
Fang Lin tidak mengatakan apa-apa dan raut wajahnya berubah menjadi serius, perlahan penghalang es yang melindunginya mencair.
Beberapa tarikan napas kemudian. Fang Lin langsung melesat ke arah Xu Yuan dengan kecepatan cahaya, ia langsung melancarkan serangan ganda dari berbagai arah.
Xu Yuan menerima serangan Fang Lin dengan serius, tidak ada celah baginya untuk melakukan serangan balik. Namun semua itu tidak berlangsung lama, tiba-tiba saja puluhan makhluk bayangan muncul entah dari mana dan menyerang Fang Lin secara membabi buta.
Serangan kejutan mereka berhasil membuat Fang Lin dalam posisi bertahan dan tentu saja posisi tersebut sangat merugikan dirinya, "Wah, wah. Kau gila... Kupikir kau adalah pria sejati, nyatanya kau memerlukan bantuan dari mereka untuk membuatku terpojok." Ejekan keluar dari mulut Fang Lin di sela-sela pertarungan.
Xu Yuan berdecak kesal mendengar itu, sejujurnya ia tak menyangka kalau pengalaman bertarung Fang Lin sangatlah tinggi, "Persiapanku untuk melawannya benar-benar belum matang. Aku harus pergi dari sini sebelum semuanya terlambat..." Batin Xu Yuan dengan raut wajah serius.
Fang Lin sebenarnya bisa saja mengalahkan Xu Yuan jika memang kemampuan orang itu hanya sebatas ini saja, tetapi ia tidak ingin bertindak gegabah mengingat serangan yang dilancarkan olehnya barusan dapat menggetarkan perisai Elemen Es Sucinya.
"Aku yakin kalau Energi Semestanya barusan sangat murni sampai-sampai dapat menggetarkan penghalangku..." Fang Lin membatin dan kemudian menciptakan sepuluh klon dirinya.
Kejadian tersebut membuat Xu Yuan tertegun, ia menyadari kalau kemampuannya dengan Fang Lin tidak dapat disandingkan untuk sekarang, "Waktunya melarikan diri..."
Sesaat setelah membatin seperti itu, Xu Yuan dalam sekejap menghilang dari sana, begitu juga dengan puluhan makhluk bayangan yang perlahan lenyap di udara.
"Hahahaha... Dasar bajingan! Bisa-bisanya dia melarikan diri setelah melihat klon milikku. Ah, sial. Aku begitu ceroboh hari ini." Fang Lin berdecak kesal. Ia bahkan tidak sempat memberikan pelacak ke dalam tubuh Xu Yuan.
Meskipun begitu Fang Lin merasa sedikit lega, ia memang belum sepenuhnya yakin, namun perbedaan kekuatan mereka berdua seperti tembok besar yang tidak dapat dilihat ujungnya.
Intinya, Xu Yuan jauh lebih lemah darinya tetapi dia jauh lebih kuat dari Xiao Chen. Perkiraan kasarnya, Xu Yuan setara dengan Kaisar Dewa atau bahkan lebih kuat.
"Aku tidak boleh meremehkan kekuatannya. Sulit bagiku untuk menyimpulkan kekuatan penuhnya hanya dengan pertarungan singkat."
Fang Lin kemudian menyimpan kembali kedua pedangnya ke dalam inventory, ia lalu menghubungi para komandan bayangannya sekali lagi.
"Keparat. Jadi perkataannya barusan bukan semata-mata gertakan saja..." Fang Lin memutar otaknya dan mencari cara untuk menemukan keberadaan mereka.
__ADS_1
Beberapa saat berpikir, Fang Lin langsung menyebarkan seluruh klonnya ke berbagai arah untuk mencari keberadaan para komandan bayangannya.
***
Dunia Jiwa.
Fang Lin muncul di atas langit, tepat dibawahnya Istana Es yang menjadi tempat tinggal kedua orang tuanya serta Shui Ru.
Tanpa banyak bicara Fang Lin langsung memanggil Yue lewat telepati, hanya butuh satu tarikan napas saja untuk wanita cantik itu datang ke hadapannya.
"Anda terlihat gelisah tuan, apakah ada sesuatu yang terjadi?" Tanya Yue penasaran.
Fang Lin mengangguk, "Aku baru saja melakukan pertarungan singkat dengan Xu Yuan. Dia kabur setelah aku mengeluarkan sepuluh klon, dan sebelum kita berdua bertarung dia mengatakan kalau seluruh komandan pasukan bayangan telah dilenyapkan olehnya..." Jawab Fang Lin menjelaskan, "Aku tidak bisa menghubungi para komandan bayangan, bahkan tidak ada respon setelah aku menggunakan panggilan paksa. Aku yakin kalau ucapannya bukan hanya gertakan semata saja."
Yue mendengar ucapan tuannya terdiam sejenak sebelum berkata, "Kalau begitu, gunakan klon anda untuk mencari jejak mereka..."
Yue kembali terdiam selama beberapa saat, "Maaf tuan, saya tidak memiliki saran lagi. Sekarang kita hanya perlu menunggu kabar dari klon anda... Jika kita mendapatkan lokasi mereka, langsung saja lancarkan serangan mendadak kepada mereka." Jawab Yue dengan suara tenang.
Fang Lin mengangguk paham, "Baiklah. Omong-omong, apakah mereka sudah siap?"
"Tentu saja sudah tuan, mereka lebih dari siap untuk memimpin peperangan yang akan datang..." Jawab Yue sambil tersenyum, "Ah... Dan juga saya tidak dapat bergabung dengan peperangan anda, sebab hal itu melanggar peraturan dan dapat membuat anda tereliminasi."
"Aku tahu. Kau tidak perlu ikut campur dalam peperangan ini..." Fang Lin menepuk pelan kepala Yue, "Bisakah aku meminta beberapa hal jika sesuatu terjadi padaku di masa depan nanti?"
"Huh, anda tidak berencana untuk kalah bukan?" Yue mengerutkan alisnya, "Saya tidak akan pernah memaafkan jika anda menyerah dalam peperangan ini..."
Fang Lin tersenyum dan memeluk Yue, "Aku sama sekali tidak berencana kalah. Permintaan ini hanya untuk berjaga-jaga..." Bisiknya lalu menimpali, "Tolong carikan ketiga kekasihku dan buat mereka bahagia tanpa diriku. Aku yakin kau dapat melakukannya, bukan?"
Yue tidak mengatakan apa-apa, ia tentu merasa kesal karena tuannya sudah mengatakan hal ini. Suasana hatinya berubah menjadi buruk, sebab ia tidak ingin sesuatu menimpa tuannya.
__ADS_1
"Baiklah, tuan. Saya berjanji akan melakukannya, namun anda perlu berjanji dua hal kepada saya."
"Apa?"
"Berjanjilah, anda harus melawan musuh dengan seluruh kemampuan anda, jangan pernah sekalipun anda berpikir untuk menyerah meskipun berada di dalam ambang kematian." Ucap Yue lalu menimpali, "Lalu, mari kita menjadi sepasang kekasih setelah anda memenangkan peperangan ini..."
Jantung Fang Lin berhenti sesaat ketika mendengarnya, ia melepaskan pelukannya dengan mata yang melebar, "K-kau..."
Yue tersenyum lembut dengan pipi yang memerah, "Ya! Mari kita hidup bahagia setelah peperangan ini berakhir!" Ucapnya dengan nada sedikit tinggi.
Perasaan bahagia meledak di dalam hati Fang Lin, ia mendekati wajah Yue lalu mencium bibirnya dengan lembut, "Perasaan yang tidak pernah kurasakan sebelumnya. Rasanya seperti... Bertemu dengan kekasih yang sudah lama tidak pernah aku temui." Batin Fang Lin.
Yue tentu menanggapi ciuman Fang Lin dengan lembut, perasaannya yang sekarang tidak jauh berbeda dengan tuannya. Tanpa disadari, air mata Yue mengalir ke pipinya.
Fang Lin yang menyadarinya langsung berhenti dan menjauhi wajahnya, "Ada apa? Apakah kau tidak menyukainya karena aku mencium bibirmu secara tiba-tiba?" Tanyanya penasaran.
Yue menggeleng dan menghapus air mata dengan tangannya, "Ah, tidak ada. Saya hanya terharu karena perasaan yang sudah lama dipendam akhirnya tersampaikan..."
"Jadi, kau sudah mencintaiku sejak awal?"
"Tentu saja." Yue mengangguk.
Fang Lin memegang wajah Yue yang cantik dengan kedua telapak tangannya, "Aku berjanji akan memenangkan perang ini. Ayo kita hidup bahagia bersama dengan yang lainnya!" Fang Lin berkata dengan nada lantang.
Yue kembali menganggukkan wajahnya lalu memeluk Fang Lin dengan erat. Meskipun untuk saat ini keduanya belum menjadi sepasang kekasih, namun sudah dipastikan jika di masa depan nanti mereka berdua akan menjadi pasangan paling serasi.
Bersambung.....
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.
__ADS_1