
Fang Lin, Tian Wai serta Sui Yi kini berjalan menuju ke tempat penjualan budak yang lain. Sebelumnya Fang Lin sudah memberitahu kepada mereka berdua, Alasan ia menyelamatkan para budak.
Fang Lin hanya memberitahu kalau ia akan menjadikan para budak sebagai pasukan kota dan tidak memberitahu alasan lain-nya.
Di sisi lain, Tian Wai dan Sui Yi tidak bertanya lebih lanjut mengenai hal itu, Mereka berdua kembali mengobrol satu sama lain sambil mengikuti tuan-nya dari belakang.
......................
10 Menit Kemudian.
Kini Fang Lin serta 2 bawahan lain-nya sudah berada di depan sebuah rumah makan bertingkat. Tanpa basa-basi mereka bertiga langsung berjalan memasuki rumah makan tersebut.
Baru saja mereka bertiga ingin melangkah-kan kaki ke pintu masuk rumah makan tersebut, Sebuah teriakan terdengar di telinga mereka dan membuat mereka tidak jadi untuk melangkah.
"Hey, kalian bertiga! Tolong berhenti!" Teriakan wanita yang cukup keras terdengar oleh semua orang.
Tidak hanya Fang Lin, Tian Wai dan Sui Yi saja yang menoleh ke arah sumber suara tersebut, Tetapi para warga yang beraktivitas di dekat sana juga ikut menoleh ke arah teriakan itu.
Mereka semua dapat melihat seorang wanita cantik bergaun merah muda yang kini sedang berlari ke arah Fang Lin.
Fang Lin sendiri yang mengetahui hal itu hanya diam di tempat tanpa bergerak sedikitpun, Ia merasa kalau diri-nya pernah melihat wanita cantik itu di suatu tempat.
Di saat wanita tersebut sampai di dekat Fang Lin, Ia langsung menangkupkan tangan-nya sambil membungkuk-kan badan-nya sedikit, "Salam senior, Perkenal-kan saya adalah Liu Ryu, Seorang kultivator dari aliran putih" Ucap Liu Ryu memperkenal-kan diri.
"Tidak perlu basa-basi, Katakan saja tujuan-mu" Balas Fang Lin dengan nada acuh tak acuh.
Liu Ryu yang mendengar balasan cuek dari Fang Lin hanya tersenyum kecut, "Maaf jika mengganggu waktu senior, Saya disini hanya ingin menanyakan, Apakah senior adalah orang yang melepaskan budak di penginapan 'Para Dewa'?" Tanya Liu Ryu dengan raut wajah serius.
"Tidak" Jawab singkat Fang Lin dengan wajah datar.
__ADS_1
Mendengar jawaban singkat dari Fang Lin membuat Liu Ryu menatap pria tampan di depan-nya dengan teliti. Ia melirik Fang Lin dari atas hingga bawah dan menghela nafas-nya cukup panjang, "Anda berbohong bukan senior? Warna kulit, Postur badan dan juga tinggi anda sangat persis dengan orang yang ku-lihat di Penginapan Para Dewa" Ucap Liu Ryu dengan tatapan curiga.
Fang Lin yang mendengar-nya langsung terdiam sesaat, Ia memasang wajah kesal lalu mendecak-kan lidah-nya, "Ck, Merepotkan..." Gumam Fang Lin lalu mengeluarkan aura naga-nya.
~Whoooshhh~
Seketika tubuh Liu Ryu ditekan oleh sebuah aura asing yang kuat dan membuat-nya tidak dapat bergerak sama sekali, Ia mencoba untuk membuka mulut-nya, Tetapi ia tidak dapat melakukan-nya dikarenakan aura asing yang menimpa-nya.
Melihat Liu Ryu tidak dapat bergerak karena tekanan-nya, Fang Lin langsung melirik ke arah sekitar-nya untuk memastikan para warga tidak mencurigai-nya.
Fang Lin yang melihat para warga sekitar sudah kembali melakukan aktivitas mereka masing-masing hanya diam, Ia kemudian menatap Liu Ryu kembali dan mendekat-kan wajah-nya, "Kamu cantik, Namun sayang-nya terlalu bodoh dan ceroboh" Bisik Fang Lin pelan dan seketika pupil mata-nya berubah menjadi warna emas.
Melihat perubahan pupil mata Fang Lin menbuat Liu Ryu terkejut, Ia yang merasakan ada yang aneh dengan pupil mata itu langsung mencoba menutup mata-nya, "Sial, Aku tidak bisa menutup mata-ku" Batin Liu Ryu mengumpat.
Sesaat setelah membatin seperti itu, Liu Ryu tiba-tiba saja merasakan ngatuk yang sangat berat, Ia merasa tubuh-nya sangat lemas dan beberapa saat kemudian dia terjatuh karena tidak kuat untuk menahan rasa ngantuk yang menimpa-nya.
Di sisi lain, Fang Lin yang melihat Liu Ryu ingin terjatuh langsung menangkap-nya ke dalam pelukan-nya, Ia tersenyum tipis ketika melihat wajah polos Liu Ryu yang sedang tertidur, "Jarang sekali ada seorang anak kaisar yang memiliki pemikiran polos seperti dia" Gumam Fang Lin pelan saat melihat ingatan Liu Ryu.
Sui Yi yang sedari tadi memerhatikan tuan-nya langsung mengangguk-kan kepala-nya patuh, Ia langsung berjalan mendekati tuan-nya dan meraih Liu Ryu yang tertidur ke dalam pelukan-nya.
Sui Yi langsung membopong Liu Ryu ke belakang punggung lalu menunduk-kan badan-nya sedikit ke arah tuan-nya, "Kalau begitu saya pergi dulu tuan" Ucap Sui Yi dan diangguki oleh Fang Lin.
Sui Yi yang melihat angguk-kan tuan-nya langsung melesat pergi dari sana. Di sisi lain, Sebuah bayangan hitam keluar dari bayangan Fang Lin kemudian melesat ke arah Sui Yi dan memasuki bayangan-nya.
"Jaga mereka berdua, Zhao..." Gumam Fang Lin pelan kemudian membalik-kan badan-nya.
Fang Lin melirik ke arah Tian Wai dan melihat-nya yang sedang melamun, Ia hanya menggelengkan kepala-nya dan berjalan memasuki rumah makan di depan-nya.
Tian Wai yang melamun saat melihat kepergian Sui Yi langsung tersentak ketika menyadari tuan-nya tidak berada di dekat-nya, Ia langsung mengedarkan pandangan-nya dan melihat tuan-nya yang sudah memasuki rumah makan tersebut.
__ADS_1
Dengan segera Tian Wai berlari untuk menyusul tuan-nya yang berada di rumah makan.
***
Di Dalam Rumah Makan.
Fang Lin dan Tian Wai langsung berjalan ke arah pintu yang sedang di jaga oleh 2 orang pria tinggi, "Bagaimana cara-nya agar aku bisa membeli budak?" Tanya Fang Lin saat berada di hadapan kedua penjaga itu.
"Kode tuan?" Tanya salah satu penjaga dengan nada datar.
"Tunggu sebentar..." Jawab Fang Lin dan seketika pupil mata-nya berubah menjadi warna emas.
Beberapa saat kemudian, Pupil mata Fang Lin kembali menjadi biru safir, Ia tersenyum dan berkata, "Langit hitam"
Kedua penjaga yang mendengar-nya langsung membuka pintu yang berada di belakang mereka, "Jangan sungkan untuk berbelanja yang banyak tuan" Ucap salah satu penjaga tersenyum sambil mempersilahkan mereka berdua masuk.
Fang Lin yang mendengar itu tidak menanggapi-nya dan langsung masuk ke dalam ruangan tersebut bersama Tian Wai.
Di dalam ruangan tersebut, Fang Lin dan Tian Wai langsung di sambut oleh pria jangkung berpakaian hitam polos, "Selamat datang tuan" Ucap pria jangkung tersebut lalu menimpali-nya dengan cepat, "Apakah tuan-tuan ini ingin membeli budak?" Timpal pria jangkung bertanya.
Fang Lin yang mendapati pertanya seperti itu hanya tersenyum tipis, "Tidak... Aku ingin membunuh" Ucap Fang Lin santai dan membuat pria jangkung tersebut terkejut.
Bersambung...
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.
NOTE: Jangan pelit like dong, Masa 1 hari ga nyampe 200 like :(
'Lahirnya Penguasa Dunia', Menceritakan Li Fan seorang sampah yatim piatu yang ditakdirkan menjadi penguasa dunia.
__ADS_1
Cerita ini mcnya gak terlalu overpower di awal dan banyak alur-alur yang sedikit gelap serta sedih.