
"Hehehehe... Penyusupan ini terlalu mudah, bagaimana bisa dia menjadi seorang Kaisar Iblis?" tubuh Zhou Fan saat ini sudah diambil alih oleh Raja Iblis Kematian, Dao Yen.
"Sudahlah... Tidak ada waktu untuk memikirkan hal yang tidak berguna. Aku harus segera menyerap ingatan tubuh ini terlebih dahulu, kalau orang yang mengenal Zhou Fan datang dan aku masih belum menyerap ingatannya-- maka rencana ini akan kacau." pikir Dao Yen dengan raut wajah serius, lalu mencari tempat di ruangan itu untuk melakukan posisi sila.
Setelah menemukan tempat yang cocok, Dao Yen tanpa banyak basa-basi lagi langsung bermeditasi. Tidak lama setelah itu, tubuhnya mengeluarkan cahaya putih dan di saat yang bersamaan ingatan-ingatan asing mulai bermunculan.
***
"Sudah empat hari berlalu, seharusnya tanda-tanda puncak peperangan sudah terlihat. Tapi kenapa sampai sekarang belum ada satupun tanda yang terlihat?" gumam Diablo sembari menatap langit yang menjelang pagi di atas bukit batu.
"Tunggu saja satu minggu lagi, Diablo. Mungkin saja beberapa rencana dari pihak Dewa Iblis ada yang terhambat." balas Lian Qianchen yang tidak sengaja mendengarnya.
Diablo hanya diam mendengar itu, dibanding beberapa hari yang lalu-- tingkah Lian Qianchen menjadi lebih tenang dan membuatnya tidak perlu lagi mengurung perempuan itu di dalam penjara Qi.
"Ngomong-ngomong, Diablo. Apakah kita akan tetap bersama setelah perang ini berakhir?" tanya Lian Qianchen yang berdiri di samping iblis itu.
"Tentu saja tidak, kenapa juga aku harus bersamamu." jawab Diablo acuh tak acuh
Lian Qianchen mengembungkan pipinya ketika mendengar jawaban dari Diablo, "Tapi kenapa? Bukankah akan menyenangkan kalau kita bersama?"
"Mungkin bagimu itu menyenangkan, tetapi tidak bagiku." Diablo kembali menjawab tanpa ekspresi.
Lian Qianchen mendengus kesal ketika mendengar itu, ia tidak berkata apa-apa lagi tetapi saat ini ekspresinya terlihat begitu sedih.
Diablo tentu menyadari hal tersebut, namun ia sama sekali tidak mempedulikannya karena menurutnya akan semakin merepotkan jika ia menanggapinya.
"Dia sama sekali tidak menanggapiku... Ugh, dasar menyebalkan." Lian Qianchen diam-diam melirik Diablo, ia hanya bisa menggerutu di dalam hati karena kesal dengan sifat Diablo yang dingin terhadapnya, "Apa aku ini tidak cantik ya di matanya? Akh! Bikin kesal saja."
Ketika mereka berdua berdiri di puncak gunung dalam diam, tiba-tiba saja muncul awan gelap dan menutupi langit sampai gelap gulita.
__ADS_1
"Apa ini..." Diablo sedikit mengerutkan alis, ia merasakan fluktuasi energi Iblis yang luar biasa di langit.
Lian Qianchen sendiri langsung berlindung di balik punggu Diablo, baginya-- fluktuasi energi Iblis yang menyebar di langit sangatlah mengerikan.
"Sepertinya akan dimulai..." Diablo tetap tenang tetapi dirinya akan menanggapi hal ini dengan serius, "Ayo pergi..."
Diablo memegang pundak Lian Qianchen, dan dalam sekejap keduanya menghilang dari sana.
***
Ruang pengendali kapal Zhou Fan.
Diablo dan Lian Qianchen muncul di sana, ketika keduanya sampai-- mereka mendapati Zhou Fan yang sedang menatap jendela kaca dengan raut wajah serius.
"Puncak perang akan dimulai, apa persiapanmu sudah selesai?" Diablo berjalan menghampiri Zhou Fan, Lian Qianchen mengikutinya dari belakang.
Zhou Fan yang saat ini dirasuki oleh Dao Yen menganggukkan kepalanya pelan, "Sepertinya iya..." jawabnya, lalu bertanya tanpa menoleh, "Siapa yang kau bawa? Aku baru pertama kali melihatnya..."
Dao Yen tersentak kaget ketika mendengar itu, ia menoleh ke samping dan menemukan Lian Qianchen yang berada di sebelah Diablo, "Kalau tidak salah, bukankah ras Xana tidak menyukai seorang Pria? Terutama kita dari ras Iblis."
Diablo terdiam sejenak sebelum menggelengkan kepalanya, "Tidak perlu kau pikirkan, anggap saja dia tidak ada di sini."
"Apa-apaan kau, Diablo?! Kenapa kau jahat sekali?" Lian Qianchen melipat kedua tangannya di depan dada, ia merasa kesal dengan ucapan Iblis itu barusan.
Diablo hanya menghela nafas panjang dan memilih untuk tidak menanggapi perempuan bergaun merah itu lebih jauh, sedangkan Dao Yen hanya bisa memerhatikan mereka berdua dalam diam.
Untuk sekarang Dao Yen tidak boleh memikirkan hal yang membuat Diablo curiga, karena ia tau kalau Iblis itu mempunyai kemampuan untuk membaca pikiran orang lain.
"Aku akan mengumpulkan para pilar dan pasukan. Apa yang akan kau lakukan selanjutnya, Diablo?" tanya Dao Yen penasaran, ia akan berusaha sebisa mungkin untuk mencari tau rencana Iblis itu.
__ADS_1
"Entahlah, aku belum memikirkannya." jawab Diablo dengan suara tenang, "Ngomong-ngomonh, kalau kau pergi-- bagaimana dengan kapal terbang ini? Aku tidak bisa mengambil alihnya karena aku akan pergi dari sini sebentar lagi."
"Ah, benarkah? Kupikir kau akan ikut bergabung ke dalam pasukanku." jawab Dao Yen senbari menggaruk kepalanya yang tidak gatal, "Kalau begitu, aku akan menyuruh orangku kemar. Kau dapat pergi kapanpun..."
Diablo hanya mengangguk, dan dalam kejapan mata saja dia dan Lian Qianchen menghilang dari sana.
***
Selama di perjalanan, Diablo tidak berbicara satu patah katapun. Lian Qianchen pun sama, ia tidak mengatakan apa-apa sampai akhirnya menanyakan sesuatu untuk memecahkan keheningan, "Orang itu siapa, Diablo? Dari yang kudengar sebelumnya, apakah dia adalah orang penting di Aliansi Istana Iblis?"
Diablo tidak menjawab, ia saat ini sedang memikirkan sesuatu yang mengganjal di pikirannya, "Intonasi Zhou Fan saat berbicara sedikit berbeda dari sebelumnya, tapi aku sama sekali tidak menemukan suatu keanehan padanya setelah memeriksa secara diam-diam." pikir Diablo, lalu melanjutinya, "Apa dia memang mempunyai gaya bicara yang berbeda-beda? Tapi, itu tidak mungkin-- aku sudah bersamanya selama dua bulan lebih."
Ketika Diablo masih memikirkan itu, Lian Qianchen menepuk pundaknya dan membuat ia tersentak.
"Diablo! Apa kau tidak mendengarkanku dari tadi?!" Lian Qianchen merasa kesal karena merasa diabaikan.
Diablo tadinya ingin mengatakan sesuatu, tetapi ia tidak jadi saat dirinya menemukan kalajengking raksasa yang sedang bergerak cepat ke tempatnya berada.
Lian Qianchen juga menyadari keberadaan kalajengking raksasa itu, ia sedikit menyipitkan mata dan mendapati seseorang yang sedang berdiri tepat di atas kepala monster itu.
"Oh! Aku mengenali orang itu!" Lian Qianchen berkata dengan suara yang sedikit lantang sembari menunjuk sosok yang ada di atas kepala kalajengking raksasa, "Dia adalah seorang Raja Iblis, dan kalau tidak salah namanya adalah Yang Ho."
Ucapan yang dilontarkan perempuan bergaun merah itu jelas menarik perhatian Diablo, "Raja Iblis? Apa kau tau kemampuannya?" Diablo langsung bertanya pada intinya.
Lian Qianchen terdiam sejenak sebelum menjawab, "Racun. Dia adalah raja Iblis yang menggunakan racun sebagai senjatanya, dan dari rumor yang kudengar-- dia adalah Raja Iblis terlemah di antara lainnya."
"Raja Iblis terlemah?" Diablo sedikit mengangkat alisnya, tetapi ia tidak memikirkan itu lebih jauh disaat kalajengking raksasa yang bergerak ke arah mereka berdua semakin dekat.
Bersambung.....
__ADS_1
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.