System Sang Immortal

System Sang Immortal
Memulai Kehidupan Yang Tenang


__ADS_3

Setelah semua itu, Xue Hua menanyakan keberadaan Mue Lian, Fang Lin sendiri tidak menjawab tetapi ia langsung memindahkan semua kekasihnya itu ke tempat Mue Lian berada.


Ketika mereka muncul di kamar yang luas, Qiao Yu, Xue Hua dan Shui Ru langsung mengedarkan pandangan mereka, ketiganya kemudian mendapati Mue Lian yang sedang terbaring di atas tempat tidur.


"Saudari Lian..." Qiao Yu bergumam sembari berjalan mendekati tempat tidur itu, Xue Hua dan yang lainnya juga melakukan hal yang sama.


"Ada apa dengan kakak Lian? Kenapa dia terbaring pingsan di sini?" Xue Hua tidak bisa menahan rasa penasarannya, dalam sekali lihat ia dapat tau kalau Mue Lian sedang pingsan dan bukan tertidur.


Semua pandangan langsung teralih kepada Fang Lin, mereka menatapnya seolah menunggu jawaban dari pemuda tampan itu.


"Lian'er baik-baik saja, ada beberapa alasan yang tidak bisa kujelaskan kepada kalian..." Jawab Fang Lin dengan suara tenang.


Ketiga kekasihnya itu mengerutkan alis saat mendengarnya, mereka berniat untuk menanyakan hal itu lebih jauh tetapi suara Mue Lian mengejutkan mereka semua.


"Dimana aku..." Mue Lian perlahan membuka mata, ia mengedarkan pandangannya dan nafasnya langsung tertahan ketika mendapati orang-orang yang sangat familiar baginya, "Kalian..."


Suara Mue Lian bergetar hebat, tatapannya menyapu sekitarnya dan terhenti ketika menemukan seorang pemuda yang sangat dirindukannya, "F-fang Gege..."


Mue Lian buru-buru bangkit berdiri dan ia langsung memeluk Fang Lin seerat mungkin, isak tangis mulai terdengar karena perasaan rindu yang tertahankan akhirnya lepas juga.


"Maafkan aku..." Fang Lin tersenyum pahit, ia masih merasa bersalah atas apa yang terjadi kepada Mue Lian sebelumnya, "Aku terlalu lama menjemputmu..."


"Tidak, Fang Gege. Jangan minta maaf... Kita masih bisa bertemu saja sudah membuatku bahagia." Mue Lian menggeleng pelan dalam pelukan Fang Lin, "Aku ingin kita bisa terus bersama, meskipun harus berpisah selama ribuan tahun sekalipun aku akan tetap menunggumu..."


Fang Lin tersenyum lembut dan berkata, "Terima kasih karena tetap setia padaku, aku berjanji tidak meninggalkanmu lagi..."


Mue Lian mengangguk pelan, dan kemudian ia melepaskan pelukannya lalu menatap ke arah Qiao Yu serta yang lainnya, "Aku rindu kalian saudari-saudariku yang manis..." Mue Lian memeluk Qiao Yu, Xue Hua dan Shui Ru secara bersamaan.


Ketiganya memasang wajah yang ceria dan membuat Fang Lin senang saat melihatnya, "Aku akan terus menjaga kalian, tidak ada yang boleh membuat kalian menangis." raut wajah Fang Lin menjadi serius ketika memikirkan hal itu.

__ADS_1


Di sisi lain, Yue menggenggam tangan kiri Fang Lin sembari tersenyum tipis, "Apa yang akan kamu lakukan setelah ini?" Yue bertanya sambil menatap wajah kekasihnya.


"Hmm... Mungkin aku akan bersantai untuk beberapa waktu ke depan." Jawab Fang Lin yang ikut tersenyum tipis.


"Ngomong-ngomong, kamu siapa, nona?" Mue Lian melepaskan pelukannya dan bertanya sambil menatap Yue yang sedang berpegang tangan dengan Fang Lin, ia kurang lebih sudah mengetahui jawaban tetapi dirinya tetap bertanya untuk memastikan saja.


Yue sendiri tersenyum dan menjawab, "Perkenalkan, namaku adalah Yue. Aku baru menjadi kekasih Fang Gege akhir-akhir ini..."


"Oh, benarkah? Kalau begitu salam kenal, saudari Yue. Namaku adalah Mue Lian..." Mue Lian tersenyum, sembari memperkenalkan diri dengan sopan, "Semoga kita bisa menjadi akrab ke depannya."


"Tentu saja.." sahut Yue dengan tawa kecil.


***


Setelah semua itu, Fang Lin bersama dengan kelima kekasihnya menghabiskan waktu di Dunia Jiwa bersama. Setiap tahunnya Fang Lin melamar satu-persatu kekasihnya, dan kini tersisa Yue seorang saja.


Fang Lin dan Yue sedang duduk bersantai di tepi danau yang sangat tenang, di sana tidak ada seorangpun selain mereka berdua saja.


"Terima kasih... Sudah banyak bantuan yang telah kamu berikan padaku, sejak awal kita bertemu sampai sekarang ini." Fang Lin tersenyum saat mengatakan itu, tetapi matanya tetap mengarah ke langit.


Yue tersenyum dan menjawab, "Tidak perlu berulangkali berterima kasih, Fang Gege. Pertemuan kita adalah sebuah takdir, membantumu dalam segala kesulitan adalah tugasku karena aku adalah System milikmu."


Fang Lin tertawa kecil mendengarnya, suasana kemudian menjadi hening selama beberapa saat sebelum ia kembali berbicara, "Yue, sebenarnya apa tujuan Turnamen Semesta dibuat?"


Pertanyaan dari kekasihnya itu membuat Yue diam, cukup lama dirinya tidak berbicara sampai akhirnya ia membuka mulut, "Hiburan..."


"Hiburan?" alis Fang Lin sedikit mengerut.


"Awalnya para Absolute menyelenggarakan Turnamen Semesta untuk mencari makhluk yang mempunyai potensi menjadi 'Absolute', tetapi seiring berjalannya waktu mereka mengubah Turnamen Semesta menjadi hiburan yang memuaskan hasrat bosan mereka." Jawab Yue dengan suara pelan.

__ADS_1


"Kenapa mereka mencari makhluk yang mempunyai potensi menjadi 'Absolute'? Bukankah seharusnya itu tidak diperlukan, mengingat mereka sendiri yang menciptakan Kehidupan dan Kematian di Alam Semesta masing-masing." mau dipikirkan berapa kalipun, jawaban dari Yue sedikit tidak masuk akal di otaknya.


"Ada alasan tersendiri untuk itu. Dan, Kehidupan memang bisa diciptakan, tetapi tidak dengan bakat. Meskipun seseorang mempunyai kekuatan untuk memanipulasi sesuatu, namun tidak ada satupun yang bisa mengatur bakat makhluk hidup." Yue menarik nafasnya dalam-dalam, lalu mulai kembali menjelaskan, "Bakat sudah ada semenjak roh diciptakan, dan seorang Absolute tidak bisa mengaturnya sama sekali meskipun dia sendiri yang menciptakannya."


Fang Lin terdiam sejenak sebelum mengangguk paham, "Tetapi, bagaimana dengan tubuh Spesial yang kamu jual di System Shop? Bukankah itu semua sangat memengaruhi bakat yang kumiliki?" Tanyanya penasaran, kalau bukan karena Tubuh Spesial yang dia beli di ruang waktu mungkin mustahil bagi dirinya untuk menjadi sekuat ini.


"Kalau itu... Aku tidak bisa memberitahunya, Gege." Jawab Yue sembari menggeleng pelan.


Fang Lin tidak terlalu terkejut mendengar itu, ia tidak bertanya lebih jauh dan keduanya terus memandangi langit yang dipenuhi dengan Aurora dalam waktu yang cukup lama.


.....


"Ayo kembali, kita sudah terlalu lama di sini..." Fang Lin bangkit berdiri, ia mengulurkan tangannya ke arah Yue.


"Ah, baiklah..." Yue mengangguk, raut wajahnya terlihat biasa saja tetapi ada rasa sedikit kecewa yang tidak ditunjukkan olehnya, "Kupikir Fang Gege akan melamarku di sini..." Pikir Yue, dan ia diam-diam menghela nafas panjang.


Ketika Yue baru saja bangkit berdiri, ia menjadi waspada ketika muncul suara ledakan yang beruntun. Di saat yang sama, kembang api yang begitu indah mulai bermunculan dan menghiasi langit.


Yue yang melihat itu sedikit melebarkan mata, matanya kemudian teralih ke arah Fang Lin dan ia menemukan kekasihnya itu sedang tersenyum lembut.


"Yue, mungkin aku tidak bisa menjadi sempurna di matamu, tetapi aku akan berusaha sebaik mungkin agar bisa membuatmu terus bahagia." Fang Lin berlutut seperti seorang pria yang ingin melamar kekasihnya, tangan kanannya terangkat ke depan dada dan muncul sebuah kotak mewah berwarna biru di atas telapak tangannya, "Aku sungguh mencintaimu. Aku mau kita melangkah ke jenjang yang lebih serius... Apakah kamu mau menikah denganku, Yue?" Fang Lin membuka kotak biru tersebut, dan terdapat cincin permata yang terdapat ukiran seekor phoenix.


Yue sendiri menahan nafasnya dengan raut wajah yang sudah merah merona, ia terdiam sejenak sebelum menganggukkan kepalanya.


Senyum Fang Lin semakin melebar, ia mengambil cincin itu dan kemudian memasangnya ke jari manis tangan kanan Yue.


Bersambung.....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> GIFT >> COMMENT.

__ADS_1


__ADS_2