
Pria paruh baya berjubah biru tua itu turun dari langit dan mendarat di dekat Fang Lin, "Saudara Pi, Bagaimana kau ada disini? Ku-pikir kau telah menghilang di Alam Tanah Kultivator" Ucap pria paruh baya tersebut dengan tenang.
"Oh... Aku mengenali-nya, Kalau tidak salah dia adalah Ki Teng, Salah satu orang yang berada di ranah Spiritual God" Batin Fang Lin saat mengingat kembali ingatan Pi Yu.
Fang Lin menggelengkan kepala-nya sambil tersenyum tipis, "Tidak... Aku hanya pergi ke suatu tempat saja, Saudara Ki" Jawab Fang Lin cepat.
Ki Teng yang mendengar-nya hanya mengangguk-kan kepala-nya pelan dan melihat Fang Lin dari atas hingga bawah, "Apa yang terjadi pada-mu? Ku-lihat Aura-mu sepertinya sedikit berbeda dari terakhir kali kita bertemu" Tanya Ki Teng dengan nada penasaran.
Fang Lin menghela nafas-nya pelan dan merubah raut wajah-nya menjadi serius, "Ikuti aku saudara Ki, Aku ingin memberikan sesuatu pada-mu sebelum aku masuk ke dalam istana" Ucap Fang Lin dengan nada tenang lalu terbang ke langit tanpa menunggu jawaban Ki Teng.
Ki Teng sendiri sedikit mengerut-kan alis-nya ketika melihat tingkat Pi Yu, "Kenapa dia bertingkah sedikit aneh?" Gumam Ki Teng heran. Ia yang masih belum menaruh rasa curiga pada Pi Yu langsung mengikuti-nya dari belakang.
Sedangkan Fang Lin yang melihat Ki Teng mengikuti-nya dari belakang hanya tersenyum tipis.
Fang Lin terbang sedikit jauh dari Istana Surgawi dan masih tetap di-ikuti oleh Ki Teng.
......................
Beberapa saat kemudian, Fang Lin dan Ki Teng mendarat di sebuah padang rumput yang cukup luas.
Fang Lin membalik-kan badan-nya untuk menghadap ke arah Ki Teng yang ada di belakang-nya.
"Apa yang ingin kau berikan Saudara Pi?" Tanya Ki Teng dengan nada penasaran.
Fang Lin yang mendengar itu hanya tersenyum tipis, "Sebuah kematian..." Ucap Fang Lin dengan suara rendah dan seketika ia menghilang dari tempat-nya, Lalu muncul tiba-tiba di depan Ki Teng.
Ki Teng sendiri yang tidak sempat beraksi hanya bisa pasrah ketika Pi Yu mencekik leher-nya.
"K-kau b-bajingan!" Ucap Ki Teng terbata-bata lalu mengeluarkan dua belati hitam dari udara.
~Whooshhh~
Ki Teng tanpa basa-basi mengalirkan Qi-nya ke dalam dua belati itu lalu melesatkan-nya ke arah leher Fang Lin.
~BOOOMM~
Ledakan kecil terjadi dan beberapa saat kemudian, Ki Teng melebarkan mata-nya karna terkejut ketika serangan-nya tidak dapat menembus leher Pi Yu, Bahkan ia tidak melihat ada luka di sekitar leher Pi Yu.
"K-kau b-bukan-lah Pi Yu..." Ucap Ki Teng dengan terbata-bata.
__ADS_1
Fang Lin yang mendengar itu hanya tertawa pelan, "Hahaha... Kau baru sadar sekarang? Bodoh..." Ucap Fang Lin lalu mengaktifkan mata dewa-nya.
Ki Teng yang melihat pupil mata Fang Lin berubah menjadi warna emas langsung terkejut, Namun beberapa saat kemudian pandangan-nya menjadi kabur dan membuat-nya pingsan dalam cengkraman Fang Lin.
Fang Lin sendiri butuh beberapa waktu untuk melihat semua ingatan milik Ki Teng.
Beberapa saat kemudian, Pupil mata Fang Lin berubah menjadi seperti semula, Di saat yang bersamaan ia menghela nafas cukup panjang, "Haah... Ternyata itu alasan mereka terus berperang melawan alam lain" Gumam Fang Lin pelan.
Alam Agung terus berperang dengan Alam lain karna ada beberapa alasan yang mengharuskan mereka untuk melakukan itu.
Alasan yang pertama, Mereka ingin mendapatkan senjata, Artefak atau buku tingkat dewa untuk meningkatkan kekuatan tempur Alam mereka.
Alasan yang kedua, Alam Agung selalu di desak oleh Alam yang lebih tinggi untuk berperang melawan Alam kecil lain-nya tanpa alasan yang jelas.
Dan masih banyak lagi alasan-alasan bagi Alam Agung untuk terus berperang melawan alam kecil.
Di sisi lain, Fang Lin yang masih mencekik Ki Teng langsung mematahkan leher-nya.
~Kreekkkk~
Seketika leher Ki Teng patah dan membuat-nya mati dalam keadaan pingsan.
Fang Lin yang melihat Ki Teng sudah mati langsung melemparkan-nya ke tanah, "Bangkit-lah..." Ucap Fang Lin dan seketika aura hitam memenuhi area sekitar-nya.
Fang Lin sendiri hanya mengangguk-kan kepala-nya pelan, "Mulai saat ini, Nama-mu adalah Xuan" Ucap Fang Lin dan seketika Xuan di kelilingi oleh aura hitam.
~Whoooshhhhh~
Di saat yang bersamaan Qi Dewa milik Fang Lin keluar dari tubuh-nya dan terserap oleh aura hitam yang mengelilingi Xuan.
Beberapa saat kemudian, Aura hitam itu perlahan menghilang dan memunculkan sosok manusia bayangan yang berwibawa.
"Terima kasih tuan, Karena telah memberikan saya sebuah nama" Ucap Xuan dengan nada hormat.
Fang Lin tidak menjawab itu melainkan menaik-kan alis-nya, "Ranah Spiritual God berlian bertanda hitam? Lumayan..." Ucap Fang Lin puas lalu menyuruh Xuan untuk masuk ke dalam bayangan-nya.
~Whoooshhhh~
Dalam sekejap Xuan melesat dan langsung memasuki bayangan Fang Lin.
__ADS_1
Melihat Xuan sudah masuk ke dalam bayangan-nya, Fang Lin merubah wujud-nya kembali seperti semula lalu mengeluarkan kapal terbang Star Universe milik-nya.
Fang Lin yang melihat kapal terbang tersebut sudah melayang di langit langsung teleportasi ke dalam ruang pengendalian kapal.
"Yue, Kirim-kan aku lokasi Alam 100 Pelangi" Ucap Fang Lin memberi perintah.
[Baik Tuan]
Sesaat setelah Yue menjawab itu, Tiba-tiba saja Fang Lin mendapatkan ingatan koordinat menuju Alam 100 Pelangi.
Tujuan Fang Lin saat ini adalah datang ke Alam 100 pelangi dan menunggu peperangan terjadi.
Setelah Fang Lin mendapatkan koordinat menuju Alam 100 Pelangi, Ia tanpa basa-basi membuat sebuah portal hitam menuju Alam 100 pelangi.
Setelah portal hitam tersebut terbuat, Fang Lin langsung menyalakan kapal terbang-nya dan menjalankan-nya.
~Whooopp~
Seketika kapal terbang Fang Lin melesat seperti cahaya dan masuk ke dalam portal hitam di depan-nya.
***
1 Hari Kemudian
Di Istana Surgawi.
Dian Qi yang mendapatkan laporan menghilang-nya Ki Teng langsung terkejut, Ia langsung menyuruh ratusan kultivator ranah To God untuk mencari Ki Teng.
Saat ini di sebuah rungan tertutup, Dian Qi, kedua anak-nya, Beserta petinggi Alam Agung lain-nya sedang mengadakan rapat mendadak.
Mereka semua saat ini sedang membicarakan tentang menghilang-nya Ki Teng dan sosok Pi Yu yang membawa-nya.
"Apakah Pi Yu seorang pengkhianat? Tetapi apa alasan-nya?" Tanya salah satu petinggi membuka suara-nya.
"Entah-lah... Tetapi rasa-nya ada yang janggal kalau Pi Yu benar-benar mengkhianati kita" Balas salah satu petinggi yang ada disana.
"Benar, Pi Yu adalah seseorang yang sudah lama mengabdi kepada Istana Surgawi. Akan aneh kalau dia berkhianat tanpa ada alasan yang jelas" Timpal salah satu petinggi.
Semua orang yang mendengar itu langsung terdiam dan membuat suasana menjadi hening, "Manipulasi ingatan..." Ucap Dian Qi tiba-tiba dan membuat semua orang yang ada disana terkejut.
__ADS_1
Bersambung...
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.