
Sudah tepat tiga bulan berlalu semenjak Fang Lin kembali dari kubah yang dulunya dikuasai oleh Yun Shandes.
Hari ini adalah hari di mana Turnamen Semesta akan dimulai.
Fang Lin sudah bersiap, semua bawahannya yang berada di ranah Absolute juga sama. Sementara itu mereka yang masih belum mencapai ranah Absolute tetap berada di dalam area pemukiman dan fokus untuk meningkatkan diri.
Saat ini, Fang Lin bersama bawahan Absolute dan juga keluarganya sedang berkumpul di satu tempat sembari menunggu mulainya Turnamen Semesta.
Peringkat sepuluh besar dari setiap kubah kini sudah tidak lagi mengalami perubahan semenjak satu minggu yang lalu.
Kubah Fang Lin saat ini menempati peringkat satu setelah mengeluarkan semua makhluk bayangan dan juga boneka bayangannya.
Mereka semua Fang Lin tempatkan di luar wilayah pemukiman karena jumlahnya yang cukup banyak. Perlu diketahui juga kalau setiap bayangan sudah dilapisi hukum Anti-Manipulasi sehingga mereka tidak akan dilenyapkan dengan mudah oleh musuh-musuh di ranah Absolute.
"Ayah, apakah Turnamen ini akan berlangsung lama?"
"Ayah akan baik-baik saja, bukan?"
"Menangkan Turnamen ini, ayah! Jangan buat malu cucumu ini!"
"Ayah, jangan sampai memaksakan diri!"
"Semangat ayah!"
Fang Lin tersenyum lalu membalas semua perkataan anak-anaknya itu satu-persatu, ia bisa melihat kekhawatiran yang tercetak jelas di wajah mereka.
Ayah dan ibu Fang Lin memberikan pesan padanya untuk selalu berhati-hati, mereka sebenarnya sangat khawatir pada anak satu-satunya itu tetapi keduanya tidak bisa berbuat banyak dalam situasi semacam ini.
Sementara itu, kelima istri Fang Lin memberikan kata-kata untuk menyemangatinya, meskipun mereka terlihat baik-baik saja dari luar tetapi hati mereka terasa sangat sedih sekaligus takut kalau kejadian buruk menimpanya.
"Kalian semua jangan terlalu khawatir, aku pasti bisa melewati Turnamen ini." Fang Lin tersenyum tipis.
Mereka hanya bisa mempercayai perkataan Fang Lin dan berharap kalau dia memang mampu melakukannya.
......................
Setelah beberapa jam berlalu, daratan bergetar dan energi ungu memenuhi langit dalam sekejap mata.
Fang Lin yang melihat itu langsung menyuruh keluarganya untuk melakukan aktivitas seperti biasanya tanpa perlu mengkhawatirkan apapun, kemudian dirinya bersama semua bawahan Absolute keluar dari kubah Cahaya Segel Aurora dan memperhatikan retakan raksasa yang tercipta di langit.
__ADS_1
Perlahan retakan raksasa tersebut terbuka lebar dan memuntahkan sepuluh Absolute berbentuk Manusia bersamaan dengan telur raksasa.
[Ding! Turnamen Semesta dimulai!]
[Misi: Hancurkan telur raksasa kuno
Batas Waktu: satu tahun
Gagal: Diskualifikasi dari Turnamen Semesta.]
Ketika layar merah muncul tepat di depan wajahnya membuat Fang Lin melebarkan matanya karena terkejut, bukankah notifikasi ini mirip sekali dengan layar system?
"Apa ini termasuk pertandingannya...?" Fang Lin bergumam, ini jelas sedikit di luar ekspetasinya.
"Tuan, apa yang harus kita lakukan?" tanya Diablo dengan suara tenang.
"Kita semua harus memecahkan telur itu sebelum setahun dari sekarang. Lakukan segala cara, jangan ada yang lengah sedikitpun." jawab Fang Lin sekaligus memberi perintah.
Diablo, Yang Jian, Yun Feng, Bai Hu dan Khatz mengangguk paham. Mereka langsung melesat maju sembari mengeluarkan senjata yang tersarung di tubuh mereka.
Tidak hanya para bawahan inti saja yang mulai menyerang akan tetapi belasan makhluk bayangan di ranah Absolute juga mulai menyerang ke arah telur tersebut secara membabi buta.
Fang Lin sendiri mengawasi jalannya pertempuran dari kejauhan, ia sudah bisa menebak hasil dari misi ini setelah memeriksa jumlah energi musuh melalui Kesadaran Spiritualnya.
Pertempuran berlangsung selama satu bulan lamanya, dan sampai akhirnya kesepuluh Absolute lawan berhasil dihabisi oleh para bawahannya.
Semua bawahannya itu datang menghampirnya sembari membawa telur raksasa yang ada, mereka tidak menghancurkannya karena Fang Lin memberikan perintah yang baru.
"Telur raksasa kuno, ya?" Fang Lin mengetuk pelan telur tersebut, lalu mengalihkan pandangannya pada kesepuluh mayat Absolute musuh, "Yue pernah berkata kalau tidak masalah bagiku untuk menghidupkan mereka kembali. Tapi, aku harus memikirkan kedepannya karena Turnamen akan terus berjalan tanpa menunggu diriku pulih terlebih dahulu."
Fang Lin kemudian melenyapkan delapan dari sepuluh mayat yang ada, lalu membangkitkan dua yang tersisa menjadi makhluk bayangan.
Menjadikan kedua Absolute itu sebagai makhluk bayangan membutuhkan hampir sebagian dari energi dalam tubuhnya, untuk sekarang ia tidak akan menamai mereka karena jumlah energinya saat ini tidak memenuhi persyaratan.
Fang Lin menatap telur raksasa di dekatnya setelah menghidupkan kembali dua Absolute itu, Kesadaran Spiritualnya tidak menembus cangkang telur tersebut sehingga membuatnya sulit menebak apa yang ada di dalamnya.
"Daya tahan telur ini hanya setara dengan satu galaksi saja, tidak sulit menghancurkannya sekarang juga." Fang Lin bergumam dan memikirkan beberapa kemungkinan setelah dirinya menghancurkan telur itu.
"Yah, tidak perlu terburu-buru." Fang Lin menggelengkan kepalanya pelan, "Sekarang, aku akan memulihkan energiku. Kalian jangan ada yang lengah, sekarang setiap kubah telah disatukan dan bukan kemungkinan kecil kalau ada salah satu peserta yang mampir kemari."
__ADS_1
"Kami mengerti, Tuan." mereka menjawab serempak sesaat setelah Fang Lin berkata demikian.
Fang Lin melakukan posisi lotus di udara dan menyerap setiap energi di Dunia Abyss, karena ia sudah mengkonsumsi cairan Penyerapan Surgawi jadi dirinya hanya membutuhkan beberapa bulan sampai energinya penuh kembali.
"Sepertinya selama empat bulan ini suasana di sekitar sangat tenang, apakah tidak ada peristiwa menarik selama aku memulihkan energiku?." tanya Fang Lin pada Diablo yang berada di dekatnya.
"Sayangnya tidak ada, Tuan. Dalam radius lima ratus ribu kilometer, saya sama sekali tak menemukan adanya tanda-tanda kehidupan." jawab Diablo memberitahu situasinya.
Fang Lin sedikit memasang ekspresi kecewa, tapi di sisi lain dirinya merasa lega karena tidak ada peristiwa merepotkan yang terjadi pada orang-orangnya.
"Bagus, terus waspada." ucap Fang Lin, dan diangguki cepat oleh Diablo.
Fang Lin kemudian mendekati telur raksasa yang melayang di langit, dan sejenak menatapnya. Ia mengeluarkan pedang Pembunuh Absolute, lalu mengayunkan secara vertikal dan juga horizontal.
Slash!
Slash!
Trazhhhh!
Telur raksasa itu pecah menjadi pecahan energi setelah Fang Lin menebasnya, dan setelah menghilang tanpa meninggalkan jejak sedikitpun, ada layar berwarna merah muncul di depan wajahnya.
[Ding! Misi pertama berhasil diselesaikan!]
[Beberapa Absolute mulai tertarik pada Anda!]
[Seorang Absolute '?' memberikan Artefak 'The Necklace Illusion of Reality]
[Selamat, anda mendapatkan 'The Necklace Illusion of Reality']
Setelah notifikasi itu muncul, tiba-tiba saja di atas telapak tangan Fang Lin ada sebuah kalung berwarna ungu kehitaman.
"Huh, kalung?" Fang Lin sedikit memiringkan kepalanya sebelum memeriksanya menggunakan Kesadaran Spuritual.
"Tapi di tangan Absolute sepertiku, kalung ini sama sekali tak berguna." ucap Fang Lin sambil memandangi kalung tersebut.
Tadinya Fang Lin ingin melenyapkannya, tapi setelah dipikirkan kembali lebih baik memberikannya pada salah satu dari kelima istrinya.
Fang Lin mengenakan kalung tersebut supaya tidak jatuh atau semacamnya, ia memutuskan untuk memberikan kalung itu nanti setelah menemukan waktu yang tepat.
__ADS_1
Bersambung......
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.