System Sang Immortal

System Sang Immortal
Menghilangnya Hutan Terlarang


__ADS_3

Saat ini seluruh kekaisaran dan kerajaan benua tengah sedang gempar karena mengetahui kabar hilangnya hutan terlarang, Bahkan ada beberapa kaisar dan patrikak sekte yang mengunjungi langsung tempat hilangnya hutan terlarang.


Semua orang yang sedang mengunjungi hutan terlarang menjadi terkejut ketika melihat apa yang ada didepan mereka bukanlah hutan lebat akan tetapi lautan yang luas dan dingin.


"Apa-apaan ini... Sungguh sulit dipercaya" Gumam Wei Xu Fen dengan nada tidak percaya ketika melihat lautan luas didepannya, Dia adalah kaisar dari kekaisaran Wei yang saat ini berada di ranah Half-Immortal Putih.


"Senior mana yang melakukan ini hanya dalam sehari?! Aku yakin orang yang melakukan ini berada di ranah To God" Ucap Tang Bu dengan raut wajah terkejut sekaligus tidak percaya, Dia adalah kaisar dari kekaisaran Tang dan kini dia berada di ranah Immortal Hitam.


To God?! Semua orang yang mendengar itu mau tak mau menjadi terkejut, Bahkan semua orang berdiskusi untuk membenarkan apa yang dikatakan Kaisar Tang Bu.


"To God?! Itu cukup masuk akal, Tapi apa mungkin seseorang tingkat To God berada di dunia ini?"


"Bisa saja orang itu menggunakan Artefak, Siapa yang tau"


"Artefak? Jika memang benar artefak maka dia harus menggunakan Artefak langit atau kuno!!"


"Jika itu benar mungkin orang itu akan diburu oleh semua orang dan bukan hal yang tidak mungkin akan terjadinya perang besar untuk merebut Artefak itu!"


Semua orang yang mendengar itu langsung menahan nafas mereka, Perang? Di seluruh benua sudah lama sekali tidak terjadi perang besar dan jika itu terjadi kemungkinan para kultivator aliran hitam akan memanfaatkan kondisi tersebut.


"Perang hanya merebut Artefak itu? Bahkan jika itu Artefak Dewa, Aku juga tidak akan merebutnya" Ucap Kaisar Wei Xu Fen dengan lantang disertai dengan senyuman licik.


"Hahahaha... Kau tidak usah melakukan drama Xu Fena! Aku tau apa yang akan kau rencanakan" Tawa Kaisar Tang Bu disertai dengan cibiran.


"Mungkin kau sudah tau... Tapi setelah perang tersebut mungkin kekaisaran Tang hanya tersisa nama saja!" Ejek balik Kaisar Wei Xu Fen.


Tang Bu mendengar itu hanya memutar bola matanya malas, "Teruslah bermimpi Xu Fen... Namun jangan bermimpi terlalu tinggi karena jika tidak sesuai dengan impianmu, Kau mungkin menjadi gila" Ucap Tang Bu dengan sinis kemudian menyuruh orang-orangnya untuk kembali.

__ADS_1


Wei Xu Fen tidak membalas perkataan Tang Bu dan hanya mendengus kesal, Dia juga menyuruh orang-orangnya kembali ke wilayah mereka.


Hingga beberapa saat hampir semua orang kembali ke tempat mereka masing-masing, Kini hanya tersisa beberapa patriak dari sekte besar maupun kecil.


"Siapa sebenarnya yang melakukan ini, Jika saja apa yang dikatakan sebelumnya benar, Sekte ku akan mati-matian untuk merebut Artefak itu" Ucap seorang pria paruh baya mengenakan jubah biru tua dengan motif petir kuning, Dia adalah patriak dari sekte lembah petir, Xiao Bai.


"Khukhukhu, Apakah ini yang dinamakan aliran putih? Hanya karena melihat ikan segar di depan mata, Kalian langsung rebutan seperti orang gila" Cibir seorang pria setengah wanita sambil menutupi mulutnya dengan kipas kecil ditangannya, Dia adalah Di Mei, Seorang patriak yang berasal dari sekte kabut beracun.


Xiao Bai melirik Di Mei yang berada didekatnya dan beberapa saat kemudian membuat ekspresi seperti orang yang ingin muntah, "Hey banci... Apakah kau tidak ingin kembali normal? Kau saat ini terlihat seperti cacing kepanasan, Bahkan cacing saja lebih baik dipandang daripada dirimu" Ejek balik Xiao Bai sambil memandang sinis Di Mei.


Di Mei yang mendengar ejekan itu hanya mendengus kesal, Dirinya tidak ingin gegabah hanya karena masalah sepele, Sebab disini yang berasal dari aliran hitam hanyalah dirinya.


"Amithaba... Kita semua adalah saudara... Tidak ada gunanya bertengkar hanya karena masalah sepele, Lebih baik kita semua berteman" Ucap seseorang kakek tua yang sedang menutup matanya sambil membawa tasbih di tangan kanannya, Dia adalah Wu Ao, Dari Kuil Cahaya Kebenaran.


"Ck... Berhentilah ceramah kakek peyot" Ucap Di Mei berdecak kesal sambil menutup kipas kecilnya kemudian menyuruh orang-orangnya kembali ke sekte mereka.


***


Di Kerajaan Zhou, Toko Senjata Antik Pi Yu.


Fang Lin saat ini berada di meja kasir yang biasa Pi Yu tempati dan didepannya terlihat sesosok iblis yang seluruh tubuhnya berwarna merah disertai dengan 2 tanduk dikepalanya, Dia adalah Ji Xi, Bawahan baru Fang Lin.


Ji Xi berkeringat dingin saat berhadapan dengan tuan barunya, Dia bahkan masih ketakutan dengan apa yang dikatakan tuan barunya, Yaitu jika dia mengkhianati manusia didepannya.


"Pertanyaan pertama, Siapa yang mengurung mu di pedang ini?" Tanya Fang Lin sambil mengangkat Pedang Raja Neraka.


Ji Xi menggelengkan kepalanya dengan cepat, " S-saya tidak tau siapa yang mengurung saya, Dulu sekali ada manusia yang sangat kuat menantang saya bertarung, Awalnya saya tidak mau karena sedang malas akan tetapi orang itu terus mengejek saya dan membuat saya menjadi kesal" Ucap Ji Xi menjelaskan.

__ADS_1


Fang Li hanya menganggukkan kepalanya, Ji Xi yang melihat itu langsung melanjutkan penjelasannya, "Saat itu saya bertarung dengan manusia tersebut cukup lama hingga satu minggu lamanya dan beberapa hari setelah itu saya dikalahkan olehnya karena kelelahan akibat kehabisan stamina dan Qi.


Karena kehabisan stamina dan Qi, Saya langsung pingsan ditempat pertarungan dan saat saya sadar, Saya sudah berada di ruangan hampa pedang Raja Neraka dan sudah tertimpa oleh batu besar" Ucap Ji Xi menjelaskan panjang lebar.


Fang Lin yang menyimak dari tadi hanya mengangguk mengerti, Dirinya juga menyimpulkan bahwa manusia yang dilawan oleh Ji Xi lebih lemah darinya, Mungkin dia adalah seseorang dari Alam Agung.


Fang Lin langsung berdiri dari duduknya, "Baiklah... Kesampingkan masalah itu, Sekarang aku harus mencari informasi siapa saja yang melakukan pembantaian pada klan Xue" Ucap Fang Lin lalu berjalan santai mengarah ke kamar Pi Yu dan diikuti oleh Ji Xi.


Di sisi lain Pi Yu yang merasakan kehadiran seseorang langsung membuka matanya secara perlahan dan tidak lama kemudian pintu kamarnya terbuka dan terlihat tuannya sedang menatap dirinya.


"Yo... Apakah kau sudah baik-baik saja?" Tanya Fang Lin.


Pi Yu menganggukkan kepalanya pelan lalu berkata "Saya sudah baik saja tuan, Terima kasih karena telah memberikan saya waktu untuk memulihkan diri"


"Hahahaha tentu saja, Kau termasuk salah satu bawahanku jadi wajar saja aku mempedulikan mu bukan?" Jawab Fang Lin sambil tersenyum.


"Itu benar tuan" Ucap Pi Yu menggarukan kepalanya yang tidak gatal.


"Oh iya tuan... Siapa iblis dibelakang mu?" Tanya Pi Yu yang merasakan kehadiran iblis dibelakang tuannya.


"Itu hanya bawahan baruku, Kalian harus berteman dengan baik hari ini" Ucap Fang Lin sambil menunjukkan Ji Xi.


Ji Xi maju perlahan dan memperkenalkan dirinya, Begitu juga dengan Pi Yu yang juga menyambut Ji Xi dengan sopan.


"Baiklah, Kita keluar dulu..." Ucap Fang Lin berjalan menuju keluar, Pi Yu dan Ji Xi hanya saling memandang sebentar dan langsung mengekori tuannya.


Bersambung...

__ADS_1


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.


__ADS_2