System Sang Immortal

System Sang Immortal
Ujian Warisan Dewa Perang


__ADS_3

Serigala bintang langsung mengendus-endus mayat kera api, Hingga dalam beberapa saat ia diam setelah mengendus seluruh area mayat kera api. Serigala bintang juga mempunyai hidung yang spesial, Dirinya bisa tau seberapa kuat orang itu saat dia mencium baunya, Akan tetapi kasus kali ini sedikit berbeda bagi dirinya, Ia tidak bisa mengetahui seberapa kuat orang yang telah membantai para monster kera api.


Yang dirinya ketahui adalah ada 2 orang yang telah mencapai tahap immortal hitam dan tahap kaisar surgawi *1.


"Bagaimana?" Tanya Go Chun penasaran.


Serigala bintang hanya menggelengkan kepalanya dan berkata "Aku hanya mengetahui tahap kultivasi 2 dari 3 manusia, Ada 2 manusia yang telah mencapai tahap immortal hitam dan kaisar surgawi*1"


"Untuk satunya lagi, Aku tidak mengetahui seberapa kuat dirinya dan dia adalah manusia yang membantai para kera api" Lanjut serigala bintang.


~DEG~


Jantung mereka seakan berhenti setelah mendengar itu, Suasananya menjadi begitu hening bahkan hanya terdengar suara helaan nafas.


"A-apa kau yakin?" Tanya Go Chun sedikit gugup.


"Itu benar" Jawab Serigala bintang seraya menganggukan 2 kepalanya.


Mendengar jawaban dari serigala bintang membuat para prajurit kera api menjadi takut bahkan tidak sedikit para petinggi juga ketakutan. Lupakan orang yang membantai kawanan mereka, Bahkan 1 manusia Immortal yang serigala bintang sebut tadi, Bisa membantai lebih banyak dari ini, Pikir semua orang.


"3 manusia yang memasuki hutan ini sangat kuat" Ucap Go Min sambil mengepalkan tangannya, Walaupun dia sangat peduli dengan kawanannya akan tetapi dia harus berpikir dengan jernih


"Kita harus melaporkan ini kepada raja... Semoga saja dia tidak melakukan tindakan yang gegabah dan membuat 3 manusia itu menjadi murka" Lanjut Go Min dan diangguki oleh seluruh petinggi yang ada disana.


"Apakah kau tau kemana arah manusia itu pergi?" Tanya Go Yeng ke Serigala Bintang.


"Hmm... Dia pergi ke arah utara memasuki wilayah inti... Tapi..." Ucap Serigala bintang sedikit ragu.


"""Apaaa?!""" Teriak serempak mereka bertiga.


"Apa kau benar-benar yakin?" Tanya Go Min dengan heran.


"Tidak mungkin, Aku tau manusia itu tidak bodoh, Disana adalah tempat kediaman dari 10 raja monster dan penguasa hutan, Jadi tidak mungkin manusia itu tidak mengetahuinya" Timpal Go Yeng panjang lebar.

__ADS_1


"Benar, Bahkan jika ada immortal sekalipun tidak akan sanggup melawan 10 raja monster secara bersamaan" Ucap Go Chun yang masih terkejut.


"Sial, Dengarkan dulu penjelasanku! Manusia itu menghilang sebelum memasuki wilayah inti" Ucap Yun Feng si serigala bintang yang sedikit kesal karena ucapannya terpotong.


"Hilang apa maksudmu? Apa sang penguasa hutan turun tangan?" Tanya Go Min sambil menggarukan kepalanya yang tidak gatal.


"Tidak, Aku tidak mencium bau sang penguasa, Mereka menghilang begitu saja seperti ditelan oleh bumi" Ucap Yun Feng menggelengkan kepalanya pelan.


"Apa kalian tau bukit yang sudah lama dan sudah ada sebelum hutan terlarang ini ada?" Tanya Yun Feng kepada petinggi kera api.


"Em, Aku tau, Menurut cerita lama, Leluhur dari sang penguasa hutan, Dia melarang seluruh penghuni hutan ini mendekati bukit tersebut, Dan dia juga membuat hukum dari aray kuno, Jika ada makhluk hidup yang mendekati bukit tersebut akan langsung tersambar oleh petir" Ucap Go Min panjang lebar sambil menganggukkan kepalanya.


"Setauku dulu pernah ada monster kuat yang mencoba memasuki bukit tersebut, Namun baru saja melangkah, Dirinya langsung hangus seperti terkena sambaran petir" Ucap Go Yeng malanjutkan perkataan saudaranya.


"Ya, 3 manusia itu menghilang saat berada didekat bukit itu" Ucap Yun Feng.


"Apa jangan-jangan, Mereka mati tersambar?" Tanya Go Chun.


Yun Feng langsung menggelengkan kepalanya. "Jika manusia itu mati, Aku masih bisa merasakan aura mereka, Akan tetapi kali ini... Aku sama sekali tidak merasakan aura mereka" Ucap Yun Feng.


""Benar"" Ucap Go Yeng, Go Chun serempak.


"Baiklah, Kalau begitu aku pergi" Ucap Yun Feng berbalik menuju ke wilayah inti.


"Terimakasih atas bantuanmu" Ucap Go Min dan diikuti oleh seluruh petinggi dan prajurit kera api.


Yun Feng hanya mengangguk dan langsung berlari.


Yun Feng berlari dengan kencang sambil berbicara dalam hati "Haah... Manusia ya... Sepertinya akan ada banyak manusia yang memasuki hutan ini.


***


Tak lama kemudian para prajurit kera api kembali dan membawa sebuah kayu yang besar dan sedikit usang, Mereka semua langsung mengumpulkan semua mayat temannya.

__ADS_1


Setelah mengumpulkan seluruh mayat kawanan mereka, Para kera api lalu kembali pulang ke kediaman mereka.


***


Di Dunia Kecil Dewa Perang


Fang Lin kini melangkah maju memasuki rumah kecil tersebut dan membuka pintunya, Melihat dari luar Fang Lin tidak bisa melihat apa yang didalam rumah tersebut karena terlalu gelap.


Fang Lin mulai memasuki rumah tersebut.


Buk!


Pintu masuk yang tadinya terbuka, Tiba-tiba tertutup dan membuat ruangan tersebut menjadi gelap.


[Ding! Memulai Ujian Warisan Dewa Perang!]


Setelah mendapat pemberitahuan dari system, Ruangan yang tadinya gelap berubah menjadi sebuah hutan dan didepannya ada sebuah gunung disertai anak tangga, Terlihat ada 100 tangga disana saat Fang Lin menghitungnya, Juga dipuncak gunung tersebut ada altar kecil yang diatasnya terdapat sebuah kotak kecil berwarna emas.


Seperti melihat harta karun Fang Lin langsung melangkah ke anak tangga. Dirinya saat ini sudah mencapai 5 tangga dan disaat menaiki tangga ke 6 tubuh Fang Lin menjadi semakin berat seperti ditekan oleh sesuatu yang tak kasat mata, Hingga tangga ke 10 ia mulai mengerti dengan ujian ini, Semakin banyak anak tangga yang dia langkahi semakin berat juga tekanan yang diberikan, Pikir Fang Lin.


...


Saat ini Fang Lin sudah melangkahi anak tangga ke 30, Keringat sudah mulai muncul diseluruh tubuhnya bahkan dirinya saat ini seperti sedang mandi air hujan. Saat ini tekanan yang diberikan saat menaiki tangga juga semakin kuat, Namun ada keanehan saat dia melangkahi tangga selanjutnya.


Kini bukan hanya tubuhnya yang menerima tekanan tetapi jiwanya juga ikut terkena tekanan dari tangga tersebut.


"Sial*n, Ternyata tidak hanya tubuhku yang terkena tekanan dari tangga ini akan tetapi jiwaku juga terkena" Gumam Fang Lin kesal.


"Tunggu! Aku baru ingat!" Ucap Fang Lin semangat.


"Langkah naga!"


Kini tubuh Fang Lin menjadi lebih ringan dari sebelumnya, Dan dirinya mulai melanjutkan langkah untuk menaiki tangga. Kenapa dia tidak memakai 'Naga Emas Langit' agar bisa terbang dan tidak perlu bersusah-susah payah menaiki tangga? Karena Fang Lin yakin bahwa saat ini dirinya diawasi oleh dewa perang, Itulah sebabnya dia tidak memakai jurus 'Naga Emas Langit' agar tidak dicurigai oleh dewa perang

__ADS_1


BERSAMBUNG...


LIKE >> VOTE >> RATE >> COMMENT


__ADS_2