
Melihat raut wajah Heng Zhanjin yang memburuk membuat Fang Lin tersenyum tipis, tentu saja ia tidak akan melenyapkan mereka karena itu mungkin bisa menciptakan rantai balas dendam. Apalagi kalau sampai kehilangan dua sosok Absolute, itu akan menjadi kesalahan fatal yang akan merugikannya.
"Untuk sekarang aku akan membiarkan mereka merasa frustasi, kalau sudah waktunya aku akan memberikan mereka sebuah penawaran yang kemungkinan besar tidak akan ditolak oleh mereka." ucap Fang Lin dalam hati, ia sudah memberitahukan rencana ini pada Yue dan istrinya itu mengatakan kalau rencana tersebut adalah hal yang patut dicoba.
Setelah hampir satu jam pertempuran antara Absolute berakhir, ketujuh Absolute yang mencoba menyembuhkan Ma Feng dan Hong Zhun sudah mencapai di tahap mereka merasa frustasi.
Meskipun telah menggunakan berbagai macam cara untuk menyembuhkan luka kedua Absolute tersebut, namun tidak ada ada tanda-tanda bawah luka yang diderita mereka akan sembuh.
"Ini, sungguh berbahaya..." salah seorang Absolute di sisi Hong Zhun berkata lewat telepati, lalu melanjutinya, "Kalau dia tidak segera disembuhkan, jiwa dan raganya akan mati..."
Keenam Absolute yang mendengar itu langsung memasang ekspresi suram, saat ini mereka merasakan berbagai macam perasaan yang tercampur aduk.
"Bajingan, percuma saja kita mencapai ranah Absolute..." Absolute Iblis merapatkan giginya, lalu segera menambahkan, "Bahkan menyembuhkan teman saja tidak bisa!"
"Tenanglah, kita akan memperlambat kondisi luka mereka menggunakan Artefak tingkat Semesta lalu mencari cara untuk masalah ini." Absolute berwujud kera menenangkan rekannya itu.
"Apa kau pikir mereka akan membiarkan kita kabur?" Absolute Iblis bertanya dengan kesal, lalu segera melanjutinya, "Mereka saja sudah diam semenjak kita menghampiri Ma Feng dan Hong Zhun, itu artinya mereka sudah merencanakan situasi ini sejak awal..."
"Apa maksudmu?"
"Kemungkinan besar mereka ingin membuat kita berada dalam posisi sulit semacam ini, dan setelah kita sudah mencapai titik frustasi, dia akan memberikan penawaran untuk mengabdi padanya dengan bayaran menyembuhkan mereka berdua..." jelas Absolute Iblis cepat.
"Apakah dia pikir rencana semacam itu akan berhasil? Dasar gila!"
"Kalau spekulasimu itu benar, maka kita harus mempertaruhkan segalanya di sini. Mengabdi padanya sama saja dengan mengkhianati Celestial Absolute, tidak akan kubiarkan hal itu terjadi!"
Ketika mereka sudah sangat yakin mendengar spekulasi dari Iblis Absolute, Fang Lin tiba-tiba saja muncul di dekat mereka yang ada di sisi Hong Zhun.
"Sepertinya kalian terlalu berpikir jauh..." ucap Fang Lin dengan tenang.
Kemunculan Fang Lin jelas membuat keempat Absolute menatapnya dengan tatapan dingin, namun tidak ada satupun di antara mereka yang maju untuk menyerang mengingat Hong Zhun masih belum diberikan penanganan sementara.
__ADS_1
"Kalian tampaknya cukup tenang setelah melihat keberadaanku..." Fang Lin tersenyum tipis sembari melipat kedua tangannya di belakang pinggang.
"Kau akan membayar semua ini, bajingan." ucap Absolute kera dengan Niat Membunuh yang merembes keluar dari tubuhnya.
"Hee... Kau tidak boleh kasar begitu, aku punya penawaran yang cukup menggiurkan untuk kalian." ucap Fang Lin tenang, lalu segera melanjutinya, "Apakah kalian tertarik mendengarnya? Kalau iya, maka ada kesempatan bagi kedua Absolute itu sembuh dari luka parah mereka."
"Kami tidak butuh itu! Jangan berpikir dengan menyembuhkan mereka, kami akan mengabdi padamu!"
"Tidak, tidak... Penawaran yang kuberikan tidak akan menyangkut masalah perintah terakhir Celestial Absolute atau semacamnya." Fang Lin langsung menggelengkan kepalanya untuk menyangkal.
"Apa maksudmu...?"
"Jangan tergiur, Leng Jin! Dia pasti mempunyai niat tertentu dalam penawarannya!" Absolute Kera melarang Absolute Iblis untuk mendengar penawaran Fang Lin.
"Hadeh, tolong dengarkan aku dulu..." Fang Lin menghela nafas lewat mulut ketika melihat ketidakpercayaan dari Absolute Kera tersebut, "Aku akan membiarkan kalian hidup tanpa perlu mengabdi padaku, namun kalian semua harus tinggal di Dunia ini dalam jangka waktu tak terbatas. Lalu, tidak boleh ada satupun dari kalian yang menyentuh orangku. Anggap saja penawaran ini sebagai tanda damai tanpa saling mengganggu di antara kita..."
Fang Lin memberikan penawaran sekaligus menjelaskannya secara rinci.
"Tinggal di Dunia ini selamanya...?"
Pada saat keheningan menyelimuti mereka, Yin Rong dan dua Absolute lainnya muncul. Tidak ada Ma Feng di antara mereka karena Absolute bertangan empat tersebut sudah diletakkan di tempat yang aman.
"Katakan dengan jujur, apa keuntunganmu dalam penawaran itu?" Yin Rong langsung bertangan sesaat setelah datang ke sana, keheningan seketika pecah dan hampir semua perhatian tertuju padanya.
"Keuntungan, ya...?" Fang Lin sebenarnya enggan untuk memberitahu, namun kalau ia menolak untuk menjawab mungkin penawarannya barusan akan ditolak secara mentah-mentah, "Dunia ini disebut sebagai Dunia Abyss, sulit untuk menjelaskan secara detail tetapi Dunia ini khusus diciptakan oleh peserta Turnamen Semesta."
"Turnamen Semesta...?"
Mereka mengerutkan alis, baru pertama kali mereka semua mendengar nama Turnamen semacam itu.
"Jadi?"
__ADS_1
"Turnamen Semesta diikuti oleh peserta yang mewakili Alam Semestanya masing-masing, sebelum Turnamen tersebut dimulai ada penghalang yang membentuk kubah dan menjadi wilayah setiap peserta." ucap Fang Lin menjelaskan, lalu segera melanjutinya, "Jadi, penawaran yang kuberikan secara tidak langsung akan menguntungkanku di masa depan."
"Apa kau berniat menjadikan kami sebagai pasukan yang menetap di wilayahmu?!" salah satu Absolute bertanya dengan kesal.
"Ya, kurang lebih begitu. Tapi, kalian semua sama sekali tidak terhubung padaku..." Fang Lin tidak menyangkal, lalu melanjutinya, "Mau aku dalam kesulitan dan dalam posisi terpojok, tidak ada hak bagi kalian untuk melindungiku. Kalian bisa bersembunyi dan menyaksikan dalam diam ketika Turnamen itu dimulai..."
Suasana menjadi hening setelah penjelasan dari Fang Lin berakhir, ketujuh Absolute saat ini sedang berkomunikasi lewat telepati dan membicarakan penawaran tersebut dengan hati-hati.
"Dalam penawaran itu, dia diuntungkan kalau kita akan melawan kalau ada orang lain dari wilayah berbeda mengganggu kita. Kurasa tidak buruk untuk menerimanya daripada harus kehilangan Ma Feng dan Hong Zhun."
"Kau benar, tapi apa dia bisa dipercaya? Kita tidak bisa menggunakan sumpah Dao karena ranah Absolute sudah setara dengan semua Dao di Alam Semesta. Satu-satunya cara adalah menggunakan Artefak tingkat Kosmis supaya dia tidak melanggar satupun dari penawaran yang diberikan."
"Apa di antara kita ada yang punya Artefak tingkat Kosmis dengan kegunaan dapat mengikat perkataan makhluk hidup?"
Tidak ada satupun dari mereka yang menjawab setelah pertanyaan itu dilontarkan. Perlu diketahui, Artefak tingkat Kosmis tidak mungkin bisa diciptakan oleh seorang Absolute, hanya ahli tempa di ranah Celestial Absolute saja yang mampu menempanya.
Bisa dibilang Artefak tingkat Kosmis sangat sulit untuk didapatkan oleh para makhluk di ranah Absolute.
"Apakah kalian sedang memikirkan cara agar aku tidak melanggar penawaran yang kuberikan?" Fang Lin yang melihat keheningan tanpa adanya tanda-tanda diskusi berlanjut dengan inisiatif bertanya.
Semua tatapan Absolute langsung mengarah pada Fang Lin, mereka tampak tidak terlalu terkejut dengan itu.
"Jangan ikut campur, kami akan melakukan cara kami sendiri..." salah satu Absolute memberikan peringatan.
Fang Lin menghela nafas panjang lewat mulut, lalu segera mengeluarkan selembar kertas di tangan kanannya, "Ini adalah lembar kertas perjanjian, sebuah Artefak tingkat Kosmis. Kalian bisa menulis penawaran tadi di lembaran kertas ini, dan aku hanya perlu menggunakan setetes darahku sebagai tanda untuk mengaktifkannya." ucap Fang Lin sembari memperlihatkan lembaran kertas tersebut dengan tenang.
Ketujuh Absolute tersebut menatap lembaran kertas yang dipegang oleh Fang Lin dengan cermat, mereka semua memeriksanya secara bersamaan dan bisa dipastikan bahwa lembaran kertas tersebut adalah sebuah Artefak tingkat Kosmis.
Mereka tidak menanggapi ucapan Fang Lin untuk sementara waktu, diskusi lewat telepati kembali terjadi di antara mereka.
Bersambung.....
__ADS_1
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.
Note: Sebenarnya Author udah berniat untuk nulis novel, tapi entah kenapa kemalasan selalu menyertai saat mau melakukannya :(