System Sang Immortal

System Sang Immortal
Labyrinth of The Death VII


__ADS_3

Setelah ledakan tersebut terjadi, Tiger langsung maju ke arah Wyvern. Dia mulai melancarkan serangan tinju kosongnya dengan semua kekuatannya.


Di sisi lain, Gwen menoleh ke arah belakang dan meminta orang-orang yang Mana Circle-nya rendah untuk tidak ikut campur dalam pertarungan ini.


"Merlin, bantu Tiger. Aku akan menyiapkan satu sihir yang besar." Gwen menatap Merlin, dan pemuda tampan berambut pirang tersebut menganggukkan kepalanya paham.


Merlin menaiki punggung Harimau hitam, lalu mengeluarkan sebuah pedang panjang polos berwarna hitam pekat. Dia kemudian memerintahkan tunggangannya itu untuk maju ke tempat Wyvern berada.


Gwen yang melihat kepergiannya tidak tinggal diam, fluktuasi energi dingin keluar dari tubuhnya-- dia mengangkat tangan kanannya ke depan dan mulai menyiapkan sihir miliknya.


"Sebaiknya kita memperhatikan dari jauh saja, ya. Hahaha..." Colin tertawa kecil, lalu melanjutinya, "Pertarungan ini bukan berada di level kita."


"Ya, baguslah. Aku tidak perlu ikut membantu." Rian menambah, nadanya terdengar malas.


"Huuu... Bagaimana kalian bisa setenang ini? Itu Wyvern, loh! Wyvern!" Yuna mengembungkan pipinya sembari meletakkan kedua tangannya di samping pinggang, ia sedikit kesal karena mereka terlalu santai.


"Hahaha... Tenang saja, Yuna. Kalau mereka bertiga sudah maju, sulit ada yang bisa mengalahkan mereka." Yohan tertawa lantang sembari mendekati wanita berambut pirang itu, "Kalau kamu ketakutan, aku bisa ada di sampingmu, kok."


"Hiyy! Tidak, terima kasih!" Yuna menjauhi Yohan yang hendak mendekatinya, dan tanpa sadar dirinya menabrak Fang Lin.


"Eh, maaf!" Yuna sedikit menundukkan kepalanya setelah menyadari dirinya menabrak seseorang, ia kemudian mengangkat kepalanya kembali karena perbedaan tinggi di antara mereka berdua dan menemukan wajah Fang Lin yang sedang tersenyum.


"Tidak masalah, kok." Fang Lin tidak terlalu keberatan, karena ia tau kalau Yuna sudah melihat wajahnya jadi dirinya tidak menghindari kecerobohannya barusan.


"H-heeee~!" Yuna melompat mundur karena begitu terkejut, wajahnya terlihat jelas sangat merah merona.


"Apa-apaan ini? Ternyata kamu menyukai pria tampan ya, Yuna?" Yohan memegang dada bagian kirinya dengan tangan kanan, "Sialan, aku sakit hati."


"A-a-a-apa! T-t-tidak! A-aku tidak suka dia!" Yuna buru-buru mengangkat kedua tangannya ke depan dan melakukan gerakan seolah-olah menolaknya.


"Eh, kau beneran suka, toh? Aku hanya bercanda padahal." Yohan memasang ekspresi datar dalam sekejap, jelas sekali dirinya tau kegugupan Yuna.


"B-berisik! Berhenti mengoceh!" Yuna menjadi kesal, dan masih berusaha menyembunyikan kegugupannya.


Yohan menyeringai dan langsung menatap ke arah Fang Lin, ia berjalan mendekati pemula tersebut lalu merangkulnya, "Pemula, kau sungguh beruntung bisa disukai Yuna. Cepat terkam dia selama masih hangat." bisik Yohan, namun suaranya sengaja dikeraskan sehingga bisa didengar oleh orang-orang di sekitarnya.

__ADS_1


"Y-yohan! Berhenti mengatakan yang tidak-tidak, kau mau aku laporkan pada Gwen, ya?!" Yuna menunjuk tajam ke arah Yohan, air matanya sedikit keluar karena menahan malu.


"Ahahahaha, laporkan sekarang sana. Gwen sedang menyiapkan sihirnya, kalau kau mengganggunya..." Yohan menghentikan kata-katanya, lalu menempelkan jempolnya ke leher lalu menggerakkannya perlahan sampai ke sisi lain.


"Urgh..." Yuna mengepalkan kedua tangannya karena kesal.


Colin yang sedari tadi diam langsung melerai mereka berdua, ia mengatakan kalau sekarang bukanlah saatnya untuk bertengkar.


Ketika mereka masih meributkan hal itu, fluktuasi energi dingin yang keluar dari tubuh Gwen semakin dahsyat. Lingkaran sihir raksasa kemudian tercipta di atas tanah dan seekor Naga es keluar dari sana.


Naga es itu seperti hidup, dia mengeluarkan raungan keras dan mulai terbang ke udara. Sepasang matanya yang berwarna merah pekat mengeluarkan Laser Pembunuh, lalu mengarah ke Wyvern yang sedang bertarung dengan Tiger dan Merlin.


Bam!


Bam!


Beberapa ledakan terjadi ketika Laser Pembunuh tersebut bertabrakan dengan Wyvern, dia terpental ke belakang sejauh ratusan meter sebelum berhasil menyeimbangkan tubuhnya di udara.


"Sihir Es Perwujudan, ya. Merepotkan..." Wyvern bergumam, tetapi hasrat bertarung menjadi lebih kuat dari sebelumnya.


"Tinju Raja Harimau!"


"Demon Slash, Zafriel!"


Tiger melesatkan tinju kanannya dan memunculkan siluet seekor harimau, sedangkan Merlin mengayunkan pedangnya secara vertikal dan menciptakan siluet Iblis Hitam berkepala dua dengan kapak raksasa berduri di tangan kanannya.


Kedua siluet tersebut melesat di udara pada saat yang bersamaan, Mana yang sangat kental menyelimuti kedua serangan tersebut.


"Kalian berdua memang benar-benar menarik, hahahaha!" Wyvern tertawa lantang, lalu membuka mulutnya selebar mungkin.


Kobaran api ungu perlahan tercipta dan berkumpul di atas mulut Wyvern, ia kemudian memajukan mulutnya dan sebuah laser api ungu melesat dengan sangat cepat di udara.


Duar!


Serangan dari kedua sisi itu akhirnya bertemu dan ledakan yang sangat dahsyat terjadi, hanya saja-- laser api ungu yang dilancarkan Wyvern masih terus berlanjut.

__ADS_1


Naga Es yang melihat hal tersebut langsung bergerak dan menangkis serangan itu menggunakan tubuhnya.


Namun, hanya dalam waktu kurang dari satu menit saja, Naga Es yang menangkis laser api ungu langsung hancur lebur karena sudah tidak berdaya lagi.


Merlin dan Tiger sudah memakai kesempatan itu untuk kembali ke rombongan, tetapi keduanya masih tidak berhasil untuk kembali dan terpaksa untuk menahan serangan dari Wyvern itu.


"Mantis, bantu aku." Merlin buru-buru berkata, dan Harimau hitam di dekatnya mengangguk seolah paham dengan perkataan tuannya.


"Guardian of Bahdri!" Merlin bergumam sembari meletakkan telapak tangan kanannya ke lantai.


Lingkaran sihir yang cukup besar muncul dan menciptakan siluet manusia raksasa bertangan empat dengan tameng di setiap tangannya.


Bruk!


Secara bersamaan, keempat tangan tersebut meletakkan tameng ke lantai dan melindungi Merlin serta Tiger yang berada di belakangnya.


Tiger sendiri juga menciptakan pertahanan transparan dari Mana, puluhan lapisan pelindung tercipta dan itu cukup memakan sebagian besar Mana Tiger yang tersisa.


Sesaat setelah Tiger selesai menciptakan penghalang itu, laser api ungu yang dilancarkan Wyvern menabrak Guardian of Bahdri. Tetapi, sihir pertahanan milik Merlin itu hanya bisa bertahan selama satu menit saja.


Suara ledakan yang keras terdengar ketika Guardian of Bahdri hancur lebur seperti Naga Es sebelumnya. Kini, serangan api ungu Wyvern menghancurkan rentetan lapisan pelindung yang diciptakan oleh Tiger dengan mudah.


"Sialan!" Merlin mengumpat kesal dan hendak melakukan pertahanan terakhirnya dengan menciptakan lapisan pelindung menggunakan seluruh Mana miliknya, tetapi niatnya itu langsung diurungkan ketika serangan api ungu tersebut tiba-tiba saja lenyap, "Apa...?"


Merlin tentu saja terkejut, begitu juga dengan Tiger serta orang-orang yang berkumpul di paling belakang. Namun, di antara mereka semua-- Wyvern sendiri adalah sosok yang paling terkejut.


"Apa-apaan...?" Wyvern merasa sangat terkejut sehingga sulit untuk bergerak, "Kenapa serangan Holy Purple Fire-ku menghilang? Mana-ku masih tersisa cukup banyak, lalu tidak ada sesuatu yang dilakukan oleh mereka untuk melenyapkan seranganku."


Wyvern dipenuhi banyak pertanyaan dalam pikirannya saat ini, ia kemudian menyebarkan Kesadaran Mana-nya dan memeriksa kekuatan masing-masing lawannya.


Di sisi lain, Fang Lin hanya mengamati keterkejutan mereka dalam diam, ia sebenarnya mempunyai banyak cara untuk menghentikan serangan tersebut tetapi dengan terpaksa dirinya menggunakan Mata Kehancurannya karena tidak mau menimbulkan suatu kecurigaan.


Bersambung.....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.

__ADS_1


__ADS_2