
Puluhan tahun berlalu.
Saat ini, Fang Lin sedang duduk bersandar di sebuah pohon raksasa yang lokasinya tidak jauh dari Istana Es. Di sampingnya, terdapat Qiao Yu yang sedang merangkulnya lengannya dan menyandar pada bahunya.
"Angin sejuk di cuaca siang hari adalah yang paling nikmat." Fang Lin terkekeh pelan saat mengatakan itu.
Qiao Yu hanya tersenyum mendengarnya, ia perlahan memejamkan mata dan bertanya, "Sayang, apakah kamu ingin punya anak?"
Pertanyaan yang dilontarkan Qiao Yu membuat Fang Lin tersedak nafasnya sendiri, "Anak? Aku belum berpikir sampai ke sana." jawab Fang Lin dengan suara pelan.
"Li Fan dan Sylvia saja sudah mempunyai anak. Terkadang aku sedikit iri dengan mereka, kita sudah menikah sangat lama tapi tidak ada satupun dari Istrimu yang belum mempunyai anak." nada Qiao Yu sedikit berubah saat mengatakan itu.
"Memangnya kapan kamu ingin mempunyai anak?" tanya Fang Lin penasaran.
Qiao Yu membuka matanya dan ia menjawab dengan nada antusias, "Secepat mungkin!"
Fang Lin mengelus kepala wanita cantik tersebut, lalu berkata, "Baiklah... Kita akan melakukannya nanti malam."
Qiao Yu tersenyum lebar mendengarnya, "Hehehe... Aku sayang kamu, suami!"
Fang Lin tertawa kecil mendengar itu, suasana kembali menjadi hening sampai akhirnya sebuah telepati datang padanya.
"Permisi, Tuan. Apakah saya mengganggu aktivitas anda?"
"Tidak, Khatz. Apa yang ingin kau bicarakan?"
"Begini... Apakah anda ingat kalau saya sedang menciptakan sebuah portal untuk kembali ke Dunia Evangellion?"
"Ya, aku ingat."
"Nah, saya ingin mengatakan kalau portal tersebut portal tersebut sudah jadi."
"Oh~ Benarkah! Lalu bagaimana?"
"Sayangnya, portal tersebut hanya bisa dipakai sekali untuk satu makhluk hidup saja. Tujuan saya menelepati anda adalah untuk mendiskusikan 'siapa' yang akan memakai portal ini."
Fang Lin terdiam sejenak mendengar itu, lalu berkata, "Kalau begitu, ayo kita bertemu di aula Istana Es. Aku akan mengajak Yue dan Istriku yang lainnya..."
"Saya mengerti, Tuan."
Fang Lin tidak menjawab dan ia langsung memutuskan telepati tersebut.
"Sayang, ayo kita kembali ke Istana." ucap Fang Lin sembari menggenggam telapak tangan Qiao Yu.
"Eh, apa kita mau membuatnya sekarang?" tanya Qiao Yu dan sedikit memiringkan kepalanya.
__ADS_1
Fang Lin terbatuk pelan mendengar itu sebelum ia menggelengkan kepalanya, "Tidak, bukan itu. Khatz baru saja menelepatiku dan dia mengatakan kalau sudah menyelesaikan portal menuju Dunia Evangellion."
"Wah... Portal itu benar-benar jadi." Qiao Yu berdecak kagum mendengarnya, "Apakah kita akan menjelajahi dunia Evangellion nantinya?"
Fang Lin tersenyum tipis dan menjawab, "Mungkin saja, aku juga mempunyai sedikit rencana untuk itu."
Qiao Yu tersenyum lebar mendengar itu, ia bangkit berdiri dan buru-buru mengajak suaminya itu untuk kembali Istana.
***
Di Aula Istana Es.
Ketika Fang Lin dan Qiao Yu muncul di sana, mereka berdua mendapati Khatz bersama Yue beserta tiga Istrinya yang lain.
"Oh, cepat sekali kalian berkumpul." Fang Lin berjalan menghampiri mereka, Qiao Yu mengikutinya dari samping.
"Kenapa kamu memanggil kami, suami?" tanya Shui Ru penasaran.
"Ah, itu..." Fang Lin menatap rubah ungu ekor sembilang yang berdiri tidak jauh dari tempatnya berada, "Khatz sudah menyelesaikan portal untuk menuju Dunia Evangellion."
Ketiga Istri Fang Lin cukup terkejut ketika mendengar itu, sedangkan Yue hanya diam karena ia sudah menebak-nebak alasan suaminya mengadakan pertemuan mendadak.
"Dunia Evangellion yang diceritakan oleh Sylvia waktu itu, ya?!" tanya Xue Hua dengan suara antusias.
"Benar..." jawab Fang Lin sembari tersenyum tipis, lalu melanjutinya "Tapi ada kekurangan di portal tersebut."
"Portal yang diciptakan oleh Khatz hanya bisa dipakai sekali dan untuk satu makhluk hidup saja." jawab Fang Lin dengan suara tenang.
Suasana langsung menjadi hening ketika Fang Lin menyelesaikan kata-katanya. Beberapa saat kemudian, Khatz berkata dan memecahkan keheningan yang ada, "Saya mempunyai sebuah usulan, Tuan. Tapi saya tidak tau apakah anda ingin menerima usulan ini atau tidak."
"Apa yang ingin kau usulkan?" tanya Fang Lin penasaran.
"Saya berpikir untuk Tuan yang memasuki portal tersebut..." jawab Khatz dan ketika ia ingin menjelaskan lebih rinci, Fang Lin lebih dulu memotongnya, "Ah, aku mengerti maksudmu." ucap Fang Lin sembari mengangguk pelan, tidak hanya dia saja yang memahami maksud Khatz-- tetapi kelima Istrinya juga.
"Kalau aku memasuki portal itu, maka yang lainnya bisa ikut bersamaku karena mereka ada di Dunia Jiwa-ku." Fang Lin bergumam pelan, raut wajahnya tampak serius lalu melirik ke arah Yue dan empat Istrinya yang lain, "Bagaimana pendapat kalian?"
"Aku setuju! Aku setuju! Kita jelajahi Dunia Evangellion!" seru Xue Hua dengan nada antusias.
"Aku juga setuju, kurasa tidak ada salahnya jika kita pergi ke Dunia itu." sambung Mue Lian, dan diikuti oleh Qiao Yu serta Shui Ru.
Fang Lin kemudian mengalihkan pandangannya kepada Yue, hanya dia seorang saja yang belum menjawab pertanyaannya.
Saat ini, Yue sedang serius memikirkan berbagai kemungkinan jika Fang Lin berpindah ke Alam Semesta yang berbeda. Tanpa ia sadari, semua mata kini sedang tertuju padanya.
Selang beberapa waktu, Yue sudah memutuskan sesuatu dan pada saat itu ia tersentak ketika mendapati seluruh mata sedang tertuju padanya.
__ADS_1
"Ah, sepertinya aku terlalu serius..." Yue tersenyum masam, dan ia kemudian menatap suaminya, "Kalau kita pindah ke Dunia itu, pastikan kita semua mempunyai kekuatan yang cukup untuk melindungi diri sendiri. Di Alam Semesta itu, semuanya pasti akan berbeda-- ada baiknya kita lebih dulu mempersiapkan diri." ucap Yue sambil memasang raut wajah serius.
Melihat keseriusan di tatapan Yue membuat Fang Lin terdiam untuk sementara waktu, "Baiklah... Sesuai dengan apa yang Yue katakan, kita akan mempersiapkan diri mulai dari sekarang."
"Memangnya berapa lama kita harus mempersiapkan diri?" tanya Xue Hua lemas, ia sedikit kecewa karena berpikir mereka akan pergi dalam waktu dekat.
Fang Lin menatap Xue Hua yang menampakkan raut wajah kekecewaan, ia mengelus rambut istrinya itu lalu berkata dengan suara pelan, "Waktunya akan diputuskan olehku nanti. Jadi, berlatih lebih giat sekarang agar kita bisa pergi ke Dunia itu secepat mungkin."
"Baiklah, suami. Aku akan berusaha sebaik mungkin..." balas Xue Hua, lalu mengecup bibir Fang Lin.
Cup.
"Hehehe..." Xue Hua tersenyum manja setelah melakukan itu.
Fang Lin ikut tersenyum dan pandangannya teralih ke Istrinya yang lain, "Apakah kalian keberatan jika kita menunda pergi ke sana, dan mempersiapkan diri terlebih dahulu?" tanya Fang Lin dengan suara tenang.
"Kami tidak masalah, suami. Apa yang kamu tentukan sudah pasti menjadi pilihan terbaik untuk kami..." jawab Shui Ru sambil tersenyum, dan diikuti oleh Mue Lian serta Qiao Yu.
Fang Lin mengangguk pelan dan ia kembali menatap rubah ungu ekor sembilan di dekatnya, "Begitulah keputusannya. Kau tidak keberatan, bukan?"
"Saya sama sekali tidak keberatan, Tuan." jawab Khatz, lalu melanjutinya, "Kalau begitu, saya pamit undur diri terlebih dahulu..."
Fang Lin hanya mengangguk dan sebelum ia membiarkan Khatz pergi, ia meminta rubah ungu ekor sembilan itu untuk menyampaikan hal yang sama tentang persiapan menuju ke Dunia Evangellion kepada para bawahan lainnya.
Khatz tentu saja mematuhi permintaan Tuannya itu, lalu pergi dari Istana Es.
Ketika Khatz sudah pergi dari sana, Fang Lin mengajak kelima Istrinya untuk pergi ke kamar. Ia kemudian menceritakan tentang apa yang dirinya bicarakan dengan Qiao Yu sewaktu di bawah pohon.
"Anak~?!"
Setelah mendengar cerita yang diceritakan oleh Fang Lin, keempat Istrinya itu terkejut-- termasuk Yue sekalipun.
Mata keempat Istri Fang Lin langsung mengarah ke Qiao Yu, dan mereka mendapati wanita cantik itu sedang tersenyum malu dengan pipi yang sudah merah merona.
"Ada apa? Perkataannku tidak salah, bukan?" Qiao Yu sedikit gugup saat mengatakan itu.
Suasana menjadi begitu canggung, Fang Lin yang mengetahui itu langsung terbatuk pelan dan membuat seluruh perhatian Istrinya tertuju padanya, "Tujuanku menceritakan ini bukan untuk meminta pendapat atau persetujuan kalian." ucap Fang Lin pelan, lalu memasang senyum lebar, "Tapi, aku ingin menanyakan-- apakah kalian ingin melakukannya bersama-sama?"
Pertanyaan yang dilontarkan oleh Fang Lin membuat reaksi berbeda-beda dari para Istrinya. Shui Ru sendiri tanpa banyak bicara langsung menyerang Fang Lin dengan ganas, sedangkan yang lainnya hanya bisa mengamati sebelum mereka mulai tertarik untuk melakukannya.
Yue yang melihat suaminya sudah bermain dengan keempat istrinya langsung memijat keningnya yang sedikit terasa sakit, ia bertanya-tanya-- kenapa mereka sama sekali tidak malu memperlihatkan tubuh yang tanpa adanya pakaian sedikitpun.
"Ya, bukan berarti aku tidak tertarik sih..." wajah Yue sedikit memerah, dan ia melangkah maju menuju atas tempat tidur.
Bersambung.....
__ADS_1
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.