
Fang Lin kembali ke wilayah yang harus dilindunginya, dan sesampainya di sana ia menemukan ada banyak sekali kultivator-kultivator yang datang dari berbagai wilayah untuk mengungsi.
Mereka tampak waspada dengan makhluk hitam yang sering ditemui saat perjalan menuju ke wilayah Fang Lin, namun tampaknya mereka tau kalau makhluk-makhluk tersebut bukan berada di pihak kelompok Setan Kuno.
Fang Lin mengawasi semua kultivator itu lewat Kesadaran Spiritualnya, ia kemudian menghentikan aktivitasnya tersebut lalu meminta laporan pada semua Boneka Bayangannya.
***
Sudah tepat dua minggu semenjak perang dimulai. Di wilayah Fang Lin, hampir tidak ada satupun anggota dari kelompok Setan Kuno yang berani menginjaknya. Itu dikarenakan wilayah Fang Lin mempunyai Supreme Being paling banyak, meskipun hanya berada di tingkat rendah tetapi mereka tidak boleh diremehkan.
Saat ini, Fang Lin sedang mengontrol situasi wilayahnya sembari duduk di singgasana es yang melayang di atas langit.
"Pergerakan kelompok Setan Kuno mulai menghilang. Aku tidak terlalu mengerti, tapi ada dua kemungkinan yang akan terjadi nantinya."
Ming Qaoshi yang tidak lain adalah seorang Heavenly God tiba-tiba saja melakukan telepati pada Fang Lin.
"Apa dua kemungkinannya?" tanya Fang Lin penasaran.
"Mereka mundur atau hal ini hanyalah bagian siasat saja." jawab Ming Qaoshi cepat.
"Kurasa tidak mungkin bagi mereka untuk mundur setelah menerima banyak kerusakan dalam perang ini." balas Fang Lin, lalu melanjutinya, "Maksudku, Iblis Kerbau itu pasti akan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk memulihkan kembali kekuatan tempurnya. Apalagi, kubu kita bisa memperkuat kekuatan tempur sehingga mereka tak bisa lagi mengusik di masa depan nanti."
"Jadi, kau berpikir kalau dia akan melakukan serangan habis-habisan daripada mundur untuk memulihkan kembali kekuatan tempurnya?" Ming Qaoshi mencoba memastikan kembali.
"Kalau invasi dunia ini adalah hal yang wajib bagiku, maka aku melakukannya." ucap Fang Lin tenang.
Ming Qaoshi tidak membalasnya selama beberapa waktu, ia berpikir kalau apa yang Fang Lin katakan tidak lah salah.
Ketika Ming Qaoshi sedang memikirkan niat sebenarnya dari kelompok Setan Kuno, matanya perlahan melebar ketika merasakan dua hawa kehadiran yang kuat muncul di Dunia ini.
Di sisi lain, Fang Lin juga bisa merasakannya dari jarak sejauh ini. Dia cukup yakin kalau dua kehadiran tersebut adalah seorang Supreme Being di tingkat puncak.
Ming Qaoshi memperingatkan Fang Lin untuk tidak lengah lalu memutuskan telepatinya tanpa menunggu jawaban dari pemuda itu.
Fang Lin sendiri langsung memerintahkan satu Boneka Bayangannya untuk pergi ke tempat hawa kehadiran kuat itu berasal, ia mengatakan untuk tidak sampai ketahuan tetapi berada di jarak yang sangat cocok untuk dilihat.
Boneka bayangan langsung mematuhi perintah rajanya dan pergi ke tempat hawa kehadiran tersebut berasal.
__ADS_1
Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi Boneka Bayangan berada di tempat strategis untuk melihat sejumlah sosok dengan hawa kehadiran kuat di langit.
Keempat sosok Supreme Being tingkat puncak itu sama sekali tidak bisa merasakan kehadiran Boneka Bayangan, karena selain telah menggunakan sihir Stealth makhluk hitam tersebut menyembunyikan kehadirannya secara menyeluruh dan membuat dia terlihat seperti objek mati meskipun bergerak layaknya makhluk hidup.
Bisa dibilang sihir Stealth hanya berfungsi untuk menghilangkan wujudnya agar tidak ditemukan melalui Kesadaran Spiritual.
Boneka bayangan berbagi penglihatan serta pendengaran pada Rajanya sehingga memungkinkan Fang Lin mendengar ataupun melihat peristiwa di sana dengan jelas.
"Jenderal Iblis Agung, apa alasanmu ingin mengambil alih Dunia Xiangu?" Ming Qaoshi bertanya, tatapannya terlihat dingin.
"Alasanku berasal dari perintah Tuanku." jawab Chun Xien acuh tak acuh.
"Dia...?" alis Ming Qaoshi mengerut.
"Jangan sebut beliau dengan kata 'Dia', dasar sialan." Niat Membunuh merembes keluar dari tubuh Chun Xien, dia mengeluarkan sebuah tombak panjang berwarna perak yang ujungnya bergerigi tajam.
Mata Ming Qaoshi sedikit berkedut ketika mendengar itu, "Apa ada alasan mengapa aku harus menghormati si brengsek itu?" tanya Ming Qaoshi dengan nada kesal, ia sama sekali tidak berpengaruh pada Niat Membunuh yang dikeluarkan Iblis Kerbau tersebut.
Swoooosh!
Tanpa bicara sedikitpun Chun Xien langsung melancarkan serangan menusuk pada Ming Qaoshi, akan tetapi serangan itu tidak berhasil menyentuhnya karena lapisan pelindung yang begitu tipis.
"Yah, mau bagaimana lagi... Kita berdua sudah memiliki kesepakatan." Ling Mo menyeringai tipis, dan mengeluarkan dua pedang panjang yang memiliki desain serta warna berbeda.
Sesaat setelah itu terjadi, keberadaan mereka berempat menghilang dari sana dalam sekejap mata.
***
Saat ini, Ming Qaoshi bersama Ling Mo sedang bertukar serangan dengan Chun Xien. Sementara Supreme Being tingkat tinggi yang bersama Iblis Kerbau itu hanya menyaksikan dalam diam dari kejauhan.
Karena dua lawan satu, Chun Xien langsung dipaksa ke dalam posisi bertahan di awal pertarungan. Meskipun demikian, dia tampak tenang seperti tidak mempunyai kesulitan.
Ming Qaoshi dan Chun Xien cukup curiga dengan tindakan lawan mereka, tetapi untuk searang keduanya tidak akan berpikir berlebih dan fokus untuk terus menyerang.
"Jangan beri dia celah, berikan kerugian sebanyak apapun sebelum temannya ikut masuk ke dalam pertarungan." ucap Ling Mo mengingatkan lewat telepati.
"Aku mengerti." Ming Qaoshi mengangguk kecil, lalu melanjutinya, "Karena kekosongan ini adalah Domain Iblis yang sedari tadi diam itu, maka cepat atau lambat kita akan dirugikan."
__ADS_1
"Sepertinya dia menyiapkan sesuatu, kita harus waspada." entah kenapa Ling Mo mulai merasakan perasaan gelisah.
Pertarungan tersebut berlanjut selama satu jam lamanya, sampai akhirnya getaran dahsyat terjadi di kekosongan itu sehingga membuat mereka berhenti untuk mengamati situasi lebih lanjut.
Tidak lama setelah itu, kekosongan tanpa batas tersebut runtuh dan berubah menjadi Es Putih tanpa ujung.
"Apa-apaan ini...?" Ming Qaoshi mengerutkan alisnya, lalu menatap Chun Xien dan menemukan raut wajahnya yang tampak terkejut.
"Apa yang terjadi?" Ling Mo juga menyadari raut wajah terkejut Chun Xien.
"Aku tidak mengerti." Ming Qaoshi menggeleng, ia berpikir kalau ini adalah permainan yang sengaja dilakukan oleh Chun Xien.
Namun pemikiran Ming Qaoshi langsung ditepis dengan kemunculan sosok yang sama sekali dirinya tidak duga.
"Fang Lin...?! Bagaimana bisa kau ada di sini?!" Ming Qaoshi merasa terkejut ketika menemukan seorang pemuda tampan yang berada di balik sebuah bola pelindung Es.
Ling Mo serta dua Supreme Being lainnya juga sama terkejutnya seperti Ming Qaoshi, mereka terkejut karena tidak menyadari sama sekali keberadaan Fang Lin.
"Teruskan saja pertarungan kalian, aku tidak akan ikut campur." ucap Fang Lin dengan tenang, tentu saja dirinya akan jadi orang yang mati pertama jika ikut serta dalam pertarungan itu.
"Kau lagi, kau lagi..." Chun Xien segera memasang ekspresi marah, "Setiap melihat wajahmu selalu membuatku kesal."
"Aku tau kalau diriku ini tampan sementara kau tidak, tapi sampai kesal begitu... Bukankah rasa iri hatimu sudah sangat parah?" Fang Lin memiringkan kepalanya sembari tersenyum mengejek.
Bam!
Ledakan kecil langsung terjadi ketika ujung tombak Chun Xien membentur perisai Es milik Fang Lin.
"Sudah kubilang sebelumnya, kau tidak akan mampu menggores perisai esku." ucap Fang Lin menggeleng pelan dengan nada yang terdengar kasihan, kepalanya lalu menoleh ke arah Guard Emperor, "Aku hanya bisa membantu kalian melalui hukum domainku. Jadi, tolong manfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin..."
Ming Qaoshi dan Ling Mo saling menatap satu sama lain setelah mendengar itu, sebenarnya mereka cukup penasaran dengan cara Fang Lin bisa berada di kekosongan tadi namun sayangnya sekarang bukan lah waktu yang tepat untuk menanyakan hal tersebut.
Mereka berdua langsung mengeksekusi jurus pada Chun Xien, dan mau tak mau Iblis Kerbau itu menghadapi keduanya.
Kali ini, Supreme Being tingkat tinggi yang bersama Chun Xien sebelumnya ikut campur ke dalam pertarungan. Sepertinya memang ada suatu alasan yang mengharuskan dia diam, tetapi hal tersebut dikacaukan oleh Fang Lin dengan cara mengambil alih domainnya.
Bersambung.....
__ADS_1
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.