mau berjalan-jalan seperti ini lagi di masa depan?" Anna bertanya.


"Tergantung situasiku, kalau aku sedang bosan maka melakukan hal ini kembali tidak akan masalah." jawab Fang Lin cepat.


"Aku mengerti. Kalau begitu, sampai jumpa besok." Anna tersenyum sembari melambaikan tangannya.


Meskipun malas, Fang Lin juga membalas dengan cara melambaikan tangan kanannya. Mereka berdua kemudian masuk ke dalam gedung, lalu pulang ke kamar masing-masing.


Setelah berada di dalam kamar, Fang Lin menyebarkan Kesadaran Spiritualnya ke tempat Arthur berada. Dia menemukan pemuda itu sedang duduk tegak di atas tempat tidur dan memandang lurus ke depan.


"Hoo... Sepertinya dia menungguku." Fang Lin tersenyum tipis, lalu segera menghilang dari tempatnya.


Kemunculan tiba-tiba Master-nya membuat Arthur terkejut, "Uaagh! Master, apakah kamu tidak bisa muncul seperti orang normal?!"


"Hm, di tempatku kemunculan seperti ini sudah normal." ucap Fang Lin acuh tak acuh.


Arthur terkejut mendengar hal itu, ia cukup kesal tetapi tidak mau membicarakannya lebih jauh.


"Hari ini, latihan apa yang ingin kita lakukan, Master?" tanya Arthur setelah cukup tenang.


"Tentu saja bertarung lagi, memangnya apa lagi?" Fang Lin sedikit memiringkan kepalanya, karena Arthur sudah mempunyai jurus pedang yang hebat dan pondasi tubuh yang kuat maka tidak ada hal lain lagi untuk dilatih selain mengasah pengalaman bertarungnya.


"Begitu, ya."


Ketika Arthur beberapa kali menganggukkan kepalanya, ia kembali terkejut ketika dirinya seperti dipindahkan ke tempat yang berbeda.


"Ah, tempat ini lagi." Arthur mengedarkan pandangannya, lalu matanya teralih ke bawah, "Padahal seluruh sisi adalah es, tapi entah kenapa aku tidak merasakan dingin sama sekali."


"Itu karena aku bisa mengaturnya." Fang Lin menjawab ketika mendengar hal yang digumamkan oleh muridnya.


"Jadi tempat ini bisa dibilang sudah menjadi bagian dari anda sendiri ya, Master?"


"Hm, kau bisa menyimpulkannya demikian." Fang Lin tidak menyangkalnya, lalu beberapa boneka bayangan hitam keluar dari bawah kakinya.


"Eh...!" Arthur yang menyadarinya langsung mundur beberapa langkah, matanya melebar ketika mendapati beberapa bayangan yang bentuknya mirip seperti manusia, "Apa itu, Master?"

__ADS_1


"Bawahanku. Mereka berlima yang akan menjadi lawanmu hari ini." ucap Fang Lin memberitahu.


"Apa? Itu artinya, aku harus melakukan lima pertandingan?!" Arthur bertanya, raut wajahnya tampak kusut.


"Tidak, kau hanya akan melakukan satu pertandingan saja." Fang Lin menjawab sembari menggeleng pelan.


Arthur tadinya ingin memasang senyum yang lebar, tetapi raut wajahnya malah menampilkan sebaliknya ketika menyadari sesuatu yang janggal, "Master... Jangan bilang, aku akan bertarung dengan kelima makhluk itu?!"


"Ya, tentu saja." Fang Lin mengangguk pelan.


Arthur terkejut bukan main ketika mendengarnya, ketika dirinya ingin mengatakan sesuatu-- Fang Lin lebih dulu berbicara.


"Tidak perlu khawatir, masing-masing dari mereka hanya dua kali lipat lebih kuat darimu. Dan, aku akan memberikan satu teknik baru supaya kau bisa menghadapi mereka." ucap Fang Lin menjelaskan.


Arthur membisu ketika mendengar itu, ia senang karena akan diberikan teknik lain oleh Master-nya tetapi di sisi lain dirinya juga gugup karena harus berhadapan dengan beberapa lawan yang dua kali lipat lebih kuat darinya.


Fang Lin sendiri tidak mau membuang banyak waktu lagi, dan ia segera mengirimkan sebuah jurus melalui skill Gift.


Ketika Arthur sedang memikirkan banyak hal, ia tersentak ketika mendapatkan ingatan asing mengenai sebuah jurus yang berhubungan dengan penguatan tubuh.


"Gorilla Armor...?" Arthur tertegun sejenak.


"Keluarkan pedangmu dan mulailah bertarung." ucap Fang Lin sebelum dirinya menjauh dari sana.


Arthur mengangguk pelan dan kemudian mengeluarkan pedangnya dari Soul Storage. Sesaat setelah itu terjadi, kelima boneka bayangan yang menatapnya dari kejauhan langsung menyerang secara bersamaan.


Mereka menciptakan pedang dari energi kegelapan dan mulai menyerang Arthur dari berbagai arah.


Raut wajah Arthur tampak sangat serius ketika menangkis seluruh serangan dari kelima boneka bayangan, dia tanpa basa-basi mengeluarkan jurus Bintang Menari dan membuat satu dari lima lawannya terpental cukup jauh.


"Serangan mereka, berat sekali..." Arthur menggertakkan giginya setelah menerima serangan dari semua lawannya selama beberapa waktu, "Aku tidak boleh membuang waktu lebih banyak lagi."


Arthur merasa kalau dirinya akan sangat dirugikan jika tidak langsung mengerahkan seluruh kemampuannya.


"Gerakan Kedua, Lintasan Bintang!"


Setelah mengaliri pedangnya dengan Mana, Arthur melepaskan Gerakan Kedua dan membuat jarak di antara mereka sedikit melebar.


Arthur kemudian mengangkat pedangnya ke atas, lalu melakukan gerakan searah jarum jam sehingga membentuk lingkaran yang meninggalkan ratusan cahaya prismatik.


"Gerakan Ketiga, Hujan Bintang!"

__ADS_1


Arthur melakukan gerakan menusuk tepat di tengah lingkaran cahaya prismatik, dan membuat ratusan cahaya prismatik tersebut melesat di udara dengan sangat cepat.


Kelima boneka bayangan mulai menjauh dari cahaya prismatik tersebut, tetapi sayangnya serangan yang dilancarkan oleh Arthur terus mengikuti mereka.


Bam!


Bam!


Bam!


Tiga dari dua boneka bayangan terpental ketika mereka terkena puluhan cahaya prismatik yang mengejar mereka.


Setelah menyaksikan pemandangan itu selama beberapa saat, Arthur melakukan gerakan keempat dari Lima Gerakan Bintang.


"Gerakan Keempat, Bintang Jatuh!"


Arthur mengangkat pedangnya ke langit, lalu mengayunkannya secara vertikal.


Whooosh!


Tiba-tiba saja langit Domain Penjara Es Suci berubah menjadi gelap, siluet meteor raksasa yang tercipta dari limpahan Mana muncul di atas kepala kelima boneka bayangan.


Karena mereka diperintahkan oleh Raja untuk menahan kekuatan serta kecepatan mereka sampai batas tertentu, para boneka bayangan akhirnya memutuskan untuk melakukan serangan balik agar bisa menghancurkan siluet meteor raksasa itu.


Kelima boneka bayangan buru-buru berkumpul di satu tempat, mereka kemudian menciptakan sebuah fluktuasi Qi yang amat besar dan menciptakan Laser Pembunuh raksasa.


Bam!


Ledakan terjadi dan menciptakan gelombang kejut yang cukup besar. Arthur terpental ke belakang karena gelombang kejut tersebut, dia memuntahkan seteguk darah di udara dan terseret sejauh puluhan meter.


Keugh...


Arthur memegang tulang rusuknya yang terasa sangat sakit, ia bangkit berdiri lalu menggunakan jurus Gorilla Armor.


Perlu diketahui, selain bisa memperkuat seluruh tubuh Gorilla Armor dapat meregenerasi penggunanya, tetapi kekurangannya adalah regenerasi tersebut memerlukan jumlah Mana yang cukup banyak.


Karena Arthur sudah melancarkan empat dari lima Gerakan Bintang, sebagian Mana-nya telah habis. Dan kali ini, efek Gorilla Armor menghabiskan sebagian besar Mana Arthur yang tersisa.


Bersambung.....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.

__ADS_1


__ADS_2