
Lorong Dimensi, Kapal Terbang Star Universe.
Di dalam ruang pengendali kapal terbang tersebut, seorang pria tampan berjubah hitam mewah kini sedang berdiri dan menatap serius ke arah luar kapal.
"Sudah tiga minggu lebih sejak kejadian itu, akan tetapi guru sama sekali belum menghubungiku." Gumam Fang Lin pelan.
Fang Lin mengira kalau gurunya Yuan Zhong akan menghubunginya setelah ia mengacaukan Alam kekuasaan Dewa Kera, namun anehnya ia sama sekali belum mendapatkan telepati atau semacamnya dari gurunya.
"Ada yang aneh... Tapi apa?" Fang Lin melipat kedua tangannya di depan dada lalu memejamkan matanya. Ia saat ini sedang memikirkan kejanggalan tersebut di otaknya.
Di sisi lain, Diablo yang sedang mengendalikan kapal terbang Star Universe hanya bisa diam ketika melihat tingkah tuannya.
Beberapa saat kemudian, mata Fang Lin perlahan terbuka dan tatapannya menyorot tajam ke arah depan, "Sebelum aku pergi dari Alam Para Monster Dewa, Dewa Kera sempat melihat isi kapal terbang Star Universe, yang dimana Yun Feng sedang berada di dalam sana." Ucap Fang Lin pelan. Ia menarik nafasnya cukup dalam lalu mengeluarkannya secara perlahan, "Itu artinya Dewa Kera sudah mengetahui keberadaan Serigala Bintang yang seharusnya sudah tidak ada di Alam Semesta ini."
"Mungkinkah guru..." Fang Lin buru-buru melambaikan tangannya ke samping dan seketika muncul sebuah cermin yang tidak terlalu besar.
Cermin tersebut memperlihatkan refleksi dirinya dan tak lama setelah itu refleksinya perlahan memudar lalu memunculkan sebuah tempat yang cukup terang.
Deg.
Jantung Fang Lin seakan berhenti berdetak ketika melihat seseorang yang familiar bagi dirinya. Dia adalah Yuan Zhong yang saat ini kaki dan tangannya terikat oleh rantai hitam.
Yuan Zhong melayang di udara karena ikatan rantai yang menjeratnya, kondisinya bisa dibilang tidak baik karena terdapat luka memar dan beberapa robekan kulit.
"Guru!~" Fang Lin langsung berteriak, rasa khawatir jelas menyelimuti hatinya. Ia memegang cermin penghubung untuk melihat lebih jelas keadaan gurunya.
"Baaa!" Tiba-tiba saja seorang pria dengan wajah penuh bulu muncul di refleksi cermin penghubung dan membuat Fang Lin cukup terkejut.
Matanya melebar ketika melihat sosok tersebut adalah Dewa Kera yang ia temui tiga minggu yang lalu.
"Kau... Dewa Kera?" Fang Lin bertanya memastikan.
__ADS_1
"Sudah jelas bukan? Apakah kau sudah lupa dengan rupaku yang tampan ini?" Sun Wukong berkata dengan nada santai.
Fang Lin terdiam sesaat ketika mendengarnya, ia kemudian melirik ke arah gurunya yang berada tepat di belakang Sun Wukong lalu bertanya, "Apakah kau yang melakukannya"
Ia sebenarnya kurang lebih sudah mengetahui kenapa gurunya berada di dalam kondisi seperti itu, namun ia tetap menanyakan hal tersebut karena ingin berpura-pura tidak mengetahui masalah tentang binatang surgawi.
Sun Wukong tersenyum lebar ketika mendapati pertanyaan dari Fang Lin, "Hehehehe... Seharusnya kau sudah mengetahui ceritanya bukan? Lalu kenapa kau berpura-pura tidak mengetahuinya?"
"Apa maksudmu? Aku tidak mengerti sama sekali." Fang Lin cukup gugup ketika mengatakan hal tersebut.
"Dewi Teratai. Salah satu dari Dewa dan Dewi Kuno... Dahulu sekali dia menghilang tanpa jejak, bahkan Dewa-Dewi yang sangat ahli dalam pelacakan tidak dapat menemukannya seolah keberadaannya telah hilang dari semesta ini. Namun siapa sangka kalau aku menemukannya di wilayahku dan dia menundukkan kepalanya kepada makhluk yang bahkan belum resmi menjadi seorang Dewa." Ucap Sun Wukong panjang lebar.
Fang Lin berdecak pelan ketika mendengarnya, ia benar-benar lupa dengan keberadaan Fei Yulan.
"Apa yang akan terjadi pada guruku selanjutnya?" Fang Lin bertanya dan mencoba untuk tidak meluapkan amarahnya.
Sun Wukong mengangkat pundaknya dan berkata, "Siapa yang tau? Tetapi kemungkinan besar Dewa Perang akan langsung dieksekusi dan rohnya akan disiksa di Neraka. Kau tau? Melanggar perintah yang diberikan oleh Kaisar Dewa bahkan lebih buruk dari kematian."
Fang Lin menggertakkan giginya ketika mendengar itu, "Dasar kalian keparat!!! Sampaikan pada Kaisar Dewa! Jika dia berani membunuh guruku, maka bersiap-siaplah untuk menghadapi ajalnya! Bahkan jika ada sang Absolute Universe sekalipun di belakang kalian, aku tidak akan takut dasar para Dewa BAJINGAN!!!" Fang Lin berteriak marah dan membuat kapal terbang Star Universe bergetar hebat, bahkan cermin penghubung di depannya retak dan membuat cermin tersebut bisa hancur kapan saja.
"KALIAN KEPARAT BAJINGAN!!! KALIAN PIKIR AKU MAIN-MAIN DALAM PERKATAANKU?!! LIAT SAJA SIALAN~!" Seluruh aura membunuh Fang Lin benar-benar merembes keluar dari tubuhnya.
Kapal Terbang Star Universe tidak berhenti bergetar, Diablo yang berada di dekat tuannya itu benar-benar kesulitan bernapas, dan juga rohnya perlahan terkikis.
Diablo terjatuh, ia memuntahkan darah hitam segar dari mulutnya lalu tergeletak di lantai kapal. Melihat tuannya begitu marah benar-benar membuatnya ketakutan, "T-tuann... B-berhenti..." Diablo bersusah payah untuk mengeluarkan suara tersebut.
Fang Lin tentu mendengar rintihan Diablo langsung tersadar, ia dengan segera menarik kembali aura membunuhnya dan dengan segera ke arah Diablo.
"Diablo! Astaga... Maafkan aku!" Fang Lin benar-benar panik. Ia melapisi iblis itu dengan api putihnya sampai iblis itu kembali pulih.
Melihat keadaan Diablo mulai membaik Fang Lin langsung menuju pintu keluar ruang pengendali kapal. Matanya melebar ketika mendapati hampir seluruh bawahannya tak sadarkan diri dan dalam kondisi sekarat.
__ADS_1
Dengan segera ia mengeluarkan api putih serta api emasnya, dan melapisi semua bawahannya dengan kedua api tersebut.
Dalam proses pemulihan semua bawahannya. Fang Lin bersandar di dinding kapal, ia menutup wajahnya dengan satu tangan dan perlahan air mata turun ke pipinya.
"Keparat... Aku benar-benar tidak bisa mengendalikan diriku..." Fang Lin berkata dengan suara serak. Semenjak kehilangan orang-orang terdekatnya, mentalnya menjadi goyah dan entah kenapa dirinya bisa menangis seperti ini, padahal jiwanya sudah meningkat drastis usai menerima petir kesengsaraan.
"Sialan... Aku benar-benar sampah... Aku sudah tidak bisa melindungi orang-orang yang kusayangi... Dan sekarang aku malah membahayakan para bawahanku..." Ia benar-benar merasa bersalah pada semuanya. Air matanya semakin banyak dan sangat sulit untuk dibendung.
Beberapa menit kemudian. Fang Lin menghentikan tangisannya karna menurutnya itu tidak berguna, ia menarik nafas dalam-dalam lalu mengeluarkannya secara perlahan.
Fang Lin kemudian mengedarkan pandangannya dan masih mendapati para bawahannya yang tidak sadarkan diri, kecuali Fei Yulan yang dapat mempertahankan kesadarannya.
Tentu wanita cantik itu mengetahui kalau tuannya menangis, namun ia tidak dapat mendekatinya karena tubuhnya benar-benar terluka parah sehingga tidak bisa bergerak.
Bersambung...
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> GIFT >> COMMENT.
NOTE:
Assalamu'alaikum.
Mohon Maaf untuk sebesar-besarnya kepada pembaca SSI karena author tidak update selama dua bulan lebih. Itu semua karena author malas? Atau semacamnya dan butuh istirahat, tapi mulai bulan ini bakal update seperti biasa.
Oh ya, Author sempat melihat komentar kalian dan ada beberapa mendoakan author meninggal? Hmm... Sebenarnya Author gak tersinggung ataupun sakit hati, tapi ini semacam peringatan untuk kalian kalau Doa buruk tidak akan tersampaikan malah akan balik kepada diri sendiri.
Jadi kalian boleh komentar kritik ke Author tapi jangan mendoakan hal-hal tentang kematian atau keburukan, karena kematian sudah ada yang mengaturnya, kalian berkomentar semacam itu hanya karena sebuah novel? Ayolah majukan pikiran kalian.
Memang Author bisa dibilang gak bertanggung jawab dan itu bisa dibenarkan, Author akan menamatkan novel SSI kecuali ada kejadian buruk atau semacamnya yang menimpa Author. Gak Janji.
Udah gitu aja, btw kalian mampir ke Novel Author yang baru, Judulnya: Legenda Raja Kultivator.
__ADS_1
Lain kali jangan begitu ya, waterpark men.
Wa'alaikumussalam.