
Suasana menjadi hening ketika Kaisar Dewa menyelesaikan kata-katanya.
Fang Lin tersenyum dan menutup wajahnya dengan satu tangan, "Hahahahaha.... Eksekusi mati? Bagaimana kalau kita perang saja?! Para dewa sialan!" Fang Lin berteriak lantang dengan senyum menyeramkan di wajahnya.
Li Zu Xing selaku Kaisar Dewa menyipitkan matanya ketika mendengar itu. Tidak hanya itu, para dewa dan dewi juga mengeluarkan berbagai macam reaksi, ada yang marah, mengejek, menghina, tertawa, memandang rendah, dan ada yang tidak menanggapinya.
Hampir semua dewa dan dewi berpikir kalau murid dari Dewa Perang mempunyai mulut yang besar dan tidak tau tempatnya berada, hanya ada beberapa dewa dan dewi saja yang menganggap perkataan Fang Lin dengan serius.
"Kau sungguh angkuh sekali, bocah Fana... Berani berperang melawan kumpulan para Dewa dan Dewi hanya dengan seorang diri? Dasar makhluk sampah yang tidak tau dimana tempatnya berada." Li Xiang Zi selaku anak pertama dari Kaisar Dewa berkata dengan nada merendahkan.
Fang Lin tersenyum tipis dan berkata, "Lalu, bagaimana dengan ini?" Tanya Fang Lin dan seketika aura hitam menyelimuti area padang rumput tanpa ujung.
Para dewa dan dewi yang ada di sana cukup terkejut ketika melihat jutaan makhluk bayangan muncul di daratan.
- 25 Juta, Ranah: Grand Dao Level 9.
- 2 Juta, Ranah: Monarch Level 8.
- 12 Juta, Ranah: Spiritual God Berlian Tanda Hitam.
- 30 Ribu, Ranah: Dewa Kuning Level 5.
Mereka semua adalah total makhluk bayangan yang Fang Lin keluarkan dari dunia jiwanya.
- Zu ( Beruang ) | Ranah: Dewa Pemula Level 19.
- Zhao ( Singa ) | Ranah: Dewa Pemula Level 12.
- Zhuan ( Manusia ) | Ranah: Dewa Pemula Level 2.
- Xuan ( Manusia) | Ranah: Dewa Pemula Level 6.
- Glu ( Manusia ) | Ranah: Dewa Pemula Level 2.
- Glo ( Manusia ) | Ranah: Dewa Pemula Level 2.
- Liu Bei ( Manusia ) | Ranah: Dewa Asal Mula Level 16.
- Xiao Chen ( Bayangan Setengah Dewa ) | Ranah: Dewa Sejati Level 14.
Dan mereka adalah komandan dari pasukan makhluk bayangan.
__ADS_1
"Kalian sudah berkembang pesat..." Ucap Fang Lin sambil tersenyum.
"Situasi apa ini tuan? Kenapa banyak sekali dewa dan dewi disini?" Tanya Xiao Chen dengan suara pelan.
"Situasi hidup dan mati... Kita akan berperang melawan Alam Dewa." Jawab Fang Lin cepat sambil memakai Armor Raksasa Hitam.
Xiao Chen tentu terkejut mendengarnya, "Apakah mereka ikut?" Tanyanya sekali lagi.
Fang Lin menggelengkan kepalanya dan menjawab, "Aku meninggalkan mereka... Aku tidak ingin melibatkan para bawahanku ke perang ini, karena aku kurang lebih sudah mengetahui hasil dari perang ini."
Xiao Chen menganggukkan kepalanya pelan lalu mengeluarkan senjata terbaiknya di cincin penyimpanan.
Tuan mereka, Fang Lin. Sudah menyiapkan senjata yang cocok untuk para komandan bayangan di cincin penyimpanan, dia berkata agar berjaga-jaga jika situasi semacam ini terjadi. Entah kebetulan atau tidak, ia berpikir kalau tuannya memang sudah memperkirakan kejadian semacam ini.
"Makhluk kematian... Kau dulunya adalah pewaris dewa namun menggunakan teknik terlarang semacam ini? Benar-benar hina..." Li Xiang Zi berkata dengan nada menghina.
Li Xiang Zi langsung menghadap ke arah Kaisar Dewa lalu berlutut dengan kepala yang menatap ke bawah, "Ayah... Berikan saya perintah untuk mengeksekusinya." Pinta Li Xiang Zi dengan nada hormat.
Sebelum Li Zu Xing menjawab permintaan anaknya, Sun Wukong terbang ke langit dan berkata, "Jangan ikut campur bocah... Kau diam dan perhatikan saja."
Li Xiang Zi langsung menoleh ke arah suara tersebut dan mendapati Sun Wukong yang sudah berada di dekatnya, "Tapi paman... Dia benar-benar sombong, aku ingin sekali menghabisinya!" Ucapnya dengan nada sedikit tinggi.
Li Xiang Zi terdiam dan menghela nafas panjang, ia kemudian meminta ayahnya untuk membawa ratusan Dewa dan Dewi untuk mengalahkan pasukan bayangan itu.
Tentu Li Zu Xing menyetujuinya.
Setelah semuanya sudah dipersiapkan, Li Xiang Zi langsung membawa Dewa-Dewi berkemampuan tinggi untuk turun ke daratan, begitu juga dengan Sun Wukong.
Fang Lin sendiri menyuruh para pasukannya berbaris rapi dan membiarkan komandan bayangan yang berada dibarisan depan.
"Xiao Chen... Kau pimpin mereka. Aku akan menghadapi Sun Wukong sendiri." Fang Lin memberi perintah dengan suara tenang.
"Sesuai keinginan anda, tuan..." Xiao Chen dengan segera menyuruh seluruh pasukan bayangan untuk maju ketika ratusan Dewa-Dewi itu sampai di daratan.
Fang Lin sendiri yang melihat mereka sudah bergerak maju langsung mendongakkan kepalanya ke atas, "Kera jelek... Ayo menjauh dari tempat ini." Fang Lin melesat ke arah selatan dengan kecepatan cahaya.
Sun Wukong yang melihatnya tanpa ragu mengikutinya dari belakang.
Beberapa menit kemudian. Keduanya sampai di padang rumput tanpa ujung yang kosong dan sudah tidak terdapat prajurit bayangan.
Swoosh!
__ADS_1
Dengan cepat Fang Lin melesat ke arah Sun Wukong dengan kecepatan yang puluhan kali lebih cepat dari cahaya.
Ia mengayunkan dua pedangnya dengan cepat, sedangkan Sun Wukong menangkis dengan tongkat emasnya.
Mereka berdua bertarung dan sesekali mengeluarkan jurus masing-masing.
"Teknik tongkat Penghancur Daratan." Sun Wukong mengayunkan tongkatnya dari atas hingga bawah dengan Qi Dewa yang mengelilinginya.
Fang Lin tentu menghindarinya, karena daya serangan tersebut pasti sangatlah dahsyat.
BOOOM!
Ledakan terjadi ketika Sun Wukong selesai mengayunkan tongkatnya. Daratan yang berada di bawah mereka hancur terbelah, padahal keduanya bertarung di atas langit.
Fang Lin hanya diam ketika melihatnya, ia yakin kalau serangan itu belum seberapa.
Fang Lin dan Sun Wukong kembali bertarung, mereka menyerang satu sama lain tanpa memberikan celah sedikitpun.
Akibat pertarungan mereka berdua, lokasi yang saat ini dijadikan tempat perang untuk Xiao Chen bersama pasukan bayangan terkena dampaknya.
Tanah yang mereka pijaki retak dan sangat rawan untuk runtuh, oleh karena itu Xiao Chen memerintah pasukan bayangan untuk berperang di atas langit.
Para Dewa-Dewi yang mengamati peperangan di atas langit langsung menghilang dari sana, mereka berpindah ke suatu tempat yang lebih tenang dan memilih untuk mengamati perang lewat lubang spasial yang diciptakan oleh Kaisar Dewa.
.....
Waktu berlalu dengan cepat dan satu minggu berlalu. Fang Lin dan Sun Wukong masih bertarung dengan niat membunuh, tidak ada satupun dari mereka yang memperlihatkan wajah kelelahan.
Fang Lin sendiri belum mengeluarkan teknik sihirnya karena teknik itu akan menjadi kartu AS-nya, begitu juga dengan Elemen Es Suci.
"Kau masih menyembunyikan kekuatanmu bukan?" Tanya Sun Wukong di sela-sela pertarungan.
Fang Lin sendiri mengabaikannya dan memilih untuk tidak berbicara. Dalam seminggu ini Qi-nya terkuras banyak, sepertinya Xiao Chen dan pasukan bayangannya kalah dalam hal kekuatan.
"Aku akan menunggu waktu yang tepat untuk mengeluarkan boneka bayangan..." Batin Fang Lin lalu melapisi pedang Totshuka dengan api hitam.
Melihat api hitam tersebut membuat Sun Wukong cukup terkejut, ia tersenyum lebar dan menatap ke arah langit, "Hahahahaha... Shen Liang kamu sialan!" Teriaknya dengan nada semangat.
Bersambung.....
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.
__ADS_1