System Sang Immortal

System Sang Immortal
Invasi Peserta Turnamen Semesta III


__ADS_3

"Apa kau yakin hanya mengeluarkan satu kartu as saja? Sepertinya kau terlalu meremehkan mereka, ya?" Yun Shandes yang muncul di hadapan Fang Lin langsung berkata demikian.


Tentu saja Yun Shandes hanya melakukan omong kosong saja, sudah jelas raja Ashura mampu menandingi mereka tanpa harus mengeluarkan kekuatan penuh sekalipun.


"Dia sepertinya mencoba mencari tau kartu apa saja yang masih belum kukeluarkan..." Fang Lin tertawa kecil dalam hati, musuhnya sekarang ini sudah mencapai titik kegelisahan, "Aku harus terus membuatnya seperti ini sampai dia mengeluarkan semua kartu as miliknya."


Fang Lin melesat maju dan melancarkan serangan menggunakan pedang Pembunuh Absolute, kali ini dia benar-benar serius mengeluarkan seluruh kemampuannya dan memberikan beberapa luka permanen pada Yun Shandes.


"Apa-apaan ini..." Yun Shandes yang kali pertama menerima luka dari pedang Pembunuh Absolute langsung melebarkan matanya, "Luka yang dihasilkan dari pedang itu memang tidak bisa disembuhkan!"


Yun Shandes memang sudah mengetahuinya dari awal, tetapi ia masih bersikap santai karena Fang Lin hampir tidak bisa melukai dirinya sama sekali.


"Ini berbahaya..." Yun Shandes bergumam sambil bertukar serangan dengan lawannya, "Aku tidak mempunyai senjata tingkat Kosmis yang seperti itu, kalau begini terus maka aku akan kalah!'


Yun Shandes terlihat cukup panik saat ini, ia sesekali mengeluarkan beberapa Artefak pertahanan ketika Fang Lin hampir melukai dirinya.


"Pertama-tama, aku harus keluar dari sini." Yun Shandes berniat bergabung dengan para bawahannya, ia akan melarikan diri untuk membuat rencana dengan kepala jernih.


Yun Shandes cukup yakin kalau rencana Fang Lin adalah membuatnya seperti ini, jadi dirinya tidak akan termakan oleh rencana itu dan mencari solusi untuk permasalahannya.


"Kalau tidak salah, ada pemukiman di sekitar sini. Mereka berusaha menjauhi wilayah itu supaya tidak terkena dampak dari perang ini." Yun Shandes sebenarnya cukup curiga, tapi ia tidak punya banyak pilihan sehingga memutuskan untuk melarikan diri ke sana.


Yun Shandes kemudian mengawasi raja Ashura melalui Kesadaran Spiritualnya, dan ia bisa menemukan kalau sosok itu tampak baik-baik saja melawan empat Absolute yang berada di bawah kendalinya.


"Seperti yang kuperkirakan, dia tidak akan kalah hanya dengan mereka berempat." Yun Shandes berdecak kesal, lalu matanya menatap tajam ke arah Fang Lin, "Omong-omong, ilusi dan racun di tingkat Semesta sama sekali tidak berpengaruh padanya. Dia benar-benar berbahaya..."


Yun Shandes entah kenapa mulai menyesali keputusannya menginvasi kubah ini tanpa persiapan yang benar-benar matang, dirinya bodoh karena terlalu percaya diri dengan jumlah Absolute yang dimilikinya.

__ADS_1


"Tidak ada gunanya untuk menyesal sekarang, aku harus menghancurkan domain ini dan pergi ke pemukiman itu!" Yun Shandes menciptakan cambuk dari energi semesta murni, lalu menggunakannya untuk menyerang Fang Lin.


Yun Shandes tidak menggunakan gada emas yang ada di tangan kirinya, karena sangat sulit untuk menggunakan itu pada saat dirinya memakai cambuk sebagai senjatanya.


Melihat lawannya kembali menggunakan cambuk membuat Fang Lin tersenyum tipis, tidak lama setelah itu ia mendapatkan kabar kalau Absolute-Absolute yang berada di bawah perintah Yun Shandes mulai menggiring pertempuran ke tempat pemukiman berada.


"Hm, sepertinya dia ingin menggunakan pemukiman untuk membatasi pergerakanku, ya?" pikir Fang Lin, lalu melanjutinya, "Sebaiknya untuk sekarang, aku pura-pura tidak menyadarinya sampai dia keluar dari domain ini."


Fang Lin dan Yun Shandes terus bertukar serangan dengan dahsyat, begitupula raja Ashura beserta lawannya.


Karena Fang Lin sedikit memperkuat daya tahan domain Penjara Es Suci, pertempuran mereka berlangsung selama tiga jam lamanya sampai akhirnya domain tersebut hancur berkeping-keping.


Ketika itu terjadi, empat Absolute yang berada di bawah perintah Yun Shandes tiba-tiba saja mengamuk dan menyerang secara membabi buta.


Di sisi lain, Yun Shandes memanfaatkan kesempatan itu untuk segera pergi dari sana dan menuju ke pemukiman yang dimaksudnya.


"Oi, bajingan! Ke mana kau akan pergi?!" Fang Lin berteriak marah, tentu saja itu hanya kepura-puraan belaka.


Sementara itu, Yun Shandes diam-diam tersenyum tipis dan tidak menanggapi panggilan lawannya melainkan mempercepat lesatannya.


46 Absolute yang berada di bawah perintah Yun Shandes sudah mendekati pemukiman itu, mereka bisa menemukan dua Absolute bayangan yang menjaga wilayah tersebut.


"Buat dua Absolute itu sibuk! Aku dan beberapa makhluk lainnya akan menghancurkan penghalang yang ada!"


Salah satu Absolute berwujud manusia berkata dengan suara yang dialiri Qi semesta, dan membuat Absolute yang mendengar itu langsung melakukan perintahnya.


Setelah kedua Absolute bayangan disibukkan oleh belasan Absolute lainnya, beberapa makhluk mendekati pemukiman dan menyerangnya dengan tujuan menghancurkannya.

__ADS_1


Yun Shandes memerintahkan para Absolute itu untuk tidak menghancurkan pemukiman tersebut, dirinya meminta mereka untuk menahan semua penduduk di sana supaya tidak kabur.


"Tsk, tak kusangka aku akan memakai cara pengecut seperti ini lagi. Tapi, aku tidak punya pilihan terbaik selain ini..." Yun Shandes akan menggunakan penduduk di pemukiman tersebut sebagai alat untuk gencatan senjata, "Meskipun tidak ada jaminan kalau dia akan peduli pada penduduk di pemukiman itu, tapi cara ini layak untuk dicoba."


Kalau rencana ini tidak berhasil maka Yun Shandes akan kembali ke kubahnya untuk memulihkan diri sekaligus menyiapkan rencana yang lebih matang dari sebelumnya.


Membutuhkan waktu setidaknya satu batang dupa terbakar bagi para Absolute itu menghancurkan semua penghalang yang ada, mereka semua langsung menahan penduduk di pemukiman itu yang mulai ketakutan.


Yun Shandes kemudian berhenti dari lesatannya setelah mendengar kabar itu, Fang Lin yang mengejarnya juga ikut berhenti dan memasang ekspresi serius.


"Kenapa tidak menyerangku?" Yun Shandes bertanya ketika melihat Fang Lin yang diam layaknya patung batu.


"Menggunakan penduduk di pemukiman sebagai sandera, rupanya kau seorang pengecut." Fang Lin memasang ekspresi kesal, dia memperkuat genggaman pedang Pembunuh Absolute seolah marah dengan tindakan lawannya.


Yun Shandes tertawa dan merasa senang dengan situasi ini, "Karena kamu sudah menyadari situasinya, bukankah sekarang waktu yang tepat untuk tenang?"


"Tidak perlu basa-basi, apa yang kau inginkan?" Fang Lin bertanya pada intinya, lalu segera melanjutinya, "Kalau kau menginginkanku patuh padamu, lebih baik lupakan saja."


"Hee... Sepertinya kau tidak menyayangi nyawa para pendudukmu, ya?" Yun Shandes menyeringai tipis.


"Kalau kau menyentuh satu orang saja, aku akan benar-benar membunuhmu." ekspresi Fang Lin menjadi tambah dingin, ia sedikit memperlihatkan kegelisahan dalam dirinya.


Seringai di wajah Yun Shandes semakin menjadi, ia kemudian mulai mengatakan tujuannya melakukan ini.


Yun Shandes dan para Absolute di bawah kendalinya sama sekali tidak menyadari kalau semua penduduk itu adalah makhluk bayangan, karena Fang Lin sudah mengaturnya sedemikian rupa supaya mereka bisa semirip mungkin dengan Manusia pada umumnya dari segi penglihatan manapun.


Bersambung.....

__ADS_1


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.


__ADS_2